Saking khusyunya nyari oleh-oleh sebelum mudik, saya sampai-sampai tidak memerhatikan masa berlaku paspor saya. Masih untung waktu itu paspor saya masa berlakunya belum habis, tapi sayangnya hanya tinggal 4 bulan lagi. Sedangkan aturan mengatakan, paspor harus diperpanjang 6 bulan sebelum habis masa berlakunya. Jadilah saya kena tegur di Bandara Soekarno-Hatta ketika kami baru saja tiba (masih untung juga bukan di Munich ketika kami mau keluar). Menurut petugas imigrasinya, saya harus membuat paspor baru, sebulan lebih dari cukup untuk membuat paspor katanya. Waktu itu sempat kebingungan, karena dalam paspor saya ada visanya. Khawatirnya, kalau saya punya paspor baru, visa saya jadi tidak berlaku.
Hal pertama yang saya lakukan adalah menanyakan hal ini pada kedutaan Jerman di Jakarta. Saya ceritakan kasus saya begini-begitu, apakah pihak kedutaan bisa mengeluarkan visa yang sama untuk saya (Aufenthalterlaubnis)? Ternyata Kedutaan tidak bisa mentransfer visa tersebut, tapi mereka menyarankan untuk membuat paspor baru, dan membawa serta paspor lama untuk diperlihatkan kepada petugas imigrasi bandara (Jakarta dan Munich).
Setelah itu, pikiran agak plong. Kebetulan, karena dalam 10 hari pertama si Akang sibuk ngurusin acara di Bandung (launching unicode aksara sunda tea ;)), maka saya pun bisa ngurusin bikin paspor tanpa mengganggu acara liburan kami. Dan kebetulan kami selalu membawa serta dokumen2 penting kalau liburan (KTP, KK, akta kelahiran, ijazah, surat nikah, dll), jadi tidak terlalu bermasalah dalam memenuhi persyaratan pembuatan paspor.
Ternyata sekarang mah bikin paspor beda sama jaman dulu. Kalau dulu, saya harus menunggu lama seharian sampai selesai wawancara. Seminggu setelahnya baru bisa diambil. Kalau sekarang tidak menunggu lama lagi, TAPI saya harus bolak-balik ke sana. Jadi hari pertama saya ke sana untuk mengembalikan formulir dan persyaratan, kemudian pulang. Dua hari kemudian saya kembali untuk membayar, dan pulang. Dua hari berikutnya saya kembali untuk foto dan wawancara, pulang lagi. Empat hari kemudian saya baru bisa mengambil paspor saya yang telah jadi.
Jangan lupa untuk mengatakan pada petugas imigrasinya, kalau kita membutuhkan paspor lama karena ada visa yang masih berlaku. Kalau tidak, paspor lama kita tidak akan dikembalikan. Saking takutnya, saya sampai bilang setiap kali saya ke sana. Padahal sebenarnya yang ngaruh hanya pas wawancara. Sama si bapaknya ditandai untuk tidak digunting karena ada visa tea. Jadi ternyata, paspor lama digunting sedikit sebagai tanda tidak berlaku lagi, dan diberi catatan bahwa kita mempunyai paspor baru dengan nomor sekian-sekian.
Alhamdulillah dalam perjalanan pulang kembali ke sini tidak bermasalah. Dan sebenarnya prosesnya gampang-gampang aja. Cuman sayang ya, kalau kita sudah ke Indonesia, ternyata waktunya sedikit terbuang buat bikin paspor. Jadi mendingan sebelum pulang ke Indonesia, jangan lupa untuk memeriksa paspor terlebih dahulu. Kalaupun ternyata kita harus membuat paspor di sana, persyaratannya bisa dipersiapkan dari sini.
