Showing posts with label jalan. Show all posts
Showing posts with label jalan. Show all posts

Tuesday, April 14, 2009

Jalan-jalan ke Bonbin




Jarang-jarang juga sih kami jalan-jalan ke sini.. tiketnya itu.. kerasa banget.. Eh, tapi masih mahalan Playmobil dink.. soalnya di sini (ternyata) ada tiket keluarga, jadi bisa lebih murah. Selain itu, capenya juga sih.. kelalang-keliling.. lumayan menghabiskan tenaga.

Apalagi kemaren, jalan-jalannya rada maksa sebenarnya. Mengingat hari Minggunya kami udah piknik di Olympiapark sampe sore. Tapi anak-anak udah dijanjiin sejak lama mau jalan-jalan ke bonbin. Rencananya sih minggu lalu kami ke sana, sayangnya anak-anak malah demam, jadinya diundur. Nah, kemaren mereka cuman batuk pilek aja.. gak apa-apalah dibawa jalan, apalagi mereka ceria-ceria aja.. Ditambah lagi ada info kalau di sana hari itu ada acara berburu telur paskah. Kayaknya bakal menarik buat anak-anak.. pikir saya.

Dalam bayangan saya, telur-telur coklat bakal disebar di seluruh kebun binatang. Anak-anak tinggal mungutin sambil jalan.. Ternyata.. pas ke sana, jauuuuh dari yang saya bayangkan. Pertama, yang dicari ternyata bukan telur paskah, melainkan Goldhasen (kelinci emas), itu lho.. coklat kelinci Lindt yang tenar banget itu. Itupun bukan kelincinya langsung yang dicari, tapi anak-anak di suruh mencari 11 huruf yang tersebar di seluruh area kebun binatang, dengan petunjuk-petunjuk yang diberikan dalam selembar kertas. Setelah selesai, si anak boleh menukarkan hasil buruannya dengan sebuah coklat kelinci tadi. Permainan ini cocok buat anak yang udah sekolah sih.. pertanyaannya buat saya sendiri lumayan susah.. hehe.. jadinya gak dikerjain. Apalagi anak-anak lagi pada batuk, nambah alesan untuk tidak menebus coklatnya.. :D

Pulangnya, tanpa sengaja kami menemukan ada aksi dandan anak gratis (Kinderschminken), yang pastinya, Nadin begitu melihat posternya aja langsung kepengen. Hari itu akhirnya jadi hari yang cukup melelahkan tapi menyenangkan pastinya.. ;)

Sunday, January 6, 2008

missing London soooo badly...

Jadi, ceritanya kemaren kami pergi memenuhi undangan seorang teman. Karena perjalanan jauh (hampir sejam gitu loh.. padahal masih dalam kota), aku udah terkantuk-kantuk gitu di dalam kereta. Pas orang-orang pada turun, aku masih duduk dengan tenangnya di kursi sambil gendong Maryam. Tiba-tiba satu suara (logat Betawi) mengagetkanku, "Ina!!! mo turun gak?!!!". Dan saat itulah aku baru sadar kalo kami udah sampai. Untuuuung aja masih sempet turun...

Kejadian ini mengingatkan aku kembali ke kejadian yang sama kira2 1,5 taun yang lalu. Waktu itu, si Akang dan teman-temannya (Prio, Yuki dan Maul) yang tergabung di Sabilulungan mendapatkan undangan dari KBRI London. So, sebagai istri yang baik, aku dan Ninoek harus menemani suami donk... :D:D:D:D Jadilah kami ketemuan di sana, berhubung kami berasal dari 4 kota yang berbeda, jadi berangkatnya gak bisa bareng-bareng.

Ketika itu kami naik Tube (kereta bawah tanah), dan kebetulan Tube-nya penuh, jadinya kami duduk agak berpencaran. Karena kecapean... mata ini tak bisa ditahan lagi untuk terpejam. Dan dalam sekejap, aku sudah berada di negri lain ;) Tiba-tiba ada satu tangan dengan kuatnya menarikku keluar dari negri yang indah itu. Membawaku terbang secepat angin.. entah kemana.. Ketika kuinjakkan kakiku, terdengar suara pintu ditutup.. *brug* disusul suara orang-orang ketawa disekitarku. Meskipun masih setengah sadar, tapi aku bersyukur kalo si Akang masih sempet menyelamatkanku di detik2 terakhir Tube akan berangkat lagi. Kalo nggak....

Waktu itu, meskipun hanya sedikit waktu yang kami punya, tapi alhamdulillah kami masih sempat jalan-jalan ke beberapa tempat terkenal di London. Kayak ke Buckingham Palace (cuman nongkrong di luar sih..), ke London Bridge, Tower of London, London Eye, Big Ben, kemana lagi ya?? (kemana lagi, Noek??)

