Friday, April 10, 2009

Merasa diri tidak pernah bertambah tua.. :D

Entah kenapa, tiba-tiba saja saya keingetan beberapa cerita di masa lalu, yang rada nyambung juga sama kondisi sekarang. Ah iya, pasti gara-gara kakak saya minggu lalu jumatan di Salman dan dia mencoba ikutan ngantri untuk makan siang di sana, meski tidak berhasil. :D

Sewaktu saya masih kuliah dulu, beberapa teman saya ada yang suka main ke kosan. Bahkan sebagian yang lain, pernah juga ada yang main ke rumah orang tua saya di kampung sana. Dengan pengalaman beberapa kali bertemu teman-teman saya ini, kakak kelima saya (terpaut 10 tahun usianya dengan saya) menyatakan bahwa, mahasiswa jaman sekarang kok kelihatannya masih pada anak-anak ya? Dulu mah kalau ngelihat mahasiswa teh asa 'karolooot' (tua), katanya. Dulu kapan?? dulu sewaktu dia masih SMA, dimana kakak kedua (yang pengen makan di Salman tadi) dan kakak ketiga saya masih kuliah di kampus yang sama dengan saya.

Waktu itu sih saya nggak terlalu memikirkan hal ini. Saya percaya aja kalau mahasiswa jaman dulu memang kelihatan lebih tua dibandingkan jaman saya kuliah. Sampai akhirnya, tahun lalu, kami menyempatkan diri untuk mengunjungi kampus kami dahulu. Ternyata selain banyak perubahan dalam hal bangunan, mahasiwanya juga masih pada kanak-kanak, hahaha... Saya bilang ke si Akang, kok mahasiswa jaman sekarang masih pada anak-anak begini sih?? beda ya ama jaman kita dulu?? :D *masih belum sadar, sebenarnya yang berubah siapa sih?*

Beberapa minggu yang lalu, saya bertemu dengan seorang mahasiswa baru di sini, yang ternyata saya dan dia satu almamater waktu SMA dulu, dan sekampus juga, hanya beda jurusan. Sayangnya, ketika dia masuk SMA, saya lulus, jadi kami memang tidak pernah bertemu. Dan minggu lalu, saya baru tahu kalau ternyata dia sudah menikah. Hah?? anak sekecil itu?? pikir saya. Tapi kalau dipikir-pikir lagi, sebenarnya dia sudah berusia 25 tahun, usia yang sama ketika si Akang menikahi saya.

Ah, kenapa ya kalau melihat anak-anak sekarang, selalu kelihatan masih kecil di mata saya. Mungkin.. karena saya tidak pernah merasa bertambah tua.. :D *sadar, Neng.. sadar..*

Tuesday, April 7, 2009

Tes gula (Zuckerbelastungstest)

Setelah merubah jadwal, dari hari Jumat ke Senin, akhirnya saya bisa juga diperiksa kadar gula darah tanpa anak-anak. Gak kebayang aja kalau mereka di bawa serta, pasti bosen dan rewel di sana. Sayangnya, jam paling pagi untuk si dokter memang pukul 8.50, gak bisa lebih pagi lagi.. :D

Tesnya sendiri dilakukan di tempat praktek dokter kandungan saya. Jadi saya gak usah lagi repot-repot mencari tempat praktek dokter lain. Setelah berpuasa selama kurang lebih 9 jam, sampel darah dan urin yang pertama diambil. Setelah itu saya disuruh minum 300 mL larutan gula yang sudah jelas konsentrasinya berapa. Menunggu satu jam.. ambil darah dan urin lagi. Menunggu lagi satu jam.. kemudian diambil lagi sampel darah dan urin yang terakhir. Setelahnya, baru saya boleh sarapan.

Dari rumah, saya sudah membawa novel yang cukup tebal untuk bahan bacaan. Dan saya juga sudah berencana mau jalan-jalan di sekitar praktek dokter selama menunggu dari pengambilan sampel ke pengambilan berikutnya. Prakteknya??? boro-boro jalan-jalan.. untuk membaca saja kepala saya sudah pusiiiing.. kurang tenaga euy.. Akhirnya, saya cuma tiduran di sofa di ruang tunggu dokter. Lemes banget.. habis puasa kurang lebih 11 jam.. walah.. Biasanya jam 11 itu saya sudah makan snack yang ketiga, heuheuheu...