Sesampainya di sini, urusan belum selesai. Saya masih harus ke KVR untuk memindahkan visa dari paspor lama ke paspor baru, yang mana terjadi sedikit masalah juga. Visa terakhir saya ternyata dikeluarkan oleh Landratsamt Muenchen, karena dulu saya tidak tinggal di Munich, melainkan sekitaran Munich (Munich coret). Dalam visa tersebut saya dinyatakan boleh bekerja. Si Bapak yang ngurusin saya sampai terheran-heran. Dia memeriksa dengan teliti setiap lembaran visa yang saya dapat sebelum-sebelumnya. Dia sempat menanyakan, apakah saya di sini belajar? apakah suami saya orang Jerman? pernah punya suami orang Jerman? punya anak-anak Jerman?? yang tentu saja semua jawabannya tidak. Ternyata masalahnya, si bapak ini berpikiran bahwa orang yang tidak ada hubungannya dengan Jerman seperti saya, yang ikut suami, tidak diizinkan untuk bekerja. Kemudian dia berdiskusi dengan rekan kerjanya yang seruangan dengannya.. sambil membuka-buka paririmbonnya dia. Hah.. ternyata dalam pasal sekian.. ayat sekian... disebutkan bahwa orang seperti saya dibolehkan bekerja setelah tinggal lebih dari 2 tahun. Akhirnya setelah menunggu selama kurleb 20 menit, saya pun boleh keluar dari ruangan itu. Padahal tanpa keraguan si bapak itu, kurang dr 5 menit juga harusnya udah selesai.. :(( Ah, dasar we.. kadang beda petugas.. beda pula kebijaksanaan yang kita dapatkan...
Tuesday, December 2, 2008
Monday, December 1, 2008
Nadin: si pencari solusi
Nah, kalau Nadin, mungkin karena udah mulai gede.. udah mau 4 tahun lho.. dia mulai mikir kalau punya masalah. Misal:
Suatu hari dia menemukan satu-satunya lagi Caprisonne di rak makanan. Ternyata si Caprisonne ini sudah tidak memiliki sedotan, soalnya di rumah ada gadis cantik yang suka mempreteli bagian-bagian kecil suatu benda, termasuk si sedotan Caprisonne ini.
"Mama, Nadin mau Caprisonne."
"Boleh." sambil sibuk masak.
"Tapi sedotannya gak ada"
"Hm.. Kalau gitu, Caprisonnenya gak bisa diminum atuh."
"Pake sedotan gede aja.." maksudnya sedotan normal yang biasa dia pake buat minum susu/jus.
"Tapi kan lubangnya kecil.. sedotannya gak bisa masuk ke Caprisonnenya"
Nadin mikir, trus tiba-tiba ngomong lagi.
"Masukin gelas aja, baru disedot pake sedotan gede.. ya?"
hah?? kok aku aja gak kepikiran ya?? hihihi...
Ada banyak kasus serupa, yang seringnya ternyata dia sudah bisa berpikir di luar dugaan. Hayhay.. ternyata kamu sudah besar, Nak...
Oya, Nadin ini sebenarnya juga asisten belanja saya. Sejak dulu memang ingatan saya agak lemah, jadi kalau mau belanja harus dicatat, kalau tidak.. jangan harap yang dibeli sesuai dengan yang dibutuhkan. Dan kelemahan saya adalah: saya malas sekali mencatat. Sekarang semuanya telah berubah. Sebelum belanja, absen aja dulu daftar belanjaan di depan Nadin. Di toko, dia akan nyerocos dengan sendirinya, dan mengingatkan kalau saya kelupaan ngambil sesuatu, hehehe...
Suatu hari dia menemukan satu-satunya lagi Caprisonne di rak makanan. Ternyata si Caprisonne ini sudah tidak memiliki sedotan, soalnya di rumah ada gadis cantik yang suka mempreteli bagian-bagian kecil suatu benda, termasuk si sedotan Caprisonne ini.
"Mama, Nadin mau Caprisonne."
"Boleh." sambil sibuk masak.
"Tapi sedotannya gak ada"
"Hm.. Kalau gitu, Caprisonnenya gak bisa diminum atuh."
