Showing posts with label tips. Show all posts
Showing posts with label tips. Show all posts

Wednesday, September 3, 2008

Agar anak suka gosok gigi...

Disaat melihat deretan gigi Nadin yang rapi dan bersih (yang mungkin aslinya tidak sebagus di foto :D), langsung terbersit dalam pikiran orang yang melihatnya bahwa anak ini pasti rajin gosok gigi. Pikiran berikutnya, "bagaimana membuat anak menyukai pekerjaan yang satu ini?". Ah.. saya malu sebenarnya kalau ada orang bertanya begini... karena, dia mempunyai gigi bersih bukan karena ibunya, tapi memang pada dasarnya anak yang satu ini penurut dan suka kebersihan. Tanpa dipaksa dan tanpa trik apapun, sebenarnya dia mau aja kalau diminta gosok gigi dulu sebelum tidur.

Meskipun begitu, ada sih beberapa hal yang saya lakukan untuk menjaga anak ini menyukai gosok gigi. Hal-hal yang saya tulis di bawah ini merupakan pengalaman pribadi dan manjur buat anak saya. Belum tentu untuk anak lain, tapi semoga bisa membantu. ;)

1. Pilihkan sikat gigi yang kira-kira disukai anak.
Apakah warnanya warna favorit dia, ataupun bergambar tokoh favorit si anak. Dulu, waktu pertama kali, saya belikan yang warnanya rame aja, karena dia belum punya warna favorit. Berikutnya dibelikan warna pink, kesukaannya... berikutnya yang gambar Winnie the Pooh, belahan jiwanya.. :D Untuuung aja tokoh favoritnya bukan si Unyil atau si Cepot, jadi gak susah nyarinya, heuheuheu... Kalau udah agak gedean, kira-kira umur 3 tahunan, biarkan dia memilih sendiri sikat gigi kesukaannya di toko. Dia jadi lebih rajin gosok gigi deh...

2. Perkenalkan anak menggosok gigi sejak dini.
Sewaktu giginya belum tumbuh, saya belikan dia sikat gigi yang ujungnya karet untuk digigit-gigit. Ketika dia bisa merangkak, saya biarkan dia mengikuti ke kamar mandi agar dia bisa melihat ayah/ibunya menggosok gigi. Biarkan dia memegang sikat gigi juga, saat kita menggosok gigi. Biasanya anak-anak suka seperti ayah/ibunya.. lama-lama dia akan mengikuti memasukkan sikat gigi ke dalam mulutnya dan bertingkah seolah-olah sedang menggosok gigi.

3. Lakukan ritual menggosok gigi bersama.
Ketika anak sudah bisa tegap berdiri dan sudah mempunyai gigi tentunya, ajak anak untuk sama-sama menggosok gigi di wastafel yang sama. Biarkan dia menggosok giginya sendiri saat kita menggosok gigi (biasanya sih sikat gigi hanya digigit-gigit aja atau dia cuman ngemutin odolnya doank). Setelah kita selesai, jangan lupa gosok lagi gigi si anak agar benar-benar bersih. Sampai umur 6 tahun, anak masih perlu dibantu menggosok gigi. Menurut anjuran dokter gigi, baiknya si anak dibaringkan saat menggosok giginya agar lebih mudah.

4. Lakukan hal-hal yang kira-kira dia senangi.
Misalnya menyikat gigi sambil ngaca atau bernyanyi, kalau perlu sambil berdongeng.. :D

5. Beri alasan kenapa harus menggosok gigi.
Setiap akan menggosok gigi, selalu saya bilang, "gosok gigi dulu yuk.. biar bersih.. biar enakkeun.. nanti giginya bagus dan gak bakalan sakit". Seringnya sih gak sepanjang ini.. kalau sama Nadin cukup bilang biar bersih aja. Kalau sekarang, dia sudah bisa merespon. "sekarang kotor yah?!"
"iya"
"ada apa ya?!"
dan ibunya mesti ngabsen makanan apa aja yang dia makan hari itu sejak pagi sampai malam.. :D

Beberapa tips merawat gigi anak yang didapat dari dokter gigi bisa dibaca di sini.

