Selama di Indonesia kemarin, entah kenapa, Ceu Maryam ngomongnya jadi agak berubah, dia selalu ngomong dalam tiga suku kata. Misalnya: mamama, papapa, ceuceuceu, mamamam, maumaumau, neinneinnein, kukuka (buka), kukupu (kupu-kupu, tapi kalau dalam bahasa Sunda mah jadi bener, kukupu), papatu (sapatu = sepatu), dll.
Semenjak pulang dari sana, kelihatan kosakatanya banyak bertambah. Entah karena baru pulang dari Indonesia, atau memang sudah saatnya dia banyak bicara. Tapi sekarang tidak lagi selalu tiga suku kata, dia sudah mulai bisa menyebutkan kata-kata hampir mendekati aslinya. Misalnya:
cacingan (asal kata 'lancingan' = celana) --> agak merubah arti ini mah :D
acut (asal kata 'acuk' = baju)
hohon (telepon)
hawewe (Hausschuhe = sepatu rumah)
kakak (coklat)
inem (minum)
mamas (panas) ---> sampai diketawain sama kakak2 sepupunya waktu di Indo.. :D
cacau (cau = pisang)
tatatan (cuci tangan)
unanan (sarung tangan)
awawas (awas)
akit (sakit)
usak (rusak)
Aa (anak laki2 yg lebih gede)
Teteh (anak perempuan yglebih gede)
tetet (jeket = jaket)
ibak (ibak = mandi)
embeh (ombeh = cebok)
...hm.. apalagi ya?? perasaan mah banyak... kalau mau ditulis aja jadi lupa.. :D
Binatang yang tidak pernah salah disebut oleh Maryam hanyalah gajah, kokok (gogog = anjing), mauk (manuk = burung) dan lauk (ikan). Selain binatang-binatang di atas, dia akan menyebutnya 'gajah' nama binatang yang pertama kali dia kenal. Bahkan orang yang teramat sangat gendut, Maryam pun memanggilnya 'gajah'. Ini kejadian pada salah satu kakak ipar saya, hehehe... Padahal tidak pernah saya ajarkan lho... Jadi maaf saja kalau suatu saat tiba-tiba Maryam bilang 'gajah' :D
Kalau buah-buahan yang dia kenal cuma cacau (cau = pisang). Semua buah yang ditemui olehnya disebutnya 'cacau'. Kalau sudah kita betulkan, baru dia mengikuti. Tapi kalau satu saat ketemu buah itu lagi, dia kembali menyebutnya 'cacau'.
Kalau minuman, yang dia gak pernah salah jus sama susu. Susu sih dia tau yang warnanya putih, jadi tidak pernah tertukar. Tapi kalau jus.. semuanya jadi jus.. teh, kopi, dan minuman lainnya disebutnya jus. Meskipun minuman favoritnya kopi.. tetep we dia nyebutnya jus. Hehe.. jangan kaget.. Maryam memang suka sekali kopi.. mau kopi item, cappucino, kopi susu.. semuanya diteguk abis ama dia.. Apa karena pas hamil dia saya jadi peminum kopi gitu ya??? :D Makanya.. kalau minum kopi.. jangan deket2 Maryam ya.. dia gak peduli kalaupun itu kopi punyanya orang soalnya.. :D:D:D
Ah, pokoknya anak ini lagi lucu2nya kalau ngomong... sampai2 selalu jadi perhatian Nadin, kalau Maryam ngomong.. terus dia ikutin sambil ketawa-ketiwi.. Wadduh...
Monday, December 1, 2008
Monday, November 17, 2008
Mudik 4: 10.10.08 - 10.11.08
Maryam, Nadin.
Kenapa ya, setiap kali habis dari Indonesia, rasanya seperti habis dari dunia lain? Indonesia - Jerman.. rasanya seperti dua dunia yang berbeda.. padahal sama-sama aja kan? Bedanya, Jerman mah negara 4 musim.. Indonesia mah negara banyak musim.. musim hujan.. musim kemarau... musim duren.. musim rambutan.. musim mangga.. musim batik.. musim mudik.. musim copet.. (eh, aya teu nu ieu?? :D)
Dan setiap kali kami menginjakan kaki kembali di tanah Munich... rasanya seperti baru bangun dari tidur yang sangaaaaaaaat panjang... bangun dari mimpi yang terlalu indah untuk dilupakan... terlalu banyak cerita.. terlalu banyak tawa... Dan ternyata.. ini bukanlah mimpi.. nih.. buktinya.. Meskipun tidak semua orang sempat terdokumentasi di foto2 ini, tapi kisah-kisah bersamanya masih tertancap kuat di dalam kalbu.
