Thursday, February 2, 2012

Mamahnya Maryam siapa???

Duh, tiba-tiba aja dapet pertanyaan di atas dari Maryam, "Mamahnya Maryam siapa?".
Kaget?? ya kaget doooonk.. mulut yang sedang mengunyah pun langsung berhenti. Saking gak percaya dengan pertanyaannya, saya tanya ulang dia,

"hm? apa? apa? gimana, Neng?"
"Mamahnya Maryam siapa?"
"Mamahnya Maryam? ya mamah.. mamah ina.. kan?!"
"bukan.. mamah kan anak-anak.. anak-anak gak boleh punya anak! sama kayak papah, papah juga anak-anak.. gak boleh punya anak."

Duh, kok ya tambah ketar-ketir.. ini maksudnya apa? kok bilang mamah-papah masih anak-anak.. jadi mikir, apa tingkah kami begitu masuk ke dunia mereka ya? sampai mereka menganggap kalau kami tuh anak-anak. :D Lalu saya tanya lagi,

"Mamah anak-anak? mamah kan udah gede, tuh liat.." sambil berdiri dan menunjukkan kalau badan saya lebih tinggi darinya.
"Mamah kan anaknya Emak (ibu saya), Papah anaknya Enek (ibunya si akang), kalau Maryam anaknya siapa?" *hampir berkaca-kaca*
"ya anaknya Mamah Ina" sambil nunjuk diri sendiri.
"bukan, mamah kan anaknya Emak, anak-anak gak boleh punya anak."

Dodododoh... hm.. gimana jelasinnya ya? akhirnya setelah beberapa saat mikir, terpikir juga solusinya. Saya jelaskan perjalanan usia manusia dengan mengambil orang-orang yang dia kenal sebagai contoh. 

"Jadi Allah bikin manusia, lalu disimpan di perut mamahnya. Kalau dia lahir, dia bakal jadi bayi, kayak Ligar dulu, masih inget?" diapun mengangguk.

"Bayi yang baru lahir cuma bisa nangis aja ama pipis."
"dan nenen" timpalnya.. hihihi.. masih inget beneran dia.
"iya.. gak bisa duduk, gak bisa ngomong, apalagi lari.. nah.. lama-lama.. dia mulai gede.. mulai gede.. bisa ngomong deh bababibibubu." diapun tertawa.

"trus bisa apalagi? bisa tengkurap.. merangkak.. duduk.. berdiri.. akhirnya bisa lari kencang kayak Ligar sekarang. Kalau tambah gede lagi, nanti Ligar bakal jadi segede Maryam.. tambah gede lagi bakal jd segede Nadin.. tambah gede tambah gede.. ntar jadi segede mbak Arin.. terus segede Mbak Arum.. segede mas Adit.. wah.. bentar lagi dah bisa nikah deh. Kalau udah nikah, ntar bisa punya anak. Nah, mamah sama papah juga sama.. dulu bayi kayak Ligar.. Nadin Maryam juga. Karena mamah sama papah udah nikah, makanya mamah sama papah bisa punya anak. Tapi, mamah tetep jadi anaknya Emak, dan papah jadi anaknya Enek.. Tapi sekarang Emak sama Enek udah jadi Oma. Nanti kalau Maryam udah nikah, udah punya anak, Mamah yang jadi Oma."

"hihihihi.." cengar-cengir deh dia. Ujung-ujungnya dia pengen liat Mamah dan Papah waktu bayi.. waktu udah sekolah.. dll. Duh, untung koleksinya foto si Papah dari Enek cukup lengkap (Nuhun pisan, Enek!).. kalau foto Mamah meski gak banyak, tapi ada lah.. jadi cukup mewakili.

