Pas saya sedang beraktivitas dengan satu Neng, Neng yang satunya lagi sibuk dengan aktivitasnya sendiri.. dan kemudian.. tuuuuttt... ada yang bunyi. :D "Neng, kamu kentut ya??" tanya saya.. "Hihihi..." dia nyengir.. trus lanjut ketawa2 sendiri... dan dua-duanya akhirnya ketawa-tawa geli..
"Eh, N punya Geschichte (cerita) nih.." kata N yang membuat suasana tawa mereda.
"Ada satu kakak perempuan yang punya adik perempuan. Adiknya ini ngikutin kakaknya teruuus deh. Sampe akhirnya kakaknya kentut.. jadi adiknya di belakang dikentutin... hahahaha.." disambut tawa riuh rendah dari pendengar!
"M juga punya Geschichte.. M punya Geschichte... dengerin yaaa.." potong M masih sambil ketawa.
"Ada lima orang, yang paling kecil laki-laki, yang tengah perempuan, yang paling gede perempuan, yang dua lagi mamah-papahnya. Papahnya paling suka kentut di depan 4 orang yang lain... hahahaha..." sambutan tawa pendengar makin meriah.
"Mamah, Mamah juga harus bikin Geschichte! ayo!" paksa M.
"Ok, sekarang mamah yang bikin cerita ya... Hm.. ada anak perempuan, sering banget kentut. Satu hari dia lagi sama mamahnya, dia bercerita sama mamahnya. Terus di cerita itu tiba-tiba dia teriak yang kencang banget.. sambil kentut.. Kata Mamahnya, "kamu kentut ya?". "Emang kedengeran gitu?" tanya anak perempuannya. Mamahnya mengangguk. "Oh, padahal aku udah teriak yang kencang biar kentutnya gak kedengeran!" kata si anak."
"Wahahahaha....." penonton masih tetap ramai... Memang ya.. cerita kentut ini gak ada matinya!. :D
*Cerita2 di atas hanya fiktif belaka, kalau ada kesamaan nama, tempat, cerita.. semua hanya kebetulan belaka.. Jadi jangan ada yang tersinggung ya!! :D Piss ah!
Wednesday, February 13, 2013
Tuesday, January 29, 2013
Obrolan Bocah-bocah Pemikir
Suatu malam,
M: "Mamah, M pengen punya baby lagi!"
N: " Kasian mamahnya, M, nanti tambah repot"
M: "ya nggak donk, baby kan cuma bobo doank!"
N: " ya tapi kalau babynya udah tambah gede, udah bisa merangkak sana-sini, lari sana-sini, mamahnya bakal repot"
M: "ya nggak donk, kalau babynya tambah gede, kita juga udah tambah gede, udah bisa semu-muanya sendiri"
Mah: "Eh, emang kenapa M pengen punya baby lagi?"
M: "biar L punya adik lagi, biar L gak mencet2 lift lagi." *doh, sekarang ketauan deh motifnya."
N: "tapi kan nanti yang mencet2 lift jadinya tetep bukan M, tapi babynya!"
M: "ya nggak apa2, tapi kan L gak bisa mencet2 lift lagi, sama kayak kita!"
*gubrag*
M: "Mamah, M pengen punya baby lagi!"
N: " Kasian mamahnya, M, nanti tambah repot"
M: "ya nggak donk, baby kan cuma bobo doank!"
N: " ya tapi kalau babynya udah tambah gede, udah bisa merangkak sana-sini, lari sana-sini, mamahnya bakal repot"
M: "ya nggak donk, kalau babynya tambah gede, kita juga udah tambah gede, udah bisa semu-muanya sendiri"
Mah: "Eh, emang kenapa M pengen punya baby lagi?"
M: "biar L punya adik lagi, biar L gak mencet2 lift lagi." *doh, sekarang ketauan deh motifnya."
N: "tapi kan nanti yang mencet2 lift jadinya tetep bukan M, tapi babynya!"