"Pake sedotan gede aja.." maksudnya sedotan normal yang biasa dia pake buat minum susu/jus.
"Tapi kan lubangnya kecil.. sedotannya gak bisa masuk ke Caprisonnenya"
Nadin mikir, trus tiba-tiba ngomong lagi.
"Masukin gelas aja, baru disedot pake sedotan gede.. ya?"
hah?? kok aku aja gak kepikiran ya?? hihihi...
Ada banyak kasus serupa, yang seringnya ternyata dia sudah bisa berpikir di luar dugaan. Hayhay.. ternyata kamu sudah besar, Nak...
Oya, Nadin ini sebenarnya juga asisten belanja saya. Sejak dulu memang ingatan saya agak lemah, jadi kalau mau belanja harus dicatat, kalau tidak.. jangan harap yang dibeli sesuai dengan yang dibutuhkan. Dan kelemahan saya adalah: saya malas sekali mencatat. Sekarang semuanya telah berubah. Sebelum belanja, absen aja dulu daftar belanjaan di depan Nadin. Di toko, dia akan nyerocos dengan sendirinya, dan mengingatkan kalau saya kelupaan ngambil sesuatu, hehehe...
Maryam: si cerewet
Selama di Indonesia kemarin, entah kenapa, Ceu Maryam ngomongnya jadi agak berubah, dia selalu ngomong dalam tiga suku kata. Misalnya: mamama, papapa, ceuceuceu, mamamam, maumaumau, neinneinnein, kukuka (buka), kukupu (kupu-kupu, tapi kalau dalam bahasa Sunda mah jadi bener, kukupu), papatu (sapatu = sepatu), dll.
Semenjak pulang dari sana, kelihatan kosakatanya banyak bertambah. Entah karena baru pulang dari Indonesia, atau memang sudah saatnya dia banyak bicara. Tapi sekarang tidak lagi selalu tiga suku kata, dia sudah mulai bisa menyebutkan kata-kata hampir mendekati aslinya. Misalnya:
cacingan (asal kata 'lancingan' = celana) --> agak merubah arti ini mah :D
acut (asal kata 'acuk' = baju)
hohon (telepon)
hawewe (Hausschuhe = sepatu rumah)
kakak (coklat)
inem (minum)
mamas (panas) ---> sampai diketawain sama kakak2 sepupunya waktu di Indo.. :D
cacau (cau = pisang)
tatatan (cuci tangan)
unanan (sarung tangan)
awawas (awas)
akit (sakit)
usak (rusak)
Aa (anak laki2 yg lebih gede)
Teteh (anak perempuan yglebih gede)
tetet (jeket = jaket)
ibak (ibak = mandi)
embeh (ombeh = cebok)
...hm.. apalagi ya?? perasaan mah banyak... kalau mau ditulis aja jadi lupa.. :D
Binatang yang tidak pernah salah disebut oleh Maryam hanyalah gajah, kokok (gogog = anjing), mauk (manuk = burung) dan lauk (ikan). Selain binatang-binatang di atas, dia akan menyebutnya 'gajah' nama binatang yang pertama kali dia kenal. Bahkan orang yang teramat sangat gendut, Maryam pun memanggilnya 'gajah'. Ini kejadian pada salah satu kakak ipar saya, hehehe... Padahal tidak pernah saya ajarkan lho... Jadi maaf saja kalau suatu saat tiba-tiba Maryam bilang 'gajah' :D
Kalau buah-buahan yang dia kenal cuma cacau (cau = pisang). Semua buah yang ditemui olehnya disebutnya 'cacau'. Kalau sudah kita betulkan, baru dia mengikuti. Tapi kalau satu saat ketemu buah itu lagi, dia kembali menyebutnya 'cacau'.