Dan.. alhamdulillah.. sampai hari ini Maryam tidak mencari Mamah lagi. :)

Friday, January 20, 2012

Di Stasiun Kereta - bawain Oma Opa

Hari Selasa yang lalu, ketika kami sedang berjalan kaki menuju perpustakaan, kebetulan ada pesawat terbang lewat di atas kami. Tak heran memang, di Muenchen (kasarnya) hampir tiap 5 menit ada pesawat terbang melintas di langit. Biasanya Ligar yang sensitif melihat pesawat, namun waktu itu Maryam yang lebih dulu melihat. "Itu pasti mau ke Indonesia!" katanya.. dododoh... memang deh, setaunya dia, kalau ke Indonesia harus naik pesawat, maka semua pesawat pasti mau ke Indonesia..

Kejadian tersebut mengingatkan saya pada kejadian beberapa bulan lalu.. (flashback dulu nih ceritanya..).

**************************************
Waktu itu kami akan mengunjungi teman kami yang tinggal di Nuernberg. Karena perjalanan luar kota kami harus memakai kereta RE. Waktu itu kami memakai Bayernticket, yang berarti kami harus duduk di bangku kelas dua. Kereta menuju Nuernberg ini termasuk kereta yang banyak penumpangnya. Jadi begitu kereta datang, kami harus cepat-cepat mencari tempat duduk agak tak kehabisan orang.

Begitu masuk ke dalam kereta, pandangan Nadin langsung tertuju ke tulisan "1. Klasse", dan dia pun langsung berteriak,

"Erste Klasse! itu dia kelasnya Nadin." sambil berlari masuk ke ruangan kelas 1 tersebut.

Lalu saya katakan bahwa kami harus duduk di kelas dua, bukan kelas satu. Dan diapun menjawab,

"Tapi kan Nadin baru kelas satu."

Ah.. dan saya pun baru nyadar kalau yang dia maksud adalah kelas dia di sekolah.. Na ja... Nadin.. sayangnya kelas di sekolah dan kelas di kereta api tidak bisa disamakan.. :))

Dan kamipun asyik menikmati perjalanan selama 1 jam 45 menit. Akhirnya sampailah kami di stasiun kereta Nuernberg. Dan seperti di stasiun-stasun kereta manapun, kalau ada kereta berhenti, penumpang yang berjumlah ratusan akan turun serentak dengan bawaannya masing-masing. Maryam waktu itu terpesona melihat orang-orang (yang pada umumnya) menggusur koper mereka masing. 

"Orang-orang ini pasti mau ke Indonesia."
"Lho, kok Maryam tahu kalau mereka mau ke Indonesia?"
"Tahu donk, soalnya mereka bawa-bawa koper."

hihihi... Emang deh ya.. kalau kita mau ke Indonesia, bawaan wajibnya emang koper.. :))

**************************************
Nah, kembali ke cerita awal.. ketika Maryam melihat pesawat terbang melintas tea..

Apa yang terpikir di kepala Anda ketika melihat pesawat terbang lewat sewaktu Anda kecil? Kalau saya, "Kapal, minta duit!!" *duh, meureun kata si akang teh, ih si eneng, ternyata udah matre sejak kecil :D*

Waktu itu, saya mau teriak seperti itu, khawatir mengajarkan kematrean saya pada anak-anak.. :D Jadi ketika Maryam bilang, "kapal itu mau ke Indonesia", tiba-tiba saja otak memerintah saya untuk mengucap, 

"Kapal, salam buat Enek-Aki dan Ema PaI yah.."

Dan ternyata, salam aja tidak cukup untuk Maryam. Dia pun ikut-ikutan teriak,

"Kapal, bawain Oma dan Opanya Maryam ke sini ya.."

...dengan serta merta saya pun terserang rasa campur aduk.. teu pararuguh.. antara sedih, gembira, terharu, pengen nangis dan tertawa.. semua jadi satu...

"Es war ganz süüüüüüüüüüßßßßßßßßßß, Maryam.."