Tuesday, January 29, 2008

seputar kutu

Di Jerman, ratusan... bahkan ribuan kutu menular setiap harinya. Makanya, bisa saja setiap orang tertular kutu, sama seperti tertular pilek. Mempunyai kutu di kepala bukanlah sesuatu yang memalukan. Hal ini juga tidak berkaitan dengan masalah kebersihan seseorang. Diserang kutu bukanlah penyakit berat, gatal tapi sangat mengganggu dan mengakibatkan penyakit lanjutan.

Apakah kutu itu?
Kutu berukuran sekitar 3 mm, serangga berwarna abu-abu atau coklat muda ini memiliki 6 buah kaki. Biasanya kutu ini merayap dengan lincah, mereka tidak bisa loncat ataupun terbang. Satu-satunya makanan kutu adalah darah. Parasit ini menghisap darah di kulit kepala dalam jangka waktu beberapa jam. Dalam air liur kutu terdapat zat pembius, yang membuat gigitan kutu tidak terasa pada awalnya, tapi kemudian menyebabkan rasa gatal yang sangat mengganggu.

Telur kutu (Nissen) berukuran 1 mm, gundukan gelap yang berada di dekat kulit kepala, menyerupai kuncup bunga. Berbeda dengan ketombe, telur kutu melekat kuat di rambut dan tidak bisa terambil oleh sisir biasa. Kutu dan telur kutu lebih suka berada di bagian belakang kepala, daerah kuping dan tengkuk. Dalam 7 sampai 10 hari telur kutu akan menjadi larva, dimana dalam 7 sampai 10 hari kemudian akan menghasilkan telur lagi.

Bagaimana kutu bisa berpindah?
Kutu dapat berpindah dari satu orang ke orang lain, tapi telur kutu tidak bisa. Penularan bisa terjadi dimana saja, saat kepala berdekatan. Bisa juga melalui suatu benda, dimana benda tersebut bersentuhan dengan rambut, misal topi, handuk, bantal, dll.

Bagaimana menghilangkan kutu?
Sebaiknya pengobatan segera dilakukan secepat mungkin setelah ditemukannya kutu. Obat dapat diperoleh dengan resep dari dokter atau langsung dibeli di Apotek. Baca baik-baik cara penggunaan sebelum pengobatan. Tutupi rambut selama pengobatan dengan handuk atau tutup kepala. Perhatian: untuk anak sampai usia 12 tahun pengobatan kutu ditanggung asuransi.

Hal-hal penting lainnya:
Tidak ada alasan untuk malu. Baik kepala bersih ataupun kotor, masing-masing bisa terkena kutu. Sering keramas hanya menghasilkan kutu yang bersih.