M: "ya nggak apa2, tapi kan L gak bisa mencet2 lift lagi, sama kayak kita!"
*gubrag*
Tuesday, January 22, 2013
Ditinggal Papah (lagi!)
***********************************************************
Hari Sabtu...
"Neng, Papah mau ke Inggris lagi lho.." kata Mamah *GalauModeOn*
"hah?!" N dan M serentak menghentikan aktivitas masing2, sambil memelototkan mata tanda terkejut"
"beneran?" tanya N.
saya mengangguk.
"beneran? beneran? beneran?" tanya M
"iyaaaa" jawab saya.
"beneran banget??" tanya M lagi.. *ini anak terkejut sampe gak percaya kayak gini nih, asli galau si mamah mulai memudar :D*
"beneran banget banget banget banget..." jawab saya.
"YESSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSS, kita bisa bobo sama Mamah lagi!!!!!!!!!!!!" teriak M.
"Asyiiiiiiiiiiiiiiiiiiiikkkkk" sorak N.
*Mamah pingsan*
***********************************************************
Senin siang pas ngecek FB, Mamah hepiii bener dpt pesan dr Papah yang mengatakan sudah sampai dengan selamat, meski sempet muter2 dulu di atas dikarena dibawah bersalju. M melihat keriangan Mamah.
"ada Papah? Papah udah sampai ke Inggris?" tanya M
"udah."
"M mau ngomong sama Papah."
"Nanti malem ya, Papah skrg masih di kantor, itu lagi di lab temennya, belum bisa ngobrol sama kita, ntar kalau udah di hotel, ok?!"
"Ookkkk" jawab M dengan sedikit kecewa.
***********************************************************
Senin sore pas maghrib,
"Neeeenggg.. ayo siap2 sholat kita." ajak saya
"sholat apa?" tanya N
"maghrib" dan dia pun segera ke kamar mandi untuk mengambil wudlu. Saya lihat Neng Iyam masih asyik main boneka di kamar.
"Neng, sholat dulu yuk!" ajak saya
"ah, kenapa sih kita harus sholat terus?" tanyanya.
"Nggak sholat terus kok, cuma 5 kali aja dalam sehari kan? yuk."
"Tapi M bosen sholat terus."
"Eh, nanti pas Papah online, ditanya lho sama Papah, udah sholat belum? udh ngaji belum? kalau belum kan M gak akan bisa jawab." dia termenung.. dan sayapun berlalu untuk mengambil wudlu.
Dari kamar mandi terdengar teriakannya,
"Kalau Mamah udh shalat, M mau ngaji yah!"
"Ok" jawab saya.
Pas saya masuk ke kamar, yang sudah siap hanya N, M masih juga belum ada. Saya panggil lagi,
"Neng, ayo donk, kalau lama waktunya keburu habis ntar. Katanya habis shalat mau ngaji?"
"M kan bilang, M mau ngajinya habis Mamah shalat, bukan habis M shalat."
"loh, jadi M gak mau shalat nih?"
"iya."
*Mamah pingsan lagi*
***********************************************************
Senin malam, Neng Iyam udah nunggu2 Papah nih, tiap 10 menit nanya, "Papah udh online??" Ya, ci eneng, di Inggris baru jam 5, Papah pasti belum pulang ngantor.
Sampai akhirnya si Papah nelepon, bilang bahwa di hotel gak ada internet, jadi gak bisa online. Mamah memohon dengan sangat agar Papah mau ngobrol dulu dengan M sebentaaaaarrrrr saja. M seneng banget denger suara Papah dan dia langsung ceria. Sayangnya Papah gak bisa lama2 karena menggunakan telepon kantor, dan klik.. telepon pun terputus. Mamah bilang ke M bahwa Papah gak bisa online, dan gak bisa nelepon, pun kita gak bisa nelepon.. M bibirnya langsung jebeng, bergetar dan mata berkaca-kaca, tangisnya pun seketika pecah.. "huaaaaa.....aaaaaaaaaaaaaaaaaa." *tangisan cetar membahana*
"loh, M kok nangis?? M sedih krn Papah gak bisa nelepon kita??" tanya saya sambil merangkul M ke dalam pangkuan saya.
