Showing posts with label bodor. Show all posts
Showing posts with label bodor. Show all posts

Friday, September 12, 2014

Karate Gigi

Semalam neng iyam mengeluh kesakitan karena gigi yang bergoyang,
"pengen cepet2 copot niiiiih" katanya.
"Ya udah, besok mamah beliin Brezl yaa.. siapa tau giginya nempel di Brezl kayak gigi2 yang dulu" *lol*

Eh, seriusan ini, giginya neng iyam selalu copot karena nempel di roti keras khas Jerman..

Esok paginya, dia bangun duluan, trus bangunin adiknya, yang kebetulan tidur di kasur paling bawah. Doi duduk dikasur tengah, jadi posisinya agak lebih tinggi dari adiknya. Kalau bangunin jang Oboy, sama aja kayak bangunin macan tidur, bukannya bangun doi malah ngamuk.. jelek2nya kayak pagi itu, tendangan karatenya keluar, tepat mengenai mulutnya neng iyam. Neng Iyam menjerit nangis, saya pikir karena kesakitan, ternyata karena giginya loncat keluar dan gak bisa ditemukan... hahaha...

Ya ampuuun, neng.. sudahlah.. berkat tendangan Oboy, sakit gigimu jadi hilang kan?? ayo bilang alhamdulillah sama Allah.. Dia pun berhenti menangis, baca alhamdulillah, ngaca2 sambil nyengir karena sekarang ompongnya jadi simetris. :))

Friday, August 22, 2014

Yang Konyol dari Spanyol

22.08.2014, Albayzin, Granada.

Begitu kami sampai ke apartemen, kami sudah ditunggu ternyata. Namun yang menunggu bukanlah resepsionis, jadi kami harus menunggu sang resepsonis datang dari pergaulannya. *lol* Tak lama kemudian, doi datang sambil bawa2 buku, sepertinya catatannya doi tuh.

"Hallo." sapanya ramah.
"Hallo" jawab kami.
"Nama?"
"DN"
"Anda booking dari anu.com?"
"Bukan, dari apa.com"
"Oh, saya tidak punya reservasi atas nama anda.." katanya sambil melihat catatannya.
 

 *apppaaaaa???? Setelah nanjak berbukit2 sambil geret2 koper plus ngegiring anak 3, kalimat tersebut langsung bikin si mamah pingsan bangun guling2*


"Hm.. boleh saya liat tanda booking Anda?" tanyanya.


Karena kami gak ngeprint bukti booking, maka si akang buka HP dulu *untung gak habis batre*


"Saya sebenarnya sedang nunggu tamu yang lain sih dr apa.com" kata si resepsionis, sambil menyimpan bukunya di meja, dan dia menuju suatu pojok ruangan untuk membetulkan sesuatu.


Saat itulah list si resepsionis keintip ama si akang.
"Hey, ini kan nama saya."
"Oh, ini Anda? Saya pikir anda orang Jerman!" katanya terkejut.

*mamah gigit2 koper.. huaaaa.. kebangetan nih resepsionis.. setidaknya akhirnya doi tau, di jerman ada jg yg kulitnya gosooong...*

Friday, March 15, 2013

Nego-nego sama Neng Iyam

Hari Kamis kemarin, tiba-tiba saja Jang Oboy bangun tidur dengan muka gak keruan dan sedikit rewel. Ya sebenarnya gak tiba-tiba juga sih, tanda-tanda penurunan kondisinya sudah kelihatan dari hari-hari sebelumnya, namun hari itu tampak sudah masuk puncaknya untuk tidak sekolah. Saya langsung laporan ke Neng Iyam bahwa adiknya sakit dan tidak masuk sekolah hari ini.

"Kamu mau ke Kindergarten nggak, Neng??" tanya saya *dengan harapan jawabannya 'nggak' biar hemat langkah jemput ke kiga :D

"Ya!" jawabnya mantap.

"Tapi L gak ikut lho, kamu sendirian." *tambah embel2 supaya semangatnya turun :D*

"Gak apa-apa, jadinya kayak Maryame waktu Laci adiknya sakit, dia juga sendirian ke Kiga." dengan muka senang.

"Tapi berangkatnya sama Papah lho, karena Mamah harus jagain L di rumah" *masih berusaha nurunin semangat, biasanya Neng Iyam gak suka pergi sekolah sama Papahnya*

"Iya, gak apa-apa" masih dengan semangat 45.

"Beneran???" *masih berharap si anak berubah pikiran*

"Benerrrrr... M malah seneng kalau pergi sendiri, gak usah jagain L terus kan di sana."

*oh, ternyataaaaa....*

Baiklah, lagian adiknya gak parah-parah banget, mudah-mudahan siangnya udah baikan kondisinya, jadi bisa dibawa jemput kakaknya nanti. Sedang untuk esoknya, kebetulan saya ada acara lain, hm.. baiknya si anak 2 ini bolos aja dua-duanya, biar Jang Oboy gak kecapean harus jemput ke sana kemari. Saya coba nego lagi untuk esok harinya.

"Neng, tapi besok gak usah ke Kiga ya, besok kita ke rumah Bude Tiwi aja, mau ikut kan kamu?!" tanya saya.

"Rumah Bude Tiwi???? Mauuuuuuuu... M udah lama banget gak ke rumah Bude Tiwi.. Tapiiiiii *setelah berpikir sejenak* nggak jadi deh, besok ada Tanzen di Kindergarten, M mau tanzen aja."

"Lho?! ke rumah Bude Tiwi aja deh.. kan kamu udah lama gak ikut." *si Mamah masih maksa*

"Nggak ah, ke Kindergarten aja!" *duh, nego GAGAL lagi!*

************************************

Siangnya, saya lihat kondisi Jang Oboy agak sedikit memburuk, tambah lesu dengan mata sayu, tapi diajak tidur keukeuh pengen main. Saya jadi tambah yakin kalau besoknya kami tidak akan bisa pergi ngaji ke rumah mbak Tiwi, apalagi ke Kindergarten. Izin ke Mbak Tiwi dkk mah gampang, izin ke Neng Iyam yang susah.

"Neng, tadi L kayaknya kecapean jemput M di Kindergarten, kayaknya besok L harus istirahat aja di rumah, jadi M gak usah ke Kindergarten ya?!"

"mmmhhh!!" *manyun*

Duh, padahal biasanya dia senang banget kalau disuruh tinggal di rumah. Apalagi kalau adiknya sakit dan harus di rumah, dia biasanya merasa terdzalimi abis kalau harus ke Kindergarten sendiri.

"Ayolah, Neng.. kasian adiknya.. mana diluar dingin lagi.. Pokoknya kalau M mau tinggal di rumah, mamah kasih deh apa yang kamu mau."

"Tapi M mau ke Kindergarten, hari Jum'at kan harinya Tanzen!"

"Kita juga bisa Tanzen di rumah, M tinggal pilih aja mau lagu apa."

"Gak mau!"

"Klo M mau di rumah, mamah nyalain internetnya dari pagi deh"

"Mmhhh!!!" *tetep manyun*

Yah, nego GAGAL lagi!