Kalau minuman, yang dia gak pernah salah jus sama susu. Susu sih dia tau yang warnanya putih, jadi tidak pernah tertukar. Tapi kalau jus.. semuanya jadi jus.. teh, kopi, dan minuman lainnya disebutnya jus. Meskipun minuman favoritnya kopi.. tetep we dia nyebutnya jus. Hehe.. jangan kaget.. Maryam memang suka sekali kopi.. mau kopi item, cappucino, kopi susu.. semuanya diteguk abis ama dia.. Apa karena pas hamil dia saya jadi peminum kopi gitu ya??? :D Makanya.. kalau minum kopi.. jangan deket2 Maryam ya.. dia gak peduli kalaupun itu kopi punyanya orang soalnya.. :D:D:D
Ah, pokoknya anak ini lagi lucu2nya kalau ngomong... sampai2 selalu jadi perhatian Nadin, kalau Maryam ngomong.. terus dia ikutin sambil ketawa-ketiwi.. Wadduh...
Semenjak pulang dari sana, kelihatan kosakatanya banyak bertambah. Entah karena baru pulang dari Indonesia, atau memang sudah saatnya dia banyak bicara. Tapi sekarang tidak lagi selalu tiga suku kata, dia sudah mulai bisa menyebutkan kata-kata hampir mendekati aslinya. Misalnya:
cacingan (asal kata 'lancingan' = celana) --> agak merubah arti ini mah :D
acut (asal kata 'acuk' = baju)
hohon (telepon)
hawewe (Hausschuhe = sepatu rumah)
kakak (coklat)
inem (minum)
mamas (panas) ---> sampai diketawain sama kakak2 sepupunya waktu di Indo.. :D
cacau (cau = pisang)
tatatan (cuci tangan)
unanan (sarung tangan)
awawas (awas)
akit (sakit)
usak (rusak)
Aa (anak laki2 yg lebih gede)
Teteh (anak perempuan yglebih gede)
tetet (jeket = jaket)
ibak (ibak = mandi)
embeh (ombeh = cebok)
...hm.. apalagi ya?? perasaan mah banyak... kalau mau ditulis aja jadi lupa.. :D
Binatang yang tidak pernah salah disebut oleh Maryam hanyalah gajah, kokok (gogog = anjing), mauk (manuk = burung) dan lauk (ikan). Selain binatang-binatang di atas, dia akan menyebutnya 'gajah' nama binatang yang pertama kali dia kenal. Bahkan orang yang teramat sangat gendut, Maryam pun memanggilnya 'gajah'. Ini kejadian pada salah satu kakak ipar saya, hehehe... Padahal tidak pernah saya ajarkan lho... Jadi maaf saja kalau suatu saat tiba-tiba Maryam bilang 'gajah' :D
Kalau buah-buahan yang dia kenal cuma cacau (cau = pisang). Semua buah yang ditemui olehnya disebutnya 'cacau'. Kalau sudah kita betulkan, baru dia mengikuti. Tapi kalau satu saat ketemu buah itu lagi, dia kembali menyebutnya 'cacau'.
Kalau minuman, yang dia gak pernah salah jus sama susu. Susu sih dia tau yang warnanya putih, jadi tidak pernah tertukar. Tapi kalau jus.. semuanya jadi jus.. teh, kopi, dan minuman lainnya disebutnya jus. Meskipun minuman favoritnya kopi.. tetep we dia nyebutnya jus. Hehe.. jangan kaget.. Maryam memang suka sekali kopi.. mau kopi item, cappucino, kopi susu.. semuanya diteguk abis ama dia.. Apa karena pas hamil dia saya jadi peminum kopi gitu ya??? :D Makanya.. kalau minum kopi.. jangan deket2 Maryam ya.. dia gak peduli kalaupun itu kopi punyanya orang soalnya.. :D:D:D
Ah, pokoknya anak ini lagi lucu2nya kalau ngomong... sampai2 selalu jadi perhatian Nadin, kalau Maryam ngomong.. terus dia ikutin sambil ketawa-ketiwi.. Wadduh...
Monday, November 17, 2008
Mudik 4: 10.10.08 - 10.11.08
Maryam, Nadin.