"Iyaaaaaaaaaaaaaaaaaaa..." sambil nangis.
"M kangen Papah??"
"iyaaaaaaaaaaa...." sambil nangis.
"M bukan kangen Papah, tapi M kangen handy Papah" kata N ngegodain adiknya.
"Nggaaaaakkkk... M beneran kangen Papah.. M suka sama Papaaaaahhhhh... aaaaa..."
lah, Neng Iyam.. biasanya kalau Papah ada serba gak mau, serba gak suka sama Papah.. pisahan belum semalam, udah galau sangat. Keliatan warna aslinya sekarang. :)) Makanya kami gak bisa lama2 hidup terpisah, karena akan ada yang lebih galau dari istrinya si Papah. :D
***********************************************************
Hari Sabtu...
"Neng, Papah mau ke Inggris lagi lho.." kata Mamah *GalauModeOn*
"hah?!" N dan M serentak menghentikan aktivitas masing2, sambil memelototkan mata tanda terkejut"
"beneran?" tanya N.
saya mengangguk.
"beneran? beneran? beneran?" tanya M
"iyaaaa" jawab saya.
"beneran banget??" tanya M lagi.. *ini anak terkejut sampe gak percaya kayak gini nih, asli galau si mamah mulai memudar :D*
"beneran banget banget banget banget..." jawab saya.
"YESSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSS, kita bisa bobo sama Mamah lagi!!!!!!!!!!!!" teriak M.
"Asyiiiiiiiiiiiiiiiiiiiikkkkk" sorak N.
*Mamah pingsan*
***********************************************************
Senin siang pas ngecek FB, Mamah hepiii bener dpt pesan dr Papah yang mengatakan sudah sampai dengan selamat, meski sempet muter2 dulu di atas dikarena dibawah bersalju. M melihat keriangan Mamah.
"ada Papah? Papah udah sampai ke Inggris?" tanya M
"udah."
"M mau ngomong sama Papah."
"Nanti malem ya, Papah skrg masih di kantor, itu lagi di lab temennya, belum bisa ngobrol sama kita, ntar kalau udah di hotel, ok?!"
"Ookkkk" jawab M dengan sedikit kecewa.
***********************************************************
Senin sore pas maghrib,
"Neeeenggg.. ayo siap2 sholat kita." ajak saya
"sholat apa?" tanya N
"maghrib" dan dia pun segera ke kamar mandi untuk mengambil wudlu. Saya lihat Neng Iyam masih asyik main boneka di kamar.
"Neng, sholat dulu yuk!" ajak saya
"ah, kenapa sih kita harus sholat terus?" tanyanya.
"Nggak sholat terus kok, cuma 5 kali aja dalam sehari kan? yuk."
"Tapi M bosen sholat terus."
"Eh, nanti pas Papah online, ditanya lho sama Papah, udah sholat belum? udh ngaji belum? kalau belum kan M gak akan bisa jawab." dia termenung.. dan sayapun berlalu untuk mengambil wudlu.
Dari kamar mandi terdengar teriakannya,
"Kalau Mamah udh shalat, M mau ngaji yah!"
"Ok" jawab saya.
Pas saya masuk ke kamar, yang sudah siap hanya N, M masih juga belum ada. Saya panggil lagi,
"Neng, ayo donk, kalau lama waktunya keburu habis ntar. Katanya habis shalat mau ngaji?"
"M kan bilang, M mau ngajinya habis Mamah shalat, bukan habis M shalat."
"loh, jadi M gak mau shalat nih?"
"iya."
*Mamah pingsan lagi*
***********************************************************
Senin malam, Neng Iyam udah nunggu2 Papah nih, tiap 10 menit nanya, "Papah udh online??" Ya, ci eneng, di Inggris baru jam 5, Papah pasti belum pulang ngantor.
