Setiap kali kami pergi ke dokternya anak-anak, pastilah melewati tempat kerjanya si Akang. Dan seperti biasanya pula, saya pasti selalu ribut menunjukkan ke anak-anak bahwa sekarang Papa di situ.. "itu lho kantornya Papa...". Begitupun yang terjadi hari ini. Bedanya, sekarang ada tambahan komentar dari Nadin. "Kantor Papa coklat.. kalau kantor Mama kuning.. ", ujarnya. Ibunya bingung... rasanya rumah warnanya tidak kuning.. begitupun dapur.. dan saya belum pernah punya kantor sama sekali.. Apa mungkin Nadin dapat wangsit bahwa suatu saat nanti ibunya bakalan punya kantor berwarna kuning??? :D:D:D
Saking penasaran, akhirnya ditanya tuh anak, " kantor mama? kuning??"
"iya.. kantor pos punya Mama kan??!" jawabnya dengan lugu.
Aseli ngakak.. tapi dalam hati aja... Memang kami sering sekali ke kantor pos.. apakah mengirim/mengambil paket, nuker uang receh buat mesin cuci, dll. Akhirnya dijelaskanlah kalau kantor pos itu bukan kantornya Mama, tapi Mama sering ke sana buat bla..bla..bla...
Memang sudah dua hari ini kami bolak-balik ke dokter. Anak-anak kena batuk pilek.. sebenarnya sih gak parah-parah amat.. gak demam sama sekali.. hanya kami khawatir kejadian tahun lalu terulang lagi.. Nadin dan Maryam akhirnya diperiksa cukup intensif sama dokternya.. dan hasilnya baik-baik saja. Ini hanya Herbsterkaeltung aja katanya...(batuk pilek karena perubahan musim, yaitu musim gugur). Cukup pakai tetes hidung dan menghirup udara segar (2 jam sehari jalan-jalan di udara terbuka plus jendela dibuka selama tidur malam). Hati ini rasanya legaaa banget.. rencana tak akan berubah, pikirku.
Hari ini ketika menjemput Nadin, saya melihat kupingnya basah. Ternyata cairan yang sama seperti tahun lalu datang kembali. Untunglah praktek dokternya buka siang hari, dan kami pun langsung meluncur ke sana. Menurut dokternya, Nadin menderita Mittelohrentzundung (cmiiw kalau salah nulis), dan hal ini bisa terjadi dengan cepat. Makanya kemarin kondisi Nadin masih baik-baik saja.. tapi hari ini tiba-tiba cairannya keluar. Yang membuat doternya heran, ini sakit lho... apa dia tidak mengeluh?? Tidak. Makanya saya juga heran.. kondisinya dari kemarin selalu ceria.. tidak kelihatan sakit.. Tadi malam sih dia agak layu.. tapi itu sepertinya karena ngantuk.. dan dia tidak mengeluh sakit sedikitpun. Padahal tahun lalu, sebelum cairannya keluar saja, dia sudah sering mengeluh sakit.
Waktu tahun kemarin kejadiannya di Indonesia. Si dokter langsung ngasih antibiotik.. dan dia tidak disarankan untuk berkendaraan.. apalagi terbang. Sampai 3 minggu setelah kejadian, dokternya masih bimbang membolehkan Nadin terbang kembali atau tidak. "Tapi kalau darurat mah selalu bisa ya, Bu.." katanya.
Sekarang kejadiannya di sini, tepat 48 jam sebelum kami harus terbang meninggalkan rumah kontrakan kami. Bimbang dan sedih campur aduk jadi satu.. pengen nangiiiisss.. Tadi sih dokternya cuma mau ngasih tetes kuping aja, dan disuruh kontrol lagi hari Jumat. Tapi setelah tau rencana kami, dia mengubah cara pengobatannya. Nadin langsung diberi antibiotik.. dan besok harus kontrol lagi... (Yah, besok kita lihat kantor Papa lagi ya, Nak... :D)
Doakan semuanya baik-baik saja... dan mimpi indah itu bisa tetap terwujud.. ;)
********************************************
09.10.2008
Alhamdulillah.. berdasarkan hasil pemeriksaan hari ini, Nadin dibolehkan terbang sama dokter... horrreeeeyyyy... dengan catatan, setelah seminggu pemakaian antibiotik diwajibkan kontrol sekali lagi ke dokter anak di Indonesia.. Selain itu, disarankan menggunakan Nassentropfen dulu saat take-off dan landing, juga menggunakan penutup kuping saat mandi atau berenang agar airnya tidak masuk. Alhamdulillah juga semuanya sudah siap di tas.. Sekarang.. packing lagi... belum selesai juga?? beluuuuummmm... :D
Makasih ya untuk semua doanya.. moga diberi balasan yg setimpal sama Allah.. amiin...
Wednesday, October 8, 2008
Thursday, October 2, 2008
Lebaran 2008
Setelah sempat 2 kali menikmati lebaran bersama keluarga di tanah air, akhirnya tahun ini kami memutuskan untuk kembali berlebaran bersama keluarga di kota Munich. (hahaha.. bilang aja gak punya ongkos buat mudik!).
