Thursday, December 11, 2008

Tampak ada yang mulai ngakal.. :)

Pagi ini saat bangun tidur, saya merasa kurang enak badan. Kepala pusing, perut agak sedikit mual, badan rasanya pegel-pegel. Penyebabnya sudah pasti apa, pola makan dan pola tidur yang akhir-akhir ini memang agak berantakan. (Akang, tong ngambek nya.. ). Rasanya tak sangguplah kalau pagi ini juga saya harus mengantarkan Nadin ke TK. Padahal anak ini susaaaaaah sekali kalau diminta pergi ke TK sama bapaknya. Tapi coba dibujuk aja deh.. gak ada pilihan lain.. daripada nanti ada apa-apa di jalan.

"Nadin ntar ke Kindergarten sama Papa ya.."
"gak maauuu..." tuh kan... seperti yang saya duga.
"Tapi Mama sakit, Neng. Gak bisa nganter Nadin. Nadin perginya aja sama Papa. Nanti dijemput sama Mama ya.."
"gak maaauuuu..." tetep.. keukeuh...
"Eh, Mama sakit kepala nih.. sakit perut... sakit punggung... Mama mesti istirahat dulu. Nanti siang pasti udah sehat lagi. Mama jemput Nadin aja ya... perginya sama Papa."
Nadin mikiiir sambil keruung.. terus ngomong lagi...
"Tapi Nadin mau makaaan..." rada teu nyambung, tapi ngerti lah maksudnya.. dia udh setuju dengan syarat.
"Iya donk... Mama kan lagi siapin makan Nadin nih.." sambil nguprek nyiapin sarapan.
Nadin nunggu sambil mainin bonekanya, terus ngomong lagi..
"Tapi Nadin sakit..."
"terus kenapa??"
"kalau Nadin sakit gak boleh ke Kindergarten.. harus di rumah aja.." wadduh.. masih nego juga nih...
"Emangnya Nadin sakit apa sih??"
"Sakit tangan." sambil nunjukin telunjuk yang dibalut plester karena luka palsu.
hahahaha... ngakak dalam hati...
"Kalau sakit tangan mah gak apa-apa atuh.. Kalau panas, baru Nadin harus bobo di rumah."
Nadin cemberut.. tampak mikir alasan lain..
Akhirnya saya kepikiran jurus pamungkas nih..
"Kalau Nadin ke Kindergartennya sama Papa, nanti di Kindergarten bisa bilang sama Esther, Trudy dan Melissa.. Er ist mein Papa (Dia Papa saya)"
Akhirnya dia pun mengangguk dan tersenyum gembira...
*YESSS!!! berhasiiil*

Selama ini, temen2nya Nadin suka nanya, "Hat die Nadin auch Papa??" (Apa Nadin punya Papa juga?). Mungkin karena Papanya jarang nongol.. padahal beberapa kali sempet juga sih nganterin.. Tapi pas mereka nggak liat kali.. Tapi untunglah... jurus ini satu-satunya yang selalu berhasil ngebujukin dia biar mau pergi sama bapaknya.. :D

Wednesday, December 10, 2008

Kena Grippe (Influenza)

Setibanya kami dari Indonesia, ternyata di sini sedang mewabah penyakit yang biasa disebut Grippe (Influenza). Penyakit menular ini disebabkan oleh virus. Penularan bisa terjadi melalui batuk dan bersin. Dan biasanya penyakit ini memang cukup mewabah di musim dingin. Kami, tentu saja yang masih hangat dengan hawa Indonesia, langsung kena. Dan tumben-tumbennnya saya yang duluan kena. Keliatan banget kalau body bener-bener lagi nggak fit waktu itu. Cuman gak terlalu kerasa, soalnya banyak yang mesti diurusin ke sana ke mari. Yang ada, setiap sampai di rumah, saya selalu langsung ambruk. Beberapa hari kemudian, Nadin dan menyusul Maryam. Alhamdulillah Bapaknya sampai hari ini masih bertahan.

Gejala-gejala Grippe antara lain: demam tinggi, batuk, sakit kepala, sakit beberapa bagian tubuh (nyareri awak kalau kata orang Sunda mah kali), sakit perut. Menurut teori, kurang lebih dalam 3 hari, demamnya akan hilang. Kecuali jika terkena infeksi sekunder dari bakteri, sakit akan berlanjut ke Mittelohrentzündung (radang telinga), Bronchitis, atau Lungenentzündung (radang paru-paru). Sayangnya anak-anak mengalami hal ini. Nadin akhirnya terserang Mittelohrentzündung (lagi.. tampak sudah langganan..) dan Maryam terserang Bronchitis. Alhamdulillah keduanya dinyatakan membaik seminggu setelahnya.

