Monday, September 27, 2010

Kastengel, si kue keju


Description:
Ternyata, beda resep beda pula hasilnya. (ya iyalah.. :D). Ini resep kastengel yang paling cocok di lidah kami. Kue ini memang kue favorit saya sejak kecil, setiap kali lebaran, ibu saya selalu membuatnya, meski tidak sebanyak kue kering lainnya (soalnya keju di Indonesia mahal uy!). Dan sekarang, anak2 dan si akang juga suka banget.. tapi saya tidak membuat kue ini untuk lebaran, melainkan untuk cemilan.. :D Lebaran malah gk bikin apa-apa.. *gubrak*

Resep asli diambil dr http://dapurbersama.blogspot.com/2005/10/kastengel.html . Resep yang saya buat sedikit diubah sana-sini, hingga hasilnya seperti ini.

Ingredients:
350 g mentega
600 g tepung terigu
4 butir kuning telur
60 g tepung maizena
300 g keju parut

100 g keju parut untuk taburan
1 buat telur untuk olesan

Directions:
1. kocok mentega sampai lembut
2. tambahkan kuning telur dan kocok rata
3. masukkan parutan keju, aduk sampai rata
4. masukkan campuran tepung yang sudah diayak, campur rata
5. olesi kue dengan kuning telur dan beri taburan keju
6. panggang sampai kuning keemasan

Friday, September 24, 2010

Mencari Papah...

Masih dalam edisi mellow ditinggalin si Papah.. :D (yang mana sekarang mah alhamdulillah si dia sudah kembali dengan selamat.)

Sebenarnya ini bukan pertama kalinya ditinggalin si akang selama kurang lebih seminggu. Tapi memang baru kali ini kami ditinggal lintas benua sejauh ini. Sejak Ligar lahir, pernah juga ditinggal ke Irlandia dan kota kecil dekat Duesseldorf sana, namun kali ini rasanya berbeda. Rasanya rumah sepiiii.. kalau kata orang Sunda mah keueung.. Dan rasa ini tidak hanya terasa di dalam rumah, tapi juga ketika kami di luar rumah. Dua hari pertama rasanya aneh.. rumah ribut oleh tingkah polah anak-anak, namun rasanya tetap ada yang kurang. (Padahal kan biasanya juga si akang ngantor kalau siang-siang.. tapi kemarin itu memang berbeda). Ah, padahal baru aja ditinggal 9 hari ke China saja.. saya tak bisa membayangkan perasaan seorang istri ketika ditinggal suami untuk selama-lamanya. :(

Bagaimana dengan anak-anak? Nadin dan Maryam malah senang di hari-hari awal ayahnya tidak ada. Kenapa? Karena kalau Papah nggak ada, mereka diantar ke Kindergarten sama Mamah, katanya. Dan mereka juga diperbolehkan tidur di kamar mamah.. hahaha... aya-aya wae. Tapi begitu menginjak hari ketiga dan berikutnya, mereka mulai bertanya-tanya, "kok Papah gk pulang-pulang sih??". :D

Lain dengan kakak-kakaknya, Ligar yang masih kecil tidak bisa ngomong apa-apa. Dia hanya bisa mengekspresikan perasaannya dengan tingkah laku saja. Selama Papahnya tidak ada, dia selalu ronda dulu sebelum tidur. Padahal saya tahu betul dia sudah sangat mengantuk. Namun, dengan keukeuhnya, dia turun sendiri dari tempat tidur, kemudian merangkak ke setiap ruangan rumah kami. Setelah selesai, dia naik lagi ke tempat tidur.. gulang-guling gak jelas, kemudian turun lagi dan mengulangi hal yang sama sampai 3 kali atau lebih. Begitu setiap malam. Apa mungkin mencari seseorang yang hilang??