Alhamdulillah.. ternyata berlebaran di sini, tidak kalah berkesan dengan berlebaran di Indonesia. Meskipun suasana malam takbir tidak terasa, yang penting pas hari-H nya kami selalu ceria... Dan seperti biasa, acara di hari raya ini selalu heboh. Selain acara inti (sholat idul fitri dan silaturahim.. dan makan-makan tentu saja.. :D), selalu ada acara hiburan. Hiburan kali ini apalagi.. banyak bangeeeeeth... Mulai dari Operet adik-adik TPA, tari saman cilik, vokal grup ibu dan anak, unjuk kebolehan anak-anak Muenchen, Tari Saman dari Swadaya Indonesia-Muenchen.. juga kuis keluarga.. Sayangnya.. karena keterbatasan waktu.. kuis keluarga hanya sempat 1 permainan saja, yaitu lomba merias wajah. Tapi itupun, sudah cukup mengundang tawa... dan kelihatan betapa kreatifnya anak-anak.. :D
Tuesday, September 30, 2008
Lebaran euy!
untuk teman-teman kami tercinta, dimanapun berada,
Taqabbalallaahu minna wa minkum, shiyamanaa wa shiyamakum.
Semoga Allah menerima amalku dan amalmu, shaumku dan shaummu.
Mudah-mudahan kita masih dipertemukan dengan Ramadhan taun depan. Amiin..
Wassalam,
-iNaDiaN=NaDiNMaRYaM-
Tuesday, September 23, 2008
Pisang Bakar Keju
Description:
Saya merupakan salah satu penggemar berat PISANG. Bagaimanapun dia diolah.. selalu bisa nempel di lidah. Mungkin ini gara-gara ibu saya yang selalu menyediakan pisang di rumah. Dan tau sendiri lah.. yang namanya pisang di Indonesia amatlah beraneka ragam.. ada pisang raja, pisang kepok, pisang nangka, pisang raja bulu, pisang ambon, pisang tanduk, pisang oli, sampai pisang yang ukurannya segede-gede kelingking itu.. kami biasa menyebutnya Cau titit *jadi malu*
Sayangnya.. di sini.. pisang itu hanya ada dua macam saja.. eh, tiga denk.. itupun impor semua dari negara tropis..
Yang kesatu mirip pisang ambon, bisa didapat dimana aja, di semua supermarket dan toko buah dan sayur selalu ada.. dan sepanjang musim. :D Setiap kali hamil, biasanya buah ini yang selalu tidak tertolak masuk sampai perut.. Saya bisa habis 6 biji dalam sehari :D
Yang kedua mirip pisang tanduk, biasanya di sini sebut Kochbananen, bisa di dapat di toko-toko Asia, termasuk toko-toko Asia Barat (Arab, Afghanistan, India gitu deh) dan toko-toko Afrika. Mesti hati-hati milihnya, soalnya suka ada yang 'ngabagal' alias keras di bagian dalamnya.
Yang ketiga pisang yang kecil-kecil.. kaya cau t*t*t tadi.. tapi di sini mah namanya Babybananen. Kalau ini jarang ada, kalaupun ada biasanya di Supermarket besar atau mahal.. atau di toko khusus buah dan sayur.
Nah, kembali ke topik awal, pisang bakar keju ini merupakan penganan pisang favorit saya, disamping pisang goreng tentu saja.. Bikinnya gampang dan cepat.. enak pula...
Ingredients:
3 buah pisang tanduk yang udah masak bener (Kochbananen)
susu kental manis
keju parut
messes (di sini namanya Schokostreusel)
Directions:
1. pisang dipotong dua atau tiga (tergantung panjang pisangnya), kemudian di belah.
2. Tekan-tekan pisang sampai agak pipih
3. Panaskan mentega di wajan, bakar pisang di atas wajan sampai matang.
4. Susun pisang di atas piring, beri susu kental manis, parutan keju dan taburan messes.
5. siap dihidangkan.
Sunday, September 21, 2008
Kau yang saat ini kurindu...
Seminggu yang lalu dapet tugas dari Teh Rani untuk mencari 7 orang sahabat cenah. Baru dikerjain sekarang.. dah lewat deadline.. soalnya sempet bingung.. mau cari siapa ya?? soalnya alhamdulillah sahabat2 saya, meski tidak banyak, tapi masih tetep keep in touch sampe sekarang, meskipun intensitasnya jarang.. Tapi kami tau kemana kami harus menghubungi kalau sedang kangen satu sama lain. Jadi kayaknya gak perlu minta bantuan orang lain untuk mencarikan. Tapi, ternyata PR ini sampe kebawa-bawa mimpi.. dan bermunculan lah wajah-wajah orang yang saya kangeni satu per satu. Meskipun saya tidak tau hubungan kami yang mungkin hanya sekilat bisa dikatakan sahabat.. tapi kalau saya bisa bertemu kembali dengan mereka.. jelas sekali hati ini akan bahagia teramat sangat..
Aturannya mesti ditulis di awal katanya.. biar saya kelihatan seperti orang yang taat aturan, saya tulis ulang di sini yah.. :D (duh.. mesti copy dulu nih, bentar yah..)
1. Tulisan harus berjudul Mencari Sahabat Lama
2. Tuliskan 7 sahabat yang sedang kita cari.
3. Sertakan identitas sahabat yang sedang dicari itu (Seperti asal Daerah, Sekolah, dll)
4. Tuliskan 7 MP-ers yang harus membuat postingan seperti ini.
5. Selain itu, untuk 7 MP-ers pengintip pertama juga berkewajiban untuk membuat postingan serupa.
6. Tuliskan aturan ini di awal tulisan.
7. Harus dikerjakan dalam waktu maksimal 7x24 jam sejak dibaca postingan
ini!
tuh beneran copy paste dah.. :D
Dipikir2.. ngaretnya aja ini udh keluar dr aturan :D
*********************************
Ini dia ketujuh orang yang tiba-tiba muncul di alam bawah sadar saya akhir-akhir ini.