Sampai akhirnya si Papah nelepon, bilang bahwa di hotel gak ada internet, jadi gak bisa online. Mamah memohon dengan sangat agar Papah mau ngobrol dulu dengan M sebentaaaaarrrrr saja. M seneng banget denger suara Papah dan dia langsung ceria. Sayangnya Papah gak bisa lama2 karena menggunakan telepon kantor, dan klik.. telepon pun terputus. Mamah bilang ke M bahwa Papah gak bisa online, dan gak bisa nelepon, pun kita gak bisa nelepon.. M bibirnya langsung jebeng, bergetar dan mata berkaca-kaca, tangisnya pun seketika pecah.. "huaaaaa.....aaaaaaaaaaaaaaaaaa." *tangisan cetar membahana*
"loh, M kok nangis?? M sedih krn Papah gak bisa nelepon kita??" tanya saya sambil merangkul M ke dalam pangkuan saya.
"Iyaaaaaaaaaaaaaaaaaaa..." sambil nangis.
"M kangen Papah??"
"iyaaaaaaaaaaa...." sambil nangis.
"M bukan kangen Papah, tapi M kangen handy Papah" kata N ngegodain adiknya.
"Nggaaaaakkkk... M beneran kangen Papah.. M suka sama Papaaaaahhhhh... aaaaa..."
lah, Neng Iyam.. biasanya kalau Papah ada serba gak mau, serba gak suka sama Papah.. pisahan belum semalam, udah galau sangat. Keliatan warna aslinya sekarang. :)) Makanya kami gak bisa lama2 hidup terpisah, karena akan ada yang lebih galau dari istrinya si Papah. :D
***********************************************************
Thursday, November 8, 2012
Ketika Menunggu di Dokter Anak
Hari ini kami harus mengunjungi dokter anak untuk memeriksakan Ligar. Sebenarnya sakitnya belum serius sih, tapi kakang keukeuh anaknya 'sakit' dan harus secepatnya dibawa ke dokter. Demi menenangkan hati babehnya anak2, baiklah.. kami bolos Kindergarten aja dulu untuk hari ini. Saya tau benar, dokter anak saya selalu penuh, apalagi untuk pasien tanpa Termin (janji), gak ada jalan lain selain bersedia lama menanti. Jadi saya mengerahkan tenaga sekuat mungkin, agar kami bisa berangkat sepagi mungkin, karena Nadin harus dijemput pukul 11.15.
Sesampainya di dokter anak, kami merupakan pasien tanpa Termin ketiga. Fyuuuh... gak akan nunggu terlalu lama lah, paling dalam 1 jam kami sudah bisa keluar, jadi nanti bisa belanja cabe dulu ke toko Asia di sebrang. :D Tapi ntah kenapa, ternyata setelah 1 jam, tidak ada 1 pasien pun yang dipanggil dari ruangan itu. Satu per satu pasien lain berdatangan, ruangan pun mulai penuh. Ligar asyik memainkan semua macam mainan yang tersedia di situ. Sedangkan Maryam lebih senang dibacakan buku dan makan. Sisanya dia pakai untuk memperhatikan orang-orang sekitar. Semakin lama saya semakin mengantuk.. ini sudah terlalu lama nunggunya. Sampai akhirnya Maryam bertanya kepada saya,
"Mamah, kalau baby itu udh jadi anak-anak, mamahnya udah jadi Oma-oma ya??" sambil menunjuk ibu-ibu yang sedang memangku bayi kecil berumur 1 tahunan (baru bisa jalan bayinya).
Dalam keadaan mengantuk, saya lirik ibu itu. Ibunya memang termasuk ibu2 yang mengutamakan karir daripada berumah tangga. Jadi tampaknya di penghujung 40an, beliau baru mendapatkan bayi. Ya ampuuuuun, Neng Iyam, kepikiran ya ampe ke situ??? :D Lalu saya bisikkan ke dia,
"Neng, orangnya jangan ditunjuk ya, kamu cukup bilang ibu2 baju coklat yang bawa bayi baju ungu aja."
