Showing posts with label sunda. Show all posts
Showing posts with label sunda. Show all posts

Friday, April 25, 2008

Koreksi basa Sunda: Ceuceu.

Tiba-tiba aja pagi ini ada yang protes, "Neng, kok orang-orang jadi pada pake -w sih Ceuceunya??"
*Si Eneng nyengir kuda*
"hehehe.. bukan salah mereka, Kang.. ini mah salah sayah.."
"kenapa atuh??"
"abis lebih enakkeun, Kang.. lebih pangkeh, hehehe..."
*si Akang ngagubrag*
***********************************

Waduh... saya teh baru nyadar... mungkin selama ini saya sudah menyebarkan bahasa Sunda yang salah. Punten pisan ini mah ya, buat orang Sunda dan Non Sunda juga, benar-benar tidak sengaja..

Untuk yang belum tahu, sebenarnya kata yang benar adalah Ceuceu atau Eceu, bukan Ceuwceuw.. seperti yang selalu saya sebut. Itu mah hanya panggilan gemezzzz saya ke anak saya... tapi kayaknya malah jadi menyesatkan orang ya?! :D

Banyak orang juga yang gak kenal dengan kata ini. Mereka biasanya hanya mengenal kata "Teteh". Yah, artinya mah sama saja. Memang saat ini, Ceuceu atau Eceu ini sudah jarang digunakan, terkesan tua mungkin, sepertinya generasi orang tua kami yang masih menggunakan panggilan ini. Tapi, karena itulah... kami sepakat menggunakan Ceuceu dan Akang untuk panggilan anak-anak kami. Biar "fresh" lagi begitu... Meskipun kayaknya "Akang" udah gak mungkin, kalaupun yang ketiga nanti laki-laki... jadinya "Ujang", hehehe...

Semenjak hamil anak pertama (Nadin), kami memang sepakat untuk berbicara bahasa Sunda dengan anak-anak. Kenapa??? karena melihat makin kritisnya bahasa Sunda di lingkungan kami. Dulu waktu saya SMA di Bandung (pan saya mah orang Tasik), kaget melihat teman-teman yang orang tuanya Sunda, besar di lingkungan Sunda, tapi tidak bisa ngomong bahasa Sunda, aneh kan ya??. Kalau mengerti sih masih bisa.. katanya... Tapi sekarang?? bukan hanya di Bandung.. di kampung saya pun, anak-anak sudah diajarkan bahasa Indonesia, tanpa dikenalkan pada bahasa ibu. Akhirnya... pas saya ajak ngobrol... anak-anak polos nan lugu itu hanya cengar-cengir tidak mengerti.

Hm.. kalau liat anak sendiri.. (Nadin maksudnya), bahasanya juga sampai sekarang masih acak-acakan, campur-campurrrr deh. Bahkan saat ini kebanyakan dia ngomong seperti setahun yang lalu waktu dia belajar ngomong. Kayaknya sih si Cuneng teh lagi ngomong bahasa Jerman ceritanya mah... cuma dia sendiri belum mengerti mengucapkannya gimana. :D Tapi ya biarkan aja dulu.. yang penting saya dan si Akang selalu berusaha ngobrol pakai bahasa Sunda. ;)

Nah, sekarang mah, yuk.. kita lestarikan bahasa daerah kita masing-masing, biar Indonesia tetap terdiri dari berbagai suku bangsa dan berbagai bahasa.. ;)