Wednesday, December 7, 2011

Lucunya Neng Iyam.. :)

Anak saya yang satu ini memang paling lucu.. pembawa kehangatan dalam keluarga.. kalau dia sakit/tidur, rumah rasanya kosooooooong deh.. Ini cerita yang membuat saya tertawa lagi, kejadiannya kemarin sewaktu kami sedang di perpustakaan. Sebelum kegiatan berlangsung (ceritanya mo ikutan Vorlesen a.k.a dibacakan cerita), saya minta anak-anak untuk ke kamar mandi dulu, daripada nanti pas lagi mendengarkan cerita tiba-tiba mau pipis. :D

Nadin duluan, seperti biasa, dia tutup pintunya (karena sudah punya rasa malu), dia kunci dari dalam, bahkan dia sudah bisa bersih-bersih sendiri. Nah, Maryam giliran berikutnya, dia ikut-ikutan, tutup pintu, kunci pintu. Lah saya ketinggalan di luar, gimana nih? dia bisa buka kunci gak nanti ya? moga-moga aja kuncinya bukan termasuk kunci yang susah dibuka, harap saya. Tak lama kemudian, diapun teriak seperti biasa,

"Mamah, udah pipisnya."
"oke, buka pintunya." kata saya.
"gak bisa." jawabnya dengan nada tenang, "Mamah aja yang bukain pintunya."
"Lho?! mamah gak bisa bukain pintunya, kan pintunya dikunci sama Maryam dari dalam." *Mamah mulai panik"
"Sama, Maryam juga gak bisa bukain pintu karena Maryam lagi duduk di toilet. Ayo, mamah aja yg buka pintunya"
*gubrag*
Setelah nego beberapa menit, akhirnya mau juga dia menyerah membukakan pintu dari dalam plus pake acara salah muter pula. :))

***********************************

Malam-malam sebelum tidur dia bercerita,
"Mamah, tadi kata gurunya, anak-anak harus dengar apa yang dibilang sama Nikolaus."
"Hm.. tapi kamu mah harusnya denger apa yang mamah/papah bilang ya.." kata saya.
"Eh, tapi tadi Nikolaus bilang apa emang?" *Mamah penasaran*
"Maryam sudah lupa."
*Mamah pingsan*

Sunday, December 4, 2011

Du licious!

Sore ini ketika kami membuat muffin di dapur, seperti biasa, anak-anak seneng banget nyicipin bahan-bahan mentahnya si kue, dari mulai tepung, susu, sampai coklat-coklatnya, kecuali telur aja yang tidak suka mereka cicip. Kebetulan kali ini kami membuat muffin bintik-bintik, jadi mereka tertarik sekali untuk mencicipi butir-butir coklat messes.

"Hmmmm... delisius!!" kata Nadin sambil merem melek. (delisius = delicious, sengaja ditulis pengucapannya, agar pembaca sama oon-nya kayak penulis :D ).
"Hmmm... dulisius!!" kata Maryam ikut-ikutan..
"Hmmm.. dulisius.. katanya Maryam.. kalau kata si ini (sambil nunjuk messes), ihlisius." lanjutnya..

Awalnya saya nggak terlalu ngeh.. Tapi dia ulang berkali-kali kalimat tersebut. Akhirnya saya tanya ulang karena penasaran,

"kok coklatnya bisa ngomong? dia ngomong apa tadi?"
"Ihlisius! kalau kata Maryam dulisius." jawabnya.

dan *zzzt.. zzzt..* baru deh kabel-kabel di otak saya bisa nyambung sinyalnya dengan kalimat si sayang.. :D

"Ach soooo, jadi kalau kata Maryam 'Du licious!' dan kata si coklat 'Ich licious! gitu?!" (ket: Du = kamu, Ich = aku)
Dia pun mengangguk mantap..

Ah, Maryam, I love You!!!

Monday, November 28, 2011

Maroni/Maronen/Ess(Edel)kastanien a.k.a Chestnut

Hm.. apa ya bahasa Indonesianya kacang yang satu ini? masa iya sih 'kacang dada'? :D kalau lihat di Google translate, ini diartikan sebagai Kastanye, tapi saya sendiri belum pernah mendengar namanya waktu masih di Indonesia. Okelah, untuk mudahnya sebut saja Maroni atau Maronen seperti orang sini biasa menyebutnya :D