"Kenapa gak boleh ditunjuk?"
"karena nanti orangnya bisa marah."
"kenapa marah?"
"karena dia ditunjuk, jadi dia tau kalau dia lagi diomongin, tapi kan dia nggak ngerti kita ngomong apa, ntar dia nyangkanya kita ngomongin dia yang jelek-jelek *padahal iya..*"
"Ooo.." diapun terdiam.
Tak lama,
"Kenapa kakaknya anak itu mainin Handy melulu??"
"karena dia bosen kali"
"kasian, adiknya gak dikasih, jd bengong.." :D:D
"Anak itu kenapa sendirian?"
"karena udah gede kali."
"kalau udah gede bisa ngomong sendiri?"
"iya."
Tak lama Papahnya anak itu datang,
"Itu Papahnya ya?? anaknya gak bengong lagi sekarang, Mamah."
:)
Kemudian datang seorang pemuda. Note: Di sini dokter anak melayani anak2 baru lahir sampai usia 18 tahun, jd para ABG yang masih 18 taun, masih berobat bareng baby-baby. :D Dan ABG di sini tau kan??? wajahnya lebih dewasa drpd ABG di Indo yang lugu2. :D Maryam kembali bertanya,
"Kenapa bapak itu datang sendirian?? kok gak bawa anaknya??"
"Psst.. itu bukan bapak2.. itu mah Aa.. dia sendiri yang mau diperiksa sama dokter."
"Kenapa Aanya marah?" Alis si Aa emang berkerut terus sejak dia datang.
"Oo.. itu mah bukan marah, mungkin si Aanya lagi mikir.."
"mikir apa??"
"mikir kenapa lama banget nunggunya, mungkin dia bosen, gak suka nunggu lama kayak kita."
"kenapa gak suka nunggu???"
"karena membosankan dan cape." *dan jawab pertanyaan kamu juga capeeee deeeeeh... tp setidaknya gak bikin ngantuk lagi :D*
"Tuh sekarang Aanya udh gak mikir lagi!!" katanya ketika alis si Aa tidak lagi berkerut.
:)))
"Psst.. jangan pake nunjuk yaaaa.." saya mengingatkan lagi.
Kemudian si ibu kedua pun dipanggil..
"Nah habis ini kita ya, Mamah?!" katanya.
Sayapun mengangguk.
"Habis kita yang ituuu *sambil menjulurkan lidah*, lalu yang itu.. *menjulurkan lidah lagi*, dan yang itu.. terus yang itu.... *semuanya sambil menjulurkan lidah*"
"Maryam, kenapa lidahnya pake dijulurin keluar???"
"kan kata Mamah gak boleh nunjuk??!!"
*MAMAH PINGSANNNN*
Wednesday, July 18, 2012
t e r j e b a k
Kalau biasanya saya bercerita tentang Neng Iyam, sekarang mah giliran sama Neng Nudin ah.. :)
******************
Suatu sore ketika kami sedang kumpul-kumpul di ruang depan, seperti biasa masing-masing asyik dengan aktivitasnya masing-masing. Sambil mengelus-elus rambutnya Ligar, saya berkata,
"duh, Ligar rambutnya udah gondrong ya?! ntar kita cukurnya di A**** aja yaa.."
"apaan tuh A****??" tanya Nadin.
"Oh itu.. salon langganannya si Papah di Bandung." jawab saya.
"Di Bandung??? Kenapa gak salon di sini aja?" tanyanya lagi.
"Soalnya kalau salon di sini mah mahallll.. kalau di Bandung mah murah.. hehehe.." jawab saya.
"kalau sama Mamah??"
"maksudnya kalau dicukurnya sama mamah?? ooh.. itu mah gratis dooonk.. kostenlos!" jawab saya bangga.. :D
"kalau gitu kenapa dicukurnya nggak sama mamah aja?? kan gak usah bayar?!!"
*gubrag*
******************
Suatu pagi, disaat kami sedang berjalan kaki menuju sekolah,
"Din... kalau kita jadi pulang ke Indonesia buat selamanya.. berarti kita gak akan bisa ke Jerman lagi, gak apa-apa??"