Semoga kami bisa segera tinggal kembali di sana.. dua taun lagi yah, Say... *perasaan dr 2 taun yg lalu masih dua taun lagi aja tinggal di Jerman.. hehehe*
Teh Adj, wait for us yah, kayaknya kita bakal tetanggaan nih...
Keterangan Foto: semua nama yang di sebut di sini adalah nama panggilan dari sisi Nadin dan Maryam.
Sunday, November 16, 2008
Liburan Natal dan Taun Baru
| Start: | Dec 22, '08 03:00a |
| End: | Jan 9, '09 |
Wednesday, October 8, 2008
Kantor mama - Mittelohrentzundung - akhirnya.. :D
Setiap kali kami pergi ke dokternya anak-anak, pastilah melewati tempat kerjanya si Akang. Dan seperti biasanya pula, saya pasti selalu ribut menunjukkan ke anak-anak bahwa sekarang Papa di situ.. "itu lho kantornya Papa...". Begitupun yang terjadi hari ini. Bedanya, sekarang ada tambahan komentar dari Nadin. "Kantor Papa coklat.. kalau kantor Mama kuning.. ", ujarnya. Ibunya bingung... rasanya rumah warnanya tidak kuning.. begitupun dapur.. dan saya belum pernah punya kantor sama sekali.. Apa mungkin Nadin dapat wangsit bahwa suatu saat nanti ibunya bakalan punya kantor berwarna kuning??? :D:D:D
Saking penasaran, akhirnya ditanya tuh anak, " kantor mama? kuning??"
"iya.. kantor pos punya Mama kan??!" jawabnya dengan lugu.
Aseli ngakak.. tapi dalam hati aja... Memang kami sering sekali ke kantor pos.. apakah mengirim/mengambil paket, nuker uang receh buat mesin cuci, dll. Akhirnya dijelaskanlah kalau kantor pos itu bukan kantornya Mama, tapi Mama sering ke sana buat bla..bla..bla...
Memang sudah dua hari ini kami bolak-balik ke dokter. Anak-anak kena batuk pilek.. sebenarnya sih gak parah-parah amat.. gak demam sama sekali.. hanya kami khawatir kejadian tahun lalu terulang lagi.. Nadin dan Maryam akhirnya diperiksa cukup intensif sama dokternya.. dan hasilnya baik-baik saja. Ini hanya Herbsterkaeltung aja katanya...(batuk pilek karena perubahan musim, yaitu musim gugur). Cukup pakai tetes hidung dan menghirup udara segar (2 jam sehari jalan-jalan di udara terbuka plus jendela dibuka selama tidur malam). Hati ini rasanya legaaa banget.. rencana tak akan berubah, pikirku.
Hari ini ketika menjemput Nadin, saya melihat kupingnya basah. Ternyata cairan yang sama seperti tahun lalu datang kembali. Untunglah praktek dokternya buka siang hari, dan kami pun langsung meluncur ke sana. Menurut dokternya, Nadin menderita Mittelohrentzundung (cmiiw kalau salah nulis), dan hal ini bisa terjadi dengan cepat. Makanya kemarin kondisi Nadin masih baik-baik saja.. tapi hari ini tiba-tiba cairannya keluar. Yang membuat doternya heran, ini sakit lho... apa dia tidak mengeluh?? Tidak. Makanya saya juga heran.. kondisinya dari kemarin selalu ceria.. tidak kelihatan sakit.. Tadi malam sih dia agak layu.. tapi itu sepertinya karena ngantuk.. dan dia tidak mengeluh sakit sedikitpun. Padahal tahun lalu, sebelum cairannya keluar saja, dia sudah sering mengeluh sakit.
Waktu tahun kemarin kejadiannya di Indonesia. Si dokter langsung ngasih antibiotik.. dan dia tidak disarankan untuk berkendaraan.. apalagi terbang. Sampai 3 minggu setelah kejadian, dokternya masih bimbang membolehkan Nadin terbang kembali atau tidak. "Tapi kalau darurat mah selalu bisa ya, Bu.." katanya.
