Lho.. lagi-lagi digabung catatannya seperti yang lalu.. :D
Juli 2009
Ah, saya masih ingat waktu ke dokter gigi saat itu, saya sedang hamil tua-tuanya, benar2 sudah matang. :D Jadwal ke dokter gigi sudah dibuat sejak 6 bulan sebelumnya, jadi saya sudah merencanakan, jadwal ke dokter kali itu bagian si akang yang mengantar, makanya saya buatkan janji dengan jadwal terpagi, agar si akang gak telat-telat amat datang ke kantor hari itu. Apa hendak dikata, ternyata Kang Dian malah dinas luar ke Italia selama seminggu, jadinya semua jadwal dokter minggu itu kembali saya yang menangani..
Pemeriksaannya sama seperti sebelum-sebelumnya, dilihat, dibersihkan dan diberi vitamin (dengan biaya sendiri tentu saja). Dan kali ini Maryam pun ikut dibersihkan giginya, tak hanya dilihat saja. Alhamdulillah kondisi gigi anak-anak baik-baik saja waktu itu. Tampaknya, biaya pembersihan gigi ini benar-benar dihitung per gigi, karena biaya untuk nadin dan Maryam berbeda sekitar 2 Euro, dengan selisih jumlah gigi 4 buah. :D
Januari 2010
Pemeriksaan kali ini agak berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Nadin yang berusia menjelang 5 tahun, kali ini tak hanya diperiksa dokter, tapi juga dirontgen. Berdasarkan pemeriksaan dokter, gigi Nadin tak ada yang berlubang, tapi setelah dilihat dari hasil rontgen, ternyata kelihatan ada 3 buah lubang di giginya. Tepatnya sih di 5 gigi, tapi yang dua terdapat diantara 2 buah gigi. Semuanya gigi yang paling belakang. Jadi hari itu langsung dibuatkan 3 buah jadwal untuk penambalan giginya Nadin. Masing-masing jadwal berselang sekitar 4 minggu.
Dokternya menjelaskan bahwa sebenarnya lubangnya kecil sekali, dan sama sekali tidak berbahaya untuk waktu itu. Tapi kalau dibiarkan, lama kelamaan akan membesar. Jadi sebaiknya cepat ditambal. Saya ditawari dua macam bahan tambalan. Untuk bahan tambal yang biasa, biaya akan ditanggung seluruhnya oleh asuransi. Tapi dengan bahan tambal yang bagus, saya harus menambah bayar 80 Euro (atau 160 ya? lupa.. :D) dari biaya yang sudah dibayarkan asuransi. Setelah menimbang-nimbang di rumah, akhirnya saya memutuskan untuk memakai bahan tambal biasa saja, toh gigi Nadin masih gigi susu, yang akan tanggal juga dalam satu atau dua tahun ke depan. Ternyata setelah dilakukan penambalan, bahan yang katanya biasa itu gak jelek-jelek banget kok, warna bahannya sama dengan warna gigi (putih), bukan amalgam seperti yang saya bayangkan. Udah gitu dikasih sinar pula, yang kalau gak salah di Indonesia ini sudah termasuk tambalan yang okeh. Setelah mengalami ini, ternyata rumor yang sering saya dengar, bahwa perawatan gigi anak tidak ada yang ditanggung asuransi, tidak benar. ;)
Maryam? apa yang terjadi dengannya? Maryam mengalami pemeriksaan standar, dibersihkan dan diberi vitamin. Sembari dibersihkan, sembari si perawat bertanya-tanya tentang kebiasaan menyikat gigi anak-anak di rumah. Waktu itu saya cerita bahwa Maryam senang banget menyikat gigi, dia bisa 3 - 4 kali sikat gigi dalam sehari. Wah, bagus sih, katanya.. tapi jangan diberi pasta gigi lebih dari 2 kali sehari, karena kalau kebanyakan yang tertelan, tidak baik untuk dia, katanya.
Oya, kali itu saya hanya membayar satu saja untuk Maryam. Karena Nadin mempunyai gigi berlubang, maka perawatan Nadin hari itu akan dibayar asuransi, katanya.. Alhamdulillah.. rejeki.. :D
22 Juli 2010
Hari ini kami kembali ke sana. Dan seperti biasa saya selalu deg-degan ketika menghadapi hari ini. Khawatir gigi anak-anak berlubang lagi, dan harus ditambal lagi.. ah.. tidak tega melihatnya..