Pertama kali saya mencicipi Maroni di rumah seorang teman, rasanya ini kacang paling enak di dunia, menurut saya lho. Dagingnya tebal dan legit, wanginya lembut dan rasanya sungguh manis.. ah, pokoknya tiada duanya. "Beli aja mentahnya, bakar sendiri di oven" kata teman saya itu. Akhirnya sayapun mencobanya, dan hasilnya GATOT, udah mah gosong, susah pula mengupasnya. Sejak itu saya tidak pernah membeli Maroni lagi. Sebenarnya ada jualan yang sudah jadi, di kota banyak sekali kios-kios kecil yang menjual Maroni hangat-hangat.. tapi harganya sangat mahal.. kalau tidak salah harganya sekitar 2,5 Euro untuk 8 biji saja. Jadi, ya mending gigit jari sajalah..

Sampai akhirnya, pas anak-anak senang memunguti biji-biji Kastanien di pinggir jalan saat musim gugur, baru saya menyadari kalau biji-biji Kastanien itu mirip sekali denganMaroni.. Hm.. apakah ini si Maroni yang enak itu? kalau memang benar, kan lumayan gak usah beli, asal rajin mungut aja. :D 

Sebelum bertindak ceroboh, tentu saja saya cari-cari dulu di Google. Ternyata, memang benar, Maroni itu sebenarnya masih Kastanien jugalebih tepatnya sering disebut sebagai Esskastanien atau Edelkastanien. Sayangnya ada jenis Kastanien lain yang tidak boleh dimakan, namanya Roskastanien.. dan ini biasanya yang ada di pinggir-pinggir jalan itu. :D Bedanya bisa dilihat dicangkangnya, jika cangkangnya menyerupai landak dengan jarum-jarum halus dan panjang, maka ini adalah Edelkastanien, tapi kalau cangkangnya halus dan memiliki duri-duri tebal, maka ini adalah Roskastanien. Untuk lebih jelas bisa dilihat pada gambar di bawah ini. (Gambar diambil dari Wikipedia)


Kembali ke Maroni, akhirnya rasa kangen saya sama Maroni tidak tertahankan lagi. Pas melihat Maroni-Maroni mentah berjejeran di toko, tanpa pikir panjang saya pun mengambilnya sebungkus. Dan sebelum memasaknya, saya mencoba mencari-cari dulu tehnik memasaknya, supaya tidak gagal seperti dulu lagi. Alhamdulillah, minggu lalu kami bisa menikmati Maroni lagi, dengan tingkat kepuasan 80% :D (karena masih ada kesalahan teknis sedikit).

Caranya begini:
1. Panaskan oven (kalau kemarin saya panaskan 180 derajat celcius)
2. Cuci maroni dengan air, tiriskan dan keringkan dengan lap.
3. Beri sayatan (bentuk cakra) pada kedua sisi Maroni, ini dilakukan untuk mencegah Maroni meledak di dalam oven dan untuk memudahkan ketika mengupas. Sayatan harus agak dalam sampai ke kulit arinya, karena kalau kulit ari tidak tersayat, sama aja susah mengupasnya (pengalaman terakhir kemarin).
4. Masukkan ke dalam oven, panggang selama 10 menit.
5. Maroni masing-masing dibalik, kemudian dipanggang lagi selama 10 menit.
6. Setelah selesai, keluarkan dari oven, bungkus dengan kain lap selama 10 menit.
7. Kupas hangat-hangat, bisa langsung disantap, begitu saja sudah enak. 

Dilihat dari cara membuatnya, yang harus disayat satu-satu.. dan dibolak-balik satu-satu.. barulah kelihatan kenapa kacang ini mahal sekali harga matangnya. :D

Maroni ini termasuk kacang yang rendah lemak dengan kandungan air yang tinggi dan mengandung sedikit minyak, katanya. Nah, tunggu apa lagi? Yuk, mari makan  maroni..
 

Mencari Papah 2

Edisi tahun lalu, dimana kami ditinggal bapaknya anak-anak lintas benua bisa dibaca di sini.

