Showing posts with label transport. Show all posts
Showing posts with label transport. Show all posts

Sunday, March 1, 2009

Terperangkap dalam U-Bahn

Ket: U-Bahn = kereta bawah tanah

Di cuaca yang sangat hangat kemarin, kami benar-benar memanfaatkan hari itu untuk bermain di luar. Kebetulan si Akang mau ke rumahnya Mas Agung di Olympiazentrum, langsung aja saya pingin ikut.. Selain bisa ketemu Elyta, yang baru lulus dan masih hamil besar (fyi, anak-anak suka banget lihat wanita hamil.. :D), kami juga bisa bermain di taman belakang rumah mereka (Spielplatz maksudnya mah..). Dan sepulangnya dari sana, kami bisa langsung menyantap bakwan malang di Stammtischnya Swadaya, hehehe... Hari yang indah...

Setelah puas bermain-main, kami pun pulang. Naik U-Bahn yang jam 3 menuju kota. Perjalanan boleh dibilang lancar, bahkan sama sekali tidak terasa.. karena saya menghabiskan waktu sambil ngobrol di U-Bahn. Tiba-tiba kami baru sadar kalau U-Bahn berhenti di tengah-tengah. Iya, di lorong jalannya U-Bahn yang gelap gulita.. bukan di stasiun. Entah sudah berapa lama kami di situ. Saya pun mulai mengingat-ingat stasiun terakhir yang telah kami singgahi tadi. Kalau tidak salah sih Odeonplatz.. berarti berikutnya adalah Marienplatz, stasiun dimana kami harus turun.

Tiba-tiba terdengar pengumuman dari masinisnya, bahwa kereta bagian depan rusak, sehingga kereta tidak bisa bergerak. "Oooo.." terdengar keluhan panjang dari para penumpang.. termasuk saya.. :D Kebetulan saat itu kereta memang penuh... untungnya tidak sepenuh seperti jam-jam sibuk, dimana U-Bahn biasanya berdesak-desakan kayak bis kota di Bandung. Tidak sampai ada penumpang berdiri, tapi semua kursi terduduki. Jadinya kami masih bisa bernapas lega.

Menit demi menit berlalu, masinis terus mengumumkan bahwa kereta masih belum bisa jalan, dan berterima kasih untuk kesabaran kami. Penumpang mulai gelisah.. mungkin ada yang punya janji.. mungkin ada yang sudah tidak sabar... mungkin ada yang takut dan khawatir kami akan ada di sana seharian.. Untungnya anak-anak tidur, jadi mereka tidak bosan dengan kondisi yang ada. Saya dan si Akang sendiri mulai berpikir, kalau-kalau ternyata kami harus keluar dari situ.. hm.. berarti Kinderwagen mesti ditinggalin nih.. Akang mangku Nadin, aku mangku Maryam ya... pikirku.

Kemudian terdengar lagi masinis mengumumkan bahwa mesin kereta paling depan benar-benar rusak dan tidak bisa jalan lagi, dan kami semua harus turun di stasiun berikutnya, di Marienplatz, tak lupa dia meminta maaf dan berterima kasih. Tapi kami sedikit lega sih mendengarnya, setidaknya ada harapan kami bisa keluar di tempat yang aman. Ternyata mengumumkan hal ini saja entah sampai berapa kali, sampai kami bosen dengernya... tapi kereta tak kunjung maju. Tiba-tiba.. krekkk.. kereta mundur.. berhenti lagi.. Terdengar suara-suara napas tertahan. Dan ternyata kami masih harus menunggu. Masinis mengumumkan lagi, kalau ternyata si kereta masih belum bisa bergerak.. *wadduh*

Kami menunggu... menunggu... dan menunggu...
Kereta mulai bergerak maju.. perlahan-lahan sekali... Penumpang pada beryel-yel ria, "schieben! schieben! schieben!". Dan... ya.. ya... akhirnya kami melihat dunia terang kembali.. kini terdengar desah napas lega dari semua penumpang.. dan kami pun keluar dengan perasaan gembira luar biasa....

