Thursday, March 17, 2011

kembar

Suatu hari secara tidak sengaja kami bertemu dengan temannya anak-anak di Kindergarten.
Nadin: "Mamah, itu ada Rayyan sama Rabban!!!" sambil berlari dan berteriak ke arah mereka. Maryam ikut-ikutan lari kesenengan.

Setelah kami berpisah,
Nadin: "Mamah, Rayyan sama Rabban itu kembar lho!"
Saya: "oya?"
...padahal mah udah tau, da keliatan. :D

Maryam: "mereka bajunya suka sama lho! Nadin sama Maryam juga bajunya suka sama, jadi Nadin sama Maryam juga kembar."
Saya: "eh, iyaya.. "
...nggak ngeh kalau di situ ada si perfeksionis. :D

Nadin: "ya nggak atuh, kalau kembar itu ulang tahunnya harus barengan, harus sama umurnya, harus 4 dua-duanya.. atau 5 dua-duanya. Atau, Mah?"

Ah iya, saya pun baru nyadar kalau tadi ada salah tangkap diantara keduanya.. tapi kan dua-duanya gak ada yang salah.

Saya: "Oh iya, Maryam, sebenarnya yang disebut kembar itu anak yang keluar dari perut mamahnya barengan, jadi ulang tahunnya juga barengan. Tapi, Nadin, karena anak kembar suka dipakein baju yang sama, jadinya kalau ada anak yang bajunya sama suka disebut kembar juga... maksudnya bajunya aja yang kayak anak kembar. Jadi tadi Nadin dan Maryam benar dua-duanya"

Dua-duanya tampak mikir. Kemudian...

Maryam: "Harry Potter juga kembar." dengan muka serius.

Waduh.. apa hubungannya ama yang tadi??? bingung.. saya langsung mengingat2 episode2 Harry Potter yang pernah kami tonton.. ada gitu yg Harry Potternya kembar?

Saya: "Oya? Harry Potter kembar gitu? ada dua gitu Harry Potternya?"
Maryam: "bukan.. bajunya Harry Potter yang kembar.."
Saya: "ooh.. bajunya Harry Potter.. sama teman-temannya ya?"
Maryam: "iya."
Saya: "ohohohoho... iya, Maryam pinter.. tapi kalau kebanyakan mah bukan kembar lagi namanya, tapi SERAGAM!" :D

Friday, March 11, 2011

adik

Malam ini saya bercerita pada anak-anak tentang paman dan bibinya yang sedang mengalami musibah gempa bumi plus tsunami di Sendai sana. Alhamdulillah, mereka selamat. Saya bercerita apa itu gempa dan apa itu tsunami, bagaimana kondisi mang Iid dan Bi Tyas saat ini. "Makanya kita harus banyak-banyak berdoa biar gempanya cepat berhenti, biar Mang Iid sama Bi Tyas bisa cepat pulang ke rumahnya lagi." ujar saya.

Setelah ngobrol ngalor-ngidul seputar gempa, tsunami dan mang iid, Nadin tiba-tiba bercerita,
"Mang Iid itu adiknya Papah. Papah punya adik dua, Bi Achie sama Mang Iid. Jadi Papah itu kakaknya."
"Maryam mau punya adik 4!" kata Maryam.
"Nadin mah mau punya adik 3 aja." kata Nadin.
"Yeee.. gak kompak. :D" timpal saya.
"Kalau Nadin adiknya 3, Maryam adiknya 2 donk." kata Nadin.
"Nggak ah, Maryam mau adiknya 4 aja." kata Maryam keukeuh.
"Kalau Maryam adiknya 4, Nadin adiknya 5 donk!" kata Nadin
"kalau gitu Maryam adiknya 6 aja!" Maryam gak mau kalah.
"kalau Maryam adiknya 6, Nadin adiknya 7 donk!" timpal Nadin lagi.

dan teruuuuus seperti itu sampai adiknya belasan gitu deh.. 
sampai akhirnya...

"Mamaaaah... Nadin kok adiknya pengen lebih banyak melulu.. Maryam kan mau adiknya lebih banyak dari Nadin!"

hahaha... gimana caranya?!!!

Monday, March 7, 2011

Ke bonbin aja yuk?!