Hasilnya alhamdulillah memuaskan. Kadar gula darah saya ternyata normal, bahkan masih jauh dari ambang batas diabet. Berarti gendutnya memang karena kebanyakan makan saja. Dokternya bilang, Anda tidak usah diet.. kalau lapar, makan saja sampai perut Anda tercukupi.. hihii.. baiklah, Dok.. Tapi tetep, setelah kejadian ini, saya jadi agak-agak mengurangi makanan yang bergula banyak. Lebih baik makan yang netral2, kayak makanan bayi dan buah-buahan. Dan terima kasih untuk doa teman-teman semua. Alhamdulillah.. saya masih dijauhkan dari penyakit itu..

Monday, April 6, 2009

Masa lampau

Mula-mula Nadin mengenal masa lampau dari kumpulan foto-fotonya sewaktu kecil. Dan dia mulai mengerti adanya masa lalu sekitar usia 2,5 atau 3 tahunan. Awalnya, dia menyebut bayi yang ada di foto sebagai Maryam. Tidak heran sih, mereka memang mirip sekali. Jangankan Nadin, orang dewasa pun selalu keliru ketika melihat foto anak kami yang masih berusia di bawah satu tahun. Lama-lama, setelah dia hapal foto-fotonya, dia bisa membedakan yang mana Nadin, yang mana Maryam. Tapi.. ada satu kesimpulan lucu darinya, "Eh, lihat, Nadin pakai sepatu Maryam yah?!". Padahal mah.. Maryam yang sekarang memakai sepatu kakaknya waktu kecil dulu. :D

Beberapa bulan lalu, dia sudah bisa menggunakan keterangan waktu untuk menceritakan masa lampau. Tetapi, keterangan waktu yang dia pakai hanya 'kemarin'. Jadi, mau itu memang 'kemarin', 'seminggu lalu', 'dua bulan lalu', bahkan 'dua tahun lalu'.... dia selalu menggunakan kata 'kemarin'. Misalnya, 'Kemarin Ceuceu main ke rumah Alishya', padahal kejadiannya udah setahun lalu. :D

Sebulan terakhir ini, penggunaan keterangan waktunya mulai bertambah.. (atau berubah??). Dia lebih sering menggunakan kata 'Waktu Ceuceu kecil' dibandingkan kata 'kemarin'. Tapi, hukum yang berlaku di sini tetap sama seperti yang tadi. Mau itu 'dua tahun lalu', 'sebulan yang lalu', 'minggu lalu', bahkan 'kemarin' semuanya diganti dengan 'waktu Ceuceu kecil'. Misalnya, "Ceuceu main sama Teh Hani waktu Ceuceu kecil", padahal kejadiannya baruu aja siang tadi. :D

Nah, sekarang Maryam yang mulai dikenalkan dengan masa lalu, masa ketika dia masih bayi.. masa ketika dia belum lahir. Tapi, anak ini masih keukeuh dengan pendapatnya. Ketika melihat foto Nadin dengan bapaknya, dia dengan yakinnya menerka bahwa itu adalah foto dia sama Papa. Setelah dikasih tahu bahwa itu adalah kakaknya, dia tidak mau terima, "Kukaaan.. itu Maryam!". Kakaknya juga protes... akhirnya.. berantem lagi deh.. Ah, rumah memang tak pernah sepi.. :D

Thursday, April 2, 2009

Bermain dengan Cat Air




Sembari menunggu adiknya bangun dari tidur siangnya, ternyata Nadin bermain cat air dengan asyiknya. Ini dia hasil karyanya, dengan deskripsi dari sang pelukis.

Tuesday, March 31, 2009

Baby Utun: catatan 6 --> Diabetes selama Kehamilan

Kontrol terakhir kemarin masih seperti biasa, tes urin, tes darah (diambil darah yang banyak lagi.. ooohh... benci sekali yg ini), tekanan darah dan berat badan. Susternya baru, jadi meni lamaaaa banget kerjanya.. Tapi dia baik banget sih.. dan dia ternyata tau musibah yang sedang melanda Jakarta (Situ Gintung tea..), ternyata beritanya sampai juga di sini. Semua kondisi baik-baik saja sebenarnya. Dari hasil USG, kepala bayi sudah di bawah katanya, meski dalam usia segini sih saya yakin dia masih muter-muter. Plasenta dan kondisi rahim juga oke, jantung bayi normal, air ketuban cukup, pokoknya semuanya baik-baik saja, Alhamdulillah.