1. Rina Hasanah namanya. Dia adalah teman sebangku saya waktu di SMA selama 2 tahun. (Cat: kami sekolah di SMA 2 Bandung, angkatan '99). Asalnya dari Ciamis, gak heran kalau dia termasuk salahsatu dari deretan gadis hitam manis (gak nyambung juga sebenarnya ama Ciamis, hehehe). Orangnya pinterrrrr banget.. saya sampe heran deh.. itu otak diencerinnya pakai apa. Saat saya masih mikir mesti pake rumus yang mana, dia sudah bisa dapat hasil akhir. Duh... dia yang pinter banget apa aku yang lemot banged sih?! Yang bikin lebih surprise lagi, meskipun pinter, dia tuh jago banget olahraganya. Kalau lari selalu paling cepet, lompat selalu paling jauh, senam selalu paling lentur, basket.. meski badannya kecil.. tapi masukkin bola melulu. Pembawaannya rame.. cekakak-cekikik melulu.. heureuy wae.. gak keliatan pinternya pokoknya dah, hahaha...
Dan yang bikin beda lagi, di saat yang lain berlomba-lomba masuk PT Teknik yang paling tenar di Indo itu, dia dengan nyanteinya milih kesehatan dan keperawatan UNPAD (gitu? lupa lagi namanya). Saya sudah lupa kapan kami terakhir ketemu. Rasanya sih pas masih kuliah sempet ketemu. Terakhir denger beritanya, dia sudah menikah dan ikut suaminya ke Jepang. Dan itupun saya gak tau di kota mana.. apakah sekarang masih di sana atau nggak. Wallahu'alam... Yang pasti, saya sangat merindukan perempuan yang satu ini...
2. Teh Peypey. Teteh mentor waktu kuliah yang pertama kali bisa membuat saya menyenangi mentoring. Nama aslinya saya lupa, susah deh kalau gak salah mah, makanya gak apal. Yang pasti dia anak Farmasi 98 dan alumni SMA 3 Bandung. Orangnya murah senyum dan funky. Ah.. jadi kebayang lagi senyumnya itu..
3. Eka dan Yanti Widiyanti. Mereka adalah teman-teman seperjuangan ketika kami mewakili Kabupaten Tasikmalaya mengikuti Lomba Mata Pelajaran. Kalau gak salah mah dulu teh lombanya di SD Sabang gitu ya? terus nginepnya di Hotel Rengganis gitu? ah.. lupa.. sudah lama sekali. Kami masih kelas 5 SD waktu itu.
Eka (saya lupa nama lengkapnya) SD-nya di Tasik, dia mewakili bidang matematika tingkat Kotif waktu itu. Eka ini orangnya manis sekali.. dan cantik.. biasanya kan cantik dan manis tidak bersarang di tempat yang sama. Tapi anak ini memiliki keduanya. Rambutnya ikal.. dia senang melurus-luruskan kakinya.. katanya sih suatu saat nanti dia kepengen jadi Balerina.
Sedangkan Yanti, SD-nya di Cibeureum, dia mewakili bidang IPA tingkat Kabupaten. Rambutnya pendek.. saya agak lupa, kayaknya sih modelnya agak cepak... atua nggak ya?! yang pasti rambutnya lurus banget.. rambut dambaan saya waktu kecil. Kulitnya putih dan matanya agak sipit.. cantik sekali..
Kami hanya salah tiga perwakilan dari Tasikmalaya. Perwakilan yang lain anak cowok soalnya, tinggalnya gak sekamar. Jadi hubungannya tidak sedekat kami bertiga. Dulu sempat berkirim2 surat ama mereka. Tapi akhirnya terhenti. Ah.. bahkan saya tidak tau mereka SMAnya dimana.. kuliahnya dimana... seneng banget kalau bisa ketemu mereka lagi.
4. Titin Suryati adalah sahabat saya di SD. Kami sering bermain bareng sepulang sekolah.. padahal rumah kami jauuuuh sekali. Tiba-tiba ayahnya yang kerja di kantor pos mendapat dinas baru di tempat lain, mereka pindah ke Kalimantan waktu kelas 3 SD kayaknya. Tepatnya di ... mana ya.. Aduh saya lupa lagi. Pokoknya tidak jauh dengan Martapura. Nama kotanya juga masih Marta.. bla..bla..bla.. Dulu kami sering banget berkirim surat dan berkirim foto. Surat2nya sempat di baca kakak ipar saya secara tidak sengaja.. LUcu.. katanya.. susuratan gaya ABG bau kencur.. :D Tin, dimana kamu sekarang yah? masih inget aku gak ya?
5. Dey.. Kalau ini murid privat saya, waktu saya kuliah tingkat 3 kayaknya. Entah kenapa dia mau diajar ama saya. Padahal saya tidak punya waktu ke rumahnya di daerah Setra Sari sana. Jadinya kalau mau belajar, dia yang datang ke kampus saya, dan kami belajar bareng di Perpus Pusat kampus saya... iya.. si gedung biru itu.. duh.. kok jadi kangen lagi ama baunya yah?! Hm.. selama kami berinteraksi, mungkin lebih tepat kalau saya yang lebih banyak belajar darinya. Saya belajar dari kepolosannya dia... Saya jadi lebih banyak mengerti seluk-beluk kehidupan dari kacamata seorang anak kecil. Ah.. anak ini pasti sudah besar sekarang.. udah kuliah kali yah?! atau bahkan mungkin sudah lulus yah?!