  • Teman-teman dan keluarga
Beritau dan periksa dengan teliti semua orang yang akhir-akhir ini ditemui. Tangani orang-orang ini dengan cara yang sama.
  • Kontrol setelah pengobatan
Setelah pengobatan harus dikontrol setiap hari. Ketika ditemukan lagi kutu yang masih hidup, maka diperlukan pengobatan yang kedua. Kadang-kadang masih ada beberapa larva yang belum mati karena terlindung oleh selubung telur. Paling lambat setelah 8 hari dia akan menetas. Inilah saat yang baik untuk melakukan pengobatan yang kedua.
  • Masih ada telur kutu?
Ketika masih ditemukan telur kutu di rambut, bukan berarti pengobatannya mengalami kegagalan. Telur kutu yang kosong atau sudah mati melekat kuat di rambut seperti telur kutu yang masih hidup. Oleh karena itu, telur-telur kutu ini harus diambil dengan menggunakan sisir khusus untuk telur kutu (basa Sunda: serit) yang terbuat dari logam, dari plastik biasanya tidak berfungsi baik. Untuk mempermudah, sebelumnya rambut dibilas dulu dengan air cuka (cuka : air = 1 : 2)
  • Sebaiknya meminta nasehat dokter, ketika.....
  1. pengobatan yang pertama tidak berhasil
  2. kutu ditemukan di kepala bayi, anak kecil, ibu hamil dan ibu menyusui
  3. kulit kepala sudah terluka karena garukan atau meradang
  4. sebelumnya sudah terdapat penyakit lain di kulit kepala
  • Apa yang masih bisa dilakukan?
Kutu dapat berpindah dari satu kepala ke kepala lain. Barang-barang di rumah pun jarang luput dari makhluk yang satu ini. Kutu bisa ditemukan di:
  1. pakaian, handuk, sprei, selimut, alas kain.
  2. mebel yang berjok (misal: sofa), autositz
  3. sisir, sikat rambut
  4. boneka
Cara yang bisa digunakan untuk membasmi kutu dalam benda-benda tersebut:
  1. pemanasan atau pencucian dalam suhu 60 derajat Celcius
  2. pembekuan pada suhu -20 derajat Celcius selama 2 hari
  3. penyimpanan dalam pastik tertutup selama lebih dari 1 minggu dalam temperatur kamar. Kutu akan kelaparan dalam 2-3 hari, kutu telur bisa hidup lebih lama.
  4. Untuk karpet dan mebel cukup dibersihkan dengan penyedot debu. Jangan gunakan zat pembersih.
diterjemahkan dan dirangkum dari Lausige Zeiten können schnell vorbei sein dan Den Läusen Beine machen, aber richtig!

Wednesday, December 19, 2007

Alufolie: Si Perak yang serba bisa

Aluminium folie (Alufolie) yang selama ini sering kita gunakan untuk membungkus roti, ternyata mempunyai banyak kegunaan lain. Alufolie bisa juga digunakan untuk memasak dan menyimpan makanan. Kedua permukaan Alufolie kedap terhadap gas dan cahaya. Oleh karena itu, aroma dari makanan tidak akan keluar, begitupun dengan zat asing dari luar tidak akan dapat masuk. Dia juga tahan panas, tidak mudah sobek dan sangat tipis. Memasak dengan Alufolie itu mudah, cepat dan sehat, ujar seorang koki yang namanya tidak tercatat itu, hehe... Sang Koki mendemokan beberapa masakan yang menggunakan Alufolie, salahsatunya begini: butter, lachsfillet (salmon), bayam dan wortel disimpan di atas alufolie, kemudian lengkapi dengan basilikum, garam dan minyak zaitun. (Sebenarnya dia juga nambahin wine putih sih... tapi kita kan gak boleh ya?!). Bungkus rapat, kemudian panggang.

Alufolie bisa juga digunakan di dalam freezer. Meskipun alufolie termasuk logam, tapi dia boleh dimasukkan ke dalam mikrowave, tapi jangan lupa menggunakan tutup. Meskipun begitu, orang lebih suka memakan makanan dingin daripada dihangatkan dalam mikrowave.

Alufolie mempunyai dua permukaan berbeda, yang satu mengkilap dan satunya lagi tidak. Permukaan mana yang digunakan untuk bagian dalam atau bagian luar bungkus?? Jawabannya adalah terserah. Terjadinya perbedaan kedua permukaan  tersebut karena dalam proses pembuatan alufolie terlalu tipis, sehingga perlu digandakan agar tidak mudah robek. Setelah proses penggilingan, kedua lapis alufolie tadi kembali dipisahkan. Oleh karena itulah, bagian luarnya mengkilat, sedangkan bagian dalamnya tidak. So, secara fungsional, kedua sisi tersebut sama saja.