Kenapa ya, setiap kali habis dari Indonesia, rasanya seperti habis dari dunia lain? Indonesia - Jerman.. rasanya seperti dua dunia yang berbeda.. padahal sama-sama aja kan? Bedanya, Jerman mah negara 4 musim.. Indonesia mah negara banyak musim.. musim hujan.. musim kemarau... musim duren.. musim rambutan.. musim mangga.. musim batik.. musim mudik.. musim copet.. (eh, aya teu nu ieu?? :D)
Dan setiap kali kami menginjakan kaki kembali di tanah Munich... rasanya seperti baru bangun dari tidur yang sangaaaaaaaat panjang... bangun dari mimpi yang terlalu indah untuk dilupakan... terlalu banyak cerita.. terlalu banyak tawa... Dan ternyata.. ini bukanlah mimpi.. nih.. buktinya.. Meskipun tidak semua orang sempat terdokumentasi di foto2 ini, tapi kisah-kisah bersamanya masih tertancap kuat di dalam kalbu.
Semoga kami bisa segera tinggal kembali di sana.. dua taun lagi yah, Say... *perasaan dr 2 taun yg lalu masih dua taun lagi aja tinggal di Jerman.. hehehe*
Teh Adj, wait for us yah, kayaknya kita bakal tetanggaan nih...
Keterangan Foto: semua nama yang di sebut di sini adalah nama panggilan dari sisi Nadin dan Maryam.
Sunday, November 16, 2008
Liburan Natal dan Taun Baru
| Start: | Dec 22, '08 03:00a |
| End: | Jan 9, '09 |
Wednesday, October 8, 2008
Kantor mama - Mittelohrentzundung - akhirnya.. :D
Setiap kali kami pergi ke dokternya anak-anak, pastilah melewati tempat kerjanya si Akang. Dan seperti biasanya pula, saya pasti selalu ribut menunjukkan ke anak-anak bahwa sekarang Papa di situ.. "itu lho kantornya Papa...". Begitupun yang terjadi hari ini. Bedanya, sekarang ada tambahan komentar dari Nadin. "Kantor Papa coklat.. kalau kantor Mama kuning.. ", ujarnya. Ibunya bingung... rasanya rumah warnanya tidak kuning.. begitupun dapur.. dan saya belum pernah punya kantor sama sekali.. Apa mungkin Nadin dapat wangsit bahwa suatu saat nanti ibunya bakalan punya kantor berwarna kuning??? :D:D:D
Saking penasaran, akhirnya ditanya tuh anak, " kantor mama? kuning??"
"iya.. kantor pos punya Mama kan??!" jawabnya dengan lugu.
Aseli ngakak.. tapi dalam hati aja... Memang kami sering sekali ke kantor pos.. apakah mengirim/mengambil paket, nuker uang receh buat mesin cuci, dll. Akhirnya dijelaskanlah kalau kantor pos itu bukan kantornya Mama, tapi Mama sering ke sana buat bla..bla..bla...
Memang sudah dua hari ini kami bolak-balik ke dokter. Anak-anak kena batuk pilek.. sebenarnya sih gak parah-parah amat.. gak demam sama sekali.. hanya kami khawatir kejadian tahun lalu terulang lagi.. Nadin dan Maryam akhirnya diperiksa cukup intensif sama dokternya.. dan hasilnya baik-baik saja. Ini hanya Herbsterkaeltung aja katanya...(batuk pilek karena perubahan musim, yaitu musim gugur). Cukup pakai tetes hidung dan menghirup udara segar (2 jam sehari jalan-jalan di udara terbuka plus jendela dibuka selama tidur malam). Hati ini rasanya legaaa banget.. rencana tak akan berubah, pikirku.
