Showing posts with label maryam. Show all posts
Showing posts with label maryam. Show all posts

Friday, September 12, 2014

Karate Gigi

Semalam neng iyam mengeluh kesakitan karena gigi yang bergoyang,
"pengen cepet2 copot niiiiih" katanya.
"Ya udah, besok mamah beliin Brezl yaa.. siapa tau giginya nempel di Brezl kayak gigi2 yang dulu" *lol*

Eh, seriusan ini, giginya neng iyam selalu copot karena nempel di roti keras khas Jerman..

Esok paginya, dia bangun duluan, trus bangunin adiknya, yang kebetulan tidur di kasur paling bawah. Doi duduk dikasur tengah, jadi posisinya agak lebih tinggi dari adiknya. Kalau bangunin jang Oboy, sama aja kayak bangunin macan tidur, bukannya bangun doi malah ngamuk.. jelek2nya kayak pagi itu, tendangan karatenya keluar, tepat mengenai mulutnya neng iyam. Neng Iyam menjerit nangis, saya pikir karena kesakitan, ternyata karena giginya loncat keluar dan gak bisa ditemukan... hahaha...

Ya ampuuun, neng.. sudahlah.. berkat tendangan Oboy, sakit gigimu jadi hilang kan?? ayo bilang alhamdulillah sama Allah.. Dia pun berhenti menangis, baca alhamdulillah, ngaca2 sambil nyengir karena sekarang ompongnya jadi simetris. :))

Friday, March 15, 2013

Nego-nego sama Neng Iyam

Hari Kamis kemarin, tiba-tiba saja Jang Oboy bangun tidur dengan muka gak keruan dan sedikit rewel. Ya sebenarnya gak tiba-tiba juga sih, tanda-tanda penurunan kondisinya sudah kelihatan dari hari-hari sebelumnya, namun hari itu tampak sudah masuk puncaknya untuk tidak sekolah. Saya langsung laporan ke Neng Iyam bahwa adiknya sakit dan tidak masuk sekolah hari ini.

"Kamu mau ke Kindergarten nggak, Neng??" tanya saya *dengan harapan jawabannya 'nggak' biar hemat langkah jemput ke kiga :D

"Ya!" jawabnya mantap.

"Tapi L gak ikut lho, kamu sendirian." *tambah embel2 supaya semangatnya turun :D*

"Gak apa-apa, jadinya kayak Maryame waktu Laci adiknya sakit, dia juga sendirian ke Kiga." dengan muka senang.

"Tapi berangkatnya sama Papah lho, karena Mamah harus jagain L di rumah" *masih berusaha nurunin semangat, biasanya Neng Iyam gak suka pergi sekolah sama Papahnya*

"Iya, gak apa-apa" masih dengan semangat 45.

"Beneran???" *masih berharap si anak berubah pikiran*

"Benerrrrr... M malah seneng kalau pergi sendiri, gak usah jagain L terus kan di sana."

*oh, ternyataaaaa....*

Baiklah, lagian adiknya gak parah-parah banget, mudah-mudahan siangnya udah baikan kondisinya, jadi bisa dibawa jemput kakaknya nanti. Sedang untuk esoknya, kebetulan saya ada acara lain, hm.. baiknya si anak 2 ini bolos aja dua-duanya, biar Jang Oboy gak kecapean harus jemput ke sana kemari. Saya coba nego lagi untuk esok harinya.

"Neng, tapi besok gak usah ke Kiga ya, besok kita ke rumah Bude Tiwi aja, mau ikut kan kamu?!" tanya saya.

"Rumah Bude Tiwi???? Mauuuuuuuu... M udah lama banget gak ke rumah Bude Tiwi.. Tapiiiiii *setelah berpikir sejenak* nggak jadi deh, besok ada Tanzen di Kindergarten, M mau tanzen aja."

"Lho?! ke rumah Bude Tiwi aja deh.. kan kamu udah lama gak ikut." *si Mamah masih maksa*

"Nggak ah, ke Kindergarten aja!" *duh, nego GAGAL lagi!*

************************************

Siangnya, saya lihat kondisi Jang Oboy agak sedikit memburuk, tambah lesu dengan mata sayu, tapi diajak tidur keukeuh pengen main. Saya jadi tambah yakin kalau besoknya kami tidak akan bisa pergi ngaji ke rumah mbak Tiwi, apalagi ke Kindergarten. Izin ke Mbak Tiwi dkk mah gampang, izin ke Neng Iyam yang susah.

"Neng, tadi L kayaknya kecapean jemput M di Kindergarten, kayaknya besok L harus istirahat aja di rumah, jadi M gak usah ke Kindergarten ya?!"

"mmmhhh!!" *manyun*

Duh, padahal biasanya dia senang banget kalau disuruh tinggal di rumah. Apalagi kalau adiknya sakit dan harus di rumah, dia biasanya merasa terdzalimi abis kalau harus ke Kindergarten sendiri.

"Ayolah, Neng.. kasian adiknya.. mana diluar dingin lagi.. Pokoknya kalau M mau tinggal di rumah, mamah kasih deh apa yang kamu mau."

"Tapi M mau ke Kindergarten, hari Jum'at kan harinya Tanzen!"

"Kita juga bisa Tanzen di rumah, M tinggal pilih aja mau lagu apa."

"Gak mau!"

"Klo M mau di rumah, mamah nyalain internetnya dari pagi deh"

"Mmhhh!!!" *tetep manyun*

Yah, nego GAGAL lagi!

*********************************************
Malam sebelum tidur, saya masih sempet2nya nego lagi :D

"Besok kita di rumah aja yah.. gak usah ke kiga, ok?!"

"gak mau, M maunya ke Kindergarten!" *... dan GAGAL lagi!*

*********************************************
Dan paginya saat bangun tidur, saya masih juga berusaha membujuk.. *udah hopeless sebenarnya*

"Di rumah aja ya hari ini?!"

"Gak mau!"

"Ok lah... mendingan juga ke Kindergarten dink, soalnya Mamah harus beli daging juga ke Toko Turki!" jawab saya

M kerjap-kerjap mata... "Mmm.. gak jadi deh ke Kindergartennya.. di rumah aja!"

Lho??!!! kok tiba-tiba aja berubah pikiran??! ah, dari kemarin lupa sih kalau si Do'i emang sukanya BERBEDA dari yang lain... Coba ingetnya dari kemarin ya.. gak usah pake negosiasi berkepanjangaaaaaannnnnnn... :D





Tuesday, January 22, 2013

Ditinggal Papah (lagi!)