Ternyata, perjalanan yang seharusnya kami tempuh 12 menit saja, kemarin menjadi sekitar 40 menit. Cuma setengah jam aja kami terperangkap di dalam sana.. tapi rasanya luammmaaaaa sekaliiiii... Ada yang terperangkap juga di sana kemarin??? :D Akhirnya rencana berubah, karena kami udah kecapean, kami langsung pulang ke rumah... lupa kalau kami sudah berencana makan bakwan malang.. hiiiikkkkssss...

Thursday, July 24, 2008

Hati-hati.. ada kamera.. ;)

Kalau selama ini kamera hanya terdapat di Bahnhof-Bahnhof (stasiun kereta) saja, inipun setahu saya hanya di stasiun U-Bahn, kini di dalam S-Bahn mulai dipasangi kamera. Kabarnya sih gara-gara setiap tahunnya banyak terjadi kerusakan di dalam S-Bahn. Kamera ini katanya ditujukan untuk melihat pengrusakan properti S-Bahn, kejahatan/kekerasan, dan pelanggaran-pelanggaran lainnya. Jadi, hati-hati aja buat para ngupil'ers... :D 

Wednesday, July 2, 2008

Kontrol Tiket

Di hari pertama kenaikan harga tiket... si kontroler-kontroler itu mulai beraksi... Jam 8 pagi di dalam bus... Untungnya semalam sebelumnya saya tidak lupa menyelipkan tiket yang baru di dompet. Selama 4 tahun tinggal di Muenchen, baru sekali saya pernah kena pemeriksaan tiket di dalam bus.. Kalau di S-Bahn dan U-Bahn lumayan sering.

Para Kontroller di S-Bahn bisa kelihatan dengan jelas, karena mereka memakai seragam. Dulu seragamnya persis seragam hansip lengkap dengan pentungannya, cuma warnanya biru tua dan memakai baret merah. Selain itu mukanya yang sangar-sangar dan badannya yang gempal-gempal udah bikin keder penumpang yang tidak punya tiket. Tapi kalau sekarang, mereka memakai rompi dan jas.. kadang berdasi. Kayaknya pasukan sangar tadi sekarang hanya jadi pengawas keamanan saja.. itupun kok saya jarang lihat ya sekarang?!

Lain S-Bahn.. lain juga dengan U-Bahn, bus dan tram. Ketiga kendaraan terakhir dipegang oleh perusahaan yang berbeda dengan S-Bahn, yaitu MVG. Di kendaraan-kendaraan ini, para kontrollernya memakai baju preman (bukan preman Tanah Abang tentu saja.. :D). Jadi mereka tidak kelihatan seperti Kontroller. Dan biasanya mereka berpura-pura dulu menjadi penumpang. Begitu kendaraan mulai melaju, mereka mulai mengeluarkan tanda pengenal dan membabat habis tanpa kenal ampun para penumpang gelap.

Kenapa ada Kontroller??? karena di Munich.. mungkin pada umumnya di kota-kota di Jerman... penggunaan tiket untuk transport angkutan umum dalam kota memang tidak seketat di kota-kota negara lain, misal di London (kalau tidak salah, soalnya sudah 2 tahun yang lalu), ketika memasuki stasiun kereta bawah tanah, ada portal yang baru akan terbuka saat kita menggesek tiket. Begitu pun saat keluar stasiun. Jadinya kita memang harus punya tiket, meskipun hal ini tidak menutup kemungkinan adanya penumpang gelap.

Kalau di Munich, sebenarnya tanpa tiket pun bisa bebas keluar masuk kendaraan umum. (Kecuali untuk bus di atas jam 9 malam, harus memperlihatkan tiket ke sopirnya). Pemeriksaan tiket dilakukan secara acak oleh petugasnya. Kalau tertangkap dendanya 40 Euro, harga ini hampir sama dengan harga tiket bulanan, Isarcard 9 Uhr innenraum, yang harganya 45 Euro. Kalau 3 kali tertangkap dalam tahun yang sama, orang ini akan masuk dalam jajaran daftar hitam.