Hari ini ketika menjemput Nadin, saya melihat kupingnya basah. Ternyata cairan yang sama seperti tahun lalu datang kembali. Untunglah praktek dokternya buka siang hari, dan kami pun langsung meluncur ke sana. Menurut dokternya, Nadin menderita Mittelohrentzundung (cmiiw kalau salah nulis), dan hal ini bisa terjadi dengan cepat. Makanya kemarin kondisi Nadin masih baik-baik saja.. tapi hari ini tiba-tiba cairannya keluar. Yang membuat doternya heran, ini sakit lho... apa dia tidak mengeluh?? Tidak. Makanya saya juga heran.. kondisinya dari kemarin selalu ceria.. tidak kelihatan sakit.. Tadi malam sih dia agak layu.. tapi itu sepertinya karena ngantuk.. dan dia tidak mengeluh sakit sedikitpun. Padahal tahun lalu, sebelum cairannya keluar saja, dia sudah sering mengeluh sakit.
Waktu tahun kemarin kejadiannya di Indonesia. Si dokter langsung ngasih antibiotik.. dan dia tidak disarankan untuk berkendaraan.. apalagi terbang. Sampai 3 minggu setelah kejadian, dokternya masih bimbang membolehkan Nadin terbang kembali atau tidak. "Tapi kalau darurat mah selalu bisa ya, Bu.." katanya.
Sekarang kejadiannya di sini, tepat 48 jam sebelum kami harus terbang meninggalkan rumah kontrakan kami. Bimbang dan sedih campur aduk jadi satu.. pengen nangiiiisss.. Tadi sih dokternya cuma mau ngasih tetes kuping aja, dan disuruh kontrol lagi hari Jumat. Tapi setelah tau rencana kami, dia mengubah cara pengobatannya. Nadin langsung diberi antibiotik.. dan besok harus kontrol lagi... (Yah, besok kita lihat kantor Papa lagi ya, Nak... :D)
Doakan semuanya baik-baik saja... dan mimpi indah itu bisa tetap terwujud.. ;)
********************************************
09.10.2008
Alhamdulillah.. berdasarkan hasil pemeriksaan hari ini, Nadin dibolehkan terbang sama dokter... horrreeeeyyyy... dengan catatan, setelah seminggu pemakaian antibiotik diwajibkan kontrol sekali lagi ke dokter anak di Indonesia.. Selain itu, disarankan menggunakan Nassentropfen dulu saat take-off dan landing, juga menggunakan penutup kuping saat mandi atau berenang agar airnya tidak masuk. Alhamdulillah juga semuanya sudah siap di tas.. Sekarang.. packing lagi... belum selesai juga?? beluuuuummmm... :D
Makasih ya untuk semua doanya.. moga diberi balasan yg setimpal sama Allah.. amiin...
Saking penasaran, akhirnya ditanya tuh anak, " kantor mama? kuning??"
"iya.. kantor pos punya Mama kan??!" jawabnya dengan lugu.
Aseli ngakak.. tapi dalam hati aja... Memang kami sering sekali ke kantor pos.. apakah mengirim/mengambil paket, nuker uang receh buat mesin cuci, dll. Akhirnya dijelaskanlah kalau kantor pos itu bukan kantornya Mama, tapi Mama sering ke sana buat bla..bla..bla...
Memang sudah dua hari ini kami bolak-balik ke dokter. Anak-anak kena batuk pilek.. sebenarnya sih gak parah-parah amat.. gak demam sama sekali.. hanya kami khawatir kejadian tahun lalu terulang lagi.. Nadin dan Maryam akhirnya diperiksa cukup intensif sama dokternya.. dan hasilnya baik-baik saja. Ini hanya Herbsterkaeltung aja katanya...(batuk pilek karena perubahan musim, yaitu musim gugur). Cukup pakai tetes hidung dan menghirup udara segar (2 jam sehari jalan-jalan di udara terbuka plus jendela dibuka selama tidur malam). Hati ini rasanya legaaa banget.. rencana tak akan berubah, pikirku.
