Description:
Nadin dan Maryam seneng banget main ginian, mungkin karena dua-duanya anak perempuan ya?! Jadi insting bikin kuenya sudah ada sejak dini.. :D
Untuk menghemat pengeluaran, saya lebih suka bikin sendiri daripada beli.. Meski mungkin warnanya gak sebagus kalau beli.. Tapi mereka seneng-seneng aja tuh..
Kebetulan waktu itu, resepnya nemu di internet. Bahan-bahannya mudah didapat dan muraaahh.. Dan jangan tanya foto ya.. soalnya fotonya termasuk foto yang kehapus sama Maryam.. seisi kamera.. di 'delete all' bow.. *menangis*
Ingredients:
Resep untuk 1000 g Play Doh (Ini jadinya buanyaaaak banget. Saya biasanya bikin 1/4 bagian untuk 1 warna)
- 400 g tepung terigu
- 200 g garam
- 2 sdm (sekitar 11 g) Alaunpulver (bisa dibeli di apotek) --> Kaliumaluminiumsulfat
- 1/2 L air
- 3 sdm minyak
- 1 sdm pewarna makanan (biasanya saya pakai yg ada di rumah, misal: warna kuning dengan bubuk kunyit, hijau dengan essens pandan)
Directions:
1. Masukkan tepung, garam dan alaun ke dalam wadah.
2. Panaskan air, masukkan minyak dan pewarna makanan. Aduk.
3. Masukkan larutan ke dalam campuran tepung perlahan-lahan sambil diaduk.
4. Aduk terus sampai adonan cukup hangat dan bisa diadoni dengan tangan.
5. Jika adonan terlalu kering, tambahkan minyak.
6. Simpan di tempat tertutup atau di dalam plastik biar tahan lama.
Showing posts with label main. Show all posts
Showing posts with label main. Show all posts
Thursday, February 26, 2009
Friday, January 23, 2009
Maen schlitten di Campeon
Nadin sangat suka bermain salju. Sayangnya, ketika dia mulai mengerti dan bisa bermain salju sepuas hati, si putih itu malah malu-malu menampakkan dirinya di kota kami. Memang, dua tahun terakhir ini, Munich tak lagi berselimut salju tebal seperti dulu. Bahkan ketika satu atau dua minggu lalu suhu sempat mendingin di Eropa, gara-gara angin dingin dari Siberia tea, dimana temperatur di Munich drop sampai minus belasan derajat, kabarnya di Jerman utara sana bahkan sampai minus 26, salju tak juga turun. Mungkin saking dinginnya, mereka sudah membeku duluan di atas awan sana.. *ngarang pisan*
Nah, ceritanya, dua hari berturut-turut, di Munich hujan salju terus dari pagi sampai sore.. mungkin sampai malam.. saya tidak terlalu memperhatikan. Akhirnya salju lumayan terkumpul. Meski tidak setebal biasanya, tapi menurut pengamatan saya, ini yang paling tebal dalam dua Winter terakhir. Nadin tentu saja sangat bahagia. Saat pulang dari Kiga, dia sampai mau jalan kaki ke rumah, saking ingin terus bermandikan salju sepanjang jalan. Pas hari Rabu, dia pulang sambil cemberut. Ternyata ini gara-gara hujan saljunya tidak ada lagi. :D
Sampai kemarin, salju masih bertahan di kota kami.. tumben banget deh.. Kebetulan cuaca juga cerah. Bapaknya Nadin nelepon ke rumah agar saya membawa papan seluncuran ketika menjemput Nadin, dan langsung meluncur ke Campeon (kantor bapaknya Nadin), katanya di sana salju masih lumayan tebal. Tanpa berpikir panjang, saya pun tidak mau melewatkan kesempatan langka ini. Dan kami pun bermain di sana sampai puas.. sampai beku.. :D
Tidak sia-sia si Papah mengorbankan jam makan siangnya demi bermain dengan anak-anak.. karena tawa dan teriakan bahagia dari mereka menghias hari kami siang itu..
Subscribe to:
Posts (Atom)