Seperti saya tulis di atas, saya pernah tertangkap. Bukan gara-gara tidak punya tiket, tapi.. (katakanlah singkatnya) saya salah membawa tiket. Jadi saya membawa tiket-tiket bekas bulan lalu. Udah ketar-ketir karena tidak punya uang 40 Euro di dompet. Yang sebenarnya sih gak usah khawatir, karena uangnya tidak boleh dibayarkan ke si Emang, tapi harus di transfer langsung ke rekeningnya. Untungnya, meskipun bermuka sangar, si petugas itu hatinya baik. Dia bilang, kalau saya memang punya tiket yang berlaku saat itu, bawa saja tiket dan surat tertangkapnya saya itu ke Kundenzentrum DB di Hauptbahnhof. Kalau kenanya di U-Bahn, datangnya harus ke Kundenzentrum MVG di Pocistrasse atau Marienplatz. Maka saya tidak harus membayar 40 Euro katanya. Dan ternyata benar... meskipun tiket saya yang Übertragbar (tanpa identitas diri, bisa dipakai siapa saja), dendanya berkurang setengahnya, jadi cuma 20 Euro saja. Katanya sih kalau tiketnya yang Persönlich (ada identitasnya), dendanya jadi cuma 10 Euro. Jadi, seandainya kita kena kontrol dan punya tiket, jangan kecil hati dulu... ;)

Saturday, June 7, 2008

Harga tiket naik (lagi) euy...

Buat para ibu, bapak, mbak, mas, teteh, akang, ceuceu, mpok, abang, dan adik-adik semua yang tinggal di Munich... daaaannnn merasa sebagai pengguna setia transportasi umum di kota ini... INGAT ya... mulai BULAN DEPAN alias bulan JULI, harga tiket mulai NAIK (lagi), rata-rata sebesar 3,8%.

Kenapa sih naik lagi? katanya MVG sih, karena beberapa alasan berikut ini:
1. kenaikan harga bahan bakar yang cukup tinggi
2. adanya pemotongan dana untuk transport umum dari negara
3. adanya perbaikan pelayanan di Munich
4. adanya harga baru untuk kendaraan-kendaraan ramah lingkungan
5. naiknya pendapatan.. (tuh kan, hasil demo naik gaji teh, ini nih...)

Tiket apa aja sih yang naik?
Tageskarte (tiket harian) harganya tetap. Wochenkarte (tiket mingguan) dan Monatskarte (tiket bulanan). Untuk tiket tahunan yang dibayar per tahun (sekaligus) tidak mengalami kenaikan harga sampai habis masanya. Sedangkan untuk tiket tahunan yang dibayar per bulan, harga akan naik mulai pembayaran bulan Juli ini.

Untuk anak-anak di bawah 6 tahun, gratis. Antara 6 - 14 tahun naik 4%, kecuali kalau orang tuanya punya Isarcard ABO, boleh membawa 3 orang anak usia 6-14 tahun, gratis. Dan mulai bulan Juli nanti, tidak ada lagi Streifenkarte untuk anak-anak. Hanya ada satu jenis Streifenkarte untuk dewasa dan anak-anak, tapi beda aturannya. Untuk dewasa, satu Streif, berlaku maksimal 4 halte, tapi untuk anak-anak.. satu Streif bisa untuk melintasi Munich.

Tiket-tiket lama (misal Einzelfahrtkarte dan Streifenkarte) masih bisa dipakai sampai 30. September. Atau bisa juga di tukarkan.. atau dibiarkan saja dengan membayar uang 2 Euro, maka tiket-tiket ini masih bisa digunakan setelah 30 September.

Untuk yang tertarik membeli Abo, coba aja hubungi MVG terdekat, siapa tau kalau ngebooking bulan ini (biasanya tiket ABO bisa dibooking untuk 3 bulan ke depan), bayarnya masih harga lama kalau bayarnya per tahun.. ;)