Dan betapa gembiranya kami ketika dokter memuji-muji gigi anak-anak.. "Wow.. Super! Klasse! Ganz toll!!", berkali-kali saya dengar pujian si dokter sambil memeriksa gigi anak-anak, sampai selesai. Anak-anak gembira, ibunya pun lega.. alhamdulillah.
Tapi di gigi atas kiri yang paling belakang punya Nadin, ada kotoran (karang gigi) yang membuat gusinya sedikit meradang. Katanya hal ini bisa diatasi dengan obat kumur. Dalam beberapa hari kondisinya akan kembali membaik. Jika sedikit tertelan, obat kumur ini tidak akan menyebabkan apa-apa, katanya, anak cukup diberi Kamileentee saja.
Sepulang dari dokter, kami mampir di Supermarket. Eeeh.. anak-anak malah membawa setoples Gummibaerchen.. yaaaahhhh... ya anggaplah hadiah untuk gigi bagus kalian.. :D
Showing posts with label gigi. Show all posts
Showing posts with label gigi. Show all posts
Thursday, July 22, 2010
Thursday, January 8, 2009
Pergi ke dokter gigi bag. 2 dan 3
Berhubung kontrol ke dokter gigi 6 bulan lalu lupa tidak dicatat, maka kali ini sekalian aja ditulis di sini.
Rabu, 11 Juni 2008.
Hari itu jadwal Nadin ke dokter gigi yang kedua. Saya sudah siap dengan kertas di tangan yang berisi persetujuan perawatan yang akan dilakukan pada Nadin di hari tersebut. Perawatan gigi susu memang tidak ditanggung asuransi. Tampaknya mereka tidak mau rugi, karena bagaimanapun juga, gigi susu pasti akan tergantikan oleh gigi dewasa. Jadi, setiap perawatan yang akan dilakukan, tim dokter selalu menjelaskan terlebih dahulu, terutama dalam segi biaya. Perawatan kali itu meliputi pembersihan karang gigi dan pemberian vitamin, tampaknya sih diberi Fluorid, soalnya namanya juga Fluoridierung, yang menghabiskan biaya sebanyak 25,86 Euro.
Gigi Nadin sudah disikat bersih-bersih dari rumah, agar sang dokter bisa melihat dengan jelas kondisi giginya Nadin. Sayangnya, sewaktu di tram, Nadin ingin makan biskuit, dan saya paling tidak bisa menolak keinginan anak untuk makan. Akhirnya, ketika dokter memeriksa, sisa-sisa biskuit banyak sekali bertebaran di mulut Nadin. Dokternya tampak sedikit kecewa, disangkanya Nadin gak pernah sikat gigi. Akhirnya dia menyuruh perawatnya untuk membersihkan gigi Nadin terlebih dahulu. Baru dia periksa lagi. Alhamdulillah kondisi giginya baik-baik saja, tidak ada karies.
Tapi, sebenarnya dia menganjurkan Versiegelung. Yang saya mengerti dari penjelasannya dia, Versiegelung itu semacam dempul. Karena gigi anak cenderung cekung, yang mengakibatkan mudahnya makanan bersarang di situ yang akhirnya bisa menyebabkan gigi berlubang. Makanya untuk mencegah gigi karies, baiknya gigi-geligi anak memakai Versiegelung tadi. Saya tidak langsung mengiyakan, ingin cari pendapat dulu dari suami tentunya.
Setelah berdiskusi, kami memutuskan untuk tidak dulu memakai Versiegelung. Bukan karena harganya yang lumayan sih.. (hampir 180 Euro), tapi masih menimbang-nimbang perlu tidaknya hal tersebut. Akhirnya saat kami di Indonesia, kami diberi kesempatan untuk mendiskusikan hal ini dengan dokter gigi di sana. Ternyata dokter gigi sana malah tidak menganjurkan hal tersebut. Katanya struktur gigi yang cekung tersebut sudah klop antara rahang atas dan rahang bawah. Kalau didempul, nanti malah gak enak untuk anaknya. (Heran 1, kok bisa beda ya dokter sini dan dokter sana). Akhirnya hal tersebut terlupakanlah.. sampai.. hari ini...