***********************************************************
Hari Sabtu...

"Neng, Papah mau ke Inggris lagi lho.." kata Mamah *GalauModeOn*
"hah?!" N dan M serentak menghentikan aktivitas masing2, sambil memelototkan mata tanda terkejut"
"beneran?" tanya N.
saya mengangguk.
"beneran? beneran? beneran?" tanya M
"iyaaaa" jawab saya.
"beneran banget??" tanya M lagi.. *ini anak terkejut sampe gak percaya kayak gini nih, asli galau si mamah mulai memudar :D*
"beneran banget banget banget banget..." jawab saya.
"YESSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSS, kita bisa bobo sama Mamah lagi!!!!!!!!!!!!" teriak M.
"Asyiiiiiiiiiiiiiiiiiiiikkkkk" sorak N.

*Mamah pingsan*

***********************************************************
Senin siang pas ngecek FB, Mamah hepiii bener dpt pesan dr Papah yang mengatakan sudah sampai dengan selamat, meski sempet muter2 dulu di atas dikarena dibawah bersalju. M melihat keriangan Mamah.

"ada Papah? Papah udah sampai ke Inggris?" tanya M
"udah."
"M mau ngomong sama Papah."
"Nanti malem ya, Papah skrg masih di kantor, itu lagi di lab temennya, belum bisa ngobrol sama kita, ntar kalau udah di hotel, ok?!"
"Ookkkk" jawab M dengan sedikit kecewa.

***********************************************************
Senin sore pas maghrib,

"Neeeenggg.. ayo siap2 sholat kita." ajak saya
"sholat apa?" tanya N
"maghrib" dan dia pun segera ke kamar mandi untuk mengambil wudlu. Saya lihat Neng Iyam masih asyik main boneka di kamar.
"Neng, sholat dulu yuk!" ajak saya
"ah, kenapa sih kita harus sholat terus?" tanyanya.
"Nggak sholat terus kok, cuma 5 kali aja dalam sehari kan? yuk."
"Tapi M bosen sholat terus."
"Eh, nanti pas Papah online, ditanya lho sama Papah, udah sholat belum? udh ngaji belum? kalau belum kan M gak akan bisa jawab." dia termenung.. dan sayapun berlalu untuk mengambil wudlu.

Dari kamar mandi terdengar teriakannya,
"Kalau Mamah udh shalat, M mau ngaji yah!"
"Ok" jawab saya.
Pas saya masuk ke kamar, yang sudah siap hanya N, M masih juga belum ada. Saya panggil lagi,
"Neng, ayo donk, kalau lama waktunya keburu habis ntar. Katanya habis shalat mau ngaji?"
"M kan bilang, M mau ngajinya habis Mamah shalat, bukan habis M shalat."
"loh, jadi M gak mau shalat nih?"
"iya."

*Mamah pingsan lagi*

***********************************************************
Senin malam, Neng Iyam udah nunggu2 Papah nih, tiap 10 menit nanya, "Papah udh online??" Ya, ci eneng, di Inggris baru jam 5, Papah pasti belum pulang ngantor.

Sampai akhirnya si Papah nelepon, bilang bahwa di hotel gak ada internet, jadi gak bisa online. Mamah memohon dengan sangat agar Papah mau ngobrol dulu dengan M sebentaaaaarrrrr saja. M seneng banget denger suara Papah dan dia langsung ceria. Sayangnya Papah gak bisa lama2 karena menggunakan telepon kantor, dan klik.. telepon pun terputus. Mamah bilang ke M bahwa Papah gak bisa online, dan gak bisa nelepon, pun kita gak bisa nelepon.. M bibirnya langsung jebeng, bergetar dan mata berkaca-kaca, tangisnya pun seketika pecah.. "huaaaaa.....aaaaaaaaaaaaaaaaaa." *tangisan cetar membahana*

"loh, M kok nangis?? M sedih krn Papah gak bisa nelepon kita??" tanya saya sambil merangkul M ke dalam pangkuan saya.
"Iyaaaaaaaaaaaaaaaaaaa..." sambil nangis.
"M kangen Papah??"
"iyaaaaaaaaaaa...." sambil nangis.
"M bukan kangen Papah, tapi M kangen handy Papah" kata N ngegodain adiknya.
"Nggaaaaakkkk... M beneran kangen Papah.. M suka sama Papaaaaahhhhh... aaaaa..."

lah, Neng Iyam.. biasanya kalau Papah ada serba gak mau, serba gak suka sama Papah.. pisahan belum semalam, udah galau sangat. Keliatan warna aslinya sekarang. :)) Makanya kami gak bisa lama2 hidup terpisah, karena akan ada yang lebih galau dari istrinya si Papah. :D

***********************************************************


Thursday, November 8, 2012

Ketika Menunggu di Dokter Anak

Hari ini kami harus mengunjungi dokter anak untuk memeriksakan Ligar. Sebenarnya sakitnya belum serius sih, tapi kakang keukeuh anaknya 'sakit' dan harus secepatnya dibawa ke dokter. Demi menenangkan hati babehnya anak2, baiklah.. kami bolos Kindergarten aja dulu untuk hari ini. Saya tau benar, dokter anak saya selalu penuh, apalagi untuk pasien tanpa Termin (janji), gak ada jalan lain selain bersedia lama menanti. Jadi saya mengerahkan tenaga sekuat mungkin, agar kami bisa berangkat sepagi mungkin, karena Nadin harus dijemput pukul 11.15.

Sesampainya di dokter anak, kami merupakan pasien tanpa Termin ketiga. Fyuuuh... gak akan nunggu terlalu lama lah, paling dalam 1 jam kami sudah bisa keluar, jadi nanti bisa belanja cabe dulu ke toko Asia di sebrang. :D Tapi ntah kenapa, ternyata setelah 1 jam, tidak ada 1 pasien pun yang dipanggil dari ruangan itu. Satu per satu pasien lain berdatangan, ruangan pun mulai penuh. Ligar asyik memainkan semua macam mainan yang tersedia di situ. Sedangkan Maryam lebih senang dibacakan buku dan makan. Sisanya dia pakai untuk memperhatikan orang-orang sekitar. Semakin lama saya semakin mengantuk.. ini sudah terlalu lama nunggunya. Sampai akhirnya Maryam bertanya kepada saya,

"Mamah, kalau baby itu udh jadi anak-anak, mamahnya udah jadi Oma-oma ya??" sambil menunjuk ibu-ibu yang sedang memangku bayi kecil berumur 1 tahunan (baru bisa jalan bayinya).

Dalam keadaan mengantuk, saya lirik ibu itu. Ibunya memang termasuk ibu2 yang mengutamakan karir daripada berumah tangga. Jadi tampaknya di penghujung 40an, beliau baru mendapatkan bayi. Ya ampuuuuun, Neng Iyam, kepikiran ya ampe ke situ??? :D Lalu saya bisikkan ke dia,

"Neng, orangnya jangan ditunjuk ya, kamu cukup bilang ibu2 baju coklat yang bawa bayi baju ungu aja."
"Kenapa gak boleh ditunjuk?"
"karena nanti orangnya bisa marah."
"kenapa marah?"
"karena dia ditunjuk, jadi dia tau kalau dia lagi diomongin, tapi kan dia nggak ngerti kita ngomong apa, ntar dia nyangkanya kita ngomongin dia yang jelek-jelek *padahal iya..*"
"Ooo.." diapun terdiam.