*********************************************
Malam sebelum tidur, saya masih sempet2nya nego lagi :D

"Besok kita di rumah aja yah.. gak usah ke kiga, ok?!"

"gak mau, M maunya ke Kindergarten!" *... dan GAGAL lagi!*

*********************************************
Dan paginya saat bangun tidur, saya masih juga berusaha membujuk.. *udah hopeless sebenarnya*

"Di rumah aja ya hari ini?!"

"Gak mau!"

"Ok lah... mendingan juga ke Kindergarten dink, soalnya Mamah harus beli daging juga ke Toko Turki!" jawab saya

M kerjap-kerjap mata... "Mmm.. gak jadi deh ke Kindergartennya.. di rumah aja!"

Lho??!!! kok tiba-tiba aja berubah pikiran??! ah, dari kemarin lupa sih kalau si Do'i emang sukanya BERBEDA dari yang lain... Coba ingetnya dari kemarin ya.. gak usah pake negosiasi berkepanjangaaaaaannnnnnn... :D





Wednesday, February 13, 2013

'Kentut'geschichten

Pas saya sedang beraktivitas dengan satu Neng, Neng yang satunya lagi sibuk dengan aktivitasnya sendiri.. dan kemudian.. tuuuuttt... ada yang bunyi. :D "Neng, kamu kentut ya??" tanya saya.. "Hihihi..." dia nyengir.. trus lanjut ketawa2 sendiri... dan dua-duanya akhirnya ketawa-tawa geli..

"Eh, N punya Geschichte (cerita) nih.." kata N yang membuat suasana tawa mereda.
"Ada satu kakak perempuan yang punya adik perempuan. Adiknya ini ngikutin kakaknya teruuus deh. Sampe akhirnya kakaknya kentut.. jadi adiknya di belakang dikentutin... hahahaha.." disambut tawa riuh rendah dari pendengar!

"M juga punya Geschichte.. M punya Geschichte... dengerin yaaa.." potong M masih sambil ketawa.
"Ada lima orang, yang paling kecil laki-laki, yang tengah perempuan, yang paling gede perempuan, yang dua lagi mamah-papahnya. Papahnya paling suka kentut di depan 4 orang yang lain... hahahaha..." sambutan tawa pendengar makin meriah.

"Mamah, Mamah juga harus bikin Geschichte! ayo!" paksa M.

"Ok, sekarang mamah yang bikin cerita ya... Hm.. ada anak perempuan, sering banget kentut. Satu hari dia lagi sama mamahnya, dia bercerita sama mamahnya. Terus di cerita itu tiba-tiba dia teriak yang kencang banget.. sambil kentut.. Kata Mamahnya, "kamu kentut ya?". "Emang kedengeran gitu?" tanya anak perempuannya. Mamahnya mengangguk. "Oh, padahal aku udah teriak yang kencang biar kentutnya gak kedengeran!" kata si anak."

"Wahahahaha....." penonton masih tetap ramai... Memang ya.. cerita kentut ini gak ada matinya!. :D

*Cerita2 di atas hanya fiktif belaka, kalau ada kesamaan nama, tempat, cerita.. semua hanya kebetulan belaka.. Jadi jangan ada yang tersinggung ya!! :D Piss ah!

Tuesday, January 29, 2013

Obrolan Bocah-bocah Pemikir

Suatu malam,

M: "Mamah, M pengen punya baby lagi!"

N: " Kasian mamahnya, M, nanti tambah repot"

M: "ya nggak donk, baby kan cuma bobo doank!"

N: " ya tapi kalau babynya udah tambah gede, udah bisa merangkak sana-sini, lari sana-sini, mamahnya bakal repot"

M: "ya nggak donk, kalau babynya tambah gede, kita juga udah tambah gede, udah bisa semu-muanya sendiri"

Mah: "Eh, emang kenapa M pengen punya baby lagi?"

M: "biar L punya adik lagi, biar L gak mencet2 lift lagi." *doh, sekarang ketauan deh motifnya."

N: "tapi kan nanti yang mencet2 lift jadinya tetep bukan M, tapi babynya!"

M: "ya nggak apa2, tapi kan L gak bisa mencet2 lift lagi, sama kayak kita!"

*gubrag*

Tuesday, January 22, 2013

Ditinggal Papah (lagi!)

***********************************************************
Hari Sabtu...

"Neng, Papah mau ke Inggris lagi lho.." kata Mamah *GalauModeOn*
"hah?!" N dan M serentak menghentikan aktivitas masing2, sambil memelototkan mata tanda terkejut"
"beneran?" tanya N.
saya mengangguk.
"beneran? beneran? beneran?" tanya M
"iyaaaa" jawab saya.
"beneran banget??" tanya M lagi.. *ini anak terkejut sampe gak percaya kayak gini nih, asli galau si mamah mulai memudar :D*
"beneran banget banget banget banget..." jawab saya.
"YESSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSS, kita bisa bobo sama Mamah lagi!!!!!!!!!!!!" teriak M.
"Asyiiiiiiiiiiiiiiiiiiiikkkkk" sorak N.

*Mamah pingsan*

***********************************************************
Senin siang pas ngecek FB, Mamah hepiii bener dpt pesan dr Papah yang mengatakan sudah sampai dengan selamat, meski sempet muter2 dulu di atas dikarena dibawah bersalju. M melihat keriangan Mamah.

"ada Papah? Papah udah sampai ke Inggris?" tanya M
"udah."
"M mau ngomong sama Papah."
"Nanti malem ya, Papah skrg masih di kantor, itu lagi di lab temennya, belum bisa ngobrol sama kita, ntar kalau udah di hotel, ok?!"
"Ookkkk" jawab M dengan sedikit kecewa.

***********************************************************
Senin sore pas maghrib,

"Neeeenggg.. ayo siap2 sholat kita." ajak saya
"sholat apa?" tanya N
"maghrib" dan dia pun segera ke kamar mandi untuk mengambil wudlu. Saya lihat Neng Iyam masih asyik main boneka di kamar.
"Neng, sholat dulu yuk!" ajak saya
"ah, kenapa sih kita harus sholat terus?" tanyanya.
"Nggak sholat terus kok, cuma 5 kali aja dalam sehari kan? yuk."
"Tapi M bosen sholat terus."
"Eh, nanti pas Papah online, ditanya lho sama Papah, udah sholat belum? udh ngaji belum? kalau belum kan M gak akan bisa jawab." dia termenung.. dan sayapun berlalu untuk mengambil wudlu.

Dari kamar mandi terdengar teriakannya,
"Kalau Mamah udh shalat, M mau ngaji yah!"
"Ok" jawab saya.
Pas saya masuk ke kamar, yang sudah siap hanya N, M masih juga belum ada. Saya panggil lagi,
"Neng, ayo donk, kalau lama waktunya keburu habis ntar. Katanya habis shalat mau ngaji?"
"M kan bilang, M mau ngajinya habis Mamah shalat, bukan habis M shalat."
"loh, jadi M gak mau shalat nih?"
"iya."

