Showing posts with label liburaneuy. Show all posts
Showing posts with label liburaneuy. Show all posts

Friday, August 22, 2014

Yang Konyol dari Spanyol

22.08.2014, Albayzin, Granada.

Begitu kami sampai ke apartemen, kami sudah ditunggu ternyata. Namun yang menunggu bukanlah resepsionis, jadi kami harus menunggu sang resepsonis datang dari pergaulannya. *lol* Tak lama kemudian, doi datang sambil bawa2 buku, sepertinya catatannya doi tuh.

"Hallo." sapanya ramah.
"Hallo" jawab kami.
"Nama?"
"DN"
"Anda booking dari anu.com?"
"Bukan, dari apa.com"
"Oh, saya tidak punya reservasi atas nama anda.." katanya sambil melihat catatannya.
 

 *apppaaaaa???? Setelah nanjak berbukit2 sambil geret2 koper plus ngegiring anak 3, kalimat tersebut langsung bikin si mamah pingsan bangun guling2*


"Hm.. boleh saya liat tanda booking Anda?" tanyanya.


Karena kami gak ngeprint bukti booking, maka si akang buka HP dulu *untung gak habis batre*


"Saya sebenarnya sedang nunggu tamu yang lain sih dr apa.com" kata si resepsionis, sambil menyimpan bukunya di meja, dan dia menuju suatu pojok ruangan untuk membetulkan sesuatu.


Saat itulah list si resepsionis keintip ama si akang.
"Hey, ini kan nama saya."
"Oh, ini Anda? Saya pikir anda orang Jerman!" katanya terkejut.

*mamah gigit2 koper.. huaaaa.. kebangetan nih resepsionis.. setidaknya akhirnya doi tau, di jerman ada jg yg kulitnya gosooong...*

Tuesday, August 24, 2010

ICE

ket: ICE = Intercity Express = Kereta cepat di Jerman.

Gara-gara terlalu heboh memborong tiket murah sekitar 2 bulan yang lalu, akibatnya kami kini masih punya satu set tiket kereta. Berhubung si akang sedang super sibuk di kantornya, rada-rada susah juga meluangkan waktu untuk jalan-jalan. Bahkan jalan-jalan dua minggu lalu pun dengan sangat terpaksa hanya memanfaatkan akhir pekan saja. Tapi sebenarnya sekarang bapaknya anak-anak sedang cuti, tapi malasnya minta ampun kalau jalan-jalan di saat bulan puasa, apalagi puasa tahun ini termasuk puasa yang sangat panjang (kurang lebih 16,5 jam). Berhubung masa berlaku si tiket sudah hampir habis, maka mau tak mau kami harus memanfaatkan tiket itu agar terpakai. Akhirnya jadi bingung sendiri mau kemana, padahal kalau lagi gak punya tiket biasanya banyak maunya.

Sambil berbuka, sambil diskusi, iseng saya tanya anak-anak yang masih juga pada aktif di penghujung hari seperti itu.

Mama: "Nadin, mau naik ICE lagi?"
Nadin: "Mau!"
Mama: "Nadin maunya kemana?"
Nadin: "ke Hamburg!"
Maryam: (spontan menimpali) "Hamburg mah jauuuuuuhhhhhh" sampai manyun deh ngomongnya. :D

Mama: "Emang kalau Maryam maunya kemana?"
Maryam: "Ke Bandung!"

...dan semua pun tertawa..

Nadin: "Bandung mah paling jauh atuh." maksudnya mungkin lebih jauh lagi.
Papa: "Ke Bandung mah gak bisa naik ICE, mesti naik pesawat!"
Maryam: "Tapi kan di Bandung ada Beng-beng.. heheheh"

*gubrak*

*Aduh, Neng, diantara banjirnya coklat yang enak-enak di sini, ternyata kamu masih lebih suka Beng-beng... Pasti ini gara-gara Tante Pipit nih :D*

Friday, August 13, 2010

Liburan Pekan 1: Jumpa Alishya (Hamburg-Sylt)




Nadin dan Alishya, terlahir di kota yang berbeda, tidak pernah hidup di kota yang sama, hanya setahun sekali berjumpa, hubungan darah juga tak ada, tapi ada ikatan istimewa diantara mereka. Tidak pernah lupa satu sama lain meski jarang bersua, saat-saat berpisah tak pernah luput dr tetesan air mata. Ah, sayang, semoga kalian bisa seperti ini terus sampai tua.