Tak lama,
"Kenapa kakaknya anak itu mainin Handy melulu??"
"karena dia bosen kali"
"kasian, adiknya gak dikasih, jd bengong.." :D:D

"Anak itu kenapa sendirian?"
"karena udah gede kali."
"kalau udah gede bisa ngomong sendiri?"
"iya."
Tak lama Papahnya anak itu datang,
"Itu Papahnya ya?? anaknya gak bengong lagi sekarang, Mamah."
:)

Kemudian datang seorang pemuda. Note: Di sini dokter anak melayani anak2 baru lahir sampai usia 18 tahun, jd para ABG yang masih 18 taun, masih berobat bareng baby-baby. :D Dan ABG di sini tau kan??? wajahnya lebih dewasa drpd ABG di Indo yang lugu2. :D Maryam kembali bertanya,

"Kenapa bapak itu datang sendirian?? kok gak bawa anaknya??"
"Psst.. itu bukan bapak2.. itu mah Aa.. dia sendiri yang mau diperiksa sama dokter."
"Kenapa Aanya marah?" Alis si Aa emang berkerut terus sejak dia datang.
"Oo.. itu mah bukan marah, mungkin si Aanya lagi mikir.."
"mikir apa??"
"mikir kenapa lama banget nunggunya, mungkin dia bosen, gak suka nunggu lama kayak kita."
"kenapa gak suka nunggu???"
"karena membosankan dan cape." *dan jawab pertanyaan kamu juga capeeee deeeeeh... tp setidaknya gak bikin ngantuk lagi :D*

"Tuh sekarang Aanya udh gak mikir lagi!!" katanya ketika alis si Aa tidak lagi berkerut.
:)))
"Psst.. jangan pake nunjuk yaaaa.." saya mengingatkan lagi.

Kemudian si ibu kedua pun dipanggil..

"Nah habis ini kita ya, Mamah?!" katanya.
Sayapun mengangguk.

"Habis kita yang ituuu *sambil menjulurkan lidah*, lalu yang itu.. *menjulurkan lidah lagi*, dan yang itu.. terus yang itu.... *semuanya sambil menjulurkan lidah*"

"Maryam, kenapa lidahnya pake dijulurin keluar???"
"kan kata Mamah gak boleh nunjuk??!!"

*MAMAH PINGSANNNN*

Monday, June 11, 2012

Demam Bola

Suatu sore, ketika seluruh anggota keluarga sedang nobar Spanyol vs Italia,

Nadin: "Mamah, mamah maunya yang mana yang menang?"
Mamah: "Papah maunya yang mana?"
Nadin: "biru."
Mamah: "kalau gitu mamah yang merah. Kalau Nadin maunya yang mana?"
Nadin: "Biru juga, sama kayak Papah Nadin mah."
Maryam: "Nadin, yang merah kan udah sama mamah, yang biru sama Papah, kenapa Nadin nggak yang kuning aja??"
Nadin: "Maryaaaaammm, yang kuning mah bukan pemain bola!!!"
Mamah: "Ooo.. itu mah wasit atuh, Neng!"
:D:D:D

Keesokan harinya, kami nobar Inggris vs Perancis,
Nadin: "Kalau yang ini, mamah maunya yang mana yang menang?"
Mamah: "hm.. kayaknya Papah dukung biru ya? kalau gitu mamah pilih putih deh."
Maryam: "kalau Maryam mah maunya yang merah."
Mamah langsung melirik wasit donk, "lah, wasitnya kok pake baju kuning? yang pake baju merah siapa?"
Nadin: "itu mah penjaga gawang!" 
:D:D:D

Hadeuh, besok neng iyam mo dukung siapa lagi ya???

Thursday, March 1, 2012

Lucunya Neng Iyam (2).. :)

6 kali ulang taun

Maryam: "Mamah, Maryam udah 6 kali ulang tahun"
Mamah: "Oya? 6 atau 5?"
Maryam: "6 donk, liat ya.. Maryam hitungin nih." sambil siap-siap menghitung memakai jari. "Nol ulang tahun, satu ulang tahun, dua ulang tahun, tiga ulang tahun, empat ulang tahun, lima ulang tahun. Eh, iya, Mamah yang bener ya?!"
Mamah: "Mamah atau Maryam yang bener?"
Maryam: "Mamah yang bener. Kok jadi mamah yang bener ya?" *dengan muka bingung*
Mamah: "kalau Maryam bingung, coba hitung sekali lagi."
Maryam: "Nol ulang tahun, satu ulang tahun, dua ulang tahun, tiga ulang tahun, empat ulang tahun, lima ulang tahun. Lima!! tuh kan Mamah yang bener." *sambil mengacungkan 6 jari*

*Mamah ngikik dalam hati, duh si eneng jadi bingung antara menghitung jari dan menghitung umur :))*

Mamah: "ok.. sekarang liat jari Maryam yang ini ada berapa?" sambil menunjuk 5 jari yang terbuka.
Maryam: "lima."
Mamah: "ditambah satu jempol yang ini jadi berapa?" sambil nunjuk tangan sebelah lagi.
Maryam: "Enam! tuh kan Maryam yang bener?!" *girang mode on*


*************************************************

Biene Maja (baca: biineu Maya)

Kenapa ya kalau orang Jerman mendengar nama 'Maryam', pasti yang terdengar di telinga mereka itu 'Maya'. Contohnya tetangga saya yang pernah begitu. Ada juga, waktu itu saya dan Maryam masuk ke lift, bareng dengan laki-laki yang membawa anjing. Setelah saya bicara dengan Maryam, tiba-tiba si laki-laki itu menyela, "nama anak Anda Maya? sama donk dengan anjing saya" sambil tersenyum ramah. Duh, si bapak tampak girang banget nama anjingnya sama kayak anak saya.. :D Untung aja beda :)

