Showing posts with label info. Show all posts
Showing posts with label info. Show all posts

Wednesday, July 2, 2008

Kontrol Tiket

Di hari pertama kenaikan harga tiket... si kontroler-kontroler itu mulai beraksi... Jam 8 pagi di dalam bus... Untungnya semalam sebelumnya saya tidak lupa menyelipkan tiket yang baru di dompet. Selama 4 tahun tinggal di Muenchen, baru sekali saya pernah kena pemeriksaan tiket di dalam bus.. Kalau di S-Bahn dan U-Bahn lumayan sering.

Para Kontroller di S-Bahn bisa kelihatan dengan jelas, karena mereka memakai seragam. Dulu seragamnya persis seragam hansip lengkap dengan pentungannya, cuma warnanya biru tua dan memakai baret merah. Selain itu mukanya yang sangar-sangar dan badannya yang gempal-gempal udah bikin keder penumpang yang tidak punya tiket. Tapi kalau sekarang, mereka memakai rompi dan jas.. kadang berdasi. Kayaknya pasukan sangar tadi sekarang hanya jadi pengawas keamanan saja.. itupun kok saya jarang lihat ya sekarang?!

Lain S-Bahn.. lain juga dengan U-Bahn, bus dan tram. Ketiga kendaraan terakhir dipegang oleh perusahaan yang berbeda dengan S-Bahn, yaitu MVG. Di kendaraan-kendaraan ini, para kontrollernya memakai baju preman (bukan preman Tanah Abang tentu saja.. :D). Jadi mereka tidak kelihatan seperti Kontroller. Dan biasanya mereka berpura-pura dulu menjadi penumpang. Begitu kendaraan mulai melaju, mereka mulai mengeluarkan tanda pengenal dan membabat habis tanpa kenal ampun para penumpang gelap.

Kenapa ada Kontroller??? karena di Munich.. mungkin pada umumnya di kota-kota di Jerman... penggunaan tiket untuk transport angkutan umum dalam kota memang tidak seketat di kota-kota negara lain, misal di London (kalau tidak salah, soalnya sudah 2 tahun yang lalu), ketika memasuki stasiun kereta bawah tanah, ada portal yang baru akan terbuka saat kita menggesek tiket. Begitu pun saat keluar stasiun. Jadinya kita memang harus punya tiket, meskipun hal ini tidak menutup kemungkinan adanya penumpang gelap.

Kalau di Munich, sebenarnya tanpa tiket pun bisa bebas keluar masuk kendaraan umum. (Kecuali untuk bus di atas jam 9 malam, harus memperlihatkan tiket ke sopirnya). Pemeriksaan tiket dilakukan secara acak oleh petugasnya. Kalau tertangkap dendanya 40 Euro, harga ini hampir sama dengan harga tiket bulanan, Isarcard 9 Uhr innenraum, yang harganya 45 Euro. Kalau 3 kali tertangkap dalam tahun yang sama, orang ini akan masuk dalam jajaran daftar hitam.

Seperti saya tulis di atas, saya pernah tertangkap. Bukan gara-gara tidak punya tiket, tapi.. (katakanlah singkatnya) saya salah membawa tiket. Jadi saya membawa tiket-tiket bekas bulan lalu. Udah ketar-ketir karena tidak punya uang 40 Euro di dompet. Yang sebenarnya sih gak usah khawatir, karena uangnya tidak boleh dibayarkan ke si Emang, tapi harus di transfer langsung ke rekeningnya. Untungnya, meskipun bermuka sangar, si petugas itu hatinya baik. Dia bilang, kalau saya memang punya tiket yang berlaku saat itu, bawa saja tiket dan surat tertangkapnya saya itu ke Kundenzentrum DB di Hauptbahnhof. Kalau kenanya di U-Bahn, datangnya harus ke Kundenzentrum MVG di Pocistrasse atau Marienplatz. Maka saya tidak harus membayar 40 Euro katanya. Dan ternyata benar... meskipun tiket saya yang Übertragbar (tanpa identitas diri, bisa dipakai siapa saja), dendanya berkurang setengahnya, jadi cuma 20 Euro saja. Katanya sih kalau tiketnya yang Persönlich (ada identitasnya), dendanya jadi cuma 10 Euro. Jadi, seandainya kita kena kontrol dan punya tiket, jangan kecil hati dulu... ;)