Liburan ke Hamburg-Sylt bersama MamangYuki dan Bi Tuni. Sayangnya Mamang Maul gk bisa ikutan, padahal kalau lengkap (mungkin) bisa main kendang bareng lagi. :D

Terima kasih untuk Bude Ninoek dan Pakde Prio yang telah menyambut kedatangan kami dengan hangat, menjadi tuan rumah yang hebat selama kami di sana. Terima kasih juga untuk MamangYuki dan BiTuni untuk masakannya yang L E Z A T. Maaf kami untuk Mbak Helwah, Teh Yanti dan Teh Evie di Bremen karena tidak sempat mampir. Ternyata liburan 3 hari SANGAT KURANG. Berharap bisa kembali ke Hamburg, bisa kembali ke Sylt dan bisa mampir ke Bremen. Kesimpulan liburan kali ini, saya sangat tidak keberatan kalau ternyata suatu saat kami harus pindah ke Hamburg. :D

Monday, August 2, 2010

Liburan Pekan 0: Wasserfan




Tampaknya kami semua memang termasuk penggemar air, menyenangi semua permainan yang berhubungan dengan air, sayangnya tidak termasuk mandi apalagi keramas.. *sigh* Di saat akan jalan-jalan dengan anak-anak, yang ditanyakan pertama kali, "Ada air gak?".

Berikut foto2 di awal liburan panjang tahun ini, foto pertama menyengaja naik kapal kecil di danau di Englischer Garten (ceritanya ingin naik kapal di danau, tapi gak mau jauh-jauh, akhirnya terpilihlah danau yang letaknya di tengah kota ini). Sisanya main-main di sungai paling terkenal di munich, sungai Isar.

Saturday, April 10, 2010

Petualangan di Kebun Binatang

Sejak kecil saya tidak pernah bosan dengan acara kunjungan ke kebun binatang. Bahkan sewaktu sibuk mengerjakan tugas akhir, sempat-sempatnya saya bersama teman-teman satu lab jalan-jalan ke kebun binatang (kebetulan kampus kami bersebrangan dengan kebun binatang Bandung), mana pake nego segala biaya masuknya, hahaha.. maklumlah.. namanya juga mahasiswa. :D Makanya sekarang pun saya tidak pernah keberatan saat anak-anak ingin jalan-jalan ke sana. Meski yang dilihat masih yang itu-itu saja, dan suasananya pun tidak banyak berubah. Kunjungan ke kebun binatang tampak sudah menjadi ritual tahunan buat kami. Saat musim dingin telah lewat, dan saat liburan kami hanya menghabiskan waktu di rumah saja, kebun binatang pasti menjadi alternatif jalan-jalan di dalam kota.

Liburan kali ini kami merencanakan pergi ke sana. Saya coba mengajak beberapa orang teman, namun tampaknya tidak ada yang tertarik. Ada yang tertarik, namun waktunya tidak pas. Tunggu punya tunggu, akhirnya liburan pun hampir habis. Tapi janji dengan anak-anak sudah dibuat sejak awal liburan. Saya pun nekat pergi sendirian ke sana (biasanya selalu dianter si akang, kalau nggak, barengan sama teman yang juga membawa anak-anaknya). Saya pikir, transport ke sana mudah (apalagi dari rumah kami hanya 5 halte bis saja, atau 4 halte bisa + 1 halte U-Bahn), jalan-jalan di sana pun gak akan susah (medannya disesuaikan untuk anak-anak).

Akhirnya, di hari terakhir liburan kami pun meluncur ke sana. Saya memilih masuk dari gerbang Flamingo karena lebih dekat dari rumah. Antrian panjang di pintu masuk memberikan saya waktu untuk memilih tiket yang paling murah untuk kami berempat. Ada berbagai macam pilihan tiket, dari mulai tiket perorangan, tiket keluarga sampai tiket rombongan. Akhirnya saya memilih tiket keluarga kecil (untuk 1 orang tua + 2 atau lebih anak sendiri) seharga 11,5 Eu.