Liburan ini anak2 sudah dijanjikan main ke rumah Azziza dan Farah, mereka sudah tau pula jadwalnya, hari Rabu. Tapi berhubung baru sembuh dari penyakit menular, saya belum berani berkunjung ataupun dikunjungi orang. Yang namanya berkunjung, pastilah kami akan menggunakan toilet serta alat makan dan minum, yang mana bisa menjadi perantara penularan penyakit yang baru saja kami derita. Untuk mengurangi kekecewaan anak-anak, saya ajaklah mereka untuk mengunjungi kebun binatang, kebetulan cuaca cerah dan hangat, sangat mendukung lah pokoknya. Setelah melihat prakiraan cuaca, saya putuskan untuk mengunjungi kebun binatang esok hari.

"Neng, kita ke bonbin besok aja ya?!" kata saya.
"Horrrreeeeee.." teriaknya girang.
"Hm.. kita bekal apa ya?? pizza kali ya? mau gak?" tanya saya.
"Yaaaaa.." teriak Maryam.. "Mamah.. binatang apa yang suka makan Pizza?" lanjutnya.
"hah??? maksudnya??" tanya saya dalam hati.. "hm.. binatang apa ya?? Mamah juga nggak tahu.. tapi kita kan suka makan Pizza."
"oiyaya.. kita bekal cau (pisang) juga ya.. Binatang apa ya yang suka makan cau?" tanyanya.
"Binatang apa ya??" kata saya, balik nanya.
"Monyet!" jawabnya.. "Hm.. kita bekal apel juga ya.. Kayaknya kuda deh yang suka makan apel."
"
:D:D:D
Jadi bekal makanan itu buat kita apa buat binatang sih, Neng??

Kecap

Suatu pagi di dapur..

Maryam: "Mamah lagi ngapain?"

Saya: "Mamah mau masak ayam kecap"

Maryam: "Kecap kan bahasa Jerman?!"

Saya: "bahasa Jerman ada.. bahasa Indonesia juga ada. Kalau kecap di bahasa Jerman warnanya beureum (merah), kalau kecap di bahasa Indonesia warnanya hideung (hitam)"

Maryam: "kalau kecap hideung bahasa Jermannya... *mikir*"

terlintas di pikiran saya dia bakal menyebut Soyasosse... soalnya anak ini sedang senang menerjemahkan bahasa Indonesia ke bahasa Jerman dan sebaliknya..

dan akhirnya, setelah beberapa detik berpikir, keluarlah jawaban dr mulutnya.. "kecap schwarz!" jawabnya mantap.

Doh, dirinya memang paling bisa bikin Emaknya surprise ya!! :D

Saturday, February 26, 2011

Gaya Baru Neng Iyam

Entah darimana datangnya, tiba-tiba aja Neng Iyam kalau ngomong hanya memakai satu vokal aja dalam satu kalimat. Asalnya saya gak ngerti.. tapi setelah beberapa kali mendengarkan.. ternyataaaaaa.... hahahah..

Contohnya kemarin siang, pas dia mau pipis,
Maryam: "Mimih.. pipis.."
Saya: (cuma denger "pipis"nya aja) "ya boleh.."
Maryam: "tipi Miryim mii ditiminin simi mimih."
Saya: "hah???? apaa???"
Maryam: (ketawa-ketiwi) "Miryim mii simi mimih pipisnyi"
Saya: "hihihi.. yi idih.. cipit2 itih.. kibiri ngimpil.. " 

Malamnya, pas dia lagi dipeluk-peluk bapaknya (bapaknya suka gemesan sama Neng Iyam)
Maryam: "Meryem gek seke seme pepeh"
Bapaknya: "hah?? Maryam ngomong apa?"
Maryam: "ada deeeh.."
Saya: "hahaha.." --> ketawa karena Neng Iyam ngomong pake e semua.. plus bikin bapaknya "kacemes" gara2 jawaban keduanya.. (biasanya si akang yang suka jailin anak2 dengan kata "ada deeeeehhh")

Friday, February 11, 2011

Winter yang Mahal

Akhir-akhir ini Nadin merengek terus minta dibuatkan es stroberi. Sebenarnya sih di musim dingin tidak ada larangan minum es.. hanya, untuk saya, rasanya tidak enak aja kalau dingin-dingin minum yang dingin.. Jadi keinginan Nadin yang satu itu belum bisa diwujudkan, selain karena musim dingin gak enak minum yang dingin, juga karena musim dingin stroberi jarang dan kalaupun ada, mahal harganya.