Kamis, 8 Januari 2009.
Tidak terasa sudah saatnya kami kembali ke dokter gigi. Kali ini agak beda, soalnya Maryam, yang baru punya 16 buah gigi dan 4 diantaranya baru tumbuh setengah, akan saya coba periksakan juga. Dan saya lupa memberitahu pihak dokter sebelumnya, kalau saya akan memeriksakan gigi Maryam juga hari ini. Untunglah hari ini sepi, jadi tanpa janjian terlebih dahulu, Maryam bisa ikutan diperiksa.
Nadin mendapatkan perawatan persis seperti sebelumnya dengan biaya yang masih tetap sama. Dokter dan perawatnya senang sekali melihat gigi Nadin.. bagus, bersih dan rapi katanya. Hanya ada sedikit karang gigi di gigi seri bawah bagian belakang, itupun langsung dibersihkan sama perawatnya, biaya udah inklusiv dengan yang tadi. Selain itu, kondisinya okeh. Katanya dokter, ini gara-gara saya jarang menggunakan benang gigi. Dan saya diperingatkan untuk membersihkan gigi anak dengan benang gigi, setelah sikat gigi tentunya, setiap malam. (Heran 2: kata dokter gigi di Indo, jangan sering-sering gunakan benang gigi! alasannya lupa euy..)
Kalau Maryam, sebelum pemeriksaan diberi penjelasan yang sama persis seperti yang saya tulis di sini. Dan seperti di rumah, dia sangat susah di suruh buka mulut. Tapi alhamdulillah akhirnya bisa juga. Dan dokter juga belum menemukan apa-apa di giginya. Sejauh ini giginya masih baik, katanya.
Soal Versiegelung, dokter tidak menyinggung-nyinggung lagi. Padahal sebenarnya dari rumah dokumennya sudah dipersiapkan. Buat jaga-jaga, kalau memang tindakan ini sangat diperlukan. Ternyata sepertinya tidak... Ah.. melihat kondisi gigi anak masih baik.. dan kebiasaan menggosok gigi di rumah juga lancar.. (kadang susah sih buat Maryam..) akhirnya saya putuskan untuk tidak dulu, sambil nyari pengalaman dari orang lain dulu deh.. Dan saya harus terus berjuang untuk menjaga gigi anak tetap sehat biar mereka tidak pernah merasakan sakit gigi kayak ortunya..
Aja.. aja.. fighting!!!
Rabu, 11 Juni 2008.
Hari itu jadwal Nadin ke dokter gigi yang kedua. Saya sudah siap dengan kertas di tangan yang berisi persetujuan perawatan yang akan dilakukan pada Nadin di hari tersebut. Perawatan gigi susu memang tidak ditanggung asuransi. Tampaknya mereka tidak mau rugi, karena bagaimanapun juga, gigi susu pasti akan tergantikan oleh gigi dewasa. Jadi, setiap perawatan yang akan dilakukan, tim dokter selalu menjelaskan terlebih dahulu, terutama dalam segi biaya. Perawatan kali itu meliputi pembersihan karang gigi dan pemberian vitamin, tampaknya sih diberi Fluorid, soalnya namanya juga Fluoridierung, yang menghabiskan biaya sebanyak 25,86 Euro.
Gigi Nadin sudah disikat bersih-bersih dari rumah, agar sang dokter bisa melihat dengan jelas kondisi giginya Nadin. Sayangnya, sewaktu di tram, Nadin ingin makan biskuit, dan saya paling tidak bisa menolak keinginan anak untuk makan. Akhirnya, ketika dokter memeriksa, sisa-sisa biskuit banyak sekali bertebaran di mulut Nadin. Dokternya tampak sedikit kecewa, disangkanya Nadin gak pernah sikat gigi. Akhirnya dia menyuruh perawatnya untuk membersihkan gigi Nadin terlebih dahulu. Baru dia periksa lagi. Alhamdulillah kondisi giginya baik-baik saja, tidak ada karies.