Kejadian serupa terjadi seminggu yang lalu. Waktu itu kami sekeluarga habis jalan-jalan di kota. Ternyata tangga berjalan (eskalator/Rolltreppe) arah ke bawah rusak. Terpaksa si akang memangku stroller sendirian. Saya harus menuntun Ligar, karena dia masih belum stabil menuruni tangga sendirian. Nadin di depan saya, dan Maryam sedikit ketinggalan di belakang saya. Sesekali saya menoleh ke belakang sambil mengingatkan agar dia berjalan hati-hati, "hati-hati Maryam, lihat tangganya ya!". Kebetulan ada segerombolan laki-laki besar menuruni tangga juga waktu itu. Dan begitu mendengar saya menyebut Maryam, mereka langsung menyanyikan lagu Biene Maja. Awalnya cuma "Maaaajaaaaa.. Maaaajaaaaa.." doank.. rada-rada belum ngeh waktu itu. Duh, saya mah khawatir Neng Iyam bakal ketubruk salahsatu diantara mereka.. lagian suara2nya menggelegar persis gerombolan suporter bola.. pasti Neng Iyam bakal ketakutan, pikir saya. Eh, ternyata anaknya malah ketawa-ketawa.. yang nyanyi jadi tambah semangat donk, nyanyinya mulai lengkap, "nanannanananannananan... Biene Maaajaaa... usw"

Sesampainya di rumah,
"Nadin, Nachname-nya (nama belakang) Maryam siapa coba?"
"Nugraha!"
"Salah.. yang bener Biene Maja... hihihi.." *nyengir*

*************************************************
PR

Suatu sore,
mamah: "Ceu, kerjain dulu PRnya, baru boleh bikin pompom lagi ya." *ngomong ke Nadin*
Nadin: "ok."
Maryam: "Kalau Nadin PRnya cuma 2, PR dari sekolah dan PR dari mamah, kalau Mamah PRnya banyak tuh.. masak, cuci piring, cuci baju, beresin baju, beresin rumah, merajut, blablabla (dan entah apalagi yg dia absen satu2 kemarin :D)"
*bener juga tapi :D*

*************************************************
Dornröschen

Maryam: "Mamah, cantikan mana, Dornröschen (Aurora) atau Arielle?
Mamah: "gak tau, Mamah gak suka Prinzessin sih."
Maryam: "ya cantikan Dornröschen donk."
Mamah: "kenapa?"
Maryam: "kan ada lagunya, Dornröschen war ein schönes Kind.. schönes Kind.. schönes Kind. Dornröschen war ein schönes Kind.. schönes Kind!"
Mamah: *ketawa donk ah* "Eh, beneran Dornröschen yang paling cantik?"
Maryam: "tapi sebenarnya semua Prinzessin cantik sih kata Maryam mah, cuma Jasmine yang haesslich (jelek)."
Mamah: "lho.. kenapa Jasmine jelek?"
Maryam: "soalnya udelnya keliatan."
Mamah: ":)). Kalau Jasmine pake rok yang panjang kayak Prinzessin yang lain jadi cantik gak?
Maryam: "iya."
Mamah: "Kalau orang yang pake jilbab cantik gak kata Maryam?"
Maryam: "iyaaa... Mamah juga cantiiik." *sambil peluk cium mamah*
Mamah: *ya.. ya.. Mamah sepakat deh, sebelum si anak berubah pikiran :))*

*************************************************

Thursday, February 2, 2012

Mamahnya Maryam siapa???

Duh, tiba-tiba aja dapet pertanyaan di atas dari Maryam, "Mamahnya Maryam siapa?".
Kaget?? ya kaget doooonk.. mulut yang sedang mengunyah pun langsung berhenti. Saking gak percaya dengan pertanyaannya, saya tanya ulang dia,

"hm? apa? apa? gimana, Neng?"
"Mamahnya Maryam siapa?"
"Mamahnya Maryam? ya mamah.. mamah ina.. kan?!"
"bukan.. mamah kan anak-anak.. anak-anak gak boleh punya anak! sama kayak papah, papah juga anak-anak.. gak boleh punya anak."

Duh, kok ya tambah ketar-ketir.. ini maksudnya apa? kok bilang mamah-papah masih anak-anak.. jadi mikir, apa tingkah kami begitu masuk ke dunia mereka ya? sampai mereka menganggap kalau kami tuh anak-anak. :D Lalu saya tanya lagi,

"Mamah anak-anak? mamah kan udah gede, tuh liat.." sambil berdiri dan menunjukkan kalau badan saya lebih tinggi darinya.
"Mamah kan anaknya Emak (ibu saya), Papah anaknya Enek (ibunya si akang), kalau Maryam anaknya siapa?" *hampir berkaca-kaca*
"ya anaknya Mamah Ina" sambil nunjuk diri sendiri.
"bukan, mamah kan anaknya Emak, anak-anak gak boleh punya anak."

Dodododoh... hm.. gimana jelasinnya ya? akhirnya setelah beberapa saat mikir, terpikir juga solusinya. Saya jelaskan perjalanan usia manusia dengan mengambil orang-orang yang dia kenal sebagai contoh. 

"Jadi Allah bikin manusia, lalu disimpan di perut mamahnya. Kalau dia lahir, dia bakal jadi bayi, kayak Ligar dulu, masih inget?" diapun mengangguk.

"Bayi yang baru lahir cuma bisa nangis aja ama pipis."
"dan nenen" timpalnya.. hihihi.. masih inget beneran dia.
"iya.. gak bisa duduk, gak bisa ngomong, apalagi lari.. nah.. lama-lama.. dia mulai gede.. mulai gede.. bisa ngomong deh bababibibubu." diapun tertawa.

"trus bisa apalagi? bisa tengkurap.. merangkak.. duduk.. berdiri.. akhirnya bisa lari kencang kayak Ligar sekarang. Kalau tambah gede lagi, nanti Ligar bakal jadi segede Maryam.. tambah gede lagi bakal jd segede Nadin.. tambah gede tambah gede.. ntar jadi segede mbak Arin.. terus segede Mbak Arum.. segede mas Adit.. wah.. bentar lagi dah bisa nikah deh. Kalau udah nikah, ntar bisa punya anak. Nah, mamah sama papah juga sama.. dulu bayi kayak Ligar.. Nadin Maryam juga. Karena mamah sama papah udah nikah, makanya mamah sama papah bisa punya anak. Tapi, mamah tetep jadi anaknya Emak, dan papah jadi anaknya Enek.. Tapi sekarang Emak sama Enek udah jadi Oma. Nanti kalau Maryam udah nikah, udah punya anak, Mamah yang jadi Oma."

"hihihihi.." cengar-cengir deh dia. Ujung-ujungnya dia pengen liat Mamah dan Papah waktu bayi.. waktu udah sekolah.. dll. Duh, untung koleksinya foto si Papah dari Enek cukup lengkap (Nuhun pisan, Enek!).. kalau foto Mamah meski gak banyak, tapi ada lah.. jadi cukup mewakili.

Dan.. alhamdulillah.. sampai hari ini Maryam tidak mencari Mamah lagi. :)

Friday, January 20, 2012

Di Stasiun Kereta - bawain Oma Opa

Hari Selasa yang lalu, ketika kami sedang berjalan kaki menuju perpustakaan, kebetulan ada pesawat terbang lewat di atas kami. Tak heran memang, di Muenchen (kasarnya) hampir tiap 5 menit ada pesawat terbang melintas di langit. Biasanya Ligar yang sensitif melihat pesawat, namun waktu itu Maryam yang lebih dulu melihat. "Itu pasti mau ke Indonesia!" katanya.. dododoh... memang deh, setaunya dia, kalau ke Indonesia harus naik pesawat, maka semua pesawat pasti mau ke Indonesia..