Kebetulannya, tahun ini kami harus mengalami ditinggal lintas benua lagi.. masih ke negara raksasa yang sama, hanya kotanya saja yang beda. Perasaan ditinggalnya masih sama (baca: perasaan saya ini mah), rasanya sepiiiiiiiii kalau gak ada si akang di rumah, meski anak2 tetep heboh, ada satu yang kurang tentu saja tetap ada.

Anak-anak seperti biasa malah senang kalau Papah mau keluar kota, karena artinya mereka bisa ke pergi ke sekolah sama Mamah.. dan tidur sama mamah juga. :)) Dan tau donk siapa yang paling semangat ketika Papah pergi? tentu saja Neng Iyam.. :D Ya, Maryam selalu bilang kalau "Maryam gak suka sama Papah, karena Papah suka peluk-peluk dan cium-cium Maryam sambil bilang "Baby Papah". Papah juga suka berubah jadi anakonda, peluk Maryam yang kencang, atau berubah jadi piranha yang mau gigit-gigit Maryam." Tapi makin Maryam bilang 'gak suka', makin si Papah sukaaaaaaa sama Maryam.. pokoknya kalau udah denger dua orang itu pakeukeuh-keukeuh, bikin perut geli aja.

"Maryam gak suka sama Papah."
"Tapi Papah suka sama Maryam."
"Papah GAK BOLEH suka sama Maryam"
*doh galaknya*

Kemaren pun pas sesi salaman sebelum Papah berangkat, dia yang paling semangat nyalamin bapaknya.. seolah-olah berkata.. "udh cepetan sana Papah pergi!!" haha..

Ketika Papah sudah pergi, rumah pun terasa sepi. Nadin mulai bertanya-tanya,
"berapa lama Papah di Cina?"
"6 kali bobo" jawab saya.
"Papah bakal 6 kali bobo di Cina-nya?"
"hm.. ya 4 kali bobo di hotel, 2 kali bobo di pesawat." jawab saya.
Mendengar kata hotel, Maryam langsung terbangun dari posisi tidur-tidurannya.
"Papah di Cina bobo di hotel????" tanya Maryam kaget.
"Iya." jawab saya.
"Oo.. padahal kan Maryam yang mau bobo di hotel." katanya penuh sesal sambil menjatuhkan diri ke belakang kembali ke posisi tiduran (untung lagi di atas kasur:D).
hihihi.. wek dor pertama buat Maryam.. :D

Paginya kami sibuk menyiapkan segala sesuatu sendiri tanpa Papah. Ligar yang menyadari duluan kalau ada sesuatu yang kurang. "Papah? Papah?" tanyanya ketika sedang dipakaikan jaket.
"Papah nggak ada." jawab saya.
" Paaaapaaaaaahhhhh!!!! Paaaaapaaaaaahhhh!!!" teriaknya memanggil-manggil si Papah..
yaaahh.. tunggu ya, Jang ya.. masih 5 kali bobo lagi.. Mudah-mudahan Papah kembali dengan selamat.

Oiya, katanya Neng Iyam tadi malem mimpi, Papah udah pulang lg dr China.. Wooooo... yang gak suka sama Papah, malah yang kangen paling berat nih tampaknya.. :D

Tuesday, October 25, 2011

Halal - Haram: Dr.Oetker-Produkte

http://forum.misawa.de/showthread.php/9264-Dr.Oetker-Produkte
Dr. Oetker Artikel des Nährmittel-Bereichs, deren Rezeptur frei ist von ( i.S. von nicht enthalten als Zutat ) (Stand 10/2009):
- Zutaten vom Schwein ( im Nährmittelbereich ausschließlich Gelatine )
- Alkohol ( Spuren von Alkohol sind in Klammern hinter dem Produkt aufgeführt )


Weinstein Backpulver
Trockenbackhefe
Hefeteig Garant
Bourbon Vanille-Zucker
Bio Bourbon Vanille-Zucker
Bourbon Vanilleschote
Vanillin – Zucker
Tortenguss klar
Tortenguss gezuckert klar
Tortenguss rot
Tortenguss gezuckert rot
Tortenguss Erdbeer
Sahnesteif
Gustin Speisestärke
Fruttina Zitronen-Geschmack
Käsekuchenhilfe
Backfeste Pudding Creme
Vanilla Tortencreme
Mousse au chocolat Tortencreme
Käse-Sahne Tortencreme
Erdbeer-Sahne Tortencreme
Schoko-Sahne Tortencreme