Baru saja masuk ke kebun binatang, yang pertama ditanyakan anak-anak, dimanakah Spielplatz (playground a.k.a arena bermain)? *gubrags*. Setelah melihat Flamingo dan Aquarium, Maryam kelaparan. Akhirnya kami makan dulu di depan kandang Kangguru. Hampir di setiap kandang dan beberapa tempat lain, selalu terdapat beberapa bangku untuk beristirahat sejenak, menikmati bekal sambil melihat binatang dan tingkahnya yang lucu-lucu. Jadi kalau jalan-jalan ke sini, gak perlu bawa tikar, yang ada nanti malah bingung mo dihamparin dimana?.

Kebun binatang di sini berbeda dengan kebun binatang di Bandung. Masing-masing binatang diberikan kandang yang sesuai dengan habitat aslinya. Jadi, misalnya harimau, tidak hanya ada dibelakang jeruji besi dengan sebatang pohon gundul. Tapi kandangnya benar-benar seperti hutan, luas dan lebat dengan pohon. Di sekeliling 'hutannya' itu dibuat sungai, untuk mencegah dia keluar kandang. Selain itu, kondisi binatang-binatangnya pun gemuk dan sehat, jadi tidak sedih saat melihatnya. Orang Utan, binatang yang berasal dari tanah air kita mempunyai istana sendiri di sini, disebutnya Orang Utan Paradise. Rasanya sedih dan malu ketika membaca2 ceritanya. Disebutkan bahwa Orang Utan ohne Heimat alias gak punya rumah. Kenapa? karena hutan2 habitat mereka kini sudah dibakari dan ditebangi. Aarrrghh.. untung orang2 yang ada di situ gak tau kalau saya dari Heimat (tanah air) yang sama dengan orang utan. 

Tanpa disengaja, ternyata di Tierpark Hellabrunn masih heboh dengan seleb barunya, Jamuna Toni, bayi gajah yang lahir 21 Desember 2009 lalu. Kenapa heboh? katanya ini adalah bayi gajah pertama yang dilahirkan di sini dalam 60 tahun terakhir. Tapi memang semua bayi itu lucu.. gak bayi manusia.. gak bayi gajah.. sama-sama menggemaskan. Jamuna belum biasa dengan dunia panggung, jadinya dia terus-terusan mengikuti pengasuhnya. Kalau pengasuhnya istirahat, dia juga ikutan istirahat.. :D

Anak-anak paling senang saat mengunjungi daerah kutub (di kebun binatang ini, binatang-binatang dilokasikan berdasarkan benua asalnya). Mereka senang sekali melihat penguin dan beruang kutub. Sayangnya saat ini, kandang beruang kutub sedang diperbaiki dan beruangnya diisolir untuk sementara waktu ke tempat lain. Dari sinilah anak-anak melihat Spielplatz.. dan saya tidak pernah menyangka kalau kami akan mengalami suatu ketegangan yang bikin jantung saya dagdigdug terus.

Saking semangatnya anak-anak udah langsung aja memasuki sebuah pagar. Ternyata sebenarnya itu bukanlah pagar masuk ke Spielplatz. Di situ hanya taman yang dilengkapi beberapa ekor kambing yang boleh dielus-elus oleh pengunjung, Tapi di sana juga terdapat sebuah jembatan gantung raksasa yang menghubungkan tempat itu dengan Spielplatz. Berhubung Ligar nangis saat itu, saya pikir ini tempat yang pas untuk menyusuinya, karena tempat itu relatif sepi (kecuali di jembatan gantung).