Kejadian tersebut mengingatkan saya pada kejadian beberapa bulan lalu.. (flashback dulu nih ceritanya..).

**************************************
Waktu itu kami akan mengunjungi teman kami yang tinggal di Nuernberg. Karena perjalanan luar kota kami harus memakai kereta RE. Waktu itu kami memakai Bayernticket, yang berarti kami harus duduk di bangku kelas dua. Kereta menuju Nuernberg ini termasuk kereta yang banyak penumpangnya. Jadi begitu kereta datang, kami harus cepat-cepat mencari tempat duduk agak tak kehabisan orang.

Begitu masuk ke dalam kereta, pandangan Nadin langsung tertuju ke tulisan "1. Klasse", dan dia pun langsung berteriak,

"Erste Klasse! itu dia kelasnya Nadin." sambil berlari masuk ke ruangan kelas 1 tersebut.

Lalu saya katakan bahwa kami harus duduk di kelas dua, bukan kelas satu. Dan diapun menjawab,

"Tapi kan Nadin baru kelas satu."

Ah.. dan saya pun baru nyadar kalau yang dia maksud adalah kelas dia di sekolah.. Na ja... Nadin.. sayangnya kelas di sekolah dan kelas di kereta api tidak bisa disamakan.. :))

Dan kamipun asyik menikmati perjalanan selama 1 jam 45 menit. Akhirnya sampailah kami di stasiun kereta Nuernberg. Dan seperti di stasiun-stasun kereta manapun, kalau ada kereta berhenti, penumpang yang berjumlah ratusan akan turun serentak dengan bawaannya masing-masing. Maryam waktu itu terpesona melihat orang-orang (yang pada umumnya) menggusur koper mereka masing. 

"Orang-orang ini pasti mau ke Indonesia."
"Lho, kok Maryam tahu kalau mereka mau ke Indonesia?"
"Tahu donk, soalnya mereka bawa-bawa koper."

hihihi... Emang deh ya.. kalau kita mau ke Indonesia, bawaan wajibnya emang koper.. :))

**************************************
Nah, kembali ke cerita awal.. ketika Maryam melihat pesawat terbang melintas tea..

Apa yang terpikir di kepala Anda ketika melihat pesawat terbang lewat sewaktu Anda kecil? Kalau saya, "Kapal, minta duit!!" *duh, meureun kata si akang teh, ih si eneng, ternyata udah matre sejak kecil :D*

Waktu itu, saya mau teriak seperti itu, khawatir mengajarkan kematrean saya pada anak-anak.. :D Jadi ketika Maryam bilang, "kapal itu mau ke Indonesia", tiba-tiba saja otak memerintah saya untuk mengucap, 

"Kapal, salam buat Enek-Aki dan Ema PaI yah.."

Dan ternyata, salam aja tidak cukup untuk Maryam. Dia pun ikut-ikutan teriak,

"Kapal, bawain Oma dan Opanya Maryam ke sini ya.."

...dengan serta merta saya pun terserang rasa campur aduk.. teu pararuguh.. antara sedih, gembira, terharu, pengen nangis dan tertawa.. semua jadi satu...

"Es war ganz süüüüüüüüüüßßßßßßßßßß, Maryam.."

Wednesday, December 7, 2011

Lucunya Neng Iyam.. :)

Anak saya yang satu ini memang paling lucu.. pembawa kehangatan dalam keluarga.. kalau dia sakit/tidur, rumah rasanya kosooooooong deh.. Ini cerita yang membuat saya tertawa lagi, kejadiannya kemarin sewaktu kami sedang di perpustakaan. Sebelum kegiatan berlangsung (ceritanya mo ikutan Vorlesen a.k.a dibacakan cerita), saya minta anak-anak untuk ke kamar mandi dulu, daripada nanti pas lagi mendengarkan cerita tiba-tiba mau pipis. :D

Nadin duluan, seperti biasa, dia tutup pintunya (karena sudah punya rasa malu), dia kunci dari dalam, bahkan dia sudah bisa bersih-bersih sendiri. Nah, Maryam giliran berikutnya, dia ikut-ikutan, tutup pintu, kunci pintu. Lah saya ketinggalan di luar, gimana nih? dia bisa buka kunci gak nanti ya? moga-moga aja kuncinya bukan termasuk kunci yang susah dibuka, harap saya. Tak lama kemudian, diapun teriak seperti biasa,

"Mamah, udah pipisnya."
"oke, buka pintunya." kata saya.
"gak bisa." jawabnya dengan nada tenang, "Mamah aja yang bukain pintunya."
"Lho?! mamah gak bisa bukain pintunya, kan pintunya dikunci sama Maryam dari dalam." *Mamah mulai panik"
"Sama, Maryam juga gak bisa bukain pintu karena Maryam lagi duduk di toilet. Ayo, mamah aja yg buka pintunya"
*gubrag*
Setelah nego beberapa menit, akhirnya mau juga dia menyerah membukakan pintu dari dalam plus pake acara salah muter pula. :))

***********************************

Malam-malam sebelum tidur dia bercerita,
"Mamah, tadi kata gurunya, anak-anak harus dengar apa yang dibilang sama Nikolaus."
"Hm.. tapi kamu mah harusnya denger apa yang mamah/papah bilang ya.." kata saya.
"Eh, tapi tadi Nikolaus bilang apa emang?" *Mamah penasaran*
"Maryam sudah lupa."
*Mamah pingsan*

Sunday, December 4, 2011

Du licious!

Sore ini ketika kami membuat muffin di dapur, seperti biasa, anak-anak seneng banget nyicipin bahan-bahan mentahnya si kue, dari mulai tepung, susu, sampai coklat-coklatnya, kecuali telur aja yang tidak suka mereka cicip. Kebetulan kali ini kami membuat muffin bintik-bintik, jadi mereka tertarik sekali untuk mencicipi butir-butir coklat messes.

"Hmmmm... delisius!!" kata Nadin sambil merem melek. (delisius = delicious, sengaja ditulis pengucapannya, agar pembaca sama oon-nya kayak penulis :D ).
"Hmmm... dulisius!!" kata Maryam ikut-ikutan..
"Hmmm.. dulisius.. katanya Maryam.. kalau kata si ini (sambil nunjuk messes), ihlisius." lanjutnya..

