Setelah saya datang ke sana, ternyata toko utama Paket shop yang ini merupakan sebuah Laundry. Di sana digantung beberapa baju berbungkus plastik serta beberapa buah karpet. Dan saya langsung teringat pada karpet di rumah yang tampak sudah perlu dicuci. Setelah urusan paket selesai, saya pun menanyakan perihal karpet pada si ibu.
"Kann ich hier einen Teppich waschen?" tanya saya.
(bisakah saya mencuci karpet di sini?)
"Nein, leider nicht. Aber Sie können Ihren Teppich hier waschen lassen. Ich mache den für Sie." (Tidak, sayang sekali tidak. Tapi Anda bisa mencuci karpet Anda di sini. Saya yang melakukan untuk Anda.)
Seketika saya pun tertawa. Si ibu juga ikut-ikutan tersenyum geli. Yah, saya baru ingat kalau ada satu kata terlewat yang membuat maksud kalimat jadi berbeda. Dalam bahasa Indonesia, kalimat "Bisakah saya mencuci karpet di sini?" rasanya sudah benar, tentu saja secara otomatis itu berarti si ibu yang melakukannya. Tapi dalam bahasa Jerman tidak bisa begitu. Saat kita ingin menyerahkan sesuatu untuk dilakukan orang lain, harus ditambahkan kata kerja 'lassen'.
Misal seperti kalimat tadi, yang betul seharusnya,
"Kann ich hier meinen Teppich hier waschen lassen?"
atau contoh lain saat saya mau membawa anak-anak untuk diimunisasi oleh dokter anak, kalimat yang benar seharusnya, "Ich möchte mein Kind impfen lassen"
Ah, gramatik, saya sudah banyak yang lupa. Terakhir belajar formal bahasa Jerman hampir 4 tahun yang lalu, sampai detik-detik terakhir Maryam akan lahir. Alasan aja ya?! padahal kalau belajar baru kemarin juga belum tentu saya masih jago.. :D Untuk percakapan sehari-hari sebenarnya tidak perlu gramatik yang benar sempurna, selama lawan bicara kita mengerti apa yang kita maksud, tentunya komunikasi masih bisa jalan. Tapi tidak begitu dengan ibu laundry tadi, dan satu tetangga saya. Tapi justru berkat mereka, saya bisa berbicara bahasa Jerman dengan lebih baik,