Hanya satu yang cukup membuat kaget. Kenaikan berat badan yang cukup drastis, 4 kg dalam 4 minggu!! Sementara usia kehamilan belum masuk trimester ketiga. Kalau dilihat dari sejarah kehamilan sebelumnya, saya tidak pernah naik berat badan sebesar ini, kecuali pada masa-masa akhir. Yah, kehamilan kali ini memang sedikit berbeda dibanding sebelum-sebelumnya. Saya sering sekali merasa lapar. Dalam sehari saya bisa minimal 3 kali makan nasi, bahkan kadang-kadang sampai 4 kali. Dan diantara makan nasi itu, ada makanan perantara, biasanya roti, mie, atau buah-buahan. Belum lagi cemilan-cemilan ringan lainnya, kayak kerupuk, keripik, kacang, dsb.. Tapi masa sih bisa menaikkan berat badan secepat itu?? (masih belum nyadar juga :D)

Selama hamil, baik kesatu, kedua ataupun ketiga, saya tidak pernah memantang makanan apapun, kecuali rokok dan alkohol. (Halah.. emang yang dua itu mah gak pernah dikonsumsi meski gak hamil). Dan buruknya, saya juga tidak pernah peduli dengan asupan gula yang masuk ke dalam tubuh saya (berhubung saya selalu merasa kurus, meski pada dasarnya sih, saya tidak terlalu menyukai makanan yang TERLALU manis). Sampai-sampai saya lupa, kalau sebenarnya saya ada turunan diabetes dari bapak. Bapak saya sendiri bukanlah penderita diabetes, beliau hanya sebagai gen pembawa dari nenek saya. Nah, dikarenakan hal inilah, ditambah dengan keanehan yang tidak pernah terjadi dalam kehamilan sebelumnya (kenaikan berat badan tea), maka saya disarankan dokter untuk mengambil tes diabetes hari Jumat nanti. Duh, mudah-mudahan saja gendutnya saya ini memang karena nafsu makan yang tidak terkendali..

Berikut ada beberapa catatan mengenai Diabetes Kehamilan (Diabetes Mellitus Gestasional) yang saya ambil dari beberapa sumber:

Resiko ibu hamil terkena diabetes sebesar 3 - 5%.
Beberapa orang yang beresiko tinggi terkena diabetes:
1. Ada keturunan diabetes dalam keluarga
2. usia di atas 30 tahun
3. kenaikan berat badan yang tinggi
Dari ketiga golongan tersebut ditemukan sekitar 75% menderita diabetes destasional.

Resiko untuk anak yang akan lahir:
1. Lahir dalam keadaan cacat
2. Berat anak terlalu besar dengan resiko kematian tinggi selama kehamilan, ketika lahir dan setelah lahir.
3. Proses kelahiran yang sulit
4. Kelebihan berat badan sejak kecil, ketika usia sekolah dan seringnya terkena Diabetes mellitus.

*diterusin ntar deh.. dah dateng malesnya.. :D*



Thursday, March 26, 2009

Baby Utun: Praenatal Diagnostik

Praenatal Diagnostik merupakan pemeriksaan menyeluruh terhadap bayi sebelum lahir. Dalam pemeriksaan ini, kondisi bayi serta kelainan yang diidap oleh bayi bisa terdeteksi sejak dini. Alat yang digunakan Ultrasound 3D dan 4D. Nah, lo... dari dulu saya teh bingung, kok bisa sih 4 dimensi?? denger2 karena ada satu dimensi tambahan, dimensi suara, entah suara apa. Tapi di USG 2 dimensi juga, ada suara yang bisa kedengeran, suara detak jantung bayi. Setelah baca-baca.. ternyata, USG 4D itu dikenal juga sebagai USG 3D-Live. Dan memang selama kurang lebih setengah jam pemeriksaan.. saya seperti menonton film dari bayi di dalam perut saya. Tendangannya... isapan jempolnya... mulutnya yang komat-kamit.. gaya-gaya uletnya.. yang tanpa terasa, membuat air mata menetes perlahan-lahan.. terkesima dengan ciptaan-Nya di dalam perut ini.