Gelatine Fix (enthält 0.1% Ethylalkol )
Zitronen - Aroma
Bittermandel Aroma
Rum - Aroma
Rum Aroma (30ml)
Finesse Natürliches Orangenschalen - Aroma
Finesse Geriebene Zitronenschale
Original Pudding Vanille-Geschmack
Original Pudding Sahne-Geschmack
Original Pudding Mandel-Geschmack
Original Pudding Grieß
Original Pudding Erdbeer-Geschmack
Original Pudding Schokolade
Bio Pudding Schokolade
Bio Pudding Bourbon Vanille
Gala Feiner Schokoladen-Pudding
Gala Sahne-Pudding
Gala Bourbon-Vanille
Gala Karamell
Pudding aus Raspeln - Vollmilch Schokolade
Pudding aus Raspeln - feinherb
Pudding aus Raspeln - Bourbon Vanille
Gala Mandella Schoko-Mandel
Gala Mandella Vanille-Mandel

Garant Vanille-Geschmack
Garant Schokolade
Garant Grieß Pudding
Süßer Moment Vanille-Geschmack
Süßer Moment Grießbrei Vanille-Geschmack
Süßer Moment Schokolade
Süßer Moment Milchshake Banane
Süßer Moment Milchshake Erdbeere
Süßer Moment Milchshake Vanille-Geschmack
Paradiescreme Vanille - Geschmack
Paradiescreme Schokolade
Paradiescreme Zitronen - Geschmack
Paradiescreme Stracciatella
Paradiescreme Sahne-Karamell-Geschmack
Paradiescreme Pfirsich - Geschmack
Paradiescreme , Nougat mit Nougatsplits
Paradiescreme des Jahres, Feinherbe Schokolade
Himbeer Creme ( Saisonartikel Sommer 2009 )
Erdbeer Creme ( Saisonartikel Sommer 2009 )
Kirsch Creme ( Saisonartikel Sommer 2009 )
Galetta Schokolade
Galetta Vanille – Geschmack
Creme Tiramisu
Creme Stracciatella
Mousse Zitrone
Mousse au chocolat
Mousse au chocolat fein herb

Mousse a la Vanille
Panna cotta
Götterspeise Instant, Kirsch - Geschmack
Götterspeise Instant Waldmeister – Geschmack
Rote Grütze Himbeer-Geschmack
Rote Grütze Himbeer-Geschmack, mit Sago
Kaltschale Himbeer - Johannisbeer
Kaltschale Erdbeere
Kaltschale Ananas - Maracuja – Geschmack
Aranca Zitronen - Geschmack
Aranca Mandarinen - Geschmack
Aranca Aprikose – Maracuja
Quarkfein Vanille - Geschmack
Quarkfein Erdbeer - Geschmack
Quarkfein Zitrone
Dessert Soße aus Raspeln - Bourbon Vanille
Dessert - Soße zum Kochen Vanille – Geschmack
Dessert - Soße ohne Kochen Vanille - Geschmack
Dessert - Soße ohne Kochen Schokolade
Vitalis Früchte Müsli ( 375g / 600g 1500g )
Vitalis Aprikosen Müsli ( 600g )
Vitalis Schoko Müsli ( 375g / 600g / 1500g )