*Mamah pingsan lagi*

***********************************************************
Senin malam, Neng Iyam udah nunggu2 Papah nih, tiap 10 menit nanya, "Papah udh online??" Ya, ci eneng, di Inggris baru jam 5, Papah pasti belum pulang ngantor.

Sampai akhirnya si Papah nelepon, bilang bahwa di hotel gak ada internet, jadi gak bisa online. Mamah memohon dengan sangat agar Papah mau ngobrol dulu dengan M sebentaaaaarrrrr saja. M seneng banget denger suara Papah dan dia langsung ceria. Sayangnya Papah gak bisa lama2 karena menggunakan telepon kantor, dan klik.. telepon pun terputus. Mamah bilang ke M bahwa Papah gak bisa online, dan gak bisa nelepon, pun kita gak bisa nelepon.. M bibirnya langsung jebeng, bergetar dan mata berkaca-kaca, tangisnya pun seketika pecah.. "huaaaaa.....aaaaaaaaaaaaaaaaaa." *tangisan cetar membahana*

"loh, M kok nangis?? M sedih krn Papah gak bisa nelepon kita??" tanya saya sambil merangkul M ke dalam pangkuan saya.
"Iyaaaaaaaaaaaaaaaaaaa..." sambil nangis.
"M kangen Papah??"
"iyaaaaaaaaaaa...." sambil nangis.
"M bukan kangen Papah, tapi M kangen handy Papah" kata N ngegodain adiknya.
"Nggaaaaakkkk... M beneran kangen Papah.. M suka sama Papaaaaahhhhh... aaaaa..."

lah, Neng Iyam.. biasanya kalau Papah ada serba gak mau, serba gak suka sama Papah.. pisahan belum semalam, udah galau sangat. Keliatan warna aslinya sekarang. :)) Makanya kami gak bisa lama2 hidup terpisah, karena akan ada yang lebih galau dari istrinya si Papah. :D

***********************************************************


Thursday, November 8, 2012

Ketika Menunggu di Dokter Anak

Hari ini kami harus mengunjungi dokter anak untuk memeriksakan Ligar. Sebenarnya sakitnya belum serius sih, tapi kakang keukeuh anaknya 'sakit' dan harus secepatnya dibawa ke dokter. Demi menenangkan hati babehnya anak2, baiklah.. kami bolos Kindergarten aja dulu untuk hari ini. Saya tau benar, dokter anak saya selalu penuh, apalagi untuk pasien tanpa Termin (janji), gak ada jalan lain selain bersedia lama menanti. Jadi saya mengerahkan tenaga sekuat mungkin, agar kami bisa berangkat sepagi mungkin, karena Nadin harus dijemput pukul 11.15.

Sesampainya di dokter anak, kami merupakan pasien tanpa Termin ketiga. Fyuuuh... gak akan nunggu terlalu lama lah, paling dalam 1 jam kami sudah bisa keluar, jadi nanti bisa belanja cabe dulu ke toko Asia di sebrang. :D Tapi ntah kenapa, ternyata setelah 1 jam, tidak ada 1 pasien pun yang dipanggil dari ruangan itu. Satu per satu pasien lain berdatangan, ruangan pun mulai penuh. Ligar asyik memainkan semua macam mainan yang tersedia di situ. Sedangkan Maryam lebih senang dibacakan buku dan makan. Sisanya dia pakai untuk memperhatikan orang-orang sekitar. Semakin lama saya semakin mengantuk.. ini sudah terlalu lama nunggunya. Sampai akhirnya Maryam bertanya kepada saya,

"Mamah, kalau baby itu udh jadi anak-anak, mamahnya udah jadi Oma-oma ya??" sambil menunjuk ibu-ibu yang sedang memangku bayi kecil berumur 1 tahunan (baru bisa jalan bayinya).

Dalam keadaan mengantuk, saya lirik ibu itu. Ibunya memang termasuk ibu2 yang mengutamakan karir daripada berumah tangga. Jadi tampaknya di penghujung 40an, beliau baru mendapatkan bayi. Ya ampuuuuun, Neng Iyam, kepikiran ya ampe ke situ??? :D Lalu saya bisikkan ke dia,

"Neng, orangnya jangan ditunjuk ya, kamu cukup bilang ibu2 baju coklat yang bawa bayi baju ungu aja."
"Kenapa gak boleh ditunjuk?"
"karena nanti orangnya bisa marah."
"kenapa marah?"
"karena dia ditunjuk, jadi dia tau kalau dia lagi diomongin, tapi kan dia nggak ngerti kita ngomong apa, ntar dia nyangkanya kita ngomongin dia yang jelek-jelek *padahal iya..*"
"Ooo.." diapun terdiam.

Tak lama,
"Kenapa kakaknya anak itu mainin Handy melulu??"
"karena dia bosen kali"
"kasian, adiknya gak dikasih, jd bengong.." :D:D

"Anak itu kenapa sendirian?"
"karena udah gede kali."
"kalau udah gede bisa ngomong sendiri?"
"iya."
Tak lama Papahnya anak itu datang,
"Itu Papahnya ya?? anaknya gak bengong lagi sekarang, Mamah."
:)

Kemudian datang seorang pemuda. Note: Di sini dokter anak melayani anak2 baru lahir sampai usia 18 tahun, jd para ABG yang masih 18 taun, masih berobat bareng baby-baby. :D Dan ABG di sini tau kan??? wajahnya lebih dewasa drpd ABG di Indo yang lugu2. :D Maryam kembali bertanya,

"Kenapa bapak itu datang sendirian?? kok gak bawa anaknya??"
"Psst.. itu bukan bapak2.. itu mah Aa.. dia sendiri yang mau diperiksa sama dokter."
"Kenapa Aanya marah?" Alis si Aa emang berkerut terus sejak dia datang.
"Oo.. itu mah bukan marah, mungkin si Aanya lagi mikir.."
"mikir apa??"
"mikir kenapa lama banget nunggunya, mungkin dia bosen, gak suka nunggu lama kayak kita."
"kenapa gak suka nunggu???"
"karena membosankan dan cape." *dan jawab pertanyaan kamu juga capeeee deeeeeh... tp setidaknya gak bikin ngantuk lagi :D*

"Tuh sekarang Aanya udh gak mikir lagi!!" katanya ketika alis si Aa tidak lagi berkerut.
:)))
"Psst.. jangan pake nunjuk yaaaa.." saya mengingatkan lagi.

Kemudian si ibu kedua pun dipanggil..

"Nah habis ini kita ya, Mamah?!" katanya.
Sayapun mengangguk.

"Habis kita yang ituuu *sambil menjulurkan lidah*, lalu yang itu.. *menjulurkan lidah lagi*, dan yang itu.. terus yang itu.... *semuanya sambil menjulurkan lidah*"

"Maryam, kenapa lidahnya pake dijulurin keluar???"
"kan kata Mamah gak boleh nunjuk??!!"