Setelah saya pangku Ligar, ternyata kedua gadis saya sudah tidak ada di sebelah saya lagi. Saya cari-cari, ternyata mereka sedang berpegangan tangan di atas jembatan gantung. *big OOW* tangan kanan Maryam memegang tali jembatan sebelah kanan, tangan kiri Nadin memegang tali jembatan sebelah kiri, dan mereka masing2 saling berpegangan tangan. Sehingga posisi mereka kini menghalangi orang-orang dari kedua jalur *big big OOW* Dan mereka tidak mau maju kalau jembatannya bergoncang-goncang dengan kencang. Jembatan gantung menjadi macet gara-gara mereka. Sayapun menjerit dalam hati, meminta pertolongan, karena rasanya sulit untuk saya menolong mereka. Tapi.. siapa yg bisa menolong saya?? saya kan datang sendiri. Kalau minta tolong orang lain, yang ada mungkin malah disalahkan dan ditangkap gara-gara membiarkan anak-anak pergi ke sana sendirian. Fyi, dijembatan itu semuanya orang dewasa dan anak-anak yang sudah cukup besar. Anak-anak kecil segede Nadin dan Maryam pasti dituntun oleh orang tuanya. Akhirnya saya pun nekad terjun ke sana, sambil komat-kamit dalam hati, semoga mereka tidak menangis selama saya belum sampai ke sana. Oooh.. anak-anakku.. tunggu ibumu!! Ternyata tidak mudah juga untuk menggapai posisi mereka, karena posisi saya dan mereka terhalang cukup banyak orang. Untungnya ada bapak-bapak yang menyadari hal itu, dan dia membetulkan posisi Nadin supaya berjalan di sebelah kanan, jalur yang sama dengan Maryam. Dan orang-orang dari arah berlawanan mulai bisa maju ke arah kami. Setelah kosong, orang-orang dari arah kami bisa lewat juga ke arah sebrang. Saya mencoba menenangkan anak-anak dengan berteriak2 bahwa "Mama di sini, Mama datang, tunggu Mama yah.. pegangan erat2 yah, Sayang". Akhirnya.. setelah sekian lama sayapun bisa berada di belakang mereka. Saya kasih mereka instruksi untuk maju pelan-pelan, tidak takut dan terus pegangan. Terus terang saya tidak bisa memegangi mereka karena tangan kiri saya mangku Ligar, tangan kanan pegangan ke tali. Kalau tidak pegangan, saya bisa jatuh, atau mungkin Ligar yang akan terlempar ke kolam *Ya Allah.. semoga tidak..*. Sambil mulut ini teruuus memberi semangat ke anak-anak.. sambil hati ini teruuus minta pertolongan Allah.. supaya kami bisa selamat sampai di ujung. Akhirnya, perjalanan menegangkan pun selesai. Kata Nadin, "Mama, kalau udh sampai di sana, kita balik lagi ya?" dengan penuh semangat. "NEIN!". Dagdigdugnya jantung ini masih teruuuuussss kebawa-bawa. 

Setelah kejadian ini, anak-anak masih bisa enjoy main-main. Tapi saya yang ketakutan, rasanya kepikiran terus kejadian ampul-ampulan di jembatan gantung tadi *duh*. Alhamdulillah saat itu kami bisa pulang dengan selamat. Anak-anakpun tidak ada yang tertidur, kecuali Ligar. Tapi.. hm.. masih beranikah saya pergi ke sana sendirian?? hihi.. tentu saja.. tapi jadi waspada jembatan gantung.. ;)


Wednesday, April 15, 2009

Liburan


tas bergambar Nadin

Liburan kali ini lebih istimewa dibandingkan liburan2 sebelumnya. Soalnya si Akang juga kebetulan sama-sama (di)libur(kan). Jadinya kami bisa pergi bersama-sama kemana saja. Kebetulan cuaca benar-benar mendukung untuk beraktivitas di luar rumah. Meski tidak semuanya berjalan sesuai rencana, tapi alhamdulillah tetep menyenangkan. Dan satu hal yang patut disyukuri, di liburan kali ini, kami berhasil mengunjungi orang-orang yang memang ingin kami temui sejak lama, meski belum semua nih.. Dan sayangnya tidak semua event kefoto.. biarlah.. yang penting orang-orang itu ada di hati ya?!

Ternyata asyik juga ya suami di rumah terus.. banyak dibantuin.. Seandainya dia libur selamanya.. *dezighhhh* Mo makan apa nanti, Neng??