Sekarang kejadiannya di sini, tepat 48 jam sebelum kami harus terbang meninggalkan rumah kontrakan kami. Bimbang dan sedih campur aduk jadi satu.. pengen nangiiiisss.. Tadi sih dokternya cuma mau ngasih tetes kuping aja, dan disuruh kontrol lagi hari Jumat. Tapi setelah tau rencana kami, dia mengubah cara pengobatannya. Nadin langsung diberi antibiotik.. dan besok harus kontrol lagi... (Yah, besok kita lihat kantor Papa lagi ya, Nak... :D)
Doakan semuanya baik-baik saja... dan mimpi indah itu bisa tetap terwujud.. ;)
********************************************
09.10.2008
Alhamdulillah.. berdasarkan hasil pemeriksaan hari ini, Nadin dibolehkan terbang sama dokter... horrreeeeyyyy... dengan catatan, setelah seminggu pemakaian antibiotik diwajibkan kontrol sekali lagi ke dokter anak di Indonesia.. Selain itu, disarankan menggunakan Nassentropfen dulu saat take-off dan landing, juga menggunakan penutup kuping saat mandi atau berenang agar airnya tidak masuk. Alhamdulillah juga semuanya sudah siap di tas.. Sekarang.. packing lagi... belum selesai juga?? beluuuuummmm... :D
Makasih ya untuk semua doanya.. moga diberi balasan yg setimpal sama Allah.. amiin...
Saking penasaran, akhirnya ditanya tuh anak, " kantor mama? kuning??"
"iya.. kantor pos punya Mama kan??!" jawabnya dengan lugu.
Aseli ngakak.. tapi dalam hati aja... Memang kami sering sekali ke kantor pos.. apakah mengirim/mengambil paket, nuker uang receh buat mesin cuci, dll. Akhirnya dijelaskanlah kalau kantor pos itu bukan kantornya Mama, tapi Mama sering ke sana buat bla..bla..bla...
Memang sudah dua hari ini kami bolak-balik ke dokter. Anak-anak kena batuk pilek.. sebenarnya sih gak parah-parah amat.. gak demam sama sekali.. hanya kami khawatir kejadian tahun lalu terulang lagi.. Nadin dan Maryam akhirnya diperiksa cukup intensif sama dokternya.. dan hasilnya baik-baik saja. Ini hanya Herbsterkaeltung aja katanya...(batuk pilek karena perubahan musim, yaitu musim gugur). Cukup pakai tetes hidung dan menghirup udara segar (2 jam sehari jalan-jalan di udara terbuka plus jendela dibuka selama tidur malam). Hati ini rasanya legaaa banget.. rencana tak akan berubah, pikirku.
Hari ini ketika menjemput Nadin, saya melihat kupingnya basah. Ternyata cairan yang sama seperti tahun lalu datang kembali. Untunglah praktek dokternya buka siang hari, dan kami pun langsung meluncur ke sana. Menurut dokternya, Nadin menderita Mittelohrentzundung (cmiiw kalau salah nulis), dan hal ini bisa terjadi dengan cepat. Makanya kemarin kondisi Nadin masih baik-baik saja.. tapi hari ini tiba-tiba cairannya keluar. Yang membuat doternya heran, ini sakit lho... apa dia tidak mengeluh?? Tidak. Makanya saya juga heran.. kondisinya dari kemarin selalu ceria.. tidak kelihatan sakit.. Tadi malam sih dia agak layu.. tapi itu sepertinya karena ngantuk.. dan dia tidak mengeluh sakit sedikitpun. Padahal tahun lalu, sebelum cairannya keluar saja, dia sudah sering mengeluh sakit.
Waktu tahun kemarin kejadiannya di Indonesia. Si dokter langsung ngasih antibiotik.. dan dia tidak disarankan untuk berkendaraan.. apalagi terbang. Sampai 3 minggu setelah kejadian, dokternya masih bimbang membolehkan Nadin terbang kembali atau tidak. "Tapi kalau darurat mah selalu bisa ya, Bu.." katanya.
Sekarang kejadiannya di sini, tepat 48 jam sebelum kami harus terbang meninggalkan rumah kontrakan kami. Bimbang dan sedih campur aduk jadi satu.. pengen nangiiiisss.. Tadi sih dokternya cuma mau ngasih tetes kuping aja, dan disuruh kontrol lagi hari Jumat. Tapi setelah tau rencana kami, dia mengubah cara pengobatannya. Nadin langsung diberi antibiotik.. dan besok harus kontrol lagi... (Yah, besok kita lihat kantor Papa lagi ya, Nak... :D)
Doakan semuanya baik-baik saja... dan mimpi indah itu bisa tetap terwujud.. ;)
********************************************
09.10.2008
Alhamdulillah.. berdasarkan hasil pemeriksaan hari ini, Nadin dibolehkan terbang sama dokter... horrreeeeyyyy... dengan catatan, setelah seminggu pemakaian antibiotik diwajibkan kontrol sekali lagi ke dokter anak di Indonesia.. Selain itu, disarankan menggunakan Nassentropfen dulu saat take-off dan landing, juga menggunakan penutup kuping saat mandi atau berenang agar airnya tidak masuk. Alhamdulillah juga semuanya sudah siap di tas.. Sekarang.. packing lagi... belum selesai juga?? beluuuuummmm... :D
Makasih ya untuk semua doanya.. moga diberi balasan yg setimpal sama Allah.. amiin...