*MAMAH PINGSANNNN*

Wednesday, July 18, 2012

t e r j e b a k

Kalau biasanya saya bercerita tentang Neng Iyam, sekarang mah giliran sama Neng Nudin ah.. :)

******************

Suatu sore ketika kami sedang kumpul-kumpul di ruang depan, seperti biasa masing-masing asyik dengan aktivitasnya masing-masing. Sambil mengelus-elus rambutnya Ligar, saya berkata,

"duh, Ligar rambutnya udah gondrong ya?! ntar kita cukurnya di A**** aja yaa.."
"apaan tuh A****??" tanya Nadin.
"Oh itu.. salon langganannya si Papah di Bandung." jawab saya.
"Di Bandung??? Kenapa gak salon di sini aja?" tanyanya lagi.
"Soalnya kalau salon di sini mah mahallll.. kalau di Bandung mah murah.. hehehe.." jawab saya.
"kalau sama Mamah??"
"maksudnya kalau dicukurnya sama mamah?? ooh.. itu mah gratis dooonk.. kostenlos!" jawab saya bangga.. :D
"kalau gitu kenapa dicukurnya nggak sama mamah aja?? kan gak usah bayar?!!"
*gubrag*


****************** 

Suatu pagi, disaat kami sedang berjalan kaki menuju sekolah,

"Din... kalau kita jadi pulang ke Indonesia buat selamanya.. berarti kita gak akan bisa ke Jerman lagi, gak apa-apa??"
"Kenapa gak bisa?"
"karena kalau kita pindahan, rumah kita juga jadi pindah ke Indonesia. Kalau cuma liburan ke Indonesianya, kita bisa balik lagi ke sini, tapi di Indonesianya cuma bentar. Kalau kita pindah, berarti Nadin harus sekolah di sana dan kita gak bisa balik lagi ke sini. Tapi.. nanti kalau Nadin rajin belajar.. Nadin jadi pintar.. kalau udh gede.. udh umur 22 lah, Nadin boleh sekolah lagi ke Jerman kayak Papah. Tuh, si papah juga pinter tuh.. jadi bisa sekolah ke Jerman."
"Oo.. kalau mamah?? mamah bisa juga sekolah ke Jerman?"
"Hm.. kalau mamah ke Jermannya karena nemenin Papah sih.."
"Mamah gak pinter donk??!"
*si mamah bingung, ketauan deh.. :D*

******************

Monday, June 11, 2012

Demam Bola

Suatu sore, ketika seluruh anggota keluarga sedang nobar Spanyol vs Italia,

Nadin: "Mamah, mamah maunya yang mana yang menang?"
Mamah: "Papah maunya yang mana?"
Nadin: "biru."
Mamah: "kalau gitu mamah yang merah. Kalau Nadin maunya yang mana?"
Nadin: "Biru juga, sama kayak Papah Nadin mah."
Maryam: "Nadin, yang merah kan udah sama mamah, yang biru sama Papah, kenapa Nadin nggak yang kuning aja??"
Nadin: "Maryaaaaammm, yang kuning mah bukan pemain bola!!!"
Mamah: "Ooo.. itu mah wasit atuh, Neng!"
:D:D:D

Keesokan harinya, kami nobar Inggris vs Perancis,
Nadin: "Kalau yang ini, mamah maunya yang mana yang menang?"
Mamah: "hm.. kayaknya Papah dukung biru ya? kalau gitu mamah pilih putih deh."
Maryam: "kalau Maryam mah maunya yang merah."
Mamah langsung melirik wasit donk, "lah, wasitnya kok pake baju kuning? yang pake baju merah siapa?"
Nadin: "itu mah penjaga gawang!" 
:D:D:D

Hadeuh, besok neng iyam mo dukung siapa lagi ya???

Thursday, March 1, 2012

Lucunya Neng Iyam (2).. :)

6 kali ulang taun

Maryam: "Mamah, Maryam udah 6 kali ulang tahun"
Mamah: "Oya? 6 atau 5?"
Maryam: "6 donk, liat ya.. Maryam hitungin nih." sambil siap-siap menghitung memakai jari. "Nol ulang tahun, satu ulang tahun, dua ulang tahun, tiga ulang tahun, empat ulang tahun, lima ulang tahun. Eh, iya, Mamah yang bener ya?!"
Mamah: "Mamah atau Maryam yang bener?"
Maryam: "Mamah yang bener. Kok jadi mamah yang bener ya?" *dengan muka bingung*
Mamah: "kalau Maryam bingung, coba hitung sekali lagi."
Maryam: "Nol ulang tahun, satu ulang tahun, dua ulang tahun, tiga ulang tahun, empat ulang tahun, lima ulang tahun. Lima!! tuh kan Mamah yang bener." *sambil mengacungkan 6 jari*

*Mamah ngikik dalam hati, duh si eneng jadi bingung antara menghitung jari dan menghitung umur :))*

Mamah: "ok.. sekarang liat jari Maryam yang ini ada berapa?" sambil menunjuk 5 jari yang terbuka.
Maryam: "lima."
Mamah: "ditambah satu jempol yang ini jadi berapa?" sambil nunjuk tangan sebelah lagi.
Maryam: "Enam! tuh kan Maryam yang bener?!" *girang mode on*


*************************************************

Biene Maja (baca: biineu Maya)

Kenapa ya kalau orang Jerman mendengar nama 'Maryam', pasti yang terdengar di telinga mereka itu 'Maya'. Contohnya tetangga saya yang pernah begitu. Ada juga, waktu itu saya dan Maryam masuk ke lift, bareng dengan laki-laki yang membawa anjing. Setelah saya bicara dengan Maryam, tiba-tiba si laki-laki itu menyela, "nama anak Anda Maya? sama donk dengan anjing saya" sambil tersenyum ramah. Duh, si bapak tampak girang banget nama anjingnya sama kayak anak saya.. :D Untung aja beda :)

Kejadian serupa terjadi seminggu yang lalu. Waktu itu kami sekeluarga habis jalan-jalan di kota. Ternyata tangga berjalan (eskalator/Rolltreppe) arah ke bawah rusak. Terpaksa si akang memangku stroller sendirian. Saya harus menuntun Ligar, karena dia masih belum stabil menuruni tangga sendirian. Nadin di depan saya, dan Maryam sedikit ketinggalan di belakang saya. Sesekali saya menoleh ke belakang sambil mengingatkan agar dia berjalan hati-hati, "hati-hati Maryam, lihat tangganya ya!". Kebetulan ada segerombolan laki-laki besar menuruni tangga juga waktu itu. Dan begitu mendengar saya menyebut Maryam, mereka langsung menyanyikan lagu Biene Maja. Awalnya cuma "Maaaajaaaaa.. Maaaajaaaaa.." doank.. rada-rada belum ngeh waktu itu. Duh, saya mah khawatir Neng Iyam bakal ketubruk salahsatu diantara mereka.. lagian suara2nya menggelegar persis gerombolan suporter bola.. pasti Neng Iyam bakal ketakutan, pikir saya. Eh, ternyata anaknya malah ketawa-ketawa.. yang nyanyi jadi tambah semangat donk, nyanyinya mulai lengkap, "nanannanananannananan... Biene Maaajaaa... usw"