Tuesday, April 14, 2009

Jalan-jalan ke Bonbin




Jarang-jarang juga sih kami jalan-jalan ke sini.. tiketnya itu.. kerasa banget.. Eh, tapi masih mahalan Playmobil dink.. soalnya di sini (ternyata) ada tiket keluarga, jadi bisa lebih murah. Selain itu, capenya juga sih.. kelalang-keliling.. lumayan menghabiskan tenaga.

Apalagi kemaren, jalan-jalannya rada maksa sebenarnya. Mengingat hari Minggunya kami udah piknik di Olympiapark sampe sore. Tapi anak-anak udah dijanjiin sejak lama mau jalan-jalan ke bonbin. Rencananya sih minggu lalu kami ke sana, sayangnya anak-anak malah demam, jadinya diundur. Nah, kemaren mereka cuman batuk pilek aja.. gak apa-apalah dibawa jalan, apalagi mereka ceria-ceria aja.. Ditambah lagi ada info kalau di sana hari itu ada acara berburu telur paskah. Kayaknya bakal menarik buat anak-anak.. pikir saya.

Dalam bayangan saya, telur-telur coklat bakal disebar di seluruh kebun binatang. Anak-anak tinggal mungutin sambil jalan.. Ternyata.. pas ke sana, jauuuuh dari yang saya bayangkan. Pertama, yang dicari ternyata bukan telur paskah, melainkan Goldhasen (kelinci emas), itu lho.. coklat kelinci Lindt yang tenar banget itu. Itupun bukan kelincinya langsung yang dicari, tapi anak-anak di suruh mencari 11 huruf yang tersebar di seluruh area kebun binatang, dengan petunjuk-petunjuk yang diberikan dalam selembar kertas. Setelah selesai, si anak boleh menukarkan hasil buruannya dengan sebuah coklat kelinci tadi. Permainan ini cocok buat anak yang udah sekolah sih.. pertanyaannya buat saya sendiri lumayan susah.. hehe.. jadinya gak dikerjain. Apalagi anak-anak lagi pada batuk, nambah alesan untuk tidak menebus coklatnya.. :D

Pulangnya, tanpa sengaja kami menemukan ada aksi dandan anak gratis (Kinderschminken), yang pastinya, Nadin begitu melihat posternya aja langsung kepengen. Hari itu akhirnya jadi hari yang cukup melelahkan tapi menyenangkan pastinya.. ;)

Saturday, March 14, 2009

Serasa jadi tahanan kota..

Mulai bulan April nanti, si Akang dan teman-temannya di kantor terkena Kurzarbeit alias pemotongan jam kerja. Tentu saja hal ini berimbas ke pemotongan gaji. Alhamdulillah, kami masih dapat bantuan tunjangan dari Arbeitsamt (sekarang namanya jadi Arbeitsagentur). Meski gaji gak full lagi, tapi dipotongnya juga jadi gak gede-gede amat..

Pemotongan jam kerja ini merupakan solusi lanjutan dari pemecatan karyawan beberapa waktu lalu, dalam rangka menghadapi resesi ekonomi belakangan ini. Tampaknya cukup adil juga sih, selain orang-orang masih punya pekerjaan, negara juga tidak terlalu terbebani untuk mengeluarkan tunjangan pengangguran (Arbeitlosgeld).

Berkurangnya jam kerja ini mengakibatkan bertambahnya jatah libur si Akang. Jadinya dalam 6 bulan ini dia harus mengambil libur 24 hari kerja. Bayangkan, biasanya dalam setahun dia hanya dibolehkan mengambil libur 30 hari kerja saja. Saya langsung berpikiran... LIBURAN!!! keliling Eropa aja.. atau pulang ke Indonesia, hihihi... *kayak yang punya duit aja nih gayanya*. Tapi.. EITSSS... tunggu dulu.. TERNYATA, berhubung kami dapat tunjangan dari Arbeitsagentur tadi, kami ternyata tidak boleh bepergian lebih dr 500 km dari kota tempat kami tinggal. Kenapa??? Ternyata meskipun si Akang di rumah, tapi pada hari-hari kerja, dia dianggap seperti orang bekerja, yang artinya dia harus tinggal dalam jarak tadi. *gubraks deh*