Tapi, sebenarnya dia menganjurkan Versiegelung. Yang saya mengerti dari penjelasannya dia, Versiegelung itu semacam dempul. Karena gigi anak cenderung cekung, yang mengakibatkan mudahnya makanan bersarang di situ yang akhirnya bisa menyebabkan gigi berlubang. Makanya untuk mencegah gigi karies, baiknya gigi-geligi anak memakai Versiegelung tadi. Saya tidak langsung mengiyakan, ingin cari pendapat dulu dari suami tentunya.
Setelah berdiskusi, kami memutuskan untuk tidak dulu memakai Versiegelung. Bukan karena harganya yang lumayan sih.. (hampir 180 Euro), tapi masih menimbang-nimbang perlu tidaknya hal tersebut. Akhirnya saat kami di Indonesia, kami diberi kesempatan untuk mendiskusikan hal ini dengan dokter gigi di sana. Ternyata dokter gigi sana malah tidak menganjurkan hal tersebut. Katanya struktur gigi yang cekung tersebut sudah klop antara rahang atas dan rahang bawah. Kalau didempul, nanti malah gak enak untuk anaknya. (Heran 1, kok bisa beda ya dokter sini dan dokter sana). Akhirnya hal tersebut terlupakanlah.. sampai.. hari ini...
Kamis, 8 Januari 2009.
Tidak terasa sudah saatnya kami kembali ke dokter gigi. Kali ini agak beda, soalnya Maryam, yang baru punya 16 buah gigi dan 4 diantaranya baru tumbuh setengah, akan saya coba periksakan juga. Dan saya lupa memberitahu pihak dokter sebelumnya, kalau saya akan memeriksakan gigi Maryam juga hari ini. Untunglah hari ini sepi, jadi tanpa janjian terlebih dahulu, Maryam bisa ikutan diperiksa.
Nadin mendapatkan perawatan persis seperti sebelumnya dengan biaya yang masih tetap sama. Dokter dan perawatnya senang sekali melihat gigi Nadin.. bagus, bersih dan rapi katanya. Hanya ada sedikit karang gigi di gigi seri bawah bagian belakang, itupun langsung dibersihkan sama perawatnya, biaya udah inklusiv dengan yang tadi. Selain itu, kondisinya okeh. Katanya dokter, ini gara-gara saya jarang menggunakan benang gigi. Dan saya diperingatkan untuk membersihkan gigi anak dengan benang gigi, setelah sikat gigi tentunya, setiap malam. (Heran 2: kata dokter gigi di Indo, jangan sering-sering gunakan benang gigi! alasannya lupa euy..)
Kalau Maryam, sebelum pemeriksaan diberi penjelasan yang sama persis seperti yang saya tulis di sini. Dan seperti di rumah, dia sangat susah di suruh buka mulut. Tapi alhamdulillah akhirnya bisa juga. Dan dokter juga belum menemukan apa-apa di giginya. Sejauh ini giginya masih baik, katanya.
Soal Versiegelung, dokter tidak menyinggung-nyinggung lagi. Padahal sebenarnya dari rumah dokumennya sudah dipersiapkan. Buat jaga-jaga, kalau memang tindakan ini sangat diperlukan. Ternyata sepertinya tidak... Ah.. melihat kondisi gigi anak masih baik.. dan kebiasaan menggosok gigi di rumah juga lancar.. (kadang susah sih buat Maryam..) akhirnya saya putuskan untuk tidak dulu, sambil nyari pengalaman dari orang lain dulu deh.. Dan saya harus terus berjuang untuk menjaga gigi anak tetap sehat biar mereka tidak pernah merasakan sakit gigi kayak ortunya..
Aja.. aja.. fighting!!!
Wednesday, September 3, 2008
Agar anak suka gosok gigi...