Thursday, February 14, 2008

Peristiwa mengerikan di Hauptbahnhof

Kemarin, selepas mengantar Nadin ke Kiga, saya dan Maryam pergi ke Hauptbahnhof. Ketika turun dari U-Bahn (Subway), entah kenapa orang-orang berebutan naik lift. Harusnya kan itu jatah saya yang membawa stroller.. Ternyata memang tangga berjalan yang terdekat ditutup, bukannya tidak jalan, tapi ditutup!!! udah gitu ada beberapa orang berseragam polisi di situ. Daripada menunggu lama, saya lebih suka memakai tangga jalan yang satunya lagi meskipun harus jalan agak jauh. Ketika kami sampai di lantai berikutnya (belum sampai diluar, karena masih harus naik satu lantai lagi untuk sampai si Sperrengeschoß), saya melihat ada banyak darah menggenang di lantai, dan berceceran di sekitar tangga yang ditutup tadi. Darah-darah itu sedang dibersihkan. Walah.... liat darah segitu banyak... kaki langsung lemas... saya memang agak tidak tahan melihat darah.. dan kejahatan tentunya... Karena itu pastilah akibat dari satu tindak kejahatan.

Ternyata beritanya baru keluar pagi ini, karena kejadiannya memang baru kemarin pagi hari sekitar pukul 7.45. Penyebabnya ternyata sepele aja, masalah tempat duduk di U-Bahn. Jadi si pelakunya adalah seorang kakek tunawisma berumur 64 tahun. Ketika itu U-Bahn sangat penuh, dan si kakek duduk dengan tas ransel diletakkan di kursi sebelahnya. Di Sendlinger Tor, naiklah si pelajar berumur 26 tahun, dia hanya melihat tempat duduk yang kosong di sebelah si kakek itu. Tanpa permisi, dia langsung duduk aja, mendorong tas si kakek yang diletakkan di situ. Si kakek ga terima, merasa tidak dihargai, dan dia bilang kalau dia punya pistol yang bisa dia tembakkan kapan saja. Di Hauptbahnhof, diapun turun, sambil meludahi si pelajar tadi. Tentu saja dia juga tidak terima diperlakukan seperti itu. Dia kejar si Kakek, akhirnya pertengkaran terjadi di atas tangga berjalan. Tiba-tiba si Kakek mengeluarkan pisau lipat dan melukai muka si pelajar. Untunglah ada orang yang memegangi si kakek, sehingga gerakannya dia menjadi berkurang. Diapun kabur dan masuk ke dalam S-Bahn. Saksi lain mengikuti si kakek sambil nelepon polisi, akhirnya si kakek tertangkap di Isartor. (Hebat ya polisi sini... cepet banget kerjanya, itu kan hanya 3 halte saja).

Hm.. dari situ kelihatan sekali, kalo menjaga kesopanan itu penting. Yang muda menghormati yang tua.. yang tua mengayomi yang muda. Saling menghormati... saling memberi.. Mudah-mudahan kita semua selalu dijauhkan dari masalah-masalah semacam ini. Amiin...



Tuesday, January 29, 2008

seputar kutu

Di Jerman, ratusan... bahkan ribuan kutu menular setiap harinya. Makanya, bisa saja setiap orang tertular kutu, sama seperti tertular pilek. Mempunyai kutu di kepala bukanlah sesuatu yang memalukan. Hal ini juga tidak berkaitan dengan masalah kebersihan seseorang. Diserang kutu bukanlah penyakit berat, gatal tapi sangat mengganggu dan mengakibatkan penyakit lanjutan.

Apakah kutu itu?
Kutu berukuran sekitar 3 mm, serangga berwarna abu-abu atau coklat muda ini memiliki 6 buah kaki. Biasanya kutu ini merayap dengan lincah, mereka tidak bisa loncat ataupun terbang. Satu-satunya makanan kutu adalah darah. Parasit ini menghisap darah di kulit kepala dalam jangka waktu beberapa jam. Dalam air liur kutu terdapat zat pembius, yang membuat gigitan kutu tidak terasa pada awalnya, tapi kemudian menyebabkan rasa gatal yang sangat mengganggu.