6. Rani Erawati dan Teh Indri. Dua-duanya gadis ayu, yang satu dari Jawa, lainnya aseli Sunda. Rani, asalnya dr Jawa. Tepatnya dari mana ya? Brebes bukan ya? atau Cilacap? halah meni jauh pisan.. jangan2 dua-duanya salah. Saya memang tidak bisa menghapal asal kota teman2 yang dr Jawa.. Aneh juga.. kebanyakan kali ya?! yang saya hapal sampe sekarang cuma yang asalnya dari Gombong doank, hehehe... Kembali ke Rani, kami teman satu kos-an dulu di Ledeng (eta saya meni jauh pisan kosannya dr kampus :D). Dia kuliah di Non Pendidikan Biologi, UPI. Dulu sering saling mengunjungi kamar, ngobrol, barteran barang, dll. Sejak dia pindah kosan, kami sudah jarang berhubungan lagi. Terakhir denger sih dia udah nikah dan punya anak. Dan masih di Bandung, daerah Panorama gitu ya?!
Teh Indri asli Subang, temen kosa-an juga. Dulu kuliahnya di Unpas. Jurusannya aku gak tau, yang pasti dia kemudian kerja jadi Sekretaris kalau gak salah. Orangnya imut pisan, putih, bermata sipit, rambutnya agak sedikit ikal. Ngomongnya Sunda haluuuus banget. Pacarnya orang Subang juga deh, dan mereka sudah menikah. Sudah punya anak juga deh kayaknya. Sejak menikah, beliau keluar dari kos-an kami. Dan sejak itu, kami tidak pernah bertemu lagi.
7. Seorang sahabat yang wujudnya nyata, tapi seolah berbeda dunia.
Ntah kenapa, semakin saya berusaha mendekat, dia terasa semakin lari teramat cepat.
Atau.. ah.. mungkin yang terjadi malah sebaliknya..
Mungkin saat senyumnya hilang ketika menatapku, itu karena senyum itu juga tak terukir di wajahku.
Mungkin saat dia tak mengucap sapa, itu karena mulutku juga diam seribu bahasa.
Atau mungkin aku yang terlalu lancang mengakuinya sebagai sahabat..
karena mungkin dari dulu aku dan dirinya hampir tak pernah dekat.
Ya Allah.. mudah-mudahan kesalahan yang tak sengaja kubuat itu..
tak akan selamanya melekat kuat dalam diriku..
Setidaknya berilah tanda padaku, bahwa dia benar-benar telah memaafkanku..
Untuk Mbakku yang benar-benar kurindu..
Betapa ingin aku merasakan berbagi kehangatan denganmu...
Duh.. kayaknya dah lebih dari tujuh nih.. keluar dr aturan lagi yah?!
Sekalian aja mencong dari aturan semua. Saya gak akan lempar lagi ke siapa-siapa.. dan yang ngintip2 juga gak usah ngerjain kalau gak mau.. (iyalah.. orang2 dah ngerjain dr jaman jebot juga :D)
Aturannya mesti ditulis di awal katanya.. biar saya kelihatan seperti orang yang taat aturan, saya tulis ulang di sini yah.. :D (duh.. mesti copy dulu nih, bentar yah..)
1. Tulisan harus berjudul Mencari Sahabat Lama
2. Tuliskan 7 sahabat yang sedang kita cari.
3. Sertakan identitas sahabat yang sedang dicari itu (Seperti asal Daerah, Sekolah, dll)
4. Tuliskan 7 MP-ers yang harus membuat postingan seperti ini.
5. Selain itu, untuk 7 MP-ers pengintip pertama juga berkewajiban untuk membuat postingan serupa.
6. Tuliskan aturan ini di awal tulisan.
7. Harus dikerjakan dalam waktu maksimal 7x24 jam sejak dibaca postingan
ini!
tuh beneran copy paste dah.. :D
Dipikir2.. ngaretnya aja ini udh keluar dr aturan :D
*********************************
Ini dia ketujuh orang yang tiba-tiba muncul di alam bawah sadar saya akhir-akhir ini.
1. Rina Hasanah namanya. Dia adalah teman sebangku saya waktu di SMA selama 2 tahun. (Cat: kami sekolah di SMA 2 Bandung, angkatan '99). Asalnya dari Ciamis, gak heran kalau dia termasuk salahsatu dari deretan gadis hitam manis (gak nyambung juga sebenarnya ama Ciamis, hehehe). Orangnya pinterrrrr banget.. saya sampe heran deh.. itu otak diencerinnya pakai apa. Saat saya masih mikir mesti pake rumus yang mana, dia sudah bisa dapat hasil akhir. Duh... dia yang pinter banget apa aku yang lemot banged sih?! Yang bikin lebih surprise lagi, meskipun pinter, dia tuh jago banget olahraganya. Kalau lari selalu paling cepet, lompat selalu paling jauh, senam selalu paling lentur, basket.. meski badannya kecil.. tapi masukkin bola melulu. Pembawaannya rame.. cekakak-cekikik melulu.. heureuy wae.. gak keliatan pinternya pokoknya dah, hahaha...
Dan yang bikin beda lagi, di saat yang lain berlomba-lomba masuk PT Teknik yang paling tenar di Indo itu, dia dengan nyanteinya milih kesehatan dan keperawatan UNPAD (gitu? lupa lagi namanya). Saya sudah lupa kapan kami terakhir ketemu. Rasanya sih pas masih kuliah sempet ketemu. Terakhir denger beritanya, dia sudah menikah dan ikut suaminya ke Jepang. Dan itupun saya gak tau di kota mana.. apakah sekarang masih di sana atau nggak. Wallahu'alam... Yang pasti, saya sangat merindukan perempuan yang satu ini...