Meskipun begitu, ada sih beberapa hal yang saya lakukan untuk menjaga anak ini menyukai gosok gigi. Hal-hal yang saya tulis di bawah ini merupakan pengalaman pribadi dan manjur buat anak saya. Belum tentu untuk anak lain, tapi semoga bisa membantu. ;)
1. Pilihkan sikat gigi yang kira-kira disukai anak.
Apakah warnanya warna favorit dia, ataupun bergambar tokoh favorit si anak. Dulu, waktu pertama kali, saya belikan yang warnanya rame aja, karena dia belum punya warna favorit. Berikutnya dibelikan warna pink, kesukaannya... berikutnya yang gambar Winnie the Pooh, belahan jiwanya.. :D Untuuung aja tokoh favoritnya bukan si Unyil atau si Cepot, jadi gak susah nyarinya, heuheuheu... Kalau udah agak gedean, kira-kira umur 3 tahunan, biarkan dia memilih sendiri sikat gigi kesukaannya di toko. Dia jadi lebih rajin gosok gigi deh...
2. Perkenalkan anak menggosok gigi sejak dini.
Sewaktu giginya belum tumbuh, saya belikan dia sikat gigi yang ujungnya karet untuk digigit-gigit. Ketika dia bisa merangkak, saya biarkan dia mengikuti ke kamar mandi agar dia bisa melihat ayah/ibunya menggosok gigi. Biarkan dia memegang sikat gigi juga, saat kita menggosok gigi. Biasanya anak-anak suka seperti ayah/ibunya.. lama-lama dia akan mengikuti memasukkan sikat gigi ke dalam mulutnya dan bertingkah seolah-olah sedang menggosok gigi.
3. Lakukan ritual menggosok gigi bersama.
Ketika anak sudah bisa tegap berdiri dan sudah mempunyai gigi tentunya, ajak anak untuk sama-sama menggosok gigi di wastafel yang sama. Biarkan dia menggosok giginya sendiri saat kita menggosok gigi (biasanya sih sikat gigi hanya digigit-gigit aja atau dia cuman ngemutin odolnya doank). Setelah kita selesai, jangan lupa gosok lagi gigi si anak agar benar-benar bersih. Sampai umur 6 tahun, anak masih perlu dibantu menggosok gigi. Menurut anjuran dokter gigi, baiknya si anak dibaringkan saat menggosok giginya agar lebih mudah.
4. Lakukan hal-hal yang kira-kira dia senangi.
Misalnya menyikat gigi sambil ngaca atau bernyanyi, kalau perlu sambil berdongeng.. :D
5. Beri alasan kenapa harus menggosok gigi.
Setiap akan menggosok gigi, selalu saya bilang, "gosok gigi dulu yuk.. biar bersih.. biar enakkeun.. nanti giginya bagus dan gak bakalan sakit". Seringnya sih gak sepanjang ini.. kalau sama Nadin cukup bilang biar bersih aja. Kalau sekarang, dia sudah bisa merespon. "sekarang kotor yah?!"
"iya"
"ada apa ya?!"
dan ibunya mesti ngabsen makanan apa aja yang dia makan hari itu sejak pagi sampai malam.. :D
Beberapa tips merawat gigi anak yang didapat dari dokter gigi bisa dibaca di sini.
Tuesday, December 18, 2007
Perawatan gigi anak
Ini rangkuman dari penyuluhan yang didapat dari dokter gigi tadi. Moga2 aja gak ada yang salah diartikan atau terlupa.
1. sikat gigi anak dua kali sehari
Selama ini Nadin hanya sehari sekali (mau tidur aja). Kalo sehari dua kali berarti setiap habis sarapan dan mau tidur.
2. sampai umur 6 tahun anak perlu bantuan orang tuanya dalam menggosok gigi yang benar. Kalau dibiarkan sendiri biasanya kurang bersih.
Beberapa waktu lalu pernah ke dokter gigi dekat rumah, dokter gigi dewasa. Kalo menurut si Euceu ini mah, anak itu sebaiknya dibiarkan menyikat gigi sendiri, biar gak merasa terpaksa, yang bisa menyebabkan anak jadi trauma.
Nah kalo Nadin biasanya aku biarkan dia gosok gigi dulu sendiri, maen2 sepuasnya dia. Kalo udah, aku sikat lagi, bilang aja giginya masih kotor. Biasanya dia mau... dan jadi kebiasaan ampe sekarang.