Akhirnya.. yaaa... liburan Oster nanti, kami mungkin hanya akan keliling-keliling Muenchen dsk aja, nganterin anak-anak lari-lari... nganteri si Akang hunting bunga kali... nganterin saya belanja-belanji... dll... dll.. Hm... meski kami jarang pergi kemana-mana, tapi kalau diharuskan begini, serasa jadi tahanan kota nih.. :D

Jadi inget postingan saya tentang orang yang kehilangan pekerjaan di sini, masih inget?? Ternyata.. jangankan orang yang kehilangan pekerjaan dan dapat tunjangan sekitar 60% gaji bersih, si Akang aja yang dapat tunjangan sedikit persen, udah dikasih batasan-batasan tertentu yang bikin kami seperti tahanan di kota sendiri begini. Jadi, jangan pernah berpikir ada orang-orang yang bisa memanfaatkan untuk mendapatkan Arbeitlosgeld tiap bulannya, sedangkan dia sendiri bekerja di negara lain. Menurut saya, ini adalah suatu hal yang TIDAK mungkin.

Tuesday, December 2, 2008

Periksa Paspor sebelum mudik!

Saking khusyunya nyari oleh-oleh sebelum mudik, saya sampai-sampai tidak memerhatikan masa berlaku paspor saya. Masih untung waktu itu paspor saya masa berlakunya belum habis, tapi sayangnya hanya tinggal 4 bulan lagi. Sedangkan aturan mengatakan, paspor harus diperpanjang 6 bulan sebelum habis masa berlakunya. Jadilah saya kena tegur di Bandara Soekarno-Hatta ketika kami baru saja tiba (masih untung juga bukan di Munich ketika kami mau keluar). Menurut petugas imigrasinya, saya harus membuat paspor baru, sebulan lebih dari cukup untuk membuat paspor katanya. Waktu itu sempat kebingungan, karena dalam paspor saya ada visanya. Khawatirnya, kalau saya punya paspor baru, visa saya jadi tidak berlaku.

Hal pertama yang saya lakukan adalah menanyakan hal ini pada kedutaan Jerman di Jakarta. Saya ceritakan kasus saya begini-begitu, apakah pihak kedutaan bisa mengeluarkan visa yang sama untuk saya (Aufenthalterlaubnis)? Ternyata Kedutaan tidak bisa mentransfer visa tersebut, tapi mereka menyarankan untuk membuat paspor baru, dan membawa serta paspor lama untuk diperlihatkan kepada petugas imigrasi bandara (Jakarta dan Munich).

Setelah itu, pikiran agak plong. Kebetulan, karena dalam 10 hari pertama si Akang sibuk ngurusin acara di Bandung (launching unicode aksara sunda tea ;)), maka saya pun bisa ngurusin bikin paspor tanpa mengganggu acara liburan kami. Dan kebetulan kami selalu membawa serta dokumen2 penting kalau liburan (KTP, KK, akta kelahiran, ijazah, surat nikah, dll), jadi tidak terlalu bermasalah dalam memenuhi persyaratan pembuatan paspor.

Ternyata sekarang mah bikin paspor beda sama jaman dulu. Kalau dulu, saya harus menunggu lama seharian sampai selesai wawancara. Seminggu setelahnya baru bisa diambil. Kalau sekarang tidak menunggu lama lagi, TAPI saya harus bolak-balik ke sana. Jadi hari pertama saya ke sana untuk mengembalikan formulir dan persyaratan, kemudian pulang. Dua hari kemudian saya kembali untuk membayar, dan pulang. Dua hari berikutnya saya kembali untuk foto dan wawancara, pulang lagi. Empat hari kemudian saya baru bisa mengambil paspor saya yang telah jadi.

Jangan lupa untuk mengatakan pada petugas imigrasinya, kalau kita membutuhkan paspor lama karena ada visa yang masih berlaku. Kalau tidak, paspor lama kita tidak akan dikembalikan. Saking takutnya, saya sampai bilang setiap kali saya ke sana. Padahal sebenarnya yang ngaruh hanya pas wawancara. Sama si bapaknya ditandai untuk tidak digunting karena ada visa tea. Jadi ternyata, paspor lama digunting sedikit sebagai tanda tidak berlaku lagi, dan diberi catatan bahwa kita mempunyai paspor baru dengan nomor sekian-sekian.