"Kenapa gak bisa?"
"karena kalau kita pindahan, rumah kita juga jadi pindah ke Indonesia. Kalau cuma liburan ke Indonesianya, kita bisa balik lagi ke sini, tapi di Indonesianya cuma bentar. Kalau kita pindah, berarti Nadin harus sekolah di sana dan kita gak bisa balik lagi ke sini. Tapi.. nanti kalau Nadin rajin belajar.. Nadin jadi pintar.. kalau udh gede.. udh umur 22 lah, Nadin boleh sekolah lagi ke Jerman kayak Papah. Tuh, si papah juga pinter tuh.. jadi bisa sekolah ke Jerman."
"Oo.. kalau mamah?? mamah bisa juga sekolah ke Jerman?"
"Hm.. kalau mamah ke Jermannya karena nemenin Papah sih.."
"Mamah gak pinter donk??!"
*si mamah bingung, ketauan deh.. :D*
******************
Monday, June 11, 2012
Demam Bola
Suatu sore, ketika seluruh anggota keluarga sedang nobar Spanyol vs Italia,
Nadin: "Mamah, mamah maunya yang mana yang menang?"
Mamah: "Papah maunya yang mana?"
Nadin: "biru."
Mamah: "kalau gitu mamah yang merah. Kalau Nadin maunya yang mana?"
Nadin: "Biru juga, sama kayak Papah Nadin mah."
Maryam: "Nadin, yang merah kan udah sama mamah, yang biru sama Papah, kenapa Nadin nggak yang kuning aja??"
Nadin: "Maryaaaaammm, yang kuning mah bukan pemain bola!!!"
Mamah: "Ooo.. itu mah wasit atuh, Neng!"
:D:D:D
Keesokan harinya, kami nobar Inggris vs Perancis,
Nadin: "Kalau yang ini, mamah maunya yang mana yang menang?"
Mamah: "hm.. kayaknya Papah dukung biru ya? kalau gitu mamah pilih putih deh."
Maryam: "kalau Maryam mah maunya yang merah."
Mamah langsung melirik wasit donk, "lah, wasitnya kok pake baju kuning? yang pake baju merah siapa?"
Nadin: "itu mah penjaga gawang!"
:D:D:D
Hadeuh, besok neng iyam mo dukung siapa lagi ya???
Thursday, March 1, 2012
Lucunya Neng Iyam (2).. :)
6 kali ulang taun
Maryam: "Mamah, Maryam udah 6 kali ulang tahun"
Mamah: "Oya? 6 atau 5?"
Maryam: "6 donk, liat ya.. Maryam hitungin nih." sambil siap-siap menghitung memakai jari. "Nol ulang tahun, satu ulang tahun, dua ulang tahun, tiga ulang tahun, empat ulang tahun, lima ulang tahun. Eh, iya, Mamah yang bener ya?!"
Mamah: "Mamah atau Maryam yang bener?"
Maryam: "Mamah yang bener. Kok jadi mamah yang bener ya?" *dengan muka bingung*
Mamah: "kalau Maryam bingung, coba hitung sekali lagi."
Maryam: "Nol ulang tahun, satu ulang tahun, dua ulang tahun, tiga ulang tahun, empat ulang tahun, lima ulang tahun. Lima!! tuh kan Mamah yang bener." *sambil mengacungkan 6 jari*
*Mamah ngikik dalam hati, duh si eneng jadi bingung antara menghitung jari dan menghitung umur :))*
Mamah: "ok.. sekarang liat jari Maryam yang ini ada berapa?" sambil menunjuk 5 jari yang terbuka.
Maryam: "lima."
Mamah: "ditambah satu jempol yang ini jadi berapa?" sambil nunjuk tangan sebelah lagi.
