Showing posts with label barudaks. Show all posts
Showing posts with label barudaks. Show all posts

Wednesday, February 13, 2013

'Kentut'geschichten

Pas saya sedang beraktivitas dengan satu Neng, Neng yang satunya lagi sibuk dengan aktivitasnya sendiri.. dan kemudian.. tuuuuttt... ada yang bunyi. :D "Neng, kamu kentut ya??" tanya saya.. "Hihihi..." dia nyengir.. trus lanjut ketawa2 sendiri... dan dua-duanya akhirnya ketawa-tawa geli..

"Eh, N punya Geschichte (cerita) nih.." kata N yang membuat suasana tawa mereda.
"Ada satu kakak perempuan yang punya adik perempuan. Adiknya ini ngikutin kakaknya teruuus deh. Sampe akhirnya kakaknya kentut.. jadi adiknya di belakang dikentutin... hahahaha.." disambut tawa riuh rendah dari pendengar!

"M juga punya Geschichte.. M punya Geschichte... dengerin yaaa.." potong M masih sambil ketawa.
"Ada lima orang, yang paling kecil laki-laki, yang tengah perempuan, yang paling gede perempuan, yang dua lagi mamah-papahnya. Papahnya paling suka kentut di depan 4 orang yang lain... hahahaha..." sambutan tawa pendengar makin meriah.

"Mamah, Mamah juga harus bikin Geschichte! ayo!" paksa M.

"Ok, sekarang mamah yang bikin cerita ya... Hm.. ada anak perempuan, sering banget kentut. Satu hari dia lagi sama mamahnya, dia bercerita sama mamahnya. Terus di cerita itu tiba-tiba dia teriak yang kencang banget.. sambil kentut.. Kata Mamahnya, "kamu kentut ya?". "Emang kedengeran gitu?" tanya anak perempuannya. Mamahnya mengangguk. "Oh, padahal aku udah teriak yang kencang biar kentutnya gak kedengeran!" kata si anak."

"Wahahahaha....." penonton masih tetap ramai... Memang ya.. cerita kentut ini gak ada matinya!. :D

*Cerita2 di atas hanya fiktif belaka, kalau ada kesamaan nama, tempat, cerita.. semua hanya kebetulan belaka.. Jadi jangan ada yang tersinggung ya!! :D Piss ah!

Tuesday, January 29, 2013

Obrolan Bocah-bocah Pemikir

Suatu malam,

M: "Mamah, M pengen punya baby lagi!"

N: " Kasian mamahnya, M, nanti tambah repot"

M: "ya nggak donk, baby kan cuma bobo doank!"

N: " ya tapi kalau babynya udah tambah gede, udah bisa merangkak sana-sini, lari sana-sini, mamahnya bakal repot"

M: "ya nggak donk, kalau babynya tambah gede, kita juga udah tambah gede, udah bisa semu-muanya sendiri"

Mah: "Eh, emang kenapa M pengen punya baby lagi?"

M: "biar L punya adik lagi, biar L gak mencet2 lift lagi." *doh, sekarang ketauan deh motifnya."

N: "tapi kan nanti yang mencet2 lift jadinya tetep bukan M, tapi babynya!"

M: "ya nggak apa2, tapi kan L gak bisa mencet2 lift lagi, sama kayak kita!"

*gubrag*

Monday, November 28, 2011

Mencari Papah 2

Edisi tahun lalu, dimana kami ditinggal bapaknya anak-anak lintas benua bisa dibaca di sini.

Kebetulannya, tahun ini kami harus mengalami ditinggal lintas benua lagi.. masih ke negara raksasa yang sama, hanya kotanya saja yang beda. Perasaan ditinggalnya masih sama (baca: perasaan saya ini mah), rasanya sepiiiiiiiii kalau gak ada si akang di rumah, meski anak2 tetep heboh, ada satu yang kurang tentu saja tetap ada.

Anak-anak seperti biasa malah senang kalau Papah mau keluar kota, karena artinya mereka bisa ke pergi ke sekolah sama Mamah.. dan tidur sama mamah juga. :)) Dan tau donk siapa yang paling semangat ketika Papah pergi? tentu saja Neng Iyam.. :D Ya, Maryam selalu bilang kalau "Maryam gak suka sama Papah, karena Papah suka peluk-peluk dan cium-cium Maryam sambil bilang "Baby Papah". Papah juga suka berubah jadi anakonda, peluk Maryam yang kencang, atau berubah jadi piranha yang mau gigit-gigit Maryam." Tapi makin Maryam bilang 'gak suka', makin si Papah sukaaaaaaa sama Maryam.. pokoknya kalau udah denger dua orang itu pakeukeuh-keukeuh, bikin perut geli aja.