Awalnya saya nggak terlalu ngeh.. Tapi dia ulang berkali-kali kalimat tersebut. Akhirnya saya tanya ulang karena penasaran,

"kok coklatnya bisa ngomong? dia ngomong apa tadi?"
"Ihlisius! kalau kata Maryam dulisius." jawabnya.

dan *zzzt.. zzzt..* baru deh kabel-kabel di otak saya bisa nyambung sinyalnya dengan kalimat si sayang.. :D

"Ach soooo, jadi kalau kata Maryam 'Du licious!' dan kata si coklat 'Ich licious! gitu?!" (ket: Du = kamu, Ich = aku)
Dia pun mengangguk mantap..

Ah, Maryam, I love You!!!

Thursday, March 17, 2011

kembar

Suatu hari secara tidak sengaja kami bertemu dengan temannya anak-anak di Kindergarten.
Nadin: "Mamah, itu ada Rayyan sama Rabban!!!" sambil berlari dan berteriak ke arah mereka. Maryam ikut-ikutan lari kesenengan.

Setelah kami berpisah,
Nadin: "Mamah, Rayyan sama Rabban itu kembar lho!"
Saya: "oya?"
...padahal mah udah tau, da keliatan. :D

Maryam: "mereka bajunya suka sama lho! Nadin sama Maryam juga bajunya suka sama, jadi Nadin sama Maryam juga kembar."
Saya: "eh, iyaya.. "
...nggak ngeh kalau di situ ada si perfeksionis. :D

Nadin: "ya nggak atuh, kalau kembar itu ulang tahunnya harus barengan, harus sama umurnya, harus 4 dua-duanya.. atau 5 dua-duanya. Atau, Mah?"

Ah iya, saya pun baru nyadar kalau tadi ada salah tangkap diantara keduanya.. tapi kan dua-duanya gak ada yang salah.

Saya: "Oh iya, Maryam, sebenarnya yang disebut kembar itu anak yang keluar dari perut mamahnya barengan, jadi ulang tahunnya juga barengan. Tapi, Nadin, karena anak kembar suka dipakein baju yang sama, jadinya kalau ada anak yang bajunya sama suka disebut kembar juga... maksudnya bajunya aja yang kayak anak kembar. Jadi tadi Nadin dan Maryam benar dua-duanya"

Dua-duanya tampak mikir. Kemudian...

Maryam: "Harry Potter juga kembar." dengan muka serius.

Waduh.. apa hubungannya ama yang tadi??? bingung.. saya langsung mengingat2 episode2 Harry Potter yang pernah kami tonton.. ada gitu yg Harry Potternya kembar?

Saya: "Oya? Harry Potter kembar gitu? ada dua gitu Harry Potternya?"
Maryam: "bukan.. bajunya Harry Potter yang kembar.."
Saya: "ooh.. bajunya Harry Potter.. sama teman-temannya ya?"
Maryam: "iya."
Saya: "ohohohoho... iya, Maryam pinter.. tapi kalau kebanyakan mah bukan kembar lagi namanya, tapi SERAGAM!" :D

Friday, March 11, 2011

adik

Malam ini saya bercerita pada anak-anak tentang paman dan bibinya yang sedang mengalami musibah gempa bumi plus tsunami di Sendai sana. Alhamdulillah, mereka selamat. Saya bercerita apa itu gempa dan apa itu tsunami, bagaimana kondisi mang Iid dan Bi Tyas saat ini. "Makanya kita harus banyak-banyak berdoa biar gempanya cepat berhenti, biar Mang Iid sama Bi Tyas bisa cepat pulang ke rumahnya lagi." ujar saya.

Setelah ngobrol ngalor-ngidul seputar gempa, tsunami dan mang iid, Nadin tiba-tiba bercerita,
"Mang Iid itu adiknya Papah. Papah punya adik dua, Bi Achie sama Mang Iid. Jadi Papah itu kakaknya."
"Maryam mau punya adik 4!" kata Maryam.
"Nadin mah mau punya adik 3 aja." kata Nadin.
"Yeee.. gak kompak. :D" timpal saya.
"Kalau Nadin adiknya 3, Maryam adiknya 2 donk." kata Nadin.
"Nggak ah, Maryam mau adiknya 4 aja." kata Maryam keukeuh.
"Kalau Maryam adiknya 4, Nadin adiknya 5 donk!" kata Nadin
"kalau gitu Maryam adiknya 6 aja!" Maryam gak mau kalah.
"kalau Maryam adiknya 6, Nadin adiknya 7 donk!" timpal Nadin lagi.

dan teruuuuus seperti itu sampai adiknya belasan gitu deh.. 
sampai akhirnya...

"Mamaaaah... Nadin kok adiknya pengen lebih banyak melulu.. Maryam kan mau adiknya lebih banyak dari Nadin!"

hahaha... gimana caranya?!!!

Monday, March 7, 2011

Kecap

Suatu pagi di dapur..

Maryam: "Mamah lagi ngapain?"

Saya: "Mamah mau masak ayam kecap"

Maryam: "Kecap kan bahasa Jerman?!"

Saya: "bahasa Jerman ada.. bahasa Indonesia juga ada. Kalau kecap di bahasa Jerman warnanya beureum (merah), kalau kecap di bahasa Indonesia warnanya hideung (hitam)"

Maryam: "kalau kecap hideung bahasa Jermannya... *mikir*"

terlintas di pikiran saya dia bakal menyebut Soyasosse... soalnya anak ini sedang senang menerjemahkan bahasa Indonesia ke bahasa Jerman dan sebaliknya..

dan akhirnya, setelah beberapa detik berpikir, keluarlah jawaban dr mulutnya.. "kecap schwarz!" jawabnya mantap.

Doh, dirinya memang paling bisa bikin Emaknya surprise ya!! :D

Saturday, February 26, 2011

Gaya Baru Neng Iyam

Entah darimana datangnya, tiba-tiba aja Neng Iyam kalau ngomong hanya memakai satu vokal aja dalam satu kalimat. Asalnya saya gak ngerti.. tapi setelah beberapa kali mendengarkan.. ternyataaaaaa.... hahahah..

Contohnya kemarin siang, pas dia mau pipis,
Maryam: "Mimih.. pipis.."
Saya: (cuma denger "pipis"nya aja) "ya boleh.."
Maryam: "tipi Miryim mii ditiminin simi mimih."
Saya: "hah???? apaa???"
Maryam: (ketawa-ketiwi) "Miryim mii simi mimih pipisnyi"
Saya: "hihihi.. yi idih.. cipit2 itih.. kibiri ngimpil.. " 

Malamnya, pas dia lagi dipeluk-peluk bapaknya (bapaknya suka gemesan sama Neng Iyam)
Maryam: "Meryem gek seke seme pepeh"
Bapaknya: "hah?? Maryam ngomong apa?"
Maryam: "ada deeeh.."
Saya: "hahaha.." --> ketawa karena Neng Iyam ngomong pake e semua.. plus bikin bapaknya "kacemes" gara2 jawaban keduanya.. (biasanya si akang yang suka jailin anak2 dengan kata "ada deeeeehhh")

Sunday, January 30, 2011

jadi sakit.. jadi sembuh..