Hari ini ketika menjemput Nadin, saya melihat kupingnya basah. Ternyata cairan yang sama seperti tahun lalu datang kembali. Untunglah praktek dokternya buka siang hari, dan kami pun langsung meluncur ke sana. Menurut dokternya, Nadin menderita Mittelohrentzundung (cmiiw kalau salah nulis), dan hal ini bisa terjadi dengan cepat. Makanya kemarin kondisi Nadin masih baik-baik saja.. tapi hari ini tiba-tiba cairannya keluar. Yang membuat doternya heran, ini sakit lho... apa dia tidak mengeluh?? Tidak. Makanya saya juga heran.. kondisinya dari kemarin selalu ceria.. tidak kelihatan sakit.. Tadi malam sih dia agak layu.. tapi itu sepertinya karena ngantuk.. dan dia tidak mengeluh sakit sedikitpun. Padahal tahun lalu, sebelum cairannya keluar saja, dia sudah sering mengeluh sakit.
Waktu tahun kemarin kejadiannya di Indonesia. Si dokter langsung ngasih antibiotik.. dan dia tidak disarankan untuk berkendaraan.. apalagi terbang. Sampai 3 minggu setelah kejadian, dokternya masih bimbang membolehkan Nadin terbang kembali atau tidak. "Tapi kalau darurat mah selalu bisa ya, Bu.." katanya.
Sekarang kejadiannya di sini, tepat 48 jam sebelum kami harus terbang meninggalkan rumah kontrakan kami. Bimbang dan sedih campur aduk jadi satu.. pengen nangiiiisss.. Tadi sih dokternya cuma mau ngasih tetes kuping aja, dan disuruh kontrol lagi hari Jumat. Tapi setelah tau rencana kami, dia mengubah cara pengobatannya. Nadin langsung diberi antibiotik.. dan besok harus kontrol lagi... (Yah, besok kita lihat kantor Papa lagi ya, Nak... :D)
Doakan semuanya baik-baik saja... dan mimpi indah itu bisa tetap terwujud.. ;)
********************************************
09.10.2008
Alhamdulillah.. berdasarkan hasil pemeriksaan hari ini, Nadin dibolehkan terbang sama dokter... horrreeeeyyyy... dengan catatan, setelah seminggu pemakaian antibiotik diwajibkan kontrol sekali lagi ke dokter anak di Indonesia.. Selain itu, disarankan menggunakan Nassentropfen dulu saat take-off dan landing, juga menggunakan penutup kuping saat mandi atau berenang agar airnya tidak masuk. Alhamdulillah juga semuanya sudah siap di tas.. Sekarang.. packing lagi... belum selesai juga?? beluuuuummmm... :D
Makasih ya untuk semua doanya.. moga diberi balasan yg setimpal sama Allah.. amiin...
Thursday, October 2, 2008
Lebaran 2008
Setelah sempat 2 kali menikmati lebaran bersama keluarga di tanah air, akhirnya tahun ini kami memutuskan untuk kembali berlebaran bersama keluarga di kota Munich. (hahaha.. bilang aja gak punya ongkos buat mudik!).
Alhamdulillah.. ternyata berlebaran di sini, tidak kalah berkesan dengan berlebaran di Indonesia. Meskipun suasana malam takbir tidak terasa, yang penting pas hari-H nya kami selalu ceria... Dan seperti biasa, acara di hari raya ini selalu heboh. Selain acara inti (sholat idul fitri dan silaturahim.. dan makan-makan tentu saja.. :D), selalu ada acara hiburan. Hiburan kali ini apalagi.. banyak bangeeeeeth... Mulai dari Operet adik-adik TPA, tari saman cilik, vokal grup ibu dan anak, unjuk kebolehan anak-anak Muenchen, Tari Saman dari Swadaya Indonesia-Muenchen.. juga kuis keluarga.. Sayangnya.. karena keterbatasan waktu.. kuis keluarga hanya sempat 1 permainan saja, yaitu lomba merias wajah. Tapi itupun, sudah cukup mengundang tawa... dan kelihatan betapa kreatifnya anak-anak.. :D
Subscribe to:
Posts (Atom)