Sesampainya di rumah,
"Nadin, Nachname-nya (nama belakang) Maryam siapa coba?"
"Nugraha!"
"Salah.. yang bener Biene Maja... hihihi.." *nyengir*

*************************************************
PR

Suatu sore,
mamah: "Ceu, kerjain dulu PRnya, baru boleh bikin pompom lagi ya." *ngomong ke Nadin*
Nadin: "ok."
Maryam: "Kalau Nadin PRnya cuma 2, PR dari sekolah dan PR dari mamah, kalau Mamah PRnya banyak tuh.. masak, cuci piring, cuci baju, beresin baju, beresin rumah, merajut, blablabla (dan entah apalagi yg dia absen satu2 kemarin :D)"
*bener juga tapi :D*

*************************************************
Dornröschen

Maryam: "Mamah, cantikan mana, Dornröschen (Aurora) atau Arielle?
Mamah: "gak tau, Mamah gak suka Prinzessin sih."
Maryam: "ya cantikan Dornröschen donk."
Mamah: "kenapa?"
Maryam: "kan ada lagunya, Dornröschen war ein schönes Kind.. schönes Kind.. schönes Kind. Dornröschen war ein schönes Kind.. schönes Kind!"
Mamah: *ketawa donk ah* "Eh, beneran Dornröschen yang paling cantik?"
Maryam: "tapi sebenarnya semua Prinzessin cantik sih kata Maryam mah, cuma Jasmine yang haesslich (jelek)."
Mamah: "lho.. kenapa Jasmine jelek?"
Maryam: "soalnya udelnya keliatan."
Mamah: ":)). Kalau Jasmine pake rok yang panjang kayak Prinzessin yang lain jadi cantik gak?
Maryam: "iya."
Mamah: "Kalau orang yang pake jilbab cantik gak kata Maryam?"
Maryam: "iyaaa... Mamah juga cantiiik." *sambil peluk cium mamah*
Mamah: *ya.. ya.. Mamah sepakat deh, sebelum si anak berubah pikiran :))*

*************************************************

Monday, February 6, 2012

'Ep', 'Pe' dan 'Paw'

Siapa bilang orang Sunda gak bisa bilang F? itu Pitnah!! :D:D:D

Dan saya termasuk salahsatu orang Sunda yang bisa membedakan dan mengucapkan F dan P. Setidaknya begitulah perasaan saya, sampai....

...suatu hari Nadin memberi teka-teki..
"Mamah, tadi di sekolah ada yang ulang tahun, siapa coba?"
"Viktor!" jawab saya asal sebut.
"Salah!" katanya.
"Siapa doonk?"
"Viktor!."
"lho, kan tadi juga mamah bilang Viktor?!"
"nggak, tadi mamah bilang Piktor. Viktor itu pake 'Vaw' bukan 'Pe'" jawabnya.

...dan saat itupun akhirnya saya lulus menyebut nama Viktor setelah 5 kali sebut. :D

Begitulah, sekarang di rumah sedang krisis 'Aussprache' (pengucapan). Jadi Neng Nadin mulai mengritik pengucapan bahasa Jerman kami.. ini baru pengucapan lho.. belum gramatik (tata bahasa). :D

****************************

Suatu hari tiba-tiba saja diantara kami terucap kata 'gefaerlich', dan tiba-tiba timbul hasrat iseng saya. Saya ucapkan sekali lagi dengan lantang dan sedikit keras, 'gepaerlich!'. Dan tepat seperti dugaan saya, Nadin yang sedang asyik bermain dengan Maryam, langsung angkat kepala seraya berkomentar, 

"lho, kok 'gepaerlich'? harusnya kan 'gefaerlich'!"
"iya, 'gepaerlich' kan?!" jawab saya dengan muka tanpa dosa :D
"ach, schon wieder.. (ah, lagi-lagi). 'gefaerlich'! pake F bukan pake P!"
"iya, pake Ep kan?! 'gepaerlich'! gitu?"
"Nein!! 'gefaerlich'!"
"Ok.. ok.. sekarang mamah bener deh ngucapinnya, 'gepaerlich'"
"Schon wieder!!" katanya sambil memegang kepala. 

*si akang sampe ngakak2 ngetawain*

****************************
Beberapa hari berlalu, dia pun tiba-tiba bertanya,

"Mamah, kenapa mamah suka bilang F-nya jadi P?"
"hehehe.. itu bukan karena mamah gak bisa bilang F.. Mamah bisa lho bilang F.. Eeffffffff.. tuh mamah bisa kan?"

diapun mengangguk.

"Mamah suka bilang F-nya jadi P, biar Nadin tahu, kalau banyak orang bilang bahwa orang Sunda itu gak bisa bilang F. Dan orang-orang seperti itu memang benar adanya. Nanti kalau Nadin ketemu sama orang yang bilang F-nya jadi P, Nadin gak usah ngetawain, apalagi mengolok-olok, ok?!"

"ok.." jawabnya. Tak lama dia kembali bertanya,

"Kenapa orang Sunda gak bisa bilang F?"
"Waduh, kenapa ya? Mamah juga gak tau."

"Apa di bahasa Sunda nggak ada huruf F?" tanyanya..

..dan 'twink' kenapa selama ini gak pernah terpikir sama saya ya?? Setelah di konfirmasi sama si akang, ternyata bener, katanya di bahasa Sunda nggak ada huruf F, makanya orang Sunda memang susah mengucapkan huruf F. *Super Nadin!!*

setelah hening beberapa saat, dia pun kembali berkomentar,

"Oooo.. pantes, orang Sunda itu bisanya bilang 'Koper' bukan 'Koffer*)'!!"

*)Koffer = bahasa Jermannya Koper.

hahaha.. saya pun tak kuasa menahan tawa,

"Nah, Nadin, kalau yang itu, memang bahasa Indonesianya Koffer itu Koper. Kalau di Indonesia kamu bilang Koffer, kamu bisa jadi bahan tertawaan nantinya.. :)"

Thursday, February 2, 2012

Mamahnya Maryam siapa???

Duh, tiba-tiba aja dapet pertanyaan di atas dari Maryam, "Mamahnya Maryam siapa?".
Kaget?? ya kaget doooonk.. mulut yang sedang mengunyah pun langsung berhenti. Saking gak percaya dengan pertanyaannya, saya tanya ulang dia,

"hm? apa? apa? gimana, Neng?"
"Mamahnya Maryam siapa?"
"Mamahnya Maryam? ya mamah.. mamah ina.. kan?!"
"bukan.. mamah kan anak-anak.. anak-anak gak boleh punya anak! sama kayak papah, papah juga anak-anak.. gak boleh punya anak."

Duh, kok ya tambah ketar-ketir.. ini maksudnya apa? kok bilang mamah-papah masih anak-anak.. jadi mikir, apa tingkah kami begitu masuk ke dunia mereka ya? sampai mereka menganggap kalau kami tuh anak-anak. :D Lalu saya tanya lagi,

"Mamah anak-anak? mamah kan udah gede, tuh liat.." sambil berdiri dan menunjukkan kalau badan saya lebih tinggi darinya.
"Mamah kan anaknya Emak (ibu saya), Papah anaknya Enek (ibunya si akang), kalau Maryam anaknya siapa?" *hampir berkaca-kaca*
"ya anaknya Mamah Ina" sambil nunjuk diri sendiri.
"bukan, mamah kan anaknya Emak, anak-anak gak boleh punya anak."