Tapi beberapa hari kemudian, Maryam terserang demam lagi. Dan saya mulai khawatir, karena secara fisik pun anak ini kelihatan sekali sakitnya. Setelah diperiksa dokter, ternyata memang Bronchitisnya belum membaik. Dua kali kontrol setelah ini, Maryam belum juga dinyatakan membaik, malah tampak semakin parah. Akhirnya Senin kemarin, dokter memberi peringatan, bahwa anak ini, kalau sampai besoknya masih belum membaik juga, maka dia terpaksa akan mengirim Maryam untuk dirawat di Rumah Sakit. Dalam seharian itu, saya sibuk dengan inhalator yang dipinjam dari Apotik. Berdoa mudah-mdahan dalam sehari ini saja, kondisi Maryam bisa membaik sedikiiit saja.

Dan alhamdulillah.. kondisinya sekarang memang jauuuh membaik. Dia tidak demam lagi, bisa tidur dengan lebih tenang, mau makan kembali (bahkan meminta sekarang mah..), bisa meracau dan bernyanyi kembali, tertawa-tawa dan lincah seperti biasanya. Dokter pun melihat paru-parunya sudah jauuuh membaik dibanding sehari sebelumnya. Beneran kata Mpok Aas nih, emang mesti diuap ya?! Sekarang Maryam masih dalam tahap inhalasi terus, sampai Jumat nanti kembali dikontrol oleh dokter.

Alhamdulillaah.. gak jadi ke rumah sakit... Saya masih ingat, ketika baru lahir saja dia sempat dirawat di Kinderklinik (Klinik Anak) karena waktu itu suhu badannya terus menurun. Alhasil, baru berumur dua hari, dia sudah punya bekas suntikan di kedua kaki dan tangannya. Gak tega deh lihatnya.. Mudah-mudahan saja hal tersebut tidak akan terulang lagi. Amiin...

Tuesday, December 2, 2008

Periksa Paspor sebelum mudik!

Saking khusyunya nyari oleh-oleh sebelum mudik, saya sampai-sampai tidak memerhatikan masa berlaku paspor saya. Masih untung waktu itu paspor saya masa berlakunya belum habis, tapi sayangnya hanya tinggal 4 bulan lagi. Sedangkan aturan mengatakan, paspor harus diperpanjang 6 bulan sebelum habis masa berlakunya. Jadilah saya kena tegur di Bandara Soekarno-Hatta ketika kami baru saja tiba (masih untung juga bukan di Munich ketika kami mau keluar). Menurut petugas imigrasinya, saya harus membuat paspor baru, sebulan lebih dari cukup untuk membuat paspor katanya. Waktu itu sempat kebingungan, karena dalam paspor saya ada visanya. Khawatirnya, kalau saya punya paspor baru, visa saya jadi tidak berlaku.

Hal pertama yang saya lakukan adalah menanyakan hal ini pada kedutaan Jerman di Jakarta. Saya ceritakan kasus saya begini-begitu, apakah pihak kedutaan bisa mengeluarkan visa yang sama untuk saya (Aufenthalterlaubnis)? Ternyata Kedutaan tidak bisa mentransfer visa tersebut, tapi mereka menyarankan untuk membuat paspor baru, dan membawa serta paspor lama untuk diperlihatkan kepada petugas imigrasi bandara (Jakarta dan Munich).

Setelah itu, pikiran agak plong. Kebetulan, karena dalam 10 hari pertama si Akang sibuk ngurusin acara di Bandung (launching unicode aksara sunda tea ;)), maka saya pun bisa ngurusin bikin paspor tanpa mengganggu acara liburan kami. Dan kebetulan kami selalu membawa serta dokumen2 penting kalau liburan (KTP, KK, akta kelahiran, ijazah, surat nikah, dll), jadi tidak terlalu bermasalah dalam memenuhi persyaratan pembuatan paspor.

Ternyata sekarang mah bikin paspor beda sama jaman dulu. Kalau dulu, saya harus menunggu lama seharian sampai selesai wawancara. Seminggu setelahnya baru bisa diambil. Kalau sekarang tidak menunggu lama lagi, TAPI saya harus bolak-balik ke sana. Jadi hari pertama saya ke sana untuk mengembalikan formulir dan persyaratan, kemudian pulang. Dua hari kemudian saya kembali untuk membayar, dan pulang. Dua hari berikutnya saya kembali untuk foto dan wawancara, pulang lagi. Empat hari kemudian saya baru bisa mengambil paspor saya yang telah jadi.

Jangan lupa untuk mengatakan pada petugas imigrasinya, kalau kita membutuhkan paspor lama karena ada visa yang masih berlaku. Kalau tidak, paspor lama kita tidak akan dikembalikan. Saking takutnya, saya sampai bilang setiap kali saya ke sana. Padahal sebenarnya yang ngaruh hanya pas wawancara. Sama si bapaknya ditandai untuk tidak digunting karena ada visa tea. Jadi ternyata, paspor lama digunting sedikit sebagai tanda tidak berlaku lagi, dan diberi catatan bahwa kita mempunyai paspor baru dengan nomor sekian-sekian.