Alhamdulillah dalam perjalanan pulang kembali ke sini tidak bermasalah. Dan sebenarnya prosesnya gampang-gampang aja. Cuman sayang ya, kalau kita sudah ke Indonesia, ternyata waktunya sedikit terbuang buat bikin paspor. Jadi mendingan sebelum pulang ke Indonesia, jangan lupa untuk memeriksa paspor terlebih dahulu. Kalaupun ternyata kita harus membuat paspor di sana, persyaratannya bisa dipersiapkan dari sini.

Sesampainya  di sini, urusan belum selesai. Saya masih harus ke KVR untuk memindahkan visa dari paspor lama ke paspor baru, yang mana terjadi sedikit masalah juga. Visa terakhir saya ternyata dikeluarkan oleh Landratsamt Muenchen, karena dulu saya tidak tinggal di Munich, melainkan sekitaran Munich (Munich coret). Dalam visa tersebut saya dinyatakan boleh bekerja. Si Bapak yang ngurusin saya sampai terheran-heran. Dia memeriksa dengan teliti setiap lembaran visa yang saya dapat sebelum-sebelumnya. Dia sempat menanyakan, apakah saya di sini belajar? apakah suami saya orang Jerman? pernah punya suami orang Jerman? punya anak-anak Jerman?? yang tentu saja semua jawabannya tidak. Ternyata masalahnya, si bapak ini berpikiran bahwa orang yang tidak ada hubungannya dengan Jerman seperti saya, yang ikut suami, tidak diizinkan untuk bekerja. Kemudian dia berdiskusi dengan rekan kerjanya yang seruangan dengannya.. sambil membuka-buka paririmbonnya dia. Hah.. ternyata dalam pasal sekian.. ayat sekian... disebutkan bahwa orang seperti saya dibolehkan bekerja setelah tinggal lebih dari 2 tahun. Akhirnya setelah menunggu selama kurleb 20 menit, saya pun boleh keluar dari ruangan itu. Padahal tanpa keraguan si bapak itu, kurang dr 5 menit juga harusnya udah selesai.. :(( Ah, dasar we.. kadang beda petugas.. beda pula kebijaksanaan yang kita dapatkan...

Monday, November 17, 2008

Mudik 4: 10.10.08 - 10.11.08


Maryam, Nadin.

Kenapa ya, setiap kali habis dari Indonesia, rasanya seperti habis dari dunia lain? Indonesia - Jerman.. rasanya seperti dua dunia yang berbeda.. padahal sama-sama aja kan? Bedanya, Jerman mah negara 4 musim.. Indonesia mah negara banyak musim.. musim hujan.. musim kemarau... musim duren.. musim rambutan.. musim mangga.. musim batik.. musim mudik.. musim copet.. (eh, aya teu nu ieu?? :D)

Dan setiap kali kami menginjakan kaki kembali di tanah Munich... rasanya seperti baru bangun dari tidur yang sangaaaaaaaat panjang... bangun dari mimpi yang terlalu indah untuk dilupakan... terlalu banyak cerita.. terlalu banyak tawa... Dan ternyata.. ini bukanlah mimpi.. nih.. buktinya.. Meskipun tidak semua orang sempat terdokumentasi di foto2 ini, tapi kisah-kisah bersamanya masih tertancap kuat di dalam kalbu.

Semoga kami bisa segera tinggal kembali di sana.. dua taun lagi yah, Say... *perasaan dr 2 taun yg lalu masih dua taun lagi aja tinggal di Jerman.. hehehe*
Teh Adj, wait for us yah, kayaknya kita bakal tetanggaan nih...

Keterangan Foto: semua nama yang di sebut di sini adalah nama panggilan dari sisi Nadin dan Maryam.

Sunday, November 16, 2008

Liburan Natal dan Taun Baru

Start:     Dec 22, '08 03:00a
End:     Jan 9, '09
Ada yg mau jalan2 bareng??? :D