Pada hari Minggu, kebetulan ada pengajian di mesjid. Dan seperti biasa kami pun datang, kali ini tentu saja tanpa si akang. Ketika acara ngaji dimulai, Ligar dengan cepat merangkak ke depan barisan bapak-bapak, kemudian dilihat satu per satu wajah para bapak itu. Setelah gagal menemukan yang dia cari, diapun kembali ke pangkuan ibunda.. :D

Nah, tapi.. apakah yang terjadi ketika ayahnya benar-benar pulang? Ternyata tidak seperti yang saya bayangkan sebelumnya.. Ligar menatap dalam-dalam wajah sang Ayah, ketika mau dipangku, dia malah menyembunyikan wajahnya dipelukan ibunya. Gak mau.. Ligar gak mau dipangku.. :D Setelah beberapa lama, akhirnya dia menyadari siapa yang ada di hadapannya, akhirnya dia mau juga dipangku Papah.. Ah, si papah sih.. kelamaan perginya nih.. jadi aja Ligar sedikit lupa.. :D

Monday, September 20, 2010

Kunjungan HNO 3

Berdasarkan hasil tes dan pemeriksaan hari ini, alhamdulillah kondisi kupingnya Nadin sedikit membaik. Kondisinya kali ini berbeda dengan hasil pemeriksaan kedua yang tidak menunjukkan perubahan dari pemeriksaan sebelumnya. Oleh karena itu, dokter memutuskan untuk tidak mengambil jalan operasi dulu seperti yang direncanakan sebelumnya. Terapi dilanjutkan dulu dan kondisinya akan dilihat lagi 6 minggu kemudian. Alhamdulillaaaahhh.. legaaaa... :)

Mudah-mudahan kondisinya memang akan terus membaik dengan sendirinya, tanpa harus operasi. Amiin...

Sunday, September 19, 2010

Papah online!


Di hari ke-4 ketidakhadirannya di rumah, si akang baru bisa mengunjukkan giginya di dunia maya. Gimana istri dan anak2nya tidak kegirangan??
Mamah: "Neng.. neng.. papah online! papah online!" *sambil nyalain komputer*

Nadin: "yee.. yee... Papah online! papah online!" *ngikutin emaknya ke komputer*
Maryam: "online itu kan pulang ya?! yee.. yee.. papah online! papah online!" *sambil lari ke pintu*

:D:D:D

Tuesday, August 24, 2010

ICE

ket: ICE = Intercity Express = Kereta cepat di Jerman.

Gara-gara terlalu heboh memborong tiket murah sekitar 2 bulan yang lalu, akibatnya kami kini masih punya satu set tiket kereta. Berhubung si akang sedang super sibuk di kantornya, rada-rada susah juga meluangkan waktu untuk jalan-jalan. Bahkan jalan-jalan dua minggu lalu pun dengan sangat terpaksa hanya memanfaatkan akhir pekan saja. Tapi sebenarnya sekarang bapaknya anak-anak sedang cuti, tapi malasnya minta ampun kalau jalan-jalan di saat bulan puasa, apalagi puasa tahun ini termasuk puasa yang sangat panjang (kurang lebih 16,5 jam). Berhubung masa berlaku si tiket sudah hampir habis, maka mau tak mau kami harus memanfaatkan tiket itu agar terpakai. Akhirnya jadi bingung sendiri mau kemana, padahal kalau lagi gak punya tiket biasanya banyak maunya.

Sambil berbuka, sambil diskusi, iseng saya tanya anak-anak yang masih juga pada aktif di penghujung hari seperti itu.

Mama: "Nadin, mau naik ICE lagi?"
Nadin: "Mau!"
Mama: "Nadin maunya kemana?"
Nadin: "ke Hamburg!"
Maryam: (spontan menimpali) "Hamburg mah jauuuuuuhhhhhh" sampai manyun deh ngomongnya. :D

Mama: "Emang kalau Maryam maunya kemana?"
Maryam: "Ke Bandung!"

...dan semua pun tertawa..

Nadin: "Bandung mah paling jauh atuh." maksudnya mungkin lebih jauh lagi.
Papa: "Ke Bandung mah gak bisa naik ICE, mesti naik pesawat!"
Maryam: "Tapi kan di Bandung ada Beng-beng.. heheheh"

*gubrak*

*Aduh, Neng, diantara banjirnya coklat yang enak-enak di sini, ternyata kamu masih lebih suka Beng-beng... Pasti ini gara-gara Tante Pipit nih :D*

Tuesday, August 17, 2010

Hitzefrei-Muffins *)


Description:
*) Muffin bebas panas

Diambil dari seri buku masaknya si Maus (Hier backt die Maus), seri Muffin.