Alhamdulillah dalam perjalanan pulang kembali ke sini tidak bermasalah. Dan sebenarnya prosesnya gampang-gampang aja. Cuman sayang ya, kalau kita sudah ke Indonesia, ternyata waktunya sedikit terbuang buat bikin paspor. Jadi mendingan sebelum pulang ke Indonesia, jangan lupa untuk memeriksa paspor terlebih dahulu. Kalaupun ternyata kita harus membuat paspor di sana, persyaratannya bisa dipersiapkan dari sini.

Sesampainya  di sini, urusan belum selesai. Saya masih harus ke KVR untuk memindahkan visa dari paspor lama ke paspor baru, yang mana terjadi sedikit masalah juga. Visa terakhir saya ternyata dikeluarkan oleh Landratsamt Muenchen, karena dulu saya tidak tinggal di Munich, melainkan sekitaran Munich (Munich coret). Dalam visa tersebut saya dinyatakan boleh bekerja. Si Bapak yang ngurusin saya sampai terheran-heran. Dia memeriksa dengan teliti setiap lembaran visa yang saya dapat sebelum-sebelumnya. Dia sempat menanyakan, apakah saya di sini belajar? apakah suami saya orang Jerman? pernah punya suami orang Jerman? punya anak-anak Jerman?? yang tentu saja semua jawabannya tidak. Ternyata masalahnya, si bapak ini berpikiran bahwa orang yang tidak ada hubungannya dengan Jerman seperti saya, yang ikut suami, tidak diizinkan untuk bekerja. Kemudian dia berdiskusi dengan rekan kerjanya yang seruangan dengannya.. sambil membuka-buka paririmbonnya dia. Hah.. ternyata dalam pasal sekian.. ayat sekian... disebutkan bahwa orang seperti saya dibolehkan bekerja setelah tinggal lebih dari 2 tahun. Akhirnya setelah menunggu selama kurleb 20 menit, saya pun boleh keluar dari ruangan itu. Padahal tanpa keraguan si bapak itu, kurang dr 5 menit juga harusnya udah selesai.. :(( Ah, dasar we.. kadang beda petugas.. beda pula kebijaksanaan yang kita dapatkan...

Monday, December 1, 2008

Nadin: si pencari solusi

Nah, kalau Nadin, mungkin karena udah mulai gede.. udah mau 4 tahun lho.. dia mulai mikir kalau punya masalah. Misal:

Suatu hari dia menemukan satu-satunya lagi Caprisonne di rak makanan. Ternyata si Caprisonne ini sudah tidak memiliki sedotan, soalnya di rumah ada gadis cantik yang suka mempreteli bagian-bagian kecil suatu benda, termasuk si sedotan Caprisonne ini.

"Mama, Nadin mau Caprisonne."
"Boleh." sambil sibuk masak.
"Tapi sedotannya gak ada"
"Hm.. Kalau gitu, Caprisonnenya gak bisa diminum atuh."
"Pake sedotan gede aja.." maksudnya sedotan normal yang biasa dia pake buat minum susu/jus.
"Tapi kan lubangnya kecil.. sedotannya gak bisa masuk ke Caprisonnenya"
Nadin mikir, trus tiba-tiba ngomong lagi.
"Masukin gelas aja, baru disedot pake sedotan gede.. ya?"
hah?? kok aku aja gak kepikiran ya?? hihihi...

Ada banyak kasus serupa, yang seringnya ternyata dia sudah bisa berpikir di luar dugaan. Hayhay.. ternyata kamu sudah besar, Nak...

Oya, Nadin ini sebenarnya juga asisten belanja saya. Sejak dulu memang ingatan saya agak lemah, jadi kalau mau belanja harus dicatat, kalau tidak.. jangan harap yang dibeli sesuai dengan yang dibutuhkan. Dan kelemahan saya adalah: saya malas sekali mencatat. Sekarang semuanya telah berubah. Sebelum belanja, absen aja dulu daftar belanjaan di depan Nadin. Di toko, dia akan nyerocos dengan sendirinya, dan mengingatkan kalau saya kelupaan ngambil sesuatu, hehehe...

Maryam: si cerewet

Selama di Indonesia kemarin, entah kenapa, Ceu Maryam ngomongnya jadi agak berubah, dia selalu ngomong dalam tiga suku kata. Misalnya: mamama, papapa, ceuceuceu, mamamam, maumaumau, neinneinnein, kukuka (buka), kukupu (kupu-kupu, tapi kalau dalam bahasa Sunda mah jadi bener, kukupu), papatu (sapatu = sepatu), dll.