"Maryam gak suka sama Papah."
"Tapi Papah suka sama Maryam."
"Papah GAK BOLEH suka sama Maryam"
*doh galaknya*

Kemaren pun pas sesi salaman sebelum Papah berangkat, dia yang paling semangat nyalamin bapaknya.. seolah-olah berkata.. "udh cepetan sana Papah pergi!!" haha..

Ketika Papah sudah pergi, rumah pun terasa sepi. Nadin mulai bertanya-tanya,
"berapa lama Papah di Cina?"
"6 kali bobo" jawab saya.
"Papah bakal 6 kali bobo di Cina-nya?"
"hm.. ya 4 kali bobo di hotel, 2 kali bobo di pesawat." jawab saya.
Mendengar kata hotel, Maryam langsung terbangun dari posisi tidur-tidurannya.
"Papah di Cina bobo di hotel????" tanya Maryam kaget.
"Iya." jawab saya.
"Oo.. padahal kan Maryam yang mau bobo di hotel." katanya penuh sesal sambil menjatuhkan diri ke belakang kembali ke posisi tiduran (untung lagi di atas kasur:D).
hihihi.. wek dor pertama buat Maryam.. :D

Paginya kami sibuk menyiapkan segala sesuatu sendiri tanpa Papah. Ligar yang menyadari duluan kalau ada sesuatu yang kurang. "Papah? Papah?" tanyanya ketika sedang dipakaikan jaket.
"Papah nggak ada." jawab saya.
" Paaaapaaaaaahhhhh!!!! Paaaaapaaaaaahhhh!!!" teriaknya memanggil-manggil si Papah..
yaaahh.. tunggu ya, Jang ya.. masih 5 kali bobo lagi.. Mudah-mudahan Papah kembali dengan selamat.

Oiya, katanya Neng Iyam tadi malem mimpi, Papah udah pulang lg dr China.. Wooooo... yang gak suka sama Papah, malah yang kangen paling berat nih tampaknya.. :D

Saturday, June 11, 2011

Kenapa Papa suka jadi Anakonda?

Kalau anak-anak sudah main sama bapaknya, ramenya minta ampun, pokoknya heboh. Akhir-akhir ini permainan yang paling sering dimainkan adalah anakonda-anakondaan. :D Apaan tuh?? bapaknya berperan jadi anakonda, yang bakalan nangkep anak2 satu persatu, lalu dipeluknya erat-erat, kan katanya anakonda itu ular terkuat di dunia, yang bisa membelit lawannya kuat-kuat. Buaya aja kalah lho!! kata Nadin setelah membaca (dibacakan) majalah yang didapatnya dari apotek. Tentu saja kalau sudah main itu, ributnya luar biasa, mulai dari yang ketawa-tawa, menjerit-jerit, sampai akhirnya permainan berakhir kalau sudah ada yang menangis. Dan tentu saja, kalau sudah nangis, larinya ke ibu juga. *sigh*

"Kalian seneng main anakonda?"
"seneng."
"Terus kenapa nangis?"
"habis papa peluknya kencang bangetttt.."
"Anakonda kan memang begitu." potong si Papa gak mau kalah.. hahaha..

Akhirnya ibunya mengorbankan diri buat dipeluk anakonda *grin*, untuk menunjukkan ke anak-anak supaya gak nangis lagi kalau dipeluk anakonda, kan ini cuma permainan, kalau udh sakit, bilang aja ama papa, dan mainnya bisa udahan. Yang ada malah lebih seru, anak-anak berusaha nolongin ibunya dengan mengganggu si anakonda. Hasilnya si anakonda makin ngamuk.. hihihi... ditambah lagi ada baby anakonda (Ligar).. seru!

Setelah cape, kami pun udahan, dan berhasil.. gak ada yang nangis! Tiba-tiba Nadin bertanya,

"kenapa Papa suka berubah jadi Anakonda? terus meluk2 Nadin sama Maryam yang kencaaaang??"
"hm.. kenapa ya?? mungkin gara-gara kalian lucu-lucu sih.. bikin si Papa jadi gemes.." jawab saya.
"mm.. atau mungkin gara-gara Nadin pernah menggambar Anakonda dulu." ujar Nadin.
"Oiya... bisa jadi ya?!" jawab saya.
"atau mungkin gara-gara Maryam menggambar Prinzessin deh (Princess)." kata Maryam.
*garuk2 kepala*
"Prinzessin yang dipeluk Anakonda itu ya?? bisa jadi juga ya.. ". :D

Memang beberapa bulan lalu, Maryam pernah diajari Nadin menggambar anakonda yang sedang melilit buaya. Namun, entah dapat ide darimana, mungkin karena mereka sedang senang menggambar Prinzessin juga, lama-lama gambarnya berkembang, dari buaya... menjadi Prinzessin yang dililit Anakonda.. *mengerikan*


Tuesday, April 12, 2011

Jagoan Anakonda

Pas lagi asyik-asyiknya teleponan sama Mbak Echa, tiba-tiba aja Maryam masuk ke kamar dengan alis mata berkerut pertanda kesal.