Hari Kamis kemarin, tiba-tiba aja si akang memberitahu saya kalau dia bakal mengambil libur esok harinya. Ternyata dia masih mempunyai jatah cuti sebanyak 4 hari dari jatah tahun lalu, jadi mau diambil setiap hari Jumat katanya. Maklum, jatah cuti tahun lalu harus dihabiskan maksimal bulan Februari tahun ini. Tanpa disangka-sangka, pas menjemput anak hari itu, gurunya bilang kalau hari Jumat, Kindergarten bakal di cat bagian gangnya (sejak libur musim panas tahun lalu, Kindergartennya anak-anak memang sedang renovasi), jadi sebisa mungkin anak-anak tinggal di rumah saja. Wah, ini sih namanya jodoh. Berhubung hari Sabtu si akang harus keluar kota, maka rencana bermain di luar bisa dimajukan saja ke hari Jumat.

Jodoh memang tak kemana, tapi kalau belum jodoh juga tak bisa dipaksa. Ternyata hari Jumat itu luar biasa dinginnya... padahal suhu hanya -6 saja.. mungkin yang bikin dingin itu angin. Jangankan untuk bermain yang perlu waktu berjam-jam, sekalinya keluar untuk belanja pun sudah tak kuat nahan dinginnya.. padahal sudah sambil lari-lari juga biar suhu tubuh lebih hangat. Saya pun memberitahu mereka, kalau udara di luar sangat dingin, saya menawari mereka untuk jalan-jalan aja, tapi gak main. Tanpa disangka-sangka, mereka langsung nurut.. tidak seperti biasanya suka ngeyel kalau udh berurusan sama main. Bahkan untuk sekedar jalan pun mereka tidak mau. Aneh...

Ternyata sorenya baru ketahuan. Tampaknya Nadin dari siang sudah merasa kalau dia tidak enak badan. Sekitar jam 3-an, dia pun tepar di tempat tidur, demam. Pas bangun tidur, dia minta dibuatkan teh. Adik-adiknya mau juga. Maryam mau minum dari gelas yang sama (soalnya Nadin memakai gelas warna pink). Lalu Nadin bilang kalau Maryam gak boleh memakai gelas Nadin.. ada ludah Nadinnya, katanya. Udah gitu Nadin lagi sakit pula, nanti Maryam jadi sakit kayak Nadin.

Maryam pun mengerti, kemudian kembali asyik bermain. Tak lama dia kembali lagi, lalu berkata, "Kalau Nadin minum dari gelas bekas Maryam, Nadin bakal jadi sembuh lhooo..". Aiiiih lucunyaaaa.... tampak logika bolak-baliknya udah jalan.. :D

Waktu itu Maryam memang masih sehat. Tapi keesokan harinya dia pun ikutan tepar. Alhamdulillah hari Minggu tadi Maryam gak demam lagi, tinggal Nadin yang masih hangat. Tapi katanya, besok dia sudah bisa jalan ke dokter gigi.. (fyi, besok kami ada termin dengan dokter gigi anak yang sudah dibuat sejak 6 bulan lalu), mudah-mudahan kondisi anak-anak fit, biar jadwalnya gak usah digeser.. ;)  

Sunday, December 5, 2010

Krisis Rambut Keriting

Saya memiliki dua orang putri, wajahnya sama, tapi rambutnya sangat berbeda, yang satu lurus bak rambut jagung, yang satu lagi keriting bak bulu domba. Serieus ini... Kok bisa? ya bisalah.. memang kedua gen itu ada di keluarga kami. Sekarang putri-putri saya ini sedang kena demam Prinzessin (putri), yang identik dengan rambutnya yang terurai panjaaaang. Jadi mereka tidak mau lagi rambutnya dipotong.

Si Kakak yang berambut lurus, tentu saja lama kelamaan menampakkan hasil, rambutnya sudah mulai kelihatan panjang. Sedang si adik yang berambut keriting, tak nampak juga hasilnya. Akhirnya dia kesal dan menganggap rambutnya jelek karena gak panjang-panjang, rambutnya terangkat ke atas lagi-ke atas lagi katanya. Pokoknya dia tidak mau rambutnya keriting!

Ah, krisis rambut keriting, saya bisa merasakan sekali apa yang dirasakan putri saya ini, karena dulu pun saya begitu, benciiiiiiii dengan rambut keriting. Apalagi ditambah teman-teman yang mayoritas rambutnya lurus, ditambah lagi model-model iklan shampoo yang selalu berambut lurus. Grrrrrhhh..

Tapi kalau melihat putri saya sekarang, apa sih yang salah dengan rambut keriting? yang ada malah lucu, lucu banget, adorable we pokoknya mah. Tapi untuk penderita, tidak begitu adanya, meski ada sejuta orang memuji, rasanya malah makin jijik.

Setiap kali dia menangis kesal, saya bilang bahwa,
"Maryam cantik kok dengan rambut keriting."
"Tapi Maryam gak mau keriting, Maryam maunya panjang kayak Ceuceu!"
"Maryam juga rambutnya panjang kok, coba nanti lihat kalau mandi ya.."

Ups.. ternyata kalimat ini salah, akhirnya membuat dia tidak mau beranjak dari kamar mandi, karena saat di sana rambutnya panjaaaang, katanya. Dan memang aneh sih, begitu kena anduk, itu rambut udah melingker lagi ke atas, hehehe.. Makanya pas musim panas, Maryam sering sekali mandi agar bisa berambut panjang.

Beberapa minggu pause, saya tidak lagi mendengar jerit kesalnya. Tiba-tiba kemarin begitu lagi. Pas mau pergi sekolah, kembali dia marah-marah karena tidak mau keriting. Dan seperti biasa juga saya bilang bahwa dia cantik dengan rambut keritingnya.
"Maryam, tau kan kalau waktu kecil Mamah juga keriting? Dulu waktu kecil, Mamah juga gak mau rambut keriting. Tapi sekarang udah gede, malah hilang keritingnya, Mamah malah mau keriting lagi kayak Maryam. Gimana donk?"
"Maryam waktu kecil gak mau keriting! udah gede juga gak mau keriting!!!"
*halah*

Di luar itu, ternyata tetangga kami, Frau Sch*nn, sekarang rambutnya jadi keriting. Ibu ini dan suaminya adalah salah satu fans anak-anak saya, sampai2 suaminya minta foto bareng segala.. (tp msh blm sih sampe skrg). Salah satu gurunya Maryam, Frau S***l, juga rambutnya dikeriting sekarang. Terlepas apakah mereka terinspirasi Neng Iyam ataukah bukan, bisa dijadikan alasan lagi ke Maryam bahwa rambutnya banyak disuka orang.