Dodododoh... hm.. gimana jelasinnya ya? akhirnya setelah beberapa saat mikir, terpikir juga solusinya. Saya jelaskan perjalanan usia manusia dengan mengambil orang-orang yang dia kenal sebagai contoh. 

"Jadi Allah bikin manusia, lalu disimpan di perut mamahnya. Kalau dia lahir, dia bakal jadi bayi, kayak Ligar dulu, masih inget?" diapun mengangguk.

"Bayi yang baru lahir cuma bisa nangis aja ama pipis."
"dan nenen" timpalnya.. hihihi.. masih inget beneran dia.
"iya.. gak bisa duduk, gak bisa ngomong, apalagi lari.. nah.. lama-lama.. dia mulai gede.. mulai gede.. bisa ngomong deh bababibibubu." diapun tertawa.

"trus bisa apalagi? bisa tengkurap.. merangkak.. duduk.. berdiri.. akhirnya bisa lari kencang kayak Ligar sekarang. Kalau tambah gede lagi, nanti Ligar bakal jadi segede Maryam.. tambah gede lagi bakal jd segede Nadin.. tambah gede tambah gede.. ntar jadi segede mbak Arin.. terus segede Mbak Arum.. segede mas Adit.. wah.. bentar lagi dah bisa nikah deh. Kalau udah nikah, ntar bisa punya anak. Nah, mamah sama papah juga sama.. dulu bayi kayak Ligar.. Nadin Maryam juga. Karena mamah sama papah udah nikah, makanya mamah sama papah bisa punya anak. Tapi, mamah tetep jadi anaknya Emak, dan papah jadi anaknya Enek.. Tapi sekarang Emak sama Enek udah jadi Oma. Nanti kalau Maryam udah nikah, udah punya anak, Mamah yang jadi Oma."

"hihihihi.." cengar-cengir deh dia. Ujung-ujungnya dia pengen liat Mamah dan Papah waktu bayi.. waktu udah sekolah.. dll. Duh, untung koleksinya foto si Papah dari Enek cukup lengkap (Nuhun pisan, Enek!).. kalau foto Mamah meski gak banyak, tapi ada lah.. jadi cukup mewakili.

Dan.. alhamdulillah.. sampai hari ini Maryam tidak mencari Mamah lagi. :)

Friday, January 20, 2012

Di Stasiun Kereta - bawain Oma Opa

Hari Selasa yang lalu, ketika kami sedang berjalan kaki menuju perpustakaan, kebetulan ada pesawat terbang lewat di atas kami. Tak heran memang, di Muenchen (kasarnya) hampir tiap 5 menit ada pesawat terbang melintas di langit. Biasanya Ligar yang sensitif melihat pesawat, namun waktu itu Maryam yang lebih dulu melihat. "Itu pasti mau ke Indonesia!" katanya.. dododoh... memang deh, setaunya dia, kalau ke Indonesia harus naik pesawat, maka semua pesawat pasti mau ke Indonesia..

Kejadian tersebut mengingatkan saya pada kejadian beberapa bulan lalu.. (flashback dulu nih ceritanya..).

**************************************
Waktu itu kami akan mengunjungi teman kami yang tinggal di Nuernberg. Karena perjalanan luar kota kami harus memakai kereta RE. Waktu itu kami memakai Bayernticket, yang berarti kami harus duduk di bangku kelas dua. Kereta menuju Nuernberg ini termasuk kereta yang banyak penumpangnya. Jadi begitu kereta datang, kami harus cepat-cepat mencari tempat duduk agak tak kehabisan orang.

Begitu masuk ke dalam kereta, pandangan Nadin langsung tertuju ke tulisan "1. Klasse", dan dia pun langsung berteriak,

"Erste Klasse! itu dia kelasnya Nadin." sambil berlari masuk ke ruangan kelas 1 tersebut.

Lalu saya katakan bahwa kami harus duduk di kelas dua, bukan kelas satu. Dan diapun menjawab,

"Tapi kan Nadin baru kelas satu."

Ah.. dan saya pun baru nyadar kalau yang dia maksud adalah kelas dia di sekolah.. Na ja... Nadin.. sayangnya kelas di sekolah dan kelas di kereta api tidak bisa disamakan.. :))

Dan kamipun asyik menikmati perjalanan selama 1 jam 45 menit. Akhirnya sampailah kami di stasiun kereta Nuernberg. Dan seperti di stasiun-stasun kereta manapun, kalau ada kereta berhenti, penumpang yang berjumlah ratusan akan turun serentak dengan bawaannya masing-masing. Maryam waktu itu terpesona melihat orang-orang (yang pada umumnya) menggusur koper mereka masing. 

"Orang-orang ini pasti mau ke Indonesia."
"Lho, kok Maryam tahu kalau mereka mau ke Indonesia?"
"Tahu donk, soalnya mereka bawa-bawa koper."

hihihi... Emang deh ya.. kalau kita mau ke Indonesia, bawaan wajibnya emang koper.. :))

**************************************
Nah, kembali ke cerita awal.. ketika Maryam melihat pesawat terbang melintas tea..

Apa yang terpikir di kepala Anda ketika melihat pesawat terbang lewat sewaktu Anda kecil? Kalau saya, "Kapal, minta duit!!" *duh, meureun kata si akang teh, ih si eneng, ternyata udah matre sejak kecil :D*

Waktu itu, saya mau teriak seperti itu, khawatir mengajarkan kematrean saya pada anak-anak.. :D Jadi ketika Maryam bilang, "kapal itu mau ke Indonesia", tiba-tiba saja otak memerintah saya untuk mengucap, 

"Kapal, salam buat Enek-Aki dan Ema PaI yah.."

Dan ternyata, salam aja tidak cukup untuk Maryam. Dia pun ikut-ikutan teriak,

"Kapal, bawain Oma dan Opanya Maryam ke sini ya.."

...dengan serta merta saya pun terserang rasa campur aduk.. teu pararuguh.. antara sedih, gembira, terharu, pengen nangis dan tertawa.. semua jadi satu...

"Es war ganz süüüüüüüüüüßßßßßßßßßß, Maryam.."