Pemeriksaan ini dilakukan bukan di dokter kandungan saya yang biasa, tapi saya di rujuk ke dokter kandungan lain yang biasa melakukan pemeriksaan ini. Daaan.. ditanggung asuransi lho! Pernah ada teman yang ternyata asuransinya tidak mau membayarkan pemeriksaan ini, dan dia harus membayar sekitar 500 Euro. Makanya, ketika dokter saya bilang ditanggung asuransi, tanpa pikir panjang, saya langsung membuat janji dengan dokter yang satu ini.

Pemeriksaan ini dilakukan ketika kandungan berusia 20-22 minggu, berlangsung sekitar 1 sampai 2 jam. Karena itu, dianjurkan tidak membawa anak kecil. Dikhawatirkan mereka akan bosan dan rewel. Karena itulah, pas hamil Nadin, si Akang masih bisa ikutan nonton, tapi hamil Maryam dan yang ini, si Akang mesti jagain anak-anak di rumah.. :D Dan saya pun menikmati kebesaran Allah ini sendiri saja.. bertiga dink.. sama dokter dan asistennya.

Sebelum dilakukan pemeriksaan, saya harus membaca dulu surat yang berisi sekilas tentang pemeriksaan ini, meliputi apa saja. Dan di bagian paling bawah saya harus menandatangani pernyataan, bahwa secanggih-canggihnya alat yang digunakan untuk pemeriksaan tersebut, bukanlah jaminan bahwa si bayi akan lahir sama persis seperti hasil yang diperoleh hari itu. Kemudian saya diwawancara. Pertanyaannya banyaaaak banget. Semuanya seputar kelahiran bayi-bayi di keluarga kami, keluarga saya dan keluarga si Akang. Dimulai dari kelahiran kami sendiri, kelahiran anak-anak kami, kelahiran kakak dan adik kami, kelahiran anak-anaknya kakak dan adik kami, kelahiran orang tua kami, kelahiran adik dan kakak dari orang tua kami..halah.. lieur.. Mana saya dan si Akang termasuk keluarga besar.. kebayang donk kami mesti nyebutin satu demi satu.. capeee deh...

Kebetulan, dari kakak saya ada satu anak yang mengidap kelainan jantung. Ternyata hal ini juga dibawa-bawa ke kelahiran anak saya nanti. Dokternya bilang bahwa anak saya memiliki kemungkinan sebesar 4% mengidap kelainan jantung juga. Duh, ya Allah.. semoga saja tidak..

Pemeriksaan USGnya sendiri sangatlah mengasyikan buat saya.. ya itu..berasa nonton film anak sendiri. Baby Utun kerjaannya ngisep jempol terus, kalau nggak, tangannya disimpan di kening. Jadi menghalangi mukanya ketika akan difoto sama si dokter. Dokter berusaha merubah posisi tangan dengan mengetuk2 alat USGnya di perut saya. Duh.. perut rasanya seperti dikocok.. untung saya gak sampai kentut, Dok, hihihi..

Dari hasil hari ini, alhamdulillah kondisinya baik-baik saja. Jari tangan jari kaki semua lengkap. Anggota badan dari mulai kepala sampai ujung kaki juga lengkap. Organ dalam juga lengkap dan baik-baik saja. Ukuran pun normal. Berhubung ada kemungkinan kelainan jantung tadi, saya dianjurkan kembali lagi di usia kehamilan 28 - 30 minggu. Duh, yang ini dibayarin asuransi gak ya??

Oya, 3 kali saya periksa di sini, 3 dokter juga yang menangani saya. Yang pertama, suaminya. yang kedua istrinya. Berikutnya.. anaknya.. (kupikir..). Ternyata namanya beda, jadi kemungkinan besar bukan. Dokternya masih muda banget, mungkin seumuran saya atau si Akang. Jadi tampaknya masih baru. Mungkin dia belum tahu, atau memang baik.. karena kali ini saya diberinya foto yang 3 dimensi, meskipun hitam putih.. biasanya hanya dikasih gambar seperti di atas, kalau mau gambar yang ini (3D) harus bayar lagi.