Oya, karena aku dan kang dian datang sehari lebih awal dibanding yang lain, kami sempet jalan2 seharian berdua aja.. salah denk... bertiga aja ama Nadin. :D Lumayanlah bisa keliling-keliling di kotanya, di pasar.. sambil nongkrongin yang ngamen (yang ngamen di sini kan unik-unik ya?). Sayangnya waktu itu kami gak nuker uang Poundsterling dari Jerman, gak bawa uang cash Euro, karena keblaguan si Akang yang punya kartu Visa. Karena jarang dipake, alhasil dia lupa tuh PIN-nya. Akhirnya sampai di blok deh tuh kartu. Kebayang gak di negri orang gak punya uang?? Untungnya Jeng Ninoek yang pernah sekolah di New Castle (bener kan, Noek?) tau di bank mana kita bisa ngambil uang pake kartu Deutsche Bank. Jadi besoknya kami bisa makan dan jajan-jajan lagi :D

Nah, ternyata meskipun sama-sama Eropa, tapi kalau dibandingkan London dan Munich banyak bedanya.

1. Dalam masalah harga. Sebenarnya dua-duanya sama mahalnya sih, tapi London jelas lebih mahal dibanding Munich, karena mata uangnya lebih tinggi harganya. Misal harga Doener sama-sama 3, di sini 3 Euro, di sana 3 Pound. Uang transport yang kerasa mahal banget sih. Kami beli yang mingguan terhitung 26 Pound waktu itu, sedangkan di Munich hanya 15 Eur.

2. Transport umum. Jelas lebih enak di Munich. Kereta2 baik U-Bahn atau S-Bahn, bis dan tram relatif nyaman, dan yang terpenting bagi seorang ibu seperti diriku, selalu tersedia tempat untuk menyimpan kinderwagen (stroller). Begitupun hampir di setiap stasiun selalu ada lift atau tangga jalan (meskipun sekali-kali rusak sih..). Kalo di London, Tube tuh kesannya tua banget ya? apa tua beneran :D jadi yaa.. agak2 kuno gitu (baca: grasak-grusuk). Konon katanya Tube memang Subway tertua sedunia ya? Dan tampaknya London memang melestarikan kendaraan-kendaraan kuno. Seperti bis yang merah tingkat itu, serta taksinya juga. Tapi meskipun model antik, mungkin mesinnya mah dah diupgrade ya?! Hanya kekurangannya... Bis hanya bisa mengangkut satu stroller saja, kalo lebih harus dilipat, atau menunggu bis berikutnya. Anehnya Taksi... yang di sini gak mungkin bawa stroller, di sana bisa masuk begitu saja, tanpa dilipat.. (hebat!!). Kekurangan yang lain, hampir di setiap stasiun, selalu terdapat tangga. Jadi kami harus selalu angkat junjung stroller. Lumayan berat juga.

3. London itu kotanya terkesan sibuk sekali, banyak orang lalu-lalang (la wong aku jalan2nya di kota, pasti banyak orang lah...). Di Munich juga sih, tapi itu cuman di Marienplatz, itupun kalo weekend, ato pas piala dunia yang lalu, ato pas Oktoberfest.

4. Orang-orangnya di London cenderung kurang disiplin. Terlihat ketika menyebrang jalan. Kalo di sini, ketika lampu lalu lintas untuk mobil udh merah, dan lampu untuk pejalan kaki belum hijau, orang-orang masih belum menyebrang. Kalau kita nyebrang pas lampu masih merah, maka kita akan menyebrang sendirian aja. Sedangkan waktu di London... kita akan menyebrang sendirian kalau kita menunggu lampu hijau nyala, yang lain udah pada nyebrang dari tadi :p Selain itu, misalnya di stasiun terdapat dua jalur tangga. Aku pikir tangga itu satu jalur untuk naik, satu jalur untuk turun. Ternyata.. mereka pake seenaknya aja. Ketika kami mau turun tangga menuju Tube, kami berbarengan dengan turunnya orang-orang dari Tube, dan mereka semua naik dengan kedua jalur tadi, alhasil kami gak bisa turun... dan kamipun ketinggalan Tube :((

5. Di London hampir di setiap pojok jalan kita bisa menemukan makanan halal. Dari mulai makanan timur tengah sampai ayam goreng. Pokoknya asyiiik deh... Jadi kalo males masak, kayaknya tinggal beli aja. Gampang kan? Kalo di Munich, agak susah nih, kalopun ada hanya masakan Turki atau Timur Tengah saja, itupun mahal. Jadinya kami makan diluar kalo lagi kepepet aja deh.

6. Di London banyak Museum yang tiket masuknya gratis. Sayang kami tidak punya banyak waktu... jadinya gak bisa keluar masuk Museum. Kalo di sini, rata-rata Museum itu harus selalu bayar.

Meskipun waktu itu banyak nemu negatifnya London.. (ya.. cuman dikit sih jalan2nya, gak sempet liat semuanya), tapi pengen banget satu saat kami dikasih kesempatan lagi buat jalan-jalan di London.