Maryam: "Enam! tuh kan Maryam yang bener?!" *girang mode on*
*************************************************
Kenapa ya kalau orang Jerman mendengar nama 'Maryam', pasti yang terdengar di telinga mereka itu 'Maya'. Contohnya tetangga saya yang pernah begitu. Ada juga, waktu itu saya dan Maryam masuk ke lift, bareng dengan laki-laki yang membawa anjing. Setelah saya bicara dengan Maryam, tiba-tiba si laki-laki itu menyela, "nama anak Anda Maya? sama donk dengan anjing saya" sambil tersenyum ramah. Duh, si bapak tampak girang banget nama anjingnya sama kayak anak saya.. :D Untung aja beda :)
Kejadian serupa terjadi seminggu yang lalu. Waktu itu kami sekeluarga habis jalan-jalan di kota. Ternyata tangga berjalan (eskalator/Rolltreppe) arah ke bawah rusak. Terpaksa si akang memangku stroller sendirian. Saya harus menuntun Ligar, karena dia masih belum stabil menuruni tangga sendirian. Nadin di depan saya, dan Maryam sedikit ketinggalan di belakang saya. Sesekali saya menoleh ke belakang sambil mengingatkan agar dia berjalan hati-hati, "hati-hati Maryam, lihat tangganya ya!". Kebetulan ada segerombolan laki-laki besar menuruni tangga juga waktu itu. Dan begitu mendengar saya menyebut Maryam, mereka langsung menyanyikan lagu Biene Maja. Awalnya cuma "Maaaajaaaaa.. Maaaajaaaaa.." doank.. rada-rada belum ngeh waktu itu. Duh, saya mah khawatir Neng Iyam bakal ketubruk salahsatu diantara mereka.. lagian suara2nya menggelegar persis gerombolan suporter bola.. pasti Neng Iyam bakal ketakutan, pikir saya. Eh, ternyata anaknya malah ketawa-ketawa.. yang nyanyi jadi tambah semangat donk, nyanyinya mulai lengkap, "nanannanananannananan... Biene Maaajaaa... usw"
Sesampainya di rumah,
"Nadin, Nachname-nya (nama belakang) Maryam siapa coba?"
"Nugraha!"
"Salah.. yang bener Biene Maja... hihihi.." *nyengir*
*************************************************
PR
Suatu sore,
mamah: "Ceu, kerjain dulu PRnya, baru boleh bikin pompom lagi ya." *ngomong ke Nadin*
Nadin: "ok."
Maryam: "Kalau Nadin PRnya cuma 2, PR dari sekolah dan PR dari mamah, kalau Mamah PRnya banyak tuh.. masak, cuci piring, cuci baju, beresin baju, beresin rumah, merajut, blablabla (dan entah apalagi yg dia absen satu2 kemarin :D)"
*bener juga tapi :D*
*************************************************
Dornröschen
Maryam: "Mamah, cantikan mana, Dornröschen (Aurora) atau Arielle?
Mamah: "gak tau, Mamah gak suka Prinzessin sih."
Maryam: "ya cantikan Dornröschen donk."
Mamah: "kenapa?"
Maryam: "kan ada lagunya, Dornröschen war ein schönes Kind.. schönes Kind.. schönes Kind. Dornröschen war ein schönes Kind.. schönes Kind!"
Mamah: *ketawa donk ah* "Eh, beneran Dornröschen yang paling cantik?"
Maryam: "tapi sebenarnya semua Prinzessin cantik sih kata Maryam mah, cuma Jasmine yang haesslich (jelek)."
Mamah: "lho.. kenapa Jasmine jelek?"
Maryam: "soalnya udelnya keliatan."
Mamah: ":)). Kalau Jasmine pake rok yang panjang kayak Prinzessin yang lain jadi cantik gak?
Maryam: "iya."
Mamah: "Kalau orang yang pake jilbab cantik gak kata Maryam?"
Maryam: "iyaaa... Mamah juga cantiiik." *sambil peluk cium mamah*
Mamah: *ya.. ya.. Mamah sepakat deh, sebelum si anak berubah pikiran :))*
*************************************************
Subscribe to:
Posts (Atom)