Vitalis Knusper Schoko ( 375g / 600g 1500g )
Vitalis Knusper Schoko feinherb ( 600g )
Vitalis Knusper Müsli ( 375g / 600g / 1500g )
Vitalis Knusper Flakes ( 600g )
Vitalis Knusper Banane ( 600g )
Vitalis Knusper Honeys ( 375g / 600g )
Vitalis Joghurt Müsli ( 600g / 1500g )
Vitalis Schoko Müsli Kokos ( 600g )
Vitalis Schoko Müsli feinherb ( 600g )
Vitalis Schoko Müsli Kirsch ( 600g )
Vitalis Knusperkissen Schoko ( 425g )
Vitalis Crunchies Schoko ( 425g )
Vitalis weniger süß Knusper Erdbeer ( 600g )
Vitalis weniger süß Knusper Apfel ( 600g )
Vitalis weniger süß Knusper Pur ( 600g )
Vitalis weniger süß Schoko Müsli ( 500g ) (2009)
Vitalis weniger süß Knusper Früchte ( 500g ) (2009)
Vitalis Bio Früchte Müsli ( 425g )
Vitalis Bio Schoko Müsli ( 425g )
Vitalis Knusper Plus Double Chocolate (450g)
Vitalis Knusper Plus Honig-Mandel ( 450g )
Vitalis Knusper Plus Multi-Frucht (450g)
Einmachhilfe
Zitronensäure

Gelfix Classic 1:1
Gelfix Extra 2:1
Gelfix Super 3:1
Extra Gelierzucker 2:1
Gelierzucker für Erdbeer - Konfitüre
Super Gelierzucker 3:1
Diät Gelier Fruchtzucker
Süße Mahlzeit Milchreis nach klassischer Art
Süße Mahlzeit Milchreis Apfel-Zimt
Süße Mahlzeit Milchreis Vanille – Geschmack
Süße Mahlzeit Grießbrei Vanille - Geschmack
Süße Mahlzeit Grießbrei nach klassischer Art
Süße Mahlzeit Milchnudeln Vanille - Geschmack
Süße Mahlzeit Pfannkuchen
Süße Mahlzeit Schokino Püfferchen
Süße Mahlzeit Kaiserschmarrn nach klassischer Art
Süße Mahlzeit Apfel-Püfferchen
Süße Mahlzeit Hafergenuss mit Bourbon-Vanille
Süße Mahlzeit Bio Milchreis
Süße Mahlzeit Bio Grießbrei
Hefeteig
Streuselteig
Obstkuchenteig
Pizzateig italienischer Art
Zwiebelkuchen

Flammkuchen
Bio Schokino Kuchen
Bio Zitronen Kuchen
Schokino Kuchen
Käsekuchen
Gugelhupf
Kokos Kuchen
Zitronenkuchen
Marmor Kuchen
Nuss Kuchen
Schoko Kuchen
Zitronen - Wolke
Marmor - Wolke
Schoko - Wolke
Raffinesse Marzipan
Raffinesse Schoko Kuchen feinherb ( NEU )
Raffinesse Mohn
Raffinesse double chocolate
Muffins
Brownies
Schoko Muffins
Zitronen Muffins
Donauwellen
Spiegelei Kuchen
Kirschli Kuchen
Tortina Nuss Sand Kuchen

Käse-Sahne-Torte
Russischer Zupfkuchen
Kleine Kuchen Käse Streusel Kuchen
Kleine Kuchen Apfel Mandel Kuchen
Kleine Kuchen Schoko Kirsch Kuchen
Maulwurfkuchen
Erdbeer Quark Kuchen
Mandarinen Joghurt Kuchen
Himbeer Frischkäse Kuchen
Pfirsich Joghurt Kuchen
Frischkäse Torte
Tarte au Chocolat
Torta Tiramisu
Tarte au Citron
Rübli Kuchen
Ausstechplätzchen
Butterspritzgebäck
Kokos Makronen
Vanille Kipferl
Mohnwickel
Schoko Gewürzkranz
Schoko Mandel Kuchen mit Kirschen
Lillifee Muffins Vanille-Geschmack
Lillifee Erdbeer-Sahne-Torte
Lillifee Glitzerherz
Lillifee Cremepudding Vanille-Geschmack

Lillifee Erdbeer-Quark-Creme
Cap'n Sharky Schoko-Kuchen
Cap'n Sharky Muffins Vanille-Geschmack
Capt'n Sharky Cremepudding Schokolade
Capt'n Sharky Quark-Creme Vanille-Geschmack

Folgende Produkte des Dr. Oetker Tiefkühlkost- und Frischebereiches sind rezeptorisch frei von Schweinefleisch und Erzeugnissen aus Schwein sowie frei von Alkohol. Enthaltener Wein- oder Branntweinessig ist in Klammern hinter dem jeweiligen Produkt angegeben.