Alufolie juga dapat digunakan untuk mengkilapkan kembali peralatan stainless steel (edelstahl). Caranya?? Siapkan wadah yang dilapisi alufolie, masukkan air hangat ke kuku ke dalamnya dan sedikit garam. Jangan lupa perabotannya ya?! Biarkan 30 menit. Peralatan tersebut jadi mengkilap kembali seperti baru. Bisa juga untuk mengkilapkan wastafel yang terbuat dari stainless. Gosok permukaan wastafel dengan menggunakan alufolie (yang sudah di remas2 hingga jadi seperti gulungan bola) dengan campuran sedikit air.

Gunting tumpul pun bisa diasah dengan menggunakan alufolie. Caranya?? Gunakan gunting  tersebut pada alufolie. Setelahnya gunting menjadi tajam kembali.

Hati-hati untuk yang memiliki tambalan gigi dari amalgam. Jika alufolie tergigit, alufolie dan amalgam akan menghasilkan tegangan listrik. Sehingga biasanya akan terasa sakit.

Dirangkum dari Wissenhunger ed. 18.12 2007

Tuesday, December 18, 2007

Perawatan gigi anak

Ini rangkuman dari penyuluhan yang didapat dari dokter gigi tadi. Moga2 aja gak ada yang salah diartikan atau terlupa.

1. sikat gigi anak dua kali sehari
Selama ini Nadin hanya sehari sekali (mau tidur aja). Kalo sehari dua kali berarti setiap habis sarapan dan mau tidur.

2. sampai umur 6 tahun anak perlu bantuan orang tuanya dalam menggosok gigi yang benar. Kalau dibiarkan sendiri biasanya kurang bersih.
Beberapa waktu lalu pernah ke dokter gigi dekat rumah, dokter gigi dewasa. Kalo menurut si Euceu ini mah, anak itu sebaiknya dibiarkan menyikat gigi sendiri, biar gak merasa terpaksa, yang bisa menyebabkan anak jadi trauma.
Nah kalo Nadin biasanya aku biarkan dia gosok gigi dulu sendiri, maen2 sepuasnya dia. Kalo udah, aku sikat lagi, bilang aja giginya masih kotor. Biasanya dia mau... dan jadi kebiasaan ampe sekarang.

3. Untuk memudahkan menyikat gigi (oleh orang tua), sebaiknya posisi anak berbaring.
Hm.. berarti selama ini kadang-kadang Nadin sikat gigi sambil berbaring, gak salah-salah amat donk, hehe... Awalnya sempet khawatir, takut jadi kebiasaan ampe gede.

4. Dianjurkan untuk menggunakan sikat gigi elektrik. Biasanya pada awal menggunakan anak2 tidak suka, karena berisik dan bikin geli di gigi. Tapi coba aja terus...
Kalo Nadin alhamdulillah sekali pake langsung suka, bahkan kerjaannya sikat gigiiii terus, ampe sikatnya kolaps kehabisan batre, hehe...

5. Karena mulut anak-anak kecil, ruang untuk gigi geliginya menjadi sempit, sehingga setiap sela-sela gigi perlu dibersihkan dengan menggunakan benang gigi. Lakukan hal ini setiap malam.

6. Untuk keamanan (kemungkinan tertelan), gunakan pasta gigi khusus untuk anak-anak, terutama yang mengandung Fluoride.
Pasta gigi anak tidak apa-apa kalau tertelan.

7. sebaiknya lebih banyak minum air putih, jus dan soda sebaiknya dihindari. Kalaupun minum, sebaiknya diencerkan dengan air dan setelahnya sebaiknya sikat gigi
Untung di rumah memang jarang minum jus dan soda.. kecuali kalau ada tamu doank.. :D

8. Hindari makanan yang manis-manis (coklat, permen, dkk). Kalaupun sulit dihindari, usahakan beri setelah makan besar, lalu setelahnya gosok gigi.