Dilihat-lihat.. kayaknya Baby Utun 3 kali ini bakal mirip Mamiya nih.. hidungnya.. bibirnya.. dagunya.. mirip semua..  Tapi bapaknya masih gak mau mengakui.. gambarnya gak jelas, masih bisa berubah, katanya.. :D

Baby Utun: catatan 4 5

Kunjungan keempat, 2.2.2009, usia kandungan 16 minggu.
Kali ini kondisi makin membaik. Kista sudah tidak kelihatan lagi, pH kembali normal (4). Tes urin, tes darah (cuma dr jari doank) seperti biasa, berat badan nambah 1 kg. Baby Utun udh mulai bergerak-gerak, meski amat sangat jarang, tidak setiap hari.. dan kalaupun gerak, sehari hanya sekali saja. Anehnya, saya bisa ngerasain dia pertama kali bergerak di minggu ke-12. Tapi kata dokter, kalau sudah anak ketiga, memang ibu bisa lebih sensitif merasakan gerakan anaknya. Jadi tidak ada yg tidak mungkin. :D Dari pemeriksaan USG (kali ini mulai memakai USG biasa, yang di perut), kondisinya baik-baik saja.. anggota-anggota badan sudah lebih jelas kelihatan. Oya, hari ini juga dikasih surat rujukan buat periksa Praenatal Diagnostik.

Kondisi ibu sudah normal kembali. Ukuran perut semakin membesar, gatal-gatal mulai terasa. Makanya sudah mulai diminyakin deh perut. Dulu, pas hamil pertama, saya dikasih sampel minyak hamil sama dokter, belinya di apotek, harganya lumayan.. kalau gak salah 100 apa 200 mL gitu sekitar 12 Euro. Pas hamil Maryam, saya pake Oliven oil aja, alias minyak Zaitun, soalnya.. rasanya bau dan warna hampir sama. Dan ternyata.. dengan minyak zaitun.. gatal2 pun bisa teratasi. Lumayan menghemat, 6 Euro, bisa dapet 1/2 literan. Udah gitu, kalau masih sisa, bisa dipake masak pula.. :D Sekarang juga begitu, pake minyak zaitun aja..

Kunjungan kelima, 2.3.2009, usia kandungan 20 minggu.
Ada beberapa keluhan sebenarnya di pemeriksaan kali ini. Saya rasanya kurang merasakan gerakan bayi. Khawatir dia kenapa-napa. Soalnya udah memasuki minggu ke-20, seharusnya lebih terasa dibanding sebelumnya. Ini malah rasanya sama sekali nggak ada. Rada khawatir, soalnya rasa-rasanya beberapa hari terakhir sebelum saya ke dokter, saya selalu merasa kurang makan. Rasanya perut kok lapar terus. Tapi mata juga ngantuk terus. Nah. kalau lapar dan ngantuk ketemu, yang menang pastilah ngantuk.. :D

Kali ini di lab cuma diperiksa urin dan tekanan darah aja. Dan yang mengejutkan, ternyata berat badan saya malah nambah 2 kg, hahaha.. Padahal khawatir kurang makan gitu lho.. Aneh juga.. perasaan sering banget kelaparan, tapi berat badan malah naiknya dobel. Dokter puas juga sih liat kenaikan berat ini, dia bilang, Anda kan kurus.. jadi naik lebih dari ini juga gak apa-apa..:D

Kekhawatiran saya yang lain juga ditepis oleh dokter. Dengan USG, dia malah melihat Baby Utun gerakannya aktif sekali, sampai-sampai si dokter kewalahan mau ngukur2 dan sebagainya.. Alhamdulillah.. Dan yang paling mengejutkan, kali ini dokter melihat jenis kelamin si Baby.. ini sih laki-laki... Tapi Anda pastikan lagi nanti pada pemeriksaan di dr. Tschuerz yah.. Kali ini dikasih foto tampak depan.. mirip Power Ranger, hihihi..
 
Di akhir pemeriksaan, saya ke lab lagi, soalnya harus ambil darah lagi untuk pemeriksaan Toxoplasma. Sebenarnya sih harusnya ini dilakukan di awal, waktu saya diambil darah sebanyak-banyaknya itu. Tapi waktu itu saya memutuskan untuk tidak melakukan pemeriksaan ini. Soalnya udh pernah dan hasilnya negatif. Udah gitu, saya juga gak pernah makan daging mentah.. bahkan sayur mentah juga jarang.. Meski sebenarnya sih alasan utama, males bayarnya.. :D Tapi, ternyata si dokter benar-benar menyarankan untuk melakukan pemeriksaan ini. Yah.. akhirnya.. masuk lab lagi deeeh..