Wednesday, April 15, 2009

Liburan


tas bergambar Nadin

Liburan kali ini lebih istimewa dibandingkan liburan2 sebelumnya. Soalnya si Akang juga kebetulan sama-sama (di)libur(kan). Jadinya kami bisa pergi bersama-sama kemana saja. Kebetulan cuaca benar-benar mendukung untuk beraktivitas di luar rumah. Meski tidak semuanya berjalan sesuai rencana, tapi alhamdulillah tetep menyenangkan. Dan satu hal yang patut disyukuri, di liburan kali ini, kami berhasil mengunjungi orang-orang yang memang ingin kami temui sejak lama, meski belum semua nih.. Dan sayangnya tidak semua event kefoto.. biarlah.. yang penting orang-orang itu ada di hati ya?!

Ternyata asyik juga ya suami di rumah terus.. banyak dibantuin.. Seandainya dia libur selamanya.. *dezighhhh* Mo makan apa nanti, Neng??

Tuesday, April 14, 2009

Jalan-jalan ke Bonbin




Jarang-jarang juga sih kami jalan-jalan ke sini.. tiketnya itu.. kerasa banget.. Eh, tapi masih mahalan Playmobil dink.. soalnya di sini (ternyata) ada tiket keluarga, jadi bisa lebih murah. Selain itu, capenya juga sih.. kelalang-keliling.. lumayan menghabiskan tenaga.

Apalagi kemaren, jalan-jalannya rada maksa sebenarnya. Mengingat hari Minggunya kami udah piknik di Olympiapark sampe sore. Tapi anak-anak udah dijanjiin sejak lama mau jalan-jalan ke bonbin. Rencananya sih minggu lalu kami ke sana, sayangnya anak-anak malah demam, jadinya diundur. Nah, kemaren mereka cuman batuk pilek aja.. gak apa-apalah dibawa jalan, apalagi mereka ceria-ceria aja.. Ditambah lagi ada info kalau di sana hari itu ada acara berburu telur paskah. Kayaknya bakal menarik buat anak-anak.. pikir saya.

Dalam bayangan saya, telur-telur coklat bakal disebar di seluruh kebun binatang. Anak-anak tinggal mungutin sambil jalan.. Ternyata.. pas ke sana, jauuuuh dari yang saya bayangkan. Pertama, yang dicari ternyata bukan telur paskah, melainkan Goldhasen (kelinci emas), itu lho.. coklat kelinci Lindt yang tenar banget itu. Itupun bukan kelincinya langsung yang dicari, tapi anak-anak di suruh mencari 11 huruf yang tersebar di seluruh area kebun binatang, dengan petunjuk-petunjuk yang diberikan dalam selembar kertas. Setelah selesai, si anak boleh menukarkan hasil buruannya dengan sebuah coklat kelinci tadi. Permainan ini cocok buat anak yang udah sekolah sih.. pertanyaannya buat saya sendiri lumayan susah.. hehe.. jadinya gak dikerjain. Apalagi anak-anak lagi pada batuk, nambah alesan untuk tidak menebus coklatnya.. :D

Pulangnya, tanpa sengaja kami menemukan ada aksi dandan anak gratis (Kinderschminken), yang pastinya, Nadin begitu melihat posternya aja langsung kepengen. Hari itu akhirnya jadi hari yang cukup melelahkan tapi menyenangkan pastinya.. ;)

Sunday, April 12, 2009

bayar masing-masing yah..

Kemarin sore saya belanja ke warung dekat rumah, sendirian. Jadinya, sambil ngantri membayar, tanpa sengaja saya memperhatikan orang-orang di sekitar saya waktu itu. Perhatian tertuju ke pasangan yang ada di depan saya. Pasangan?? atau teman?? Hm.. kayaknya sih lebih dari sekedar teman, soalnya mereka pegangan tangan dan tampak mesra sekali. Tapi apa yang terjadi?? Ketika giliran mereka membayar, ternyata mereka punya belanjaan masing-masing.. yang dibayar masing-masing pula. Padahal yang mereka beli juga tidak banyak. Yang perempuan hanya membeli keju dan coklat. Yang laki-laki hanya membeli sebungkus salami. Wah.. heran banget nih.. padahal kalau di Indonesia.. pasangan kayak gitu, pastilah dibayarin sama si cowoknya.. :D

Hal ini mengingatkan saya ke masalah makan-makan. Pernah seorang teman cerita, dia diajakin bosnya makan di Resto. Bayangkan, resto di sini harganya berapa? wartegnya aja udh cukup mahal buat saya mah. Dia udah kesenengan nih mo ditraktir bos. Ternyata, setelah selesai makan, si bos pengennya bayar masing-masing.. heheh... tekor deh yang ada.