Wednesday, December 7, 2011

Lucunya Neng Iyam.. :)

Anak saya yang satu ini memang paling lucu.. pembawa kehangatan dalam keluarga.. kalau dia sakit/tidur, rumah rasanya kosooooooong deh.. Ini cerita yang membuat saya tertawa lagi, kejadiannya kemarin sewaktu kami sedang di perpustakaan. Sebelum kegiatan berlangsung (ceritanya mo ikutan Vorlesen a.k.a dibacakan cerita), saya minta anak-anak untuk ke kamar mandi dulu, daripada nanti pas lagi mendengarkan cerita tiba-tiba mau pipis. :D

Nadin duluan, seperti biasa, dia tutup pintunya (karena sudah punya rasa malu), dia kunci dari dalam, bahkan dia sudah bisa bersih-bersih sendiri. Nah, Maryam giliran berikutnya, dia ikut-ikutan, tutup pintu, kunci pintu. Lah saya ketinggalan di luar, gimana nih? dia bisa buka kunci gak nanti ya? moga-moga aja kuncinya bukan termasuk kunci yang susah dibuka, harap saya. Tak lama kemudian, diapun teriak seperti biasa,

"Mamah, udah pipisnya."
"oke, buka pintunya." kata saya.
"gak bisa." jawabnya dengan nada tenang, "Mamah aja yang bukain pintunya."
"Lho?! mamah gak bisa bukain pintunya, kan pintunya dikunci sama Maryam dari dalam." *Mamah mulai panik"
"Sama, Maryam juga gak bisa bukain pintu karena Maryam lagi duduk di toilet. Ayo, mamah aja yg buka pintunya"
*gubrag*
Setelah nego beberapa menit, akhirnya mau juga dia menyerah membukakan pintu dari dalam plus pake acara salah muter pula. :))

***********************************

Malam-malam sebelum tidur dia bercerita,
"Mamah, tadi kata gurunya, anak-anak harus dengar apa yang dibilang sama Nikolaus."
"Hm.. tapi kamu mah harusnya denger apa yang mamah/papah bilang ya.." kata saya.
"Eh, tapi tadi Nikolaus bilang apa emang?" *Mamah penasaran*
"Maryam sudah lupa."
*Mamah pingsan*

Sunday, December 4, 2011

Du licious!

Sore ini ketika kami membuat muffin di dapur, seperti biasa, anak-anak seneng banget nyicipin bahan-bahan mentahnya si kue, dari mulai tepung, susu, sampai coklat-coklatnya, kecuali telur aja yang tidak suka mereka cicip. Kebetulan kali ini kami membuat muffin bintik-bintik, jadi mereka tertarik sekali untuk mencicipi butir-butir coklat messes.

"Hmmmm... delisius!!" kata Nadin sambil merem melek. (delisius = delicious, sengaja ditulis pengucapannya, agar pembaca sama oon-nya kayak penulis :D ).
"Hmmm... dulisius!!" kata Maryam ikut-ikutan..
"Hmmm.. dulisius.. katanya Maryam.. kalau kata si ini (sambil nunjuk messes), ihlisius." lanjutnya..

Awalnya saya nggak terlalu ngeh.. Tapi dia ulang berkali-kali kalimat tersebut. Akhirnya saya tanya ulang karena penasaran,

"kok coklatnya bisa ngomong? dia ngomong apa tadi?"
"Ihlisius! kalau kata Maryam dulisius." jawabnya.

dan *zzzt.. zzzt..* baru deh kabel-kabel di otak saya bisa nyambung sinyalnya dengan kalimat si sayang.. :D

"Ach soooo, jadi kalau kata Maryam 'Du licious!' dan kata si coklat 'Ich licious! gitu?!" (ket: Du = kamu, Ich = aku)
Dia pun mengangguk mantap..

Ah, Maryam, I love You!!!

Monday, November 28, 2011

Mencari Papah 2

Edisi tahun lalu, dimana kami ditinggal bapaknya anak-anak lintas benua bisa dibaca di sini.

Kebetulannya, tahun ini kami harus mengalami ditinggal lintas benua lagi.. masih ke negara raksasa yang sama, hanya kotanya saja yang beda. Perasaan ditinggalnya masih sama (baca: perasaan saya ini mah), rasanya sepiiiiiiiii kalau gak ada si akang di rumah, meski anak2 tetep heboh, ada satu yang kurang tentu saja tetap ada.

Anak-anak seperti biasa malah senang kalau Papah mau keluar kota, karena artinya mereka bisa ke pergi ke sekolah sama Mamah.. dan tidur sama mamah juga. :)) Dan tau donk siapa yang paling semangat ketika Papah pergi? tentu saja Neng Iyam.. :D Ya, Maryam selalu bilang kalau "Maryam gak suka sama Papah, karena Papah suka peluk-peluk dan cium-cium Maryam sambil bilang "Baby Papah". Papah juga suka berubah jadi anakonda, peluk Maryam yang kencang, atau berubah jadi piranha yang mau gigit-gigit Maryam." Tapi makin Maryam bilang 'gak suka', makin si Papah sukaaaaaaa sama Maryam.. pokoknya kalau udah denger dua orang itu pakeukeuh-keukeuh, bikin perut geli aja.

"Maryam gak suka sama Papah."
"Tapi Papah suka sama Maryam."
"Papah GAK BOLEH suka sama Maryam"
*doh galaknya*

Kemaren pun pas sesi salaman sebelum Papah berangkat, dia yang paling semangat nyalamin bapaknya.. seolah-olah berkata.. "udh cepetan sana Papah pergi!!" haha..

Ketika Papah sudah pergi, rumah pun terasa sepi. Nadin mulai bertanya-tanya,
"berapa lama Papah di Cina?"
"6 kali bobo" jawab saya.
"Papah bakal 6 kali bobo di Cina-nya?"
"hm.. ya 4 kali bobo di hotel, 2 kali bobo di pesawat." jawab saya.
Mendengar kata hotel, Maryam langsung terbangun dari posisi tidur-tidurannya.
"Papah di Cina bobo di hotel????" tanya Maryam kaget.
"Iya." jawab saya.
"Oo.. padahal kan Maryam yang mau bobo di hotel." katanya penuh sesal sambil menjatuhkan diri ke belakang kembali ke posisi tiduran (untung lagi di atas kasur:D).
hihihi.. wek dor pertama buat Maryam.. :D

Paginya kami sibuk menyiapkan segala sesuatu sendiri tanpa Papah. Ligar yang menyadari duluan kalau ada sesuatu yang kurang. "Papah? Papah?" tanyanya ketika sedang dipakaikan jaket.
"Papah nggak ada." jawab saya.
" Paaaapaaaaaahhhhh!!!! Paaaaapaaaaaahhhh!!!" teriaknya memanggil-manggil si Papah..
yaaahh.. tunggu ya, Jang ya.. masih 5 kali bobo lagi.. Mudah-mudahan Papah kembali dengan selamat.