Berhubung kemarin baru saja memborong buku dari perpustakaan, salah satunya yang ini, maka anak-anak dengan senang hati memilih cemilan hari ini. Meski hari cukup dingin, tapi mereka tetap suka yang dingin-dingin. Caranya lumayan gampang, anak-anak juga bisa ikut-ikutan heboh di dapur, dengan bahan standar yang pasti selalu ada di rumah. Hasilnya lumayan ok, tapi entahlah dengan rasa.. masih harus menunggu 8 jam lagi nih untuk mencicipinya.. :)

Ingredients:
Untuk 12 buah Muffin diperlukan:
75 g mentega
180 g tepung terigu
1/4 sdt garam
4 - 5 biji telur ukuran sedang (atau 6 - 7 telur ukuran kecil)
1 sdt baking powder

Untuk Isi:
1 pak es krim vanila

Untuk taburan:
30 g gula halus

Directions:
1. Olesi cetakan muffin dengan mentega atau pasangi kertas muffin. Panaskan oven 180 derajat.

2. Lelehkan mentega dalam panci sedang, lalu tambahkan 280 mL air. Mentega dan air dimasak bersama-sama.

3. Angkat panci dari kompor, masukkan tepung dan garam, aduk.

4. Kocok satu buah telur dalam sebuah cangkir dengan garpu, masukkan kocokan telur ke dalam adonan tepung. Kemudian kocok lagi sebuah telur, masukkan lagi ke dalam adonan, lakukan terus sampai adonan kental-kental cair. (jumlah telur bisa berbeda dengan yang disebutkan di atas). Terakhir baru masukkan baking powder.

5. Masukkan adonan ke dalam cetakan muffin, bakar dalam oven selama 30 menit sampai berwarna coklat keemasan (15 menit pertama oven tidak boleh dibuka, karena permukaan muffin akan turun/melempem).

6. Keluarkan muffin dari oven, biarkan selama 5 menit, keluarkan dari cetakan (kertas muffin). Belah dua dibagian tengah.

7. Isi dengan es krim vanila (rasa sesuai selera), tutup lagi, taburi dengan gula halus. Muffin siap dimakan.

Monday, August 16, 2010

Bendera Indonesia

Ajang pertandingan olahraga ternyata bisa menjadi wahana mengenal bendera untuk anak-anak. Kalau diingat-ingat, begitulah saya waktu kecil, bisa hapal bendera negara-negara di dunia dari menonton olimpiade ataupun piala dunia. Nadin sudah sejak 2008 mulai mengenal bendera Jerman dan Indonesia, itupun gara-gara ada piala Eropa. Di piala dunia kemarin, dia mulai penasaran dengan bendera-bendera negara lainnya. Beberapa ada yang dia hapal pada akhirnya. Maryam? diapun ikut-ikutan.. tapi kadang masih suka ngasal, kadang betul kadang salah, bahkan untuk bendera Jerman, apalagi Indonesia yang tidak terlibat di ajang piala dunia. Sampai...

..hari ini ketika kami sedang berjalan menuju perpustakaan, tiba-tiba dia teriak, "bendera Jerman!".
"Mana?" kata Nadin.
"Itu!" sambil menunjuk ke satu arah.
Dan ketika kami menoleh, benar saja, di salah satu balkon rumah masih terpasang satu bendera Jerman. Wow, kejutan! Berarti dia sekarang sudah tahu betul warna bendera Jerman.

Penasaran, saya coba tes dengan warna bendera negaranya.
"Kalau bendera Indonesia Maryam tahu gak?"
dia terdiam.. lalu menggelengkan kepalanya.
"kalau bendera Indonesia warnanya merah sama putih" jawab saya.
"merah sama putih???!!! iyyyeee.. merah sama putih jadi pink! Maryam suka warna pink! Maryam suka bendera Indonesia!"
"bukan pink, warnanya bendera Indonesia itu merah sama putih." kata saya menegaskan.
"iya, warnanya merah sama putih.. jadi pink.. kalau merah sama biru jadi ungu!" jawabnya.
lho.. lho.. kok jadi main campur-campur warna sih?? *garuk2 kepala*

Akhirnya dia baru mengerti setelah ditunjukkan gambarnya. Hm.. kecewa gak yah dia kalau bendera negaranya nggak jadi pink? :D