Di sini memang, kalau makan di rumah makan, berdua atau rombongan, setelahnya si pelayan pasti bertanya, "Zusammen oder getrennt", maksudnya bayarnya disatuin apa masing-masing?. Sekalipun saya dan si Akang yang makan di sana sembari bawa anak-anak, selalu ditawarin gitu juga. Hm.. orang-orang di sini pada itungan apa memang udah kebiasaan ya?! hehe.. Mulanya saya pikir, hal ini hanya berlaku untuk teman biasa dan atau rekan kerja.. Ternyata kalau lihat pasangan yang tadi, tampak berlaku untuk orang-orang yang dimabuk cinta sekalipun..

Perutku perutmu.. Duitku duitmu.. halah.. :D

Friday, April 10, 2009

Merasa diri tidak pernah bertambah tua.. :D

Entah kenapa, tiba-tiba saja saya keingetan beberapa cerita di masa lalu, yang rada nyambung juga sama kondisi sekarang. Ah iya, pasti gara-gara kakak saya minggu lalu jumatan di Salman dan dia mencoba ikutan ngantri untuk makan siang di sana, meski tidak berhasil. :D

Sewaktu saya masih kuliah dulu, beberapa teman saya ada yang suka main ke kosan. Bahkan sebagian yang lain, pernah juga ada yang main ke rumah orang tua saya di kampung sana. Dengan pengalaman beberapa kali bertemu teman-teman saya ini, kakak kelima saya (terpaut 10 tahun usianya dengan saya) menyatakan bahwa, mahasiswa jaman sekarang kok kelihatannya masih pada anak-anak ya? Dulu mah kalau ngelihat mahasiswa teh asa 'karolooot' (tua), katanya. Dulu kapan?? dulu sewaktu dia masih SMA, dimana kakak kedua (yang pengen makan di Salman tadi) dan kakak ketiga saya masih kuliah di kampus yang sama dengan saya.

Waktu itu sih saya nggak terlalu memikirkan hal ini. Saya percaya aja kalau mahasiswa jaman dulu memang kelihatan lebih tua dibandingkan jaman saya kuliah. Sampai akhirnya, tahun lalu, kami menyempatkan diri untuk mengunjungi kampus kami dahulu. Ternyata selain banyak perubahan dalam hal bangunan, mahasiwanya juga masih pada kanak-kanak, hahaha... Saya bilang ke si Akang, kok mahasiswa jaman sekarang masih pada anak-anak begini sih?? beda ya ama jaman kita dulu?? :D *masih belum sadar, sebenarnya yang berubah siapa sih?*

Beberapa minggu yang lalu, saya bertemu dengan seorang mahasiswa baru di sini, yang ternyata saya dan dia satu almamater waktu SMA dulu, dan sekampus juga, hanya beda jurusan. Sayangnya, ketika dia masuk SMA, saya lulus, jadi kami memang tidak pernah bertemu. Dan minggu lalu, saya baru tahu kalau ternyata dia sudah menikah. Hah?? anak sekecil itu?? pikir saya. Tapi kalau dipikir-pikir lagi, sebenarnya dia sudah berusia 25 tahun, usia yang sama ketika si Akang menikahi saya.

Ah, kenapa ya kalau melihat anak-anak sekarang, selalu kelihatan masih kecil di mata saya. Mungkin.. karena saya tidak pernah merasa bertambah tua.. :D *sadar, Neng.. sadar..*

Tuesday, April 7, 2009

Tes gula (Zuckerbelastungstest)

Setelah merubah jadwal, dari hari Jumat ke Senin, akhirnya saya bisa juga diperiksa kadar gula darah tanpa anak-anak. Gak kebayang aja kalau mereka di bawa serta, pasti bosen dan rewel di sana. Sayangnya, jam paling pagi untuk si dokter memang pukul 8.50, gak bisa lebih pagi lagi.. :D

Tesnya sendiri dilakukan di tempat praktek dokter kandungan saya. Jadi saya gak usah lagi repot-repot mencari tempat praktek dokter lain. Setelah berpuasa selama kurang lebih 9 jam, sampel darah dan urin yang pertama diambil. Setelah itu saya disuruh minum 300 mL larutan gula yang sudah jelas konsentrasinya berapa. Menunggu satu jam.. ambil darah dan urin lagi. Menunggu lagi satu jam.. kemudian diambil lagi sampel darah dan urin yang terakhir. Setelahnya, baru saya boleh sarapan.