Dari musim dingin, tiba-tiba saja obrolan berlanjut ke Indonesia..
"Kalau di Indonesia sih musim panas terus, gak ada winter," kata saya.
"Lho, kok di Indonesia gak ada winter? di Indonesia Winter mahal ya??" tanyanya..

:D:D:D

Setelah menerangkan kenapa di Indonesia tidak ada musim dingin, tiba-tiba saya jadi teringat kakak saya. Beberapa waktu lalu dia pernah bilang bahwa di Indonesia juga ada salju, tapi mahal biaya masuknya. Pokoknya kalau banyak duit mah, di Indonesia apapun ada.. Hm.. ada benernya juga sih pernyataan Neng Nadin tadi.. :D

Sunday, February 6, 2011

Raksasa



Apa hubungannya tinggi badan dengan usia?? makin tinggi badannya, makin besar usianya. Itu kata anak-anak saya. 

Sampai akhir tahun lalu, Nadin tampaknya tidak mengerti kalau usianya itu bertambah hanya setahun sekali pas hari kelahiran dia (karena kami memang tidak pernah merayakan ulang tahun, kecuali di Kindergarten saja). Menurut dia, usia itu bertambah ketika dia mencapai tinggi tertentu. Jadi kalau usianya setahun, tingginya segini, 2 tahun segini, 4 tahun segini, 6 tahun segini, 10 tahun segini, dst.. sambil menunjukkannya dengan telapak tangannya. Kalau Nadin banyak makannya, maka Nadin bakal cepat tinggi dan cepat bertambah umurnya. :D Saya sudah menjelaskan bahwa dia hanya ulang tahun sekali saja dalam setahun, di hari dan bulan tertentu, tidak bisa kapan saja, tapi tampaknya dia tetap tidak mengerti. Sampai akhirnya dia menemukan seorang temannya di Kindergarten yang berusia sama, namun badannya lebih kecil. Kenapa??? tanyanya. Lalu saya jelaskan bahwa perkembangan setiap anak berbeda, bisa jadi karena makannya yang berbeda, bisa jadi karena orang tuanya yang berbeda, dan lain-lain. Jadi meskipun usia sama, tapi tinggi badannya belum tentu sama, makanya tinggi badan seseorang memang tidak menentukan umur. Entah waktu itu dia mengerti atau tidak.

Sampai akhirnya ketika menjelang akhir tahun, kami banyak mendapat hadiah kalender. Di situlah saya terangkan tentang hari, minggu dan bulan, juga tentang hari lahirnya dia, hari lahir adik2nya, hari lahir kami semua. Dan akhirnya dia pun mengerti, kalau ternyata ulang tahun memang hanya sekali dalam setahun.

Meski begitu, teori "makin tinggi badannya, makin besar usianya" tetap berlaku di kepala mereka. Kenapa? karena di keluarga kami, teori itu memang masih kelihatan begitu adanya. Ligar yang paling muda, paling pendek badannya. Lanjut ke Maryam, kemudian Nadin, saya dan bapaknya. Suatu hari, entah darimana awalnya, pokoknya kami jadi lanjut ke obrolan ini:

Maryam: "Mama, Maryam udah gede?"
Saya: "iya donk!"
Maryam: "Maryam udah tua donk."
Saya: "hihihi.. ya belum atuh, kamu kan baru mau 4 umurnya, Maryam masih muda dibanding Mamah."
Maryam: "kalau Nadin udah tua donk, kan Nadin udah gede."
Saya: "Ah, Nadin juga belum, kan Nadin baru mau 6 tahun."
Nadin: "Mamah yang udah tua mah, mamah kan udah gede banget. Tapi yang paling tua mah Papah, soalnya Papah lebih gede lagi" (gede yang dimaksud disini "tinggi")

Maryam: "tapi tapi tapi.. tau gak siapa yang paling paling paling tua banget??? RAKSASA.. kan raksasa guedeeeeeeee bangettttt!!!!"

hahahahaaa... *jangan sekali-kali tertawa ketika Maryam ngabodor, bisa nangis dia karenanya*

Saya: "Eh, tau gak?? yang udah tua itu yang kulitnya udah keriput. Tau keriput?"
Keduanya menggeleng.
"peot.." lanjut saya.
Nadin: "kayak Oma donk!" (tetangga depan kamar kami)
Saya: "yup"
Maryam: "Tapi Maryam kalau mandinya kelamaan, tangan sama kakinya suka peot juga."

hihihi... gak pernah ada ujungnya deh kalau ngobrol sama anak-anak... :D