Semenjak pulang dari sana, kelihatan kosakatanya banyak bertambah. Entah karena baru pulang dari Indonesia, atau memang sudah saatnya dia banyak bicara. Tapi sekarang tidak lagi selalu tiga suku kata, dia sudah mulai bisa menyebutkan kata-kata hampir mendekati aslinya. Misalnya:
cacingan (asal kata 'lancingan' = celana) --> agak merubah arti ini mah :D
acut (asal kata 'acuk' = baju)
hohon (telepon)
hawewe (Hausschuhe = sepatu  rumah)
kakak (coklat)
inem (minum)
mamas (panas) ---> sampai diketawain sama kakak2 sepupunya waktu di Indo.. :D
cacau (cau = pisang)
tatatan (cuci tangan)
unanan (sarung tangan)
awawas (awas)
akit (sakit)
usak (rusak)
Aa (anak laki2 yg lebih gede)
Teteh (anak perempuan yglebih gede)
tetet (jeket = jaket)
ibak (ibak = mandi)
embeh (ombeh = cebok)
...hm.. apalagi ya?? perasaan mah banyak... kalau mau ditulis aja jadi lupa.. :D

Binatang yang tidak pernah salah disebut oleh Maryam hanyalah gajah, kokok (gogog = anjing), mauk (manuk = burung) dan lauk (ikan). Selain binatang-binatang di atas, dia akan menyebutnya 'gajah' nama binatang yang pertama kali dia kenal. Bahkan orang yang teramat sangat gendut, Maryam pun memanggilnya 'gajah'. Ini kejadian pada salah satu kakak ipar saya, hehehe... Padahal tidak pernah saya ajarkan lho... Jadi maaf saja kalau suatu saat tiba-tiba Maryam bilang 'gajah' :D

Kalau buah-buahan yang dia kenal cuma cacau (cau = pisang). Semua buah yang ditemui olehnya disebutnya 'cacau'. Kalau sudah kita betulkan, baru dia mengikuti. Tapi kalau satu saat ketemu buah itu lagi, dia kembali menyebutnya 'cacau'.

Kalau minuman, yang dia gak pernah salah jus sama susu. Susu sih dia tau yang warnanya putih, jadi tidak pernah tertukar. Tapi kalau jus.. semuanya jadi jus.. teh, kopi, dan minuman lainnya disebutnya jus. Meskipun minuman favoritnya kopi.. tetep we dia nyebutnya jus. Hehe.. jangan kaget.. Maryam memang suka sekali kopi.. mau kopi item, cappucino, kopi susu.. semuanya diteguk abis ama dia.. Apa karena pas hamil dia saya jadi peminum kopi gitu ya??? :D Makanya.. kalau minum kopi.. jangan deket2 Maryam ya.. dia gak peduli kalaupun itu kopi punyanya orang soalnya.. :D:D:D

Ah, pokoknya anak ini lagi lucu2nya kalau ngomong... sampai2 selalu jadi perhatian Nadin, kalau Maryam ngomong.. terus dia ikutin sambil ketawa-ketiwi.. Wadduh...

Monday, November 17, 2008

Mudik 4: 10.10.08 - 10.11.08


Maryam, Nadin.

Kenapa ya, setiap kali habis dari Indonesia, rasanya seperti habis dari dunia lain? Indonesia - Jerman.. rasanya seperti dua dunia yang berbeda.. padahal sama-sama aja kan? Bedanya, Jerman mah negara 4 musim.. Indonesia mah negara banyak musim.. musim hujan.. musim kemarau... musim duren.. musim rambutan.. musim mangga.. musim batik.. musim mudik.. musim copet.. (eh, aya teu nu ieu?? :D)

Dan setiap kali kami menginjakan kaki kembali di tanah Munich... rasanya seperti baru bangun dari tidur yang sangaaaaaaaat panjang... bangun dari mimpi yang terlalu indah untuk dilupakan... terlalu banyak cerita.. terlalu banyak tawa... Dan ternyata.. ini bukanlah mimpi.. nih.. buktinya.. Meskipun tidak semua orang sempat terdokumentasi di foto2 ini, tapi kisah-kisah bersamanya masih tertancap kuat di dalam kalbu.

Semoga kami bisa segera tinggal kembali di sana.. dua taun lagi yah, Say... *perasaan dr 2 taun yg lalu masih dua taun lagi aja tinggal di Jerman.. hehehe*
Teh Adj, wait for us yah, kayaknya kita bakal tetanggaan nih...

Keterangan Foto: semua nama yang di sebut di sini adalah nama panggilan dari sisi Nadin dan Maryam.

Sunday, November 16, 2008

Liburan Natal dan Taun Baru

Start:     Dec 22, '08 03:00a
End:     Jan 9, '09
Ada yg mau jalan2 bareng??? :D