Dari rumah, saya sudah membawa novel yang cukup tebal untuk bahan bacaan. Dan saya juga sudah berencana mau jalan-jalan di sekitar praktek dokter selama menunggu dari pengambilan sampel ke pengambilan berikutnya. Prakteknya??? boro-boro jalan-jalan.. untuk membaca saja kepala saya sudah pusiiiing.. kurang tenaga euy.. Akhirnya, saya cuma tiduran di sofa di ruang tunggu dokter. Lemes banget.. habis puasa kurang lebih 11 jam.. walah.. Biasanya jam 11 itu saya sudah makan snack yang ketiga, heuheuheu...

Hasilnya alhamdulillah memuaskan. Kadar gula darah saya ternyata normal, bahkan masih jauh dari ambang batas diabet. Berarti gendutnya memang karena kebanyakan makan saja. Dokternya bilang, Anda tidak usah diet.. kalau lapar, makan saja sampai perut Anda tercukupi.. hihii.. baiklah, Dok.. Tapi tetep, setelah kejadian ini, saya jadi agak-agak mengurangi makanan yang bergula banyak. Lebih baik makan yang netral2, kayak makanan bayi dan buah-buahan. Dan terima kasih untuk doa teman-teman semua. Alhamdulillah.. saya masih dijauhkan dari penyakit itu..

Monday, April 6, 2009

Masa lampau

Mula-mula Nadin mengenal masa lampau dari kumpulan foto-fotonya sewaktu kecil. Dan dia mulai mengerti adanya masa lalu sekitar usia 2,5 atau 3 tahunan. Awalnya, dia menyebut bayi yang ada di foto sebagai Maryam. Tidak heran sih, mereka memang mirip sekali. Jangankan Nadin, orang dewasa pun selalu keliru ketika melihat foto anak kami yang masih berusia di bawah satu tahun. Lama-lama, setelah dia hapal foto-fotonya, dia bisa membedakan yang mana Nadin, yang mana Maryam. Tapi.. ada satu kesimpulan lucu darinya, "Eh, lihat, Nadin pakai sepatu Maryam yah?!". Padahal mah.. Maryam yang sekarang memakai sepatu kakaknya waktu kecil dulu. :D

Beberapa bulan lalu, dia sudah bisa menggunakan keterangan waktu untuk menceritakan masa lampau. Tetapi, keterangan waktu yang dia pakai hanya 'kemarin'. Jadi, mau itu memang 'kemarin', 'seminggu lalu', 'dua bulan lalu', bahkan 'dua tahun lalu'.... dia selalu menggunakan kata 'kemarin'. Misalnya, 'Kemarin Ceuceu main ke rumah Alishya', padahal kejadiannya udah setahun lalu. :D

Sebulan terakhir ini, penggunaan keterangan waktunya mulai bertambah.. (atau berubah??). Dia lebih sering menggunakan kata 'Waktu Ceuceu kecil' dibandingkan kata 'kemarin'. Tapi, hukum yang berlaku di sini tetap sama seperti yang tadi. Mau itu 'dua tahun lalu', 'sebulan yang lalu', 'minggu lalu', bahkan 'kemarin' semuanya diganti dengan 'waktu Ceuceu kecil'. Misalnya, "Ceuceu main sama Teh Hani waktu Ceuceu kecil", padahal kejadiannya baruu aja siang tadi. :D

Nah, sekarang Maryam yang mulai dikenalkan dengan masa lalu, masa ketika dia masih bayi.. masa ketika dia belum lahir. Tapi, anak ini masih keukeuh dengan pendapatnya. Ketika melihat foto Nadin dengan bapaknya, dia dengan yakinnya menerka bahwa itu adalah foto dia sama Papa. Setelah dikasih tahu bahwa itu adalah kakaknya, dia tidak mau terima, "Kukaaan.. itu Maryam!". Kakaknya juga protes... akhirnya.. berantem lagi deh.. Ah, rumah memang tak pernah sepi.. :D

Thursday, April 2, 2009

Bermain dengan Cat Air




Sembari menunggu adiknya bangun dari tidur siangnya, ternyata Nadin bermain cat air dengan asyiknya. Ini dia hasil karyanya, dengan deskripsi dari sang pelukis.