Thursday, October 2, 2008
Lebaran 2008
Setelah sempat 2 kali menikmati lebaran bersama keluarga di tanah air, akhirnya tahun ini kami memutuskan untuk kembali berlebaran bersama keluarga di kota Munich. (hahaha.. bilang aja gak punya ongkos buat mudik!).
Alhamdulillah.. ternyata berlebaran di sini, tidak kalah berkesan dengan berlebaran di Indonesia. Meskipun suasana malam takbir tidak terasa, yang penting pas hari-H nya kami selalu ceria... Dan seperti biasa, acara di hari raya ini selalu heboh. Selain acara inti (sholat idul fitri dan silaturahim.. dan makan-makan tentu saja.. :D), selalu ada acara hiburan. Hiburan kali ini apalagi.. banyak bangeeeeeth... Mulai dari Operet adik-adik TPA, tari saman cilik, vokal grup ibu dan anak, unjuk kebolehan anak-anak Muenchen, Tari Saman dari Swadaya Indonesia-Muenchen.. juga kuis keluarga.. Sayangnya.. karena keterbatasan waktu.. kuis keluarga hanya sempat 1 permainan saja, yaitu lomba merias wajah. Tapi itupun, sudah cukup mengundang tawa... dan kelihatan betapa kreatifnya anak-anak.. :D
Tuesday, September 30, 2008
Lebaran euy!
untuk teman-teman kami tercinta, dimanapun berada,
Taqabbalallaahu minna wa minkum, shiyamanaa wa shiyamakum.
Semoga Allah menerima amalku dan amalmu, shaumku dan shaummu.
Mudah-mudahan kita masih dipertemukan dengan Ramadhan taun depan. Amiin..
Wassalam,
-iNaDiaN=NaDiNMaRYaM-
Tuesday, September 23, 2008
Pisang Bakar Keju
Description:
Saya merupakan salah satu penggemar berat PISANG. Bagaimanapun dia diolah.. selalu bisa nempel di lidah. Mungkin ini gara-gara ibu saya yang selalu menyediakan pisang di rumah. Dan tau sendiri lah.. yang namanya pisang di Indonesia amatlah beraneka ragam.. ada pisang raja, pisang kepok, pisang nangka, pisang raja bulu, pisang ambon, pisang tanduk, pisang oli, sampai pisang yang ukurannya segede-gede kelingking itu.. kami biasa menyebutnya Cau titit *jadi malu*
Sayangnya.. di sini.. pisang itu hanya ada dua macam saja.. eh, tiga denk.. itupun impor semua dari negara tropis..
Yang kesatu mirip pisang ambon, bisa didapat dimana aja, di semua supermarket dan toko buah dan sayur selalu ada.. dan sepanjang musim. :D Setiap kali hamil, biasanya buah ini yang selalu tidak tertolak masuk sampai perut.. Saya bisa habis 6 biji dalam sehari :D
Yang kedua mirip pisang tanduk, biasanya di sini sebut Kochbananen, bisa di dapat di toko-toko Asia, termasuk toko-toko Asia Barat (Arab, Afghanistan, India gitu deh) dan toko-toko Afrika. Mesti hati-hati milihnya, soalnya suka ada yang 'ngabagal' alias keras di bagian dalamnya.
Yang ketiga pisang yang kecil-kecil.. kaya cau t*t*t tadi.. tapi di sini mah namanya Babybananen. Kalau ini jarang ada, kalaupun ada biasanya di Supermarket besar atau mahal.. atau di toko khusus buah dan sayur.
Nah, kembali ke topik awal, pisang bakar keju ini merupakan penganan pisang favorit saya, disamping pisang goreng tentu saja.. Bikinnya gampang dan cepat.. enak pula...
Ingredients:
3 buah pisang tanduk yang udah masak bener (Kochbananen)
susu kental manis
keju parut
messes (di sini namanya Schokostreusel)
Directions:
1. pisang dipotong dua atau tiga (tergantung panjang pisangnya), kemudian di belah.
2. Tekan-tekan pisang sampai agak pipih
3. Panaskan mentega di wajan, bakar pisang di atas wajan sampai matang.
4. Susun pisang di atas piring, beri susu kental manis, parutan keju dan taburan messes.
5. siap dihidangkan.
Subscribe to:
Posts (Atom)