Telur kutu (Nissen) berukuran 1 mm, gundukan gelap yang berada di dekat kulit kepala, menyerupai kuncup bunga. Berbeda dengan ketombe, telur kutu melekat kuat di rambut dan tidak bisa terambil oleh sisir biasa. Kutu dan telur kutu lebih suka berada di bagian belakang kepala, daerah kuping dan tengkuk. Dalam 7 sampai 10 hari telur kutu akan menjadi larva, dimana dalam 7 sampai 10 hari kemudian akan menghasilkan telur lagi.

Bagaimana kutu bisa berpindah?
Kutu dapat berpindah dari satu orang ke orang lain, tapi telur kutu tidak bisa. Penularan bisa terjadi dimana saja, saat kepala berdekatan. Bisa juga melalui suatu benda, dimana benda tersebut bersentuhan dengan rambut, misal topi, handuk, bantal, dll.

Bagaimana menghilangkan kutu?
Sebaiknya pengobatan segera dilakukan secepat mungkin setelah ditemukannya kutu. Obat dapat diperoleh dengan resep dari dokter atau langsung dibeli di Apotek. Baca baik-baik cara penggunaan sebelum pengobatan. Tutupi rambut selama pengobatan dengan handuk atau tutup kepala. Perhatian: untuk anak sampai usia 12 tahun pengobatan kutu ditanggung asuransi.

Hal-hal penting lainnya:
Tidak ada alasan untuk malu. Baik kepala bersih ataupun kotor, masing-masing bisa terkena kutu. Sering keramas hanya menghasilkan kutu yang bersih.

  • Teman-teman dan keluarga
Beritau dan periksa dengan teliti semua orang yang akhir-akhir ini ditemui. Tangani orang-orang ini dengan cara yang sama.
  • Kontrol setelah pengobatan
Setelah pengobatan harus dikontrol setiap hari. Ketika ditemukan lagi kutu yang masih hidup, maka diperlukan pengobatan yang kedua. Kadang-kadang masih ada beberapa larva yang belum mati karena terlindung oleh selubung telur. Paling lambat setelah 8 hari dia akan menetas. Inilah saat yang baik untuk melakukan pengobatan yang kedua.
  • Masih ada telur kutu?
Ketika masih ditemukan telur kutu di rambut, bukan berarti pengobatannya mengalami kegagalan. Telur kutu yang kosong atau sudah mati melekat kuat di rambut seperti telur kutu yang masih hidup. Oleh karena itu, telur-telur kutu ini harus diambil dengan menggunakan sisir khusus untuk telur kutu (basa Sunda: serit) yang terbuat dari logam, dari plastik biasanya tidak berfungsi baik. Untuk mempermudah, sebelumnya rambut dibilas dulu dengan air cuka (cuka : air = 1 : 2)
  • Sebaiknya meminta nasehat dokter, ketika.....
  1. pengobatan yang pertama tidak berhasil
  2. kutu ditemukan di kepala bayi, anak kecil, ibu hamil dan ibu menyusui
  3. kulit kepala sudah terluka karena garukan atau meradang
  4. sebelumnya sudah terdapat penyakit lain di kulit kepala
  • Apa yang masih bisa dilakukan?
Kutu dapat berpindah dari satu kepala ke kepala lain. Barang-barang di rumah pun jarang luput dari makhluk yang satu ini. Kutu bisa ditemukan di:
  1. pakaian, handuk, sprei, selimut, alas kain.
  2. mebel yang berjok (misal: sofa), autositz
  3. sisir, sikat rambut
  4. boneka
Cara yang bisa digunakan untuk membasmi kutu dalam benda-benda tersebut:
  1. pemanasan atau pencucian dalam suhu 60 derajat Celcius
  2. pembekuan pada suhu -20 derajat Celcius selama 2 hari
  3. penyimpanan dalam pastik tertutup selama lebih dari 1 minggu dalam temperatur kamar. Kutu akan kelaparan dalam 2-3 hari, kutu telur bisa hidup lebih lama.
  4. Untuk karpet dan mebel cukup dibersihkan dengan penyedot debu. Jangan gunakan zat pembersih.
diterjemahkan dan dirangkum dari Lausige Zeiten können schnell vorbei sein dan Den Läusen Beine machen, aber richtig!