3. Untuk memudahkan menyikat gigi (oleh orang tua), sebaiknya posisi anak berbaring.
Hm.. berarti selama ini kadang-kadang Nadin sikat gigi sambil berbaring, gak salah-salah amat donk, hehe... Awalnya sempet khawatir, takut jadi kebiasaan ampe gede.
4. Dianjurkan untuk menggunakan sikat gigi elektrik. Biasanya pada awal menggunakan anak2 tidak suka, karena berisik dan bikin geli di gigi. Tapi coba aja terus...
Kalo Nadin alhamdulillah sekali pake langsung suka, bahkan kerjaannya sikat gigiiii terus, ampe sikatnya kolaps kehabisan batre, hehe...
5. Karena mulut anak-anak kecil, ruang untuk gigi geliginya menjadi sempit, sehingga setiap sela-sela gigi perlu dibersihkan dengan menggunakan benang gigi. Lakukan hal ini setiap malam.
6. Untuk keamanan (kemungkinan tertelan), gunakan pasta gigi khusus untuk anak-anak, terutama yang mengandung Fluoride.
Pasta gigi anak tidak apa-apa kalau tertelan.
7. sebaiknya lebih banyak minum air putih, jus dan soda sebaiknya dihindari. Kalaupun minum, sebaiknya diencerkan dengan air dan setelahnya sebaiknya sikat gigi
Untung di rumah memang jarang minum jus dan soda.. kecuali kalau ada tamu doank.. :D
8. Hindari makanan yang manis-manis (coklat, permen, dkk). Kalaupun sulit dihindari, usahakan beri setelah makan besar, lalu setelahnya gosok gigi.
1. sikat gigi anak dua kali sehari
Selama ini Nadin hanya sehari sekali (mau tidur aja). Kalo sehari dua kali berarti setiap habis sarapan dan mau tidur.
2. sampai umur 6 tahun anak perlu bantuan orang tuanya dalam menggosok gigi yang benar. Kalau dibiarkan sendiri biasanya kurang bersih.
Beberapa waktu lalu pernah ke dokter gigi dekat rumah, dokter gigi dewasa. Kalo menurut si Euceu ini mah, anak itu sebaiknya dibiarkan menyikat gigi sendiri, biar gak merasa terpaksa, yang bisa menyebabkan anak jadi trauma.
Nah kalo Nadin biasanya aku biarkan dia gosok gigi dulu sendiri, maen2 sepuasnya dia. Kalo udah, aku sikat lagi, bilang aja giginya masih kotor. Biasanya dia mau... dan jadi kebiasaan ampe sekarang.
3. Untuk memudahkan menyikat gigi (oleh orang tua), sebaiknya posisi anak berbaring.
Hm.. berarti selama ini kadang-kadang Nadin sikat gigi sambil berbaring, gak salah-salah amat donk, hehe... Awalnya sempet khawatir, takut jadi kebiasaan ampe gede.
4. Dianjurkan untuk menggunakan sikat gigi elektrik. Biasanya pada awal menggunakan anak2 tidak suka, karena berisik dan bikin geli di gigi. Tapi coba aja terus...
Kalo Nadin alhamdulillah sekali pake langsung suka, bahkan kerjaannya sikat gigiiii terus, ampe sikatnya kolaps kehabisan batre, hehe...
5. Karena mulut anak-anak kecil, ruang untuk gigi geliginya menjadi sempit, sehingga setiap sela-sela gigi perlu dibersihkan dengan menggunakan benang gigi. Lakukan hal ini setiap malam.
6. Untuk keamanan (kemungkinan tertelan), gunakan pasta gigi khusus untuk anak-anak, terutama yang mengandung Fluoride.
Pasta gigi anak tidak apa-apa kalau tertelan.
7. sebaiknya lebih banyak minum air putih, jus dan soda sebaiknya dihindari. Kalaupun minum, sebaiknya diencerkan dengan air dan setelahnya sebaiknya sikat gigi
Untung di rumah memang jarang minum jus dan soda.. kecuali kalau ada tamu doank.. :D
8. Hindari makanan yang manis-manis (coklat, permen, dkk). Kalaupun sulit dihindari, usahakan beri setelah makan besar, lalu setelahnya gosok gigi.
Subscribe to:
Posts (Atom)