Oiya, katanya Neng Iyam tadi malem mimpi, Papah udah pulang lg dr China.. Wooooo... yang gak suka sama Papah, malah yang kangen paling berat nih tampaknya.. :D

Friday, June 17, 2011

Lagunya siapa sih itu??? :D

Sepulang dari Cocoloco hari ini, kami (saya, NML dan Alishya) berjalan dari halte tram menuju rumah. Anak-anak udah mulai loyo setelah bermain seharian, namun Alishya masih semangat aja. Sepanjang jalan dia bernyanyi terus, "Baby.. baby.. baby.. ooooh.." senandungnya tak henti-henti. Waduh.. lagu ABG oy!! karena bukan jamannya lagi, saya mah belum pernah tuh denger lagu itu utuh dr awal sampai akhir, tp dr liriknya Alishya langsung bs nebak donk lagu siapa, soalnya sering denger pas baris itu doank. :D Nadin ama Maryam mah diem aja, soalnya gak kenal lagu itu. Iseng saya tanya Alishya,

"nyanyi lagu apa sih, Shya?" tanya saya.
"Lagu baby itu." jawabnya dengan gaya khasnya Alishya tea. :D
"Oooh... lagunya siapa sih itu?" tanya saya lagi.
"Hannah Montana!" jawab Nadin pasti.
"hahahahaha.." ketawa saya dalam hati.
Alishya langsung membantah donk, "bukan.. bukan lagunya Hannah Montana itu! Itu lagunya mbak Adna sama Adam!"
*bwahahahahahha... ternyata penyanyi lagu Baby berasal dari Cigadung.*

Saturday, June 11, 2011

Kenapa Papa suka jadi Anakonda?

Kalau anak-anak sudah main sama bapaknya, ramenya minta ampun, pokoknya heboh. Akhir-akhir ini permainan yang paling sering dimainkan adalah anakonda-anakondaan. :D Apaan tuh?? bapaknya berperan jadi anakonda, yang bakalan nangkep anak2 satu persatu, lalu dipeluknya erat-erat, kan katanya anakonda itu ular terkuat di dunia, yang bisa membelit lawannya kuat-kuat. Buaya aja kalah lho!! kata Nadin setelah membaca (dibacakan) majalah yang didapatnya dari apotek. Tentu saja kalau sudah main itu, ributnya luar biasa, mulai dari yang ketawa-tawa, menjerit-jerit, sampai akhirnya permainan berakhir kalau sudah ada yang menangis. Dan tentu saja, kalau sudah nangis, larinya ke ibu juga. *sigh*

"Kalian seneng main anakonda?"
"seneng."
"Terus kenapa nangis?"
"habis papa peluknya kencang bangetttt.."
"Anakonda kan memang begitu." potong si Papa gak mau kalah.. hahaha..

Akhirnya ibunya mengorbankan diri buat dipeluk anakonda *grin*, untuk menunjukkan ke anak-anak supaya gak nangis lagi kalau dipeluk anakonda, kan ini cuma permainan, kalau udh sakit, bilang aja ama papa, dan mainnya bisa udahan. Yang ada malah lebih seru, anak-anak berusaha nolongin ibunya dengan mengganggu si anakonda. Hasilnya si anakonda makin ngamuk.. hihihi... ditambah lagi ada baby anakonda (Ligar).. seru!

Setelah cape, kami pun udahan, dan berhasil.. gak ada yang nangis! Tiba-tiba Nadin bertanya,

"kenapa Papa suka berubah jadi Anakonda? terus meluk2 Nadin sama Maryam yang kencaaaang??"
"hm.. kenapa ya?? mungkin gara-gara kalian lucu-lucu sih.. bikin si Papa jadi gemes.." jawab saya.
"mm.. atau mungkin gara-gara Nadin pernah menggambar Anakonda dulu." ujar Nadin.
"Oiya... bisa jadi ya?!" jawab saya.
"atau mungkin gara-gara Maryam menggambar Prinzessin deh (Princess)." kata Maryam.
*garuk2 kepala*
"Prinzessin yang dipeluk Anakonda itu ya?? bisa jadi juga ya.. ". :D

Memang beberapa bulan lalu, Maryam pernah diajari Nadin menggambar anakonda yang sedang melilit buaya. Namun, entah dapat ide darimana, mungkin karena mereka sedang senang menggambar Prinzessin juga, lama-lama gambarnya berkembang, dari buaya... menjadi Prinzessin yang dililit Anakonda.. *mengerikan*


Tuesday, April 12, 2011

Jagoan Anakonda

Pas lagi asyik-asyiknya teleponan sama Mbak Echa, tiba-tiba aja Maryam masuk ke kamar dengan alis mata berkerut pertanda kesal.

"Mama, Nadin teh mau main jagoan sama Maryam!" teriak Maryam.
"main jagoan? main jagoan apa?" tanya saya.
"tangannya Nadin mau mukul Maryam kayak gini nih." sambil mengangkat satu tangannya ke atas.
"Nggak!!" bantah Nadin yang saat itu sudah ada di pintu kamar. "Nadin nggak mukul. Maryam yang duluan pegangin tangan Nadin yang kencaaang... yang keeeennncaaaang banget kayak Anakonda!!!"

Spontan saya tertawa terbahak-bahak, kok bisa menganalogikan ke anakonda sih???!!!

"Kok Mamah malah ketawa?" tanya Nadin.
"Maryam bener pegangin Ceuceu yang kencaaaang banget kayak Anakonda?" tanya saya ke Maryam. Maryam malah ikut ketawa pertanda tidak mengingkari. "Ok, kalau gitu dua-duanya saling minta maaf yah." pinta saya.
"Siapa duluan?" tanya Nadin.
"Maryam duluan, soalnya Maryam yg duluan jd Anakonda. :D"

Maryam masih tertawa aja terus. "Ayo, Anakonda minta maaf duluan sama Jagoan ya." pinta saya lagi.

Tiba-tiba Ligar menyambar tangan Maryam yang sudah terulur ke tangan Nadin. Dipegangnya tangan kakaknya ini dengan kedua tangannya yang mungil sambil bilang, "Amamah... amamah.." (mungkin maksudnya, "maafin yah!").

Dan akhirnya kami semua malah tertawa melihat tingkah Ligar itu.. :D:D:D

Saturday, April 9, 2011

orang gendut

Jumat sore kemarin saya harus belanja ke toko sebelah, Nadin dan Maryam mau ikut. Ligar saya tinggal, karena kebetulan bapaknya sudah di rumah (pulang awal karena gak enak badan). Saya dan Maryam turun lewat lift, Nadin sukanya lewat tangga. Kalau naik, dia bisa cepat, tapi kalau turun biasanya lebih lambat, karena saya wanti-wanti supaya jalannya pelan-pelan saja kalau mau turun lewat tangga. Ketika kami sampai di bawah, Nadin masih belum ada. Kebetulan di depan pintu keluar ada laki-laki berbadan besar sedang berdiri sambil melihat keluar, mungkin dia teman tetangga kami karena saat itu baru pertama kali kami melihat orang itu. Ya sudah, saya dan Maryam menunggu Nadin di dekat tangga saja.

Tak lama si laki-laki itupun naik ke atas lewat tangga, pas di bagian tangga terakhir bagi Nadin, dia berpapasan dengan laki-laki itu. Nadin mungkin kaget, karena jarang sekali kami berpapasan dengan tetangga di tangga rumah. Setelah sampai di bawah diapun bercerita, "Mamah, tadi Nadin ketemu sama laki-laki yang pipinya gendut."
"Iya, Maryam juga lihat, perutnya juga gendut ya?? kayaknya ada adiknya deh." timpal Maryam sambil tersenyum manis.
"Adik? ada adiknya dimana?" tanya saya.
"di perutnya." katanya polos.
"hamil maksudnya?" tanya saya dalam hati. :D:D:D