2. Teh Peypey. Teteh mentor waktu kuliah yang pertama kali bisa membuat saya menyenangi mentoring. Nama aslinya saya lupa, susah deh kalau gak salah mah, makanya gak apal. Yang pasti dia anak Farmasi 98 dan alumni SMA 3 Bandung. Orangnya murah senyum dan funky. Ah.. jadi kebayang lagi senyumnya itu..
3. Eka dan Yanti Widiyanti. Mereka adalah teman-teman seperjuangan ketika kami mewakili Kabupaten Tasikmalaya mengikuti Lomba Mata Pelajaran. Kalau gak salah mah dulu teh lombanya di SD Sabang gitu ya? terus nginepnya di Hotel Rengganis gitu? ah.. lupa.. sudah lama sekali. Kami masih kelas 5 SD waktu itu.
Eka (saya lupa nama lengkapnya) SD-nya di Tasik, dia mewakili bidang matematika tingkat Kotif waktu itu. Eka ini orangnya manis sekali.. dan cantik.. biasanya kan cantik dan manis tidak bersarang di tempat yang sama. Tapi anak ini memiliki keduanya. Rambutnya ikal.. dia senang melurus-luruskan kakinya.. katanya sih suatu saat nanti dia kepengen jadi Balerina.
Sedangkan Yanti, SD-nya di Cibeureum, dia mewakili bidang IPA tingkat Kabupaten. Rambutnya pendek.. saya agak lupa, kayaknya sih modelnya agak cepak... atua nggak ya?! yang pasti rambutnya lurus banget.. rambut dambaan saya waktu kecil. Kulitnya putih dan matanya agak sipit.. cantik sekali..
Kami hanya salah tiga perwakilan dari Tasikmalaya. Perwakilan yang lain anak cowok soalnya, tinggalnya gak sekamar. Jadi hubungannya tidak sedekat kami bertiga. Dulu sempat berkirim2 surat ama mereka. Tapi akhirnya terhenti. Ah.. bahkan saya tidak tau mereka SMAnya dimana.. kuliahnya dimana... seneng banget kalau bisa ketemu mereka lagi.
4. Titin Suryati adalah sahabat saya di SD. Kami sering bermain bareng sepulang sekolah.. padahal rumah kami jauuuuh sekali. Tiba-tiba ayahnya yang kerja di kantor pos mendapat dinas baru di tempat lain, mereka pindah ke Kalimantan waktu kelas 3 SD kayaknya. Tepatnya di ... mana ya.. Aduh saya lupa lagi. Pokoknya tidak jauh dengan Martapura. Nama kotanya juga masih Marta.. bla..bla..bla.. Dulu kami sering banget berkirim surat dan berkirim foto. Surat2nya sempat di baca kakak ipar saya secara tidak sengaja.. LUcu.. katanya.. susuratan gaya ABG bau kencur.. :D Tin, dimana kamu sekarang yah? masih inget aku gak ya?
5. Dey.. Kalau ini murid privat saya, waktu saya kuliah tingkat 3 kayaknya. Entah kenapa dia mau diajar ama saya. Padahal saya tidak punya waktu ke rumahnya di daerah Setra Sari sana. Jadinya kalau mau belajar, dia yang datang ke kampus saya, dan kami belajar bareng di Perpus Pusat kampus saya... iya.. si gedung biru itu.. duh.. kok jadi kangen lagi ama baunya yah?! Hm.. selama kami berinteraksi, mungkin lebih tepat kalau saya yang lebih banyak belajar darinya. Saya belajar dari kepolosannya dia... Saya jadi lebih banyak mengerti seluk-beluk kehidupan dari kacamata seorang anak kecil. Ah.. anak ini pasti sudah besar sekarang.. udah kuliah kali yah?! atau bahkan mungkin sudah lulus yah?!
6. Rani Erawati dan Teh Indri. Dua-duanya gadis ayu, yang satu dari Jawa, lainnya aseli Sunda. Rani, asalnya dr Jawa. Tepatnya dari mana ya? Brebes bukan ya? atau Cilacap? halah meni jauh pisan.. jangan2 dua-duanya salah. Saya memang tidak bisa menghapal asal kota teman2 yang dr Jawa.. Aneh juga.. kebanyakan kali ya?! yang saya hapal sampe sekarang cuma yang asalnya dari Gombong doank, hehehe... Kembali ke Rani, kami teman satu kos-an dulu di Ledeng (eta saya meni jauh pisan kosannya dr kampus :D). Dia kuliah di Non Pendidikan Biologi, UPI. Dulu sering saling mengunjungi kamar, ngobrol, barteran barang, dll. Sejak dia pindah kosan, kami sudah jarang berhubungan lagi. Terakhir denger sih dia udah nikah dan punya anak. Dan masih di Bandung, daerah Panorama gitu ya?!
Teh Indri asli Subang, temen kosa-an juga. Dulu kuliahnya di Unpas. Jurusannya aku gak tau, yang pasti dia kemudian kerja jadi Sekretaris kalau gak salah. Orangnya imut pisan, putih, bermata sipit, rambutnya agak sedikit ikal. Ngomongnya Sunda haluuuus banget. Pacarnya orang Subang juga deh, dan mereka sudah menikah. Sudah punya anak juga deh kayaknya. Sejak menikah, beliau keluar dari kos-an kami. Dan sejak itu, kami tidak pernah bertemu lagi.
7. Seorang sahabat yang wujudnya nyata, tapi seolah berbeda dunia.
Ntah kenapa, semakin saya berusaha mendekat, dia terasa semakin lari teramat cepat.
Atau.. ah.. mungkin yang terjadi malah sebaliknya..
Mungkin saat senyumnya hilang ketika menatapku, itu karena senyum itu juga tak terukir di wajahku.
Mungkin saat dia tak mengucap sapa, itu karena mulutku juga diam seribu bahasa.
Atau mungkin aku yang terlalu lancang mengakuinya sebagai sahabat..
karena mungkin dari dulu aku dan dirinya hampir tak pernah dekat.
Ya Allah.. mudah-mudahan kesalahan yang tak sengaja kubuat itu..
tak akan selamanya melekat kuat dalam diriku..
Setidaknya berilah tanda padaku, bahwa dia benar-benar telah memaafkanku..
Untuk Mbakku yang benar-benar kurindu..
Betapa ingin aku merasakan berbagi kehangatan denganmu...
Duh.. kayaknya dah lebih dari tujuh nih.. keluar dr aturan lagi yah?!
Sekalian aja mencong dari aturan semua. Saya gak akan lempar lagi ke siapa-siapa.. dan yang ngintip2 juga gak usah ngerjain kalau gak mau.. (iyalah.. orang2 dah ngerjain dr jaman jebot juga :D)
Wednesday, September 17, 2008
Percobaan: Telor Asin minggu ke-1
Description:
Catatan ini spesial dibuat untuk Mpok Aas.. belum seminggu ditinggal si Mpok.. udh kangen setengah matee nih.. berkurang komentator di MP, hihihi..
Suatu hari Mpok Aas tiba-tiba ngimel dengan subject 'Tupperware'. Ternyata.. isinya resep bikin telor asin dengan menggunakan Tupperware. "Lumayan.. kalau berhasil bisa buat promosi, Na", katanya... Setelah diskusi dengannya, memperbincangkan tips and trick-nya bikin telor asin ini.. (padahal dua-duanya belum pernah bikin tea :p), akhirnya dicobalah dibuat. Telor ayam dipakai menggantikan telor bebek. Garam yang digunakan garam kasar (grob). Tupperwarenya juga pakai yang ada di rumah aja, bukan Single Deco seperti yang disarankan.
Caranya seperti di bawah ini. Resep asli ditulis oleh Arum Wijayanti - Semarang yang saya ambil dari sini
Hasil minggu pertama, bisa dibaca di bagian paling bawah.
Ingredients:
10 Butir Telor Bebek (diganti telor ayam)
10 Sdm Garam Dapur (pakai garam kasar, yg ternyata hasilnya asiiin benerr)
1000 ml Air
Tips :
Cara memilih telor yang baik, letakan telor didalam air, bila tenggelam berarti bagus.
Dengan menggunakan Tupperware membuat telor asin tanpa abu gosok/bubuk batubata dan lebih gampang dan hasilnya … lembut dan lebih uuueeeenakk….
Directions:
Bersihkan telor bebek dengan digosok/disikat hingga bersih, pilih telor yang betul-betul bagus.
Siapkan Tupperware untuk menyimpan/memeram telor bebek (Dengan menggunakan Single Deco, aku sih pakai Tupperware seadanya di rumah, kalau gak salah namanya 'Die bunte Drei').
Tuangkan air ke dalam Tupperware lalu masukan garam dan aduk rata, sehingga menjadi larutan air garam.
Masukan telor bebek yang sudah bersih kedalam larutan tersebut.
Tutup rapat wadah, lalu simpan ditempat yang kering.
Untuk telor dengan kadar keasinan rendah disimpan 1 minggu saja, untuk keasinan sedang disimpan selama 2 minggu dan bila ingin sampai “Masir” ( kuning telor sampai keluar minyaknya ) disimpan sampai 3 minggu. Selanjutnya telor bisa direbus atau di bikin masakan lain.
Selamat Mencoba …. !!
Hasil pengamatan:
Meskipun telur tenggelam dalam air, ketika dimasukkan ke dalam air garam, telur jadi mengapung. Ini berarti massa jenis air meningkat karena adanya penambahan garam, dan larutan ini lebih berat dibandingkan telurnya.
Setelah seminggu direndam dalam larutan garam, ternyata 3 buah telur tenggelam, sisanya masih mengapung. Kemungkinan garam yang diserap telur-telur ini lebih banyak dibanding yang lain, sampai-sampai dia beratnya lebih besar dibanding larutannya sendiri, mungkin pori-porinya lebih banyak atau lebih besar atau ukurannya memang lebih besar dari yang lain, sehingga luas permukaannya lebih besar. Atau bisa juga karena telur-telur ini lebih bersih, jadi kotoran yang menghalangi masuknya garam ke dalam telur lebih sedikit.
Ketiga telur yang terendam diambil, kemudian langsung direbus.
Hasilnya? putih telurnya lembek sekali, sebaliknya kuning telurnya mengeras dan membentuk dua warna seperti gambar. Rasanya??? wuasssiiiinnnn banget, putih telurnya aja sih yang asin, kalau kuning telurnya mah enaaaakkk. Saya sudah 4 tahun tidak makan telur asin yang asli, mungkin karena keseringan makan telur rebus biasa, jadinya berasa asin banget. Tapi bisa jadi memang garam yang digunakan terlalu banyak, karena ukuran telur bebek memang lebih besar dibandingkan telur ayam. Jadi jumlah garamnya memang perlu sedikit dikurangi.
Perendaman masih diteruskan. Hari Selasa depan akan diperoleh telur asin usia dua minggu. Kalau kuat.. insyaAllah diterusin sampai minggu ketiga deh.. :D
So.. ada yang mau coba juga??! gampang kok.. ;)
Tuesday, September 16, 2008
Lampu mati dan perbaikan jalan
Kemarin adalah hari pertama Nadin kembali ke sekolah.. TK maksudna mah.. setelah liburan selama 6 minggu.. Ini adalah hari yang paling ditunggu-tunggu olehnya. Baru bangun aja, dia udah langsung semangat cuci muka, gosok gigi dan ganti baju. Tak usah mandi lah.. dingin.. lebih tepatnya sih.. duiiingiiiiin sekaliiii... iyalah, suhu menunjukkan 6 derajat Celcius, mana hujan pulak... wah.. udah berasa Winter deh.. Anak-anak didandanin layaknya musim dingin, lengkap dengan jaket tebal, kupluk dan sarung tangan.. tidak lupa baju dalamnya pun udah pakai yang panjang-panjang... Begitu keluar dari pintu.. wuuusshhh... angin langsung menyapa muka kami.. seolah mengucap selamat pagi.
Sampai di perempatan.. duh.. rasanya makin malas lah berjalan ke halte bus.. Karena ternyata lampu merah di perempatan sana sedang rusak (mungkin karena kedinginan :D), jadinya digantikan oleh dua orang polisi. Ditambah lagi dengan perbaikan jalan yang harus kami lewati untuk menuju halte bus.
Lampu merah mati di jalan ini sebenarnya jarang terjadi. Selama kami tinggal di rumah ini (kurleb 1,5 tahun) baru dua kali saja tidak jalan karena sengaja dimatikan untuk diperbaharui. Ini yang ketiga kalinya. Setiap kali lampu ini tidak berfungsi, selalu digantikan oleh dua orang polisi. Yah, memang harus ada yang menggantikan, karena jalan ini cukup besar, masing-masing arah terdiri dari 4 jalur, bolak-balik jadi 8 jalur.. ditambah lagi dengan dua buah jalur tram. Kebayang nggak sih besarnya jalan ini??? Pantesan, setiap kali kami menyebrang.. rasanya gak nyampe-nyampe.. :D *hiperbol pisan*
Untuk mengatur perempatan jalan segede ini, hanya dibutuhkan dua orang polisi saja. Yah, memang sih, kalau kebanyakan mungkin malah jadi pusing.. Ntar ada yang nggak kompak, bisa-bisa malah tabrakan. Tapiii.. tolongin donk kami para pejalan kaki. Dalam kondisi seperti ini, kami yang mengalami kesulitan. Pak Polisi cuman mengatur mobil saja.. jadi kami harus benar-benar memperhatikan mobil dari arah mana saja yang jalan dan yang berhenti, dan mengira-ngira sendiri kapan kami bisa menyebrang. Untungnya saya udah biasa nekad, asal jalanan kosong, nyebrang lah. Sedangkan di sebelah saya, ada Opa-opa yang bingung.. kapan dia harus menyebrang.. ntah berapa lama dia sudah menunggu di sana. Akhirnya saya ajak juga dia untuk nyebrang nekad bareng-bareng. Dan sialnya, hari itu polisinya udah tua, galak lagi.. :((
Setelah ini, kami masih harus melewati tempat perbaikan jalan. Perbaikan ini sudah lama sekali.. sejak awal September lalu.. (halah.. baru dua minggu juga..).. abis rasanya kok gak beres-beres.. (iyalah.. di situnya juga ditulis sampai pertengahan Oktober). Saya memang paling gak suka dengan perbaikan jalan. Selain berisik dan udara menjadi kotor (berdebu), jalanan menjadi tidak nyaman. Memang sih, biasanya para pejalan kaki masih diberi lahan untuk berjalan, tapi sempit dan kadang medannya sangat sulit. Misalnya minggu lalu, jalan yang disediakan untuk kami hanya berupa batu-batu kerikil halus. Alhasil... Stroller yang saya dorong serasa menjadi lebih berat.. dan tenaga yang harus saya keluarkan menjadi lebih besar.. belum lagi, hati merasa diburu-buru oleh orang yang ada di belakang kami. Duh... Untunglah sekarang kami di beri jalan khusus di pinggir jalan raya yang di beri pagar, sebagai tanda agar mobil tidak ada yang nyelonong ke situ.
Sekarang mulai kelihatan.. apa yang sedang mereka perbaiki. Ternyata mereka sedang mengganti tegel trotoar, serta memperlebar trotoar dan memperjelas lajur untuk sepeda. Hm.. aku pikir, trotoarnya masih bagus kok.. ngapain juga diganti? Tapi da mungkin mereka mah punya target, berapa taun sekali harus ganti tegel.. jadi tak perlu menunggu rusak. Beda sekali dengan di Indo, rasanya jalan udah bolong-bolong juga.. susaaah sekali memperbaharuinya.. :D
Selain mengganti tegel, mereka juga memperlebar trotoar. Apa maksudnya lagi ini? Padahal dengan 8 jalur mobil saja, kemacetan di sini masih belum bisa dihindari. Terutama sih pada jam-jam masuk dan keluar kerja. Hm.. mungkin biar orang-orang males naek mobil yah?! dan memberi kenyamanan lebih pada pejalan kaki.. :D Tapi, di sini sih.. gak punya mobil juga.. masih oke tuh naik angkutan umum.. lebih nyaman malahan.. dan yang pasti sih lebih murah.. (kalau nyaman mah kan relatif yah?!) Hm.. kalau di Indonesia.. sayang banget ya, angkutan umumnya masih tidak memadai, sehingga orang-orang lebih suka naik mobil pribadi daripada berdesakan di bis kota. Ah.. jadi inget rumah tetangga saya yang kebabat sepotong gara-gara ada pelebaran jalan.. hiks.. kasian. Tuh.. disaat di sini ada pelebaran trotoar.. di sana malah pelebaran jalan..
Sampai di perempatan.. duh.. rasanya makin malas lah berjalan ke halte bus.. Karena ternyata lampu merah di perempatan sana sedang rusak (mungkin karena kedinginan :D), jadinya digantikan oleh dua orang polisi. Ditambah lagi dengan perbaikan jalan yang harus kami lewati untuk menuju halte bus.
Lampu merah mati di jalan ini sebenarnya jarang terjadi. Selama kami tinggal di rumah ini (kurleb 1,5 tahun) baru dua kali saja tidak jalan karena sengaja dimatikan untuk diperbaharui. Ini yang ketiga kalinya. Setiap kali lampu ini tidak berfungsi, selalu digantikan oleh dua orang polisi. Yah, memang harus ada yang menggantikan, karena jalan ini cukup besar, masing-masing arah terdiri dari 4 jalur, bolak-balik jadi 8 jalur.. ditambah lagi dengan dua buah jalur tram. Kebayang nggak sih besarnya jalan ini??? Pantesan, setiap kali kami menyebrang.. rasanya gak nyampe-nyampe.. :D *hiperbol pisan*
Untuk mengatur perempatan jalan segede ini, hanya dibutuhkan dua orang polisi saja. Yah, memang sih, kalau kebanyakan mungkin malah jadi pusing.. Ntar ada yang nggak kompak, bisa-bisa malah tabrakan. Tapiii.. tolongin donk kami para pejalan kaki. Dalam kondisi seperti ini, kami yang mengalami kesulitan. Pak Polisi cuman mengatur mobil saja.. jadi kami harus benar-benar memperhatikan mobil dari arah mana saja yang jalan dan yang berhenti, dan mengira-ngira sendiri kapan kami bisa menyebrang. Untungnya saya udah biasa nekad, asal jalanan kosong, nyebrang lah. Sedangkan di sebelah saya, ada Opa-opa yang bingung.. kapan dia harus menyebrang.. ntah berapa lama dia sudah menunggu di sana. Akhirnya saya ajak juga dia untuk nyebrang nekad bareng-bareng. Dan sialnya, hari itu polisinya udah tua, galak lagi.. :((
Setelah ini, kami masih harus melewati tempat perbaikan jalan. Perbaikan ini sudah lama sekali.. sejak awal September lalu.. (halah.. baru dua minggu juga..).. abis rasanya kok gak beres-beres.. (iyalah.. di situnya juga ditulis sampai pertengahan Oktober). Saya memang paling gak suka dengan perbaikan jalan. Selain berisik dan udara menjadi kotor (berdebu), jalanan menjadi tidak nyaman. Memang sih, biasanya para pejalan kaki masih diberi lahan untuk berjalan, tapi sempit dan kadang medannya sangat sulit. Misalnya minggu lalu, jalan yang disediakan untuk kami hanya berupa batu-batu kerikil halus. Alhasil... Stroller yang saya dorong serasa menjadi lebih berat.. dan tenaga yang harus saya keluarkan menjadi lebih besar.. belum lagi, hati merasa diburu-buru oleh orang yang ada di belakang kami. Duh... Untunglah sekarang kami di beri jalan khusus di pinggir jalan raya yang di beri pagar, sebagai tanda agar mobil tidak ada yang nyelonong ke situ.
Sekarang mulai kelihatan.. apa yang sedang mereka perbaiki. Ternyata mereka sedang mengganti tegel trotoar, serta memperlebar trotoar dan memperjelas lajur untuk sepeda. Hm.. aku pikir, trotoarnya masih bagus kok.. ngapain juga diganti? Tapi da mungkin mereka mah punya target, berapa taun sekali harus ganti tegel.. jadi tak perlu menunggu rusak. Beda sekali dengan di Indo, rasanya jalan udah bolong-bolong juga.. susaaah sekali memperbaharuinya.. :D
Selain mengganti tegel, mereka juga memperlebar trotoar. Apa maksudnya lagi ini? Padahal dengan 8 jalur mobil saja, kemacetan di sini masih belum bisa dihindari. Terutama sih pada jam-jam masuk dan keluar kerja. Hm.. mungkin biar orang-orang males naek mobil yah?! dan memberi kenyamanan lebih pada pejalan kaki.. :D Tapi, di sini sih.. gak punya mobil juga.. masih oke tuh naik angkutan umum.. lebih nyaman malahan.. dan yang pasti sih lebih murah.. (kalau nyaman mah kan relatif yah?!) Hm.. kalau di Indonesia.. sayang banget ya, angkutan umumnya masih tidak memadai, sehingga orang-orang lebih suka naik mobil pribadi daripada berdesakan di bis kota. Ah.. jadi inget rumah tetangga saya yang kebabat sepotong gara-gara ada pelebaran jalan.. hiks.. kasian. Tuh.. disaat di sini ada pelebaran trotoar.. di sana malah pelebaran jalan..
Subscribe to:
Posts (Atom)