Durch Aromen (Alkohol als Trägerstoff) oder den natürlichen Gehalt von Früchten können Spuren von Alkohol im Endprodukt nicht ausgeschlossen werden
.
(Stand 10/2009):

Tiefkühlkostbereich:
Ristorante Pizza Formaggi & Pomodori
Ristorante Pizza Quattro Formaggi
Ristorante Pizza Funghi
Ristorante Pizza Tonno (Branntweinessig)
Ristorante Pizza Spinaci
Ristorante Pizza Mozzarella
Ristorante Pizza Vegetale (Branntweinessig)
Ristorante Pizza Vegetale Piccante (Branntweinessig)
Ristorante Pizza Biologica Mozzarella
Ristorante Pizza Mozzarella -50% Fett
Ristorante Pizza Piccola Mozzarella
Ristorante Pizza Piccolissima Mozzarella
Big Americans California (Branntweinessig)

Culinaria Turkish Lahmacun Style
Die Ofenfrische Vier-Käse
Die Ofenfrische Thunfisch (Branntweinessig)
Die Ofenfrische Mozzarella-Pesto
Die Ofenfrische Bolognese
Die Ofenfrische 3-Käse-Peperoni (Branntweinessig)
Bistro Baguette Bolognaise
Bistro Baguette Thon
Bistro Baguette Tomate-Fromage
Bistro Gourmet Baguette Bretagne (Branntweinessig)

Frischebereich :
Rote Grütze (500g)
Kirsch Grütze (160g / 500g)
Kirsch Grütze mit Vanille-Creme (160g)
Rote Grütze mit Bourbon-Vanille-Soße (160g)
Rote Grütze für Diabetiker mit Bourbon-Vanille-Soße (160g)
Wintergrütze Pflaume-Zimt mit Bourbon-Vanille-Soße (160g)
Wintergrütze Pflaume-Zimt (500g)
Bourbon-Vanille-Soße (250 ml)
Bourbon-Vanille-Soße 0,1% Fett (250 ml)
Sahne Pudding Bourbon Vanille (150g / 500g)
Sahne Pudding Vollmilch Schokolade (150g / 500g)
Sahne Pudding Grieß (500g)
Pur Choc Schokoladenpudding Ecuador mildfein (2x100g)
Pur Choc Schokoladenpudding Ghana feinherb (2x100g)
Pur Choc Schokoladenpudding Tansania edelbitter (2x100g)

Diät-Pudding Schoko (150g)
Diät-Pudding Vanille-Geschmack (150g)
Light-Pudding Schoko (150g)
Light-Pudding Vanille-Geschmack (150g)
Paula Vanille-Pudding mit Schoko-Flecken (4x125g)
Paula Schokoladen-Pudding mit Vanille-Flecken (4x125g)
Paula Milchcreme mit Schoko-Haselnuss-Flecken (4x125g)
Paula Joghurtdessert mit Erdbeer-Flecken (4x100g)
Paula Joghurtdessert mit Pfirsich-Flecken (4x100g)
Mousse Chocolat (100g)
Wölkchen Typ Cappuccino (125g)
Wölkchen Typ Sahne-Karamell (125g)
Wölkchen Schokolade-Haselnuss (125g)
Wölkchen Klassische Schokolade (125g)
Wölkchen Vanille-Geschmack (125g)
Diät-Wölkchen Schokolade (125g)
Diät-Wölkchen Vanille-Geschmack (125g)
Crème fraîche Classic (150g / 250g)
Crème légère (150g)
Crème légère cremig-flüssig (200ml)
Crème double (125g)
Dip légère Aioli (Weinessig)
Dip légère Paprika-Chili
Zaziki (200g) (Branntweinessig)
Frische Hefe (42g)