"Mama, Nadin teh mau main jagoan sama Maryam!" teriak Maryam.
"main jagoan? main jagoan apa?" tanya saya.
"tangannya Nadin mau mukul Maryam kayak gini nih." sambil mengangkat satu tangannya ke atas.
"Nggak!!" bantah Nadin yang saat itu sudah ada di pintu kamar. "Nadin nggak mukul. Maryam yang duluan pegangin tangan Nadin yang kencaaang... yang keeeennncaaaang banget kayak Anakonda!!!"

Spontan saya tertawa terbahak-bahak, kok bisa menganalogikan ke anakonda sih???!!!

"Kok Mamah malah ketawa?" tanya Nadin.
"Maryam bener pegangin Ceuceu yang kencaaaang banget kayak Anakonda?" tanya saya ke Maryam. Maryam malah ikut ketawa pertanda tidak mengingkari. "Ok, kalau gitu dua-duanya saling minta maaf yah." pinta saya.
"Siapa duluan?" tanya Nadin.
"Maryam duluan, soalnya Maryam yg duluan jd Anakonda. :D"

Maryam masih tertawa aja terus. "Ayo, Anakonda minta maaf duluan sama Jagoan ya." pinta saya lagi.

Tiba-tiba Ligar menyambar tangan Maryam yang sudah terulur ke tangan Nadin. Dipegangnya tangan kakaknya ini dengan kedua tangannya yang mungil sambil bilang, "Amamah... amamah.." (mungkin maksudnya, "maafin yah!").

Dan akhirnya kami semua malah tertawa melihat tingkah Ligar itu.. :D:D:D

Saturday, April 9, 2011

orang gendut

Jumat sore kemarin saya harus belanja ke toko sebelah, Nadin dan Maryam mau ikut. Ligar saya tinggal, karena kebetulan bapaknya sudah di rumah (pulang awal karena gak enak badan). Saya dan Maryam turun lewat lift, Nadin sukanya lewat tangga. Kalau naik, dia bisa cepat, tapi kalau turun biasanya lebih lambat, karena saya wanti-wanti supaya jalannya pelan-pelan saja kalau mau turun lewat tangga. Ketika kami sampai di bawah, Nadin masih belum ada. Kebetulan di depan pintu keluar ada laki-laki berbadan besar sedang berdiri sambil melihat keluar, mungkin dia teman tetangga kami karena saat itu baru pertama kali kami melihat orang itu. Ya sudah, saya dan Maryam menunggu Nadin di dekat tangga saja.

Tak lama si laki-laki itupun naik ke atas lewat tangga, pas di bagian tangga terakhir bagi Nadin, dia berpapasan dengan laki-laki itu. Nadin mungkin kaget, karena jarang sekali kami berpapasan dengan tetangga di tangga rumah. Setelah sampai di bawah diapun bercerita, "Mamah, tadi Nadin ketemu sama laki-laki yang pipinya gendut."
"Iya, Maryam juga lihat, perutnya juga gendut ya?? kayaknya ada adiknya deh." timpal Maryam sambil tersenyum manis.
"Adik? ada adiknya dimana?" tanya saya.
"di perutnya." katanya polos.
"hamil maksudnya?" tanya saya dalam hati. :D:D:D


Friday, August 6, 2010

jadi monyet

Sambil menunggu bapaknya turun, saya menawari anak-anak makan pisang yang saya bawa dari rumah. Dan akhirnya kami semua makan pisang.(fyi, anak-anak sekarang semuanya suka pisang lho!).

Tiba-tiba aja Maryam nyeletuk, "sekarang Maryam jadi monyet lho!!" katanya sambil nyengir. Hm? Ah, pasti ini gara-gara makan pisang. Ya boleh deh, terserah Maryam aja. Tanpa disangka-sangka kalimatnya berlanjut, "Ligar jadi adik monyet, Nadin jadi kakak monyet, mama jadi mama monyet. hehehe.." sambil nyengir jail. Yeee... kalau mau jadi monyet, jadi monyet aja sendiri, jangan ajak-anak yang lain..:D