"Tuh, Maryam, lihat Fr. Sch**n dan Fr. S***l sekarang rambutnya jadi keriting, itu karena mereka suka sama rambutnya Maryam."
"Tapi Maryam gak suka sama rambutnya Maryam!"
*teuteup*

Friday, October 29, 2010

Papa dimarahin

Alhamdulillah, setelah seminggu ini Maryam menderita radang tenggorokan (lagi?!), hari ini sudah bisa masuk sekolah lagi (hari terakhir sebelum liburan musim gugur minggu depan :D). Kemarin pagi saya lihat kondisinya sudah membaik dan bisa sekolah lagi, sambil bermain-main peluk-pelukan di bawah selimut, sambil saya ajak ngobrol,

"Maryam besok ke Kindergarten lagi ya?!"
"Ok." jawabnya singkat.
"Mau dianterin sama Mama atau Papa?"
"si Papa kalau ke Kindergarten suka dimarahin sama gurunya." katanya.. lah, gak nyambung sama pertanyaan.

Tapi pernyataan dia ini membuat saya kaget dan bertanya-tanya. Kok bisa si Papa dimarahin? kenapa ya?? tak mungkin dia melakukan kesalahan, soalnya si Papa (kasarnya boleh dibilang) lebih tertib dibanding orang Jerman sendiri.. :D

"Eh, kenapa Papa suka dimarahin??"
"huehehehhehe..." malah nyengir..
"Neng.. neng.. kenapa atuh si Papa suka dimarahin gurunya?" penasaran.. :D
"Iya, Papa kalau ke Kindergarten suka dimarahin sama gurunya. Papa kan udah gede, Kindergarten kan buat anak kecil."

hahahaha... kena lagi deh.. jadi itu toh maksudnya?!!

*Jadi ngebayangin wajah Papa yang sumringah liat banyaknya mainan, terus berpindah-pindah dari satu meja ke meja lain untuk mencoba semua mainan.. hihihi.. kayak Ligar.. :D*




Tuesday, October 5, 2010

Main bareng di perut Mamah

Lagi-lagi tentang ocehan anak.. :D Dulu waktu Nadin masih bayi, saya sebenarnya rada-rada anti mengisi blog dengan cerita anak, takut kelewatan.. takut terlalu membuka privasinya. Namun, seringkali dari anti malah berubah sebaliknya. Misalnya yang asalnya anti Facebook, ternyata malah jadi paling rajin ganti status.. dsb.. dsbnya... Begitupun dengan saya, yang tadinya anti bercerita soal anak, kenapa blog saya sekarang jadi dipenuhi kisah mereka? hehehe... dan kini bukan mau membahas ini sih.. ok..ok.. back to laptop deh..

Sejak anak-anak saya punya adik, saya jadi suka bercerita tentang masa kecil mereka. Sambil mereka melihat tumbuh kembang adiknya, sambil mereka mengetahui masa lalu mereka. Misalnya pas si adik baru lahir dan nangis terus, saya beritahu bahwa bayi belum bisa bicara, jadinya kalau mau minum nangis, mau bobo nangis, mau ganti popok nangis. Nadin dan Maryam juga dulu sama begitu. Mereka senang mendengarkan kisah mereka ketika kecil, dan mereka pun mengingatnya. Namun ada bedanya. Kalau Nadin akan mengingat cerita itu persis seperti yang diceritakan ibunya. Kalau Maryam, cerita ibunya dihiasi dengan keinginan hatinya, sehingga terbentuklah kisah versi Maryam, yang kadang berbeda jauh dengan kisah awalnya.

Misalnya ketika Ligar memakai sepatu yang dulu pernah dikenakan juga oleh Nadin dan Maryam.
Nadin: "Lho.. Ligar udah pakai sepatu yang itu. Dulu waktu Nadin kecil juga pakai sepatu itu ya?!"
Maryam: "Iya, waktu Maryam kecil juga, tapi punya Maryam warnanya pink."
lho.. gak mungkin donk berubah warna.. :D
Nadin: "ya nggak donk, waktu Maryam kecil juga warnanya tetap oranye."
Maryam: "iya, sepatunya sama, tapi maryam mah warnanya pink, kan perempuan"
haduh.. cape deeeehhh.. kalau menurut dia begitu, maka kisah versi Maryam ini tidak bisa diganggu gugat, meski pake otot sekali pun..

Kembali nyambung ke judul ah.. Ceritanya ketika hari Minggu kemarin kami berkunjung ke rumah sakit tempat dilahirkannya ketiga anak saya. Bukan sekedar berkunjung sih, kebetulan Maryam demam tinggi gak turun-turun. Pas hari keempatnya jatuh di hari Minggu, jadinya kami tidak bisa memeriksakan Maryam ke dokter anaknya, tapi harus ke dokter darurat, yang kebetulan praktek paling dekat dari rumah ya di rumah sakit itu. Sambil jalan berdua, saya ceritakan bahwa dulu Nadin, Maryam dan Ligar, semuanya dikeluarkan dari perut mamah di rumah sakit ini.

Pulangnya, tiba-tiba aja Maryam bercerita, "dulu Nadin, Maryam dan Ligar ada di perut mamah. Terus main bareng di dalam.. kan adik kakak.. Nadin keluar duluan, terus Maryam, terus Ligar deh.. "

hihihi... kok ceritanya jadi begitu. Pas saya ceritain ke bapaknya, si akang langsung bertanya, "Maryam, yang main bareng di perut mamah cuma Nadin, Maryam sama Ligar aja? atau masih ada yang lain??"

hahahaha... tampak si papah ingin mengintip masa depan.. dasar.. aya-aya wae..

Kamu!

Tadi sore anak-anak sedang bermain dan rebutan seperti biasanya. Terdengar suara Nadin ngomong ke Maryam, "Aku duluan.. aku duluan.. Kamu nanti dulu. Nanti habis aku, baru kamu, ok?!"

Maryam langsung menoleh ke belakang, dimana saya dan KangDian berada, lalu dia langsung laporan, "Mamah.. mamah.. tadi teh Nadin bilangnya 'kamu.. kamu..' ke Maryam. Harusnya kan bukan 'kamu' namanya, tapi Maryam!"

:D:D:D

Sunday, September 19, 2010

Papah online!


Di hari ke-4 ketidakhadirannya di rumah, si akang baru bisa mengunjukkan giginya di dunia maya. Gimana istri dan anak2nya tidak kegirangan??
Mamah: "Neng.. neng.. papah online! papah online!" *sambil nyalain komputer*

Nadin: "yee.. yee... Papah online! papah online!" *ngikutin emaknya ke komputer*
Maryam: "online itu kan pulang ya?! yee.. yee.. papah online! papah online!